Aug 14, 2018 Last Updated 8:30 AM, Aug 6, 2018

IPH Lambat, Bisnis Poperti Terhambat

Published in Nasional
Read 103 times
Rate this item
(0 votes)

Para pengembang dan pelaku perbankan masih mengeluhkan lambannya pengurusan izin peralihan hak (IPH) di Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kondisi ini secara langsung menghambat proses transaksi jual beli properti dengan perbankan. Akibatnya, bisnis properti tersendat.

 

“IPH tak bisa lama-lama. Dulu 2017 selesai tiga bulan. Sekarang dua minggu hingga satu bulan. Harus ada kejelasan legalitas dan proseduralnya. Perusahaan tidak mau tahu, karena kejar target,” kata Achmad Yani dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Indobaru Batam dalam acara Afternoon Tea antara Batam Pos bersama partner iklan dari kalangan pengusaha properti di Hotel Sahid Batam Center, Rabu (2/5).

Yani mengatakan, kondisi ini sangat merugikan. Baik bank maupun calon konsumen. Sebab taidak jarang nasabah yang batal membeli rumah karena terkendala IPH.

Hal senada disampaikan Pimpinan Cabang BNI Syariah Batam, Muhammad Rusdi. Ia berharap pemerintah terus berbenah untuk mempercepat proses perizinan terkait bisnis properti, khususnya peneritan IPH.

“Dari sisi nasabah maupun developer, kami butuh kecepatan,” kata Rusdi.

Meski begitu, Rusdi melihat tren pertumbuhan pasar sektor properti di Batam tahun ini cukup meningkat. “Di tahun ini trennya cukup bagus dan alami peningkatan,” katanya singkat.

Menanggapi hal ini, Pemimpin Redaksi Batam Pos Muhammad Iqbal mengatakan ada gambaran menggembirakan bagi perekonomian Batam. Pada triwulan pertama tahun ini ekonomi Batam cenderung tumbuh positif.

“Secara kegiatan perekonomian bergerak. Meskipun belum mencapai angka harapan. Kita berharap tahun ini bisa lebih baik lagi,” paparnya.

Iqbal mengatakan alasannya sederhana. Kebijakan pemerintah daerah saat ini memberi ruang lingkup yang cukup luas bagi properti untuk berkembang. Contohnya dari penyederhaan persyaratan IPH hingga pengembalian lahan tidur yang telah dicabut untuk pembangunan kembali.

“Batam Pos adalah entitas bisnis. Makanya kami akan dorong supaya tahun ini pertumbuhan ekonomi akan lebih baik lagi,” katanya.

Acara Afternoon Tea ini digelar dengan tujuan silaturahmi antara pemasang iklan dan Batam Pos. Direktur Utama Batam Pos Candra Ibrahim mengatakan Batam Pos bisa menjadi media terbesar di Kepri karena mendapat kepercayaan dari para rekan-rekan pengusaha.

“Tidak salah kami katakan kalau kami adalah media terbesar. Untuk itu kami berterima kasih atas kepercayaan dari semua yang mempercayai kami kami sebagai media partner dan promosi,” jelas Candra.

Direktur Batam Pos, Guntur Marchista Sunan juga mengatakan Batam Pos menjadi koran terbesar di Kepri. Survei dari Nielsen dan Morgan telah membuktikannya.

“Untuk penetrasi media cetak, Batam Pos nomor dua setelah Surabaya. Kita ada di angka 25 persen dan itu sangat tinggi melebihi Pekanbaru yang 22 persen dan Padang yang di bawah 20 persen,” jelasnya.

Sementara para pengusaha properti di Batam mengaku menaruh harapan besar kepada Batam Pos. Peran media dianggap sangat penting dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah agar jangan sampai tidak pro pengusaha. Selain itu, kehadiran media sekelas Batam Pos dianggap dapat memperlancar usaha karena perannya sebagai nomor satu di Kepri.

“Dukungan dari Batam Pos sangat bagus dan sangat efektif. Dulu tak dikenal dan kesulitan promosi, tapi sekarang karena dibantu Batam Pos, branding movement benar-benar terbantu,” kata Pimpinan Produksi Citra Plaza Nagoya, Dony Priambodo.

Ia memaparkan pasar properti di Batam cukup unik. Penyebabnya adalah konsumen perlu kepercayaan yang lebih mengingat perekonomian Batam saat ini berada dalam tahap pemulihan. Masyarakat butuh keyakinan lebih untuk berinvestasi di bidang properti. “Market di Batam butuh trust lebih. Untungnya penjualan kami cukup baik di awal 2018 ini,” jelasnya.

Sedangkan Manajer Marketing Citra Plaza Nagoya Andri Yulianto mengatakan, Batam Pos harus menjadi corong untuk mengawal kebijakan ekonomi di Batam.

“Kami amati semua sektor hidup dari galangan kapal dan industri. Sehingga ketika turun, maka akan terkena dampaknya terutama di sektor properti,” ujarnya. 

(http://batampos.co.id/2018/05/03/iph-lambat-bisnis-poperti-terhambat/)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

Asyik di Facebook