Oct 18, 2018 Last Updated 12:56 PM, Oct 16, 2018

Penyelenggara Parkir Wajib Ganti Kendaraan Hilang

Published in Nasional
Read 55 times
Rate this item
(0 votes)

Pengelola dan penyelenggara parkir dituntut ekstra waspada. Pasalnya, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018 tentang pajak dan retribusi parkir mengamanatkan kehilangan kendaraan bermotor menjadi tanggungjawab pengelola atau penyelenggara parkir.

“Kewajiban mengganti rugi kendaraan atau barang yang hilang di tempat parkir merupakan amanat Perda. Ini yang belum banyak disampaikan kepada masyarakat,” kata Sukaryo, anggota Panitia Khusus (Pansus) Perda Nomor 3 Tahun 2018 tentang pajak dan retribusi parkir, Selasa (2/10).

Menurutnya, pajak dan retribusi yang dibayarkan masyarakat pada penyelenggara parkir, sudah mencakupi asuransi kehilangan kendaraan tersebut. Kewajiban mengganti kerugian kehilangan dan kerusakan kendaraan yang diparkir ini diatur sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Detailnya kita atur di pasal 12 Perda 3 Tahun 2018,” tutur dia.

Sukaryo menambahkan, kewajiban mengganti kerugian kehilangan dan kerusakan kendaraan ini wajib diberlakukan sejak perda parkir disahkan. Perda diatur dan berlaku di setiap pengelola parkir baik di bandara, pelabuhan, mal, rumah sakit ataupun parkir di ruang milik jalan.

“Karena sudah ada sosialisasi, artinya sudah harus berlaku,” tegas Sukaryo.

Seorang juru parkir sedsng mengatur kendaraan | Cecep Mulyana/Batam Pos

Terkait klaim kendaraan rusak atau hilang, politikus PKS itu mengaku diatur di Peraturan Wali Kota (Perwako).

“Hal-hal teknis ini harus disampaikan dishub ke pengelola parkir dan masyarakat. Untuk klaim kita pertegas di perwako retribusi dan pajak parkir,” jelas dia.

Perda No 3 Tahun 2018 menegaskan kewajiban pemerintah daerah untuk beralih ke e-parkir. Jadi ke depan parkir ruang milik jalan yang berada di pinggir-pinggir jalan diubah ke e-parkir. Menurut Sukaryo, dalam rapat kemarin dishub berjanji tahun depan mulai menerapkan sistem ini.

“Modelnya seperti di Jakarta dipasang portal di titik parkir ruang milik jalan,” sebut dia .

Sukaryo menambahkan, dari kajian dishub penerapan sistem e-parking berpotensi meningkatkan retribusi parkir kota Batam yakni menjadi Rp 26 miliar. Sistem ini dinilai juga lebih transparan mengingat uang yang masuk ke kas daerah berdasarkan potensi rill retribusi parkir.

 

“Karena itu (e-parkir) amanat perda, maka ke depan wajib diterapkan. Kita tanya dishub mereka berjanji akan memulai di tahun 2019,” jelas Sukaryo.

 

(https://batampos.co.id/2018/10/03/penyelenggara-parkir-wajib-ganti-kendaraan-hilang/)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

Asyik di Facebook