Oct 15, 2018 Last Updated 4:38 AM, Oct 12, 2018
Error
  • JLIB_APPLICATION_ERROR_COMPONENT_NOT_LOADING

Guru di Sampang yang Tewas Dianiaya Siswa Dikenal Berkepribadian Baik

Published in Nasional
Read 288 times
Rate this item
(0 votes)

Jenazah guru seni rupa Ahmad Budi Cahyono telah dimakamkan di tempat pemakaman umum di Desa Tanggumong, Kabupaten Sampang, Jatim, Jumat (2/2/2018). Ribuan orang mulai dari guru, siswa dan warga mengantarkan Budi ke tempat peristirahatan terakhir. Budi tewas setelah dianiaya dengan cara dipukul oleh siswanya sendiri berinisial MH.

Bahkan saat proses pemakaman juga tampak Bupati Sampang, Fadhilah Boediono dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Saiful Rachman. Isak tangis pun menghiasi proses pemakaman sang guru.

Anggota keluarga korban tak mampu membendung air mata atas kepergian Budi yang terbilang mendadak. Sang guru masih sehat sebelum dianiaya muridnya sendiri.

"Apakah almarhum orang baik? Apakah almarhum orang baik? Apakah almarhum orang baik?," tanya Bupati Sampang Fadhilah.

 

Kemudian pertanyaan tersebut dijawab secara serentak oleh pelayat. "Almarhum adalah guru yang baik," ucap salah satu pelayat, Ahmad Farik.

MH yang duduk di kelas XI SMAN 1 Torjun (Smator), Kabupaten Sampang ini tega menganiaya gurunya hingga tewas.Guru mata pelajaran seni rupa ini tewas setelah sempat mendapat perawatan di RSU Dr Soetomo, Surabaya.

Berdasarkan informasi, peristiwa memilukan ini berawal ketika Budi sedang mengajar di kelas dengan materi seni lukis pada 1 Februari 2018. Pada saat jam pelajaran, siswa MH tidak mendengarkan pelajaran dan justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret lukisan mereka.

Budi lantas menegur MH namun tidak dihiraukan MH yang malah makin berulah dengan mengganggu teman-temannya. Budi akhirnya memberi hukuman dengan mencoret pipi MH dengan cat lukis. MH yang tidak terima lantas memukul Budi. Aksi tak terpuji itu kemudian dilerai oleh siswa dan para guru yang lain.

Budi kemudian dibawa ke ruang guru dan menjelaskan duduk perkaranya kepada kepala sekolah (kepsek). Tak melihat adanya luka di tubuh dan wajah korban, kepsek mempersilahkan Budi pulang lebih awal. Kepsek kemudian mendapat kabar dari keluarga Budi bahwa sesampainya di rumah, guru seni itu tidur karena mengeluh sakit pada lehernya. Namun selang beberapa saat Budi kesakitan dan tidak sadarkan diri (koma), dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo-Surabaya.

Kondisi Guru GTT Smator ini sangat kritis dan didiagnosa oleh dokter mengalami MBA (Mati Batang Otak) dan semua organ dalam sudah tidak berfungsi.

Mobil ambulans dari RS Sampang pun oleh pihak RS Dr. Soetomo ditahan agar tidak kembali ke Sampang dulu, karena kondisi guru tersebut yang sangat kritis dan diperkirakan tidak akan mampu bertahan. Pukul 21.40 WIB Budi meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo.

 

 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/02/02/519/1853775/guru-di-sampang-yang-tewas-dianiaya-siswa-dikenal-berkepribadian-baik)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

Asyik di Facebook