May 25, 2018 Last Updated 5:04 AM, May 22, 2018

Klarifikasi Jeremy Teti Terkait Komentar Kontroversi soal LGBT

Published in Gossip
Read 123 times
Rate this item
(0 votes)

Jeremy Teti tak menyangkal jika dianggap pro terhadap LGBT (Lesbi, Gay, Beseksual, Transgender). Namun ia menegaskan bahwa hal tersebut hanya untuk menghidupkan acara debat yang diikutinya di salah satu stasiun televisi pada tahun 2015.

Pria berusia 49 tahun ini membantah jika dianggap sepakat dengan adanya LGBT untuk perwakilan kelompok tertentu. Dalam pengakuannya, Jeremy menyebutkan bahwa kalimat yang disampaikan dan membuat publik geger itu hanya untuk mengisi karakter tokoh dalam debat.

"Hehem pembagian karakter, ya enggak ngapain tidak. Saya bukan mewakili kolompok tertentu oke sekali lagi saya tidak mewakili kelompok tertentu, mewakili agama tertentu itu adalah statement saya. Dan itu adalah sebuah show oke," ujarnya di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2018).

"Itu adalah show televisi, kalau semuanya pro enggak seru harus ada pro dan kontra gitu. Ada pendukung ada kontra itu jadi itu sebuah show, televisi ada show jadi anda jangan baper. Nah jadi belajar untuk berpikir yang logis lah. Lihat sesuatu dari berbagai sisi jangan satu sisi," tambah Jeremy Teti.

Pada akhir 2017 tersebar video ungkapan Jeremy Teti yang berisi pendapatnya terkait pernikahan sesama jenis. Video tersebut diambil saat eks news anchor ini mengisi acara debat dan memainkan karakter pro terhadap LGBT. 

Netizen pun berspekulasi bahwa Jeremy Teti menjadi bagian dari LGBT. Tak sedikit pula hujatan yang dianggapnya berlebihan memenuhi kolom komentar pada akun Instagram pribadinya.

Tak mau terganggu dengan hujatan netizen, Jeremy pun memblokir banyak akun dari Instagramnya. Ia merasa tak nyaman jika membaca komentar negatif yang berlebihan dan memilih untuk meladeni komentar positif untuknya.

Selanjutnya, Jeremy juga menjelaskan tidak berniat untuk berupaya membuat pernikahan sesama jenis legal di Indonesia. Selain tak punya kekuatan untuk hal tersebut, pria asal Nusa Tenggara Timur itu juga merasa bukan menjadi bagian dari kaum LGBT.

"Masa gue yang melegalkan. Gue enggak punya power untuk melegalkan sesuatu di negara ini. Memang saya saya pejabat publik? digaji oleh negara? digaji oleh APBN? digaji oleh rakyat? Dengan pajak? Tidak kan. Kerja sendiri di swasta. Memang saya punya kemampuan untuk melegalkan, dari mana? Ya terima kasih mereka doain saya itu saja," tutup pemain film Si Juki The Movie ini.

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/01/17/33/1846263/klarifikasi-jeremy-teti-terkait-komentar-kontroversi-soal-lgbt)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

Asyik di Facebook