Dec 16, 2018 Last Updated 9:36 AM, Dec 13, 2018

Petugas Gagalkan Penyelundupan 28 Ribu Miras Lokal dan Impor untuk Kelab Malam di Jakarta

Published in Nasional
Read 378 times
Rate this item
(0 votes)

Petugas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Banten membongkar penyelundupan 28.824 minuman keras (miras) lokal dan impor dalam kemasan botol dari Sumatera ke Jakarta. Miras senilai Rp8 miliar itu terdiri dari 14.940 miras lokal dan 13.884 miras impor.

Puluhan ribu miras botolan ini diselundupkan di bawah tumpukan kelapa dan batang kayu yang diangkut menggunakan empat truk.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Banten Decy Arifinsjah mengatakan, selain miras, pihaknya juga membongkar penyelundupan produk tekstil dan hasil tembakau ilegal.

"Ini merupakan penindakan selama satu bulan, dari Januari sampai Februari 2018, dengan total nilai kerugian negara hingga Rp17 miliar lebih," kata Decy kepada Okezone di kantornya, Jalan Raya Serpong Damai VI, BSD City, Tangsel, Selasa (6/3/2018).

 

Ia melanjutkan, barang-barang ilegal tersebut terdiri dari 7.743 produk tekstil hasil tembakau dan 2.903.960 batang hasil tembakau. Barang-barang ini didapat dari sidak ke kawasan berikat di Tangerang.

"Dari penindakan itu, kami juga berhasil menyita sejumlah barang bukti lain terkait kasus tersebut, berupa 4 truk, 161 batang kayu, 17 lembar fiber, dan 1.700 kelapa parut," sambung Decy.

Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan DJBC Kantor Wilayah Banten Winarko Dian Subagyo menjelaskan bahwa barang-barang tersebut diselundupkan melalui jalur penyeberangan laut di Merak, Banten.

"Berdasarkan pemeriksaan petugas, empat truk ini berasal dari Jambi. Tiga truk kami amankan di Pelabuhan Merak, dan satu di Rest Area Karang Tengah. Diduga akan dijual dan dipasarkan lagi di Jakarta," ungkapnya.

Winarko melanjutkan, seluruh tembakau dan minuman beralkohol itu merupakan produk asli, namun tidak memiliki pita cukai. Barang-barang ini biasa diperjualbelikan di kelab-kelab malam yang ada di Jakarta.

"Jika diperjualbelikan, barang-barang ini akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat, karena dijual lebih murah dari barang-barang yang memiliki pita cukai. Ini bisa mengganggu perkonomian," jelasnya.

Berkat pengungkapan tersebut, pihaknya mengamankan penerimaan negara di bidang cukai, sektor industri di dalam negeri, dan kesehatan masyarakat karena miras ilegal ini sangat berbahaya.

"Dari total 26 penindakan ini, 3 berupa penindakan komoditi tekstil impor, 8 penyaluran minuman alkohol ilegal, 2 importasi barang modal, dan 11 penindakan tembakau ilegal," ungkapnya.

Terakhir, 2 penindakan pengangkutan minuman keras impor ilegal. Untuk 3 kasus pelanggaran kepabeanan berupa pengeluarkan barang subkontrak dari kawasan berikat tanpa persetujuan Bea dan Cukai, disanksi administrasi Rp375 juta.

"Dijerat Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. Sedang kasus pengangkutan dan penyaluran miras merek lokal didenda Rp653 juta lebih," sambungnya.

Hal itu sesuai Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). Sedang dua kasus pengangkutan minuman keras eks impor tanpa pita cukai saat ini masih dalam proses penyidikan.

"Mereka diamankan di Pelabuhan Merak dan di Rest Area Karang Tengah. Dari hasil pengungkapan ini, kami mengamankan satu orang. Dia berperan sebagai pemilik dan pengelola. Sedang didalami lagi," tukasnya.

 

 
 
(https://news.okezone.com/read/2018/03/06/338/1868590/petugas-gagalkan-penyelundupan-28-ribu-miras-lokal-dan-impor-untuk-kelab-malam-di-jakarta)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

Asyik di Facebook