Dec 10, 2018 Last Updated 9:12 AM, Dec 7, 2018

Panas Dalam Rentan Terjadi saat Berpuasa

Published in Lifestyle
Read 353 times
Rate this item
(0 votes)

PADA bulan Ramadan, risiko mengalami gejala panas dalam meningkat. Panas dalam mengacu pada penyakit di mana tubuh sedikit lebih sensitif terhadap panas, tenggorokan sakit, dan selalu haus.

Sebagian masyarakat yang mengeluhkan panas dalam kadang mengalami sariawan, tidak nyaman di pencernaan, dan bibir pecahpecah. Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Sint Carolus, dr Laurentius Aswin Pramono SpPD MEpid menjelaskan, puasa memang mengubah proses metabolisme tubuh karena ada waktu di mana kita tidak makan.

Masalah paling kerap ditemui adalah masalah kekurangan cairan dan mineral. Selain tidak teratur minum, beberapa kebiasaan kurang baik, seperti terlalu lelah dan banyak beraktivitas sehingga keluar banyak keringat, juga rentan menyebabkan dehidrasi. Kekurangan asupan cairan akan menyebabkan beberapa gangguan.

Selain menyebabkan dehidrasi atau yang orang sebut panas dalam, kekurangan cairan dan mineral rentan menyebabkan tubuh lemas dan mudah terserang penyakit lain. “Pada saat tenggorokan kering, bakteri atau virus akan mudah masuk ke tubuh,” ujar dr Aswin.

 

Ilustrasi. Foto Istimewa

Gejala panas dalam dirasakan orang awam sebagai sumeng (suhu sedikit meningkat), kulit kering, bibir pecah, mulut kering, dan tidak nyaman di pencernaan. Untuk mencegah panas dalam saat puasa, dr Aswin menyarankan untuk memenuhi kebutuhan cairan dan mineral alami selama puasa.

Membahas mengenai kebiasaan orang Indonesia yang berbuka biasanya dengan menyantap es dan gorengan, makanan sebenarnya tidak terlalu berkontribusi pada panas dalam. Boleh saja makan gorengan saat berbuka puasa, tetapi harus diimbangi dengan asupan cairan yang cukup dan mineral sebagai penyeimbang.

Sementara itu, Ustazah Mamah Dedeh menjelaskan, untuk mencegah dehidrasi, Rasul menyuruh menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Tujuannya agar puasa kita tidak terlalu lama sehingga mengurangi risiko dehidrasi. Tetapi, jangan juga sahur mendekati waktu subuh. “Minimal tiga menit sebelum azan subuh sudah berhenti makan,” kata Mamah Dedeh.

 

(https://lifestyle.okezone.com/read/2018/06/04/481/1906253/panas-dalam-rentan-terjadi-saat-berpuasa)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

Asyik di Facebook