Sep 25, 2018 Last Updated 10:24 AM, Sep 25, 2018

Tindak Kriminal Melibatkan Penderita Gangguan Jiwa, Nomor 4 Bikin Miris

Published in Nasional
Read 228 times
Rate this item
(0 votes)

Tindak kriminal yang melibatkan pelaku penderita gangguan jiwa terus saja terjadi di Indonesia. Setelah beberapa waktu lalu marak aksi kekerasan terhadap pemuka agama yang dilakukan orang gila, kini hadir perbuatan serupa di Pontianak, Kalimantan Barat.

Petugas kepolisian yang mengusut kasus seperti ini pun tetap bertindak proporsional dengan mengamankan mereka agar tidak terjadi lagi. Namun, lagi-lagi proses hukum ada yang mengalami kendala karena para pelaku tidak dalam tingkat kesadaran jiwa.

Berikut ini sejumlah perkara kriminal yang melibatkan para pelaku penderita gangguan jiwa. Sebagaimana telah dirangkum Okezone, Jumat (6/7/2018).

1. Ibu di Pontianak Dimutilasi Anaknya yang Gangguan Jiwa

Seorang perempuan paruh baya berinisial HN (43) tega memutilasi ibu kandungnya sendiri JS (80). Peristiwa itu terjadi di kediaman mereka di Gang Landak, Jalan Tanjungpura, Kecamatan Pontianak Selatan, Kalimantan Barat, pada Kamis 5 Juli 2018.

"Dari keterangan menantu korban dan pihak keluarga lainnya bahwa diduga pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa, namun telah mendapat terapi," ujar Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli, Jumat (6/7/2018).

HN sudah diamankan personel Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak beberapa jam setelah potongan tubuh korban yang menggegerkan itu diketahui warga. "Yang bersangkutan masih kita periksa lebih lanjut," terang Husni.

Bersama pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa parang yang diduga digunakan untuk membunuh atau memutilasi korban, serta ember yang berlumuran darah.

2. Polisi di Sleman Tembaki Mobil Disopiri Perempuan Diduga Gangguan Jiwa

Polda DI Yogyakarta mengamankan seorang perempuan bernama Any Sulistyo (50), warga Grajegan, Margokaton, Seyegan, Sleman, pada Selasa 3 Juli 2018. Ketika mengamankan, polisi harus melakukan pengejaran hingga beberapa kilometer terhadap perempuan berstatus PNS tersebut.

Awalnya sekira pukul 12.30 WIB, mobil bernomor polisi AB 1979U yang dikendarai Any hendak masuk ke Mapolda DIY. Di depan pintu gerbang, petugas akan melakukan pemeriksaan, namun justru pelaku menolak dan kabur.

Lantaran mencurigakan, polisi melakukan pengejaran disertai tembakan peringatan. Sesampainya di simpang empat Ringroad Hartono Mall, polisi menembak ban kiri belakang mobil pelaku agar berhenti. Tetapi, Any tetap berusaha kabur dan terus dilakukan pengejaran dengan disertai tembakan peringatan. Hingga akhirnya tertangkap di perempatan Seyegan.

Kapolsek Seyegan Kasnoto ada obat dan kartu periksa dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ghrasia, Sleman. Sedangkan senjata api seperti yang beredar di masyarakat tidak ada.

3. Orang Gila Mengamuk Acungkan Golok dan Lemparkan Kotorannya

 

Warga Dusun Kedawung, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dibuat geger pada Senin 5 Februari 2018. Pasalnya, ada orang gila bernama Agung Suprapto mengamuk.

Pria ini memegang senjata tajam dan sebatang besi bekas tiang bendera. Agung yang hanya mengenakan sarung mengancam ke setiap warga yang melintas. Saat kades dan polisi datang untuk mengevakuasi, Agung malah mengamuk dan melemparkan kotorannya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, Tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim melakukan tindakan evakusi dengan cara menembakkan gas air mata ke dalam rumah yang bersangkutan. Kemudian Agung berhasil dievakuasi dari dalam rumah oleh petugas.

"Lalu dibawa ke Polsek Trowulan terlebih dahulu. Selanjutnya rencana akan dirujuk RSJ Lawang Malang guna dilakukan rehabilitasi," ungkapnya.

4. Tokoh Agama Diserang Orang Gila

Sejumlah tindak kekerasan terhadap dua ulama terjadi di Jawa Barat. Salah seorang di antaranya bahkan meninggal dunia. Peristiwa penganiayan terhadap dua ulama yang ada di Jabar menyedot perhatian publik. Apalagi, pelakunya disebut mengalami gangguan jiwa.

Penganiayaan pertama dialami pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Santiong, Kampung Sentiong, RT 04 RW 01, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, yakni KH Emon Umar Basyri (60) yang akrab disapa Ceng Emon atau Mama Santiong.

 

Penganiayaan ini terjadi di Masjid Al Hidayah, kawasan Pesantren Santiong. Saat itu korban sedang duduk berzikir seusai melaksanakan Salat Subuh berjamaah. Suasana di dalam masjid ketika penganiayaan sedang sepi, karena seluruh santri telah kembali ke pondok masing-masing setelah beribadah.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius, hidung patah, dan tengkorak kepala retak. Bahkan, korban sempat tak sadarkan diri. Oleh para santri, korban dibawa ke Rumah Sakit AMC Cileunyi lalu dirujuk ke UGD Al Islam Bandung, Jalan Soekarno-Hatta.

Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk meringkus pelaku penganiayaan terhadap KH Emon. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, polisi akhirnya menetapkan tersangka penganiayaan terhadap KH Emon.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh dokter spesialis kejiwaan, tersangka ternyata mengalami gangguan jiwa. Namun, polisi masih terus mendalami kasus tersebut.

Belum selesai kasus penganiayaan terhadap KH Emon, muncul lagi kasus penganiayaan terhadap ulama. Kali ini korbannya adalah Ustadz R Prawoto yang merupakan Komandan Brigade Persatuan Islam Indonesia (Persis) Pusat.

Korban dianiaya pada Kamis 1 Februari 2018, sekira pukul 07.00 WIB, oleh Asep Maftuh (45). Ustadz Prawoto mengalami luka parah di kepala dan patah tangan kiri akibat dipukuli oleh Asep yang merupakan tetangganya di Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Ustadz Prawoto meninggal dunia pukul 17.30 WIB.

5. Pria Sakit Jiwa Bacok Seorang Gadis di Pinggir Sungai

Seorang pria penderita sakit jiwa BH (44) pada Minggu 28 Januari 2018 tega membacok gadis JA (15) di tepi sungai Dusun III Halaban Kuede, Desa Halaban, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Ketika itu korban bersama adiknya Rika (9) sedang mencuci piring di pinggir sungai dekat rumahnya.

"(Pelaku) tiba-tiba pelaku datang dan langsung membacok kening dan kepala belakang korban," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting, Senin (29/1/2018).

Tak butuh waktu lama, polisi dipimpin Kapolsek Besitang AKP MI Saragih tiba di lokasi langsung menangkap BH. "Pelaku diketahui mengidap gangguan jiwa, dan sebelumnya pernah dirawat di RSJ di Medan," jelasnya.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/07/06/337/1918825/tindak-kriminal-melibatkan-penderita-gangguan-jiwa-nomor-4-bikin-miris)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

Asyik di Facebook