Nov 19, 2018 Last Updated 9:46 AM, Nov 16, 2018

Pilot Malindo Air Divonis 8 Bulan

Published in Nasional
Read 361 times
Rate this item
(0 votes)

 Persidangan perkara narkotika terhadap Ahmad Syahman Shaharuddin, yang merupakan Pilot dari maskapai Malindo Air divonis ringan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (6/6).

 

Hakim ketua Tumpal Sagala mengatakan, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagai penyalahguna narkotika golongan I bagi diri sendiri, yang sebagaimana diatur dalam dakwaan lebih subsider jaksa penuntut umum (JPU) Hendarsyah.

“Bahwa unsur penyalahgunaan narkotika bagi diri sendiri telah terpenuhi, sebagaimana diatur dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara delapan bulan, dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani,” ujar Tumpal, yang didampingi anggota Chandra dan Rozza.

Sementara, terhadap dakwaan primair yakni Pasal 115 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, pemimpin majelis hakim yang juga Ketua PN Batam itu menyebutkan, tidak terpenuhinya unsur pidana yang dilakukan terdakwa terhadap kedua pasal tersebut.

Padahal, saat terdakwa yang diamankan langsung oleh Direktur BUBU Hang Nadim Suwarso, 30 Desember 2017 lalu di depan toilet Bandara Hang Nadim, ditemukan barang bukti berupa sabu seberat 1,9 gram yang juga dihadapkan ke persidangan.

“Terhadap barang bukti, bahwa terdakwa tidak bermaksud mengedarkan atau memperjual belikan narkotika jenis sabu tersebut melainkan untuk dipergunakan secara pribadi,” jelas Tumpal Sagala.

Menanggapi putusan majelis hakim yang lebih ringan satu bulan dari tuntutan jaksa sebelumnya, terdakwa yang didampingi penasehat hukum Zuhrin Pasaribu menyatakan pikir-pikir, juga JPU.

Di luar persidangan, PH terdakwa mengaku, sikap pikir-pikir yang diambil mengingat terdakwa cukup untuk menjalani rehabilitasi saja karena terbukti hanya sebagai pengguna narkotika dan bukan pengedar. “Dalam pembelaan kami juga disampaikan keberatan itu yang membawa terdakwa ke ranah pidana,” singkatnya.

Diketahui, pilot maskapai Malindo Air dengan rute Malaysia-Batam ini, kedapatan mengkonsumsi sabu saat dilakukannya penertiban narkotika di lingkunag bandara melalui pemeriksaan tes urine di Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (30/12) 2017 lalu.

Saat itu ia baru mendarat di Batam. Sebelum melewati pemeriksaan imigrasi yang juga terdapat petugas BNNP Kepri, terdakwa bergegas menuju toilet untuk menghilangkan barang bukti berupa sabu. Namun, aksinya itu menaruh curiga Direktur BUBU Hang Nadim Suwarso yang langsung menunggu terdakwa di luar ruang toilet.

Terdakwa yang panik, diminta untuk melakukan tes urine. Seketika itu ia mengaku mengkonsumsi sabu dan membuang sisa sabu yang dimilikinya di tong sampah toilet tersebut. 

 

(http://batampos.co.id/2018/06/07/pilot-malindo-air-divonis-8-bulan/)

More in this category: Tiket Mudik ke 7 Daerah Ludes »

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

Asyik di Facebook