Sep 21, 2018 Last Updated 9:19 AM, Sep 21, 2018

7 Bahaya Jika Anda Terlalu Sering Mengonsumsi Pemanis Buatan

Published in Lifestyle
Read 183 times
Rate this item
(0 votes)

SEMAKIN berkembangnya zaman, banyak produk makanan dan minuman yang ditambah pemanis buatan. Padahal di balik itu, ada dampak kesehatan yang mengintai tubuh Anda.

Banyak jenis pemanis buatan yang digunakan untuk menambah cita rasa produk pangan menjadi lebih enak. Terlebih, anak-anak tentu menyukainya, tapi harus lebih dibatasi konsumsinya.

 

Sebab, ada banyak risiko buruk yang mengintai seseorang jika sering konsumsi makanan dengan pemanis buatan. Berikut 7 ulasan bahayanya lebih lanjut, dilansir Boldsky, Rabu (25/4/2018).

Menyebabkan kanker

Penelitian dari beberapa ahli menyebutkan, penggunaan pemanis buatan secara teratur dapat menyebabkan kanker darah atau kanker otak. Juga, beberapa penelitian telah mengonfirmasi hubungan kuat pemanis buatan dapat memicu berbagai penyakit kronis lainnya seperti penyakit ginjal kronis, diabetes tipe 2, efek neurologis dan gangguan metabolisme. Karenanya, konsumsi pemanis buatan harus dibatasi semaksimal mungkin supaya bisa mengendalikan risiko penyakit tersebut.

Picu kepanikan yang berujung depresi,

Penggunaan pemanis buatan dapat menciptakan kondisi serangan panik berlebihan. Akibatnya, jika tak mudah dikendalikan risikonya dapat mengarah pada depresi. Seseorang yang mengalami hal tersebut jelas sering mengalami perubahan suasana hati. Kalau sudah terjadi, pasti dapat mengganggu risiko buruk yang kemudian mengganggu lingkungan sekitar.

Berat badan naik

 

Pemanis buatan tidak mudah membantu orang menurunkan berat badan. Justru, orang akan mudah gemuk dan memicu obesitas jika berlebihan konsumsi makanan manis. Karena itu, Anda harus menghindari risiko ini, supaya tidak memicu penyakit kronis lain, seperti diabetes di kemudian hari.

Bikin Anda kecanduan gula

Minuman manis sekalipun menggunakan pemanis buatan dapat membuat seseorang kecanduan gula. Hasrat ingin minum manis selalu tak terlewatkan setiap hari. Menurut sebuah penelitian dari University of California, orang cenderung lebih mudah kecanduan produk pemanis buatan yang berlebihan daripada gula alami. Biasanya ada di dalam makanan kemasan Dan minuman instan atau kaleng, yang mengandung jumlah pemanis buatan yang besar.

 

Tinggi zat kimia

Pemanis buatan dikembangkan secara artifisial untuk meniru rasa manis secara alami yang dihasilkan gula. Baham dasarnya tentu banyak menggunakan zat kimia sintetis atau buatan. Jika dikonsumsi berlebihan tentu membahayakan tubuh, karena berdampak pada kesehatan secara tidak langsung. Karena itu, hindari penggunaan pemanis buatan yang punya risiko buruk.

Pengaruhi perkembangan janin

 

Satu penelitian telah menunjukkan bahwa pemanis buatan yang sering dikonsumsi ibu hamil dapat mempengaruhi perkembangan janin. Studi lain yang dicatat yakni adanya temuan konsumsi minuman ringan yang mengandung pemanis buatan, dapat meningkatkan risiko bayi lahi prematur. Karena itu, selama kehamilan jangan banyakn minum kemasan dengan pemanis buatan, supaya tidak berdampak serius.

Sulit fokus