Dec 16, 2018 Last Updated 9:36 AM, Dec 13, 2018

Ini Motif Pembunuhan dan Pencabulan Bocah Pengembala Sapi

Published in Nasional
Read 32 times
Rate this item
(0 votes)

 Pelaku pencabulan dan pembunuhan terhadap Fatir (15), bocah penggembala sapi, Aso alias Pe'lo ditangkap polisi. Fakta pun terungkap, pelaku dan korban ternyata sesama penggembala sapi di Kecamatan Mangara Bombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Aksi Aso pun terendus oleh tim gabungan Resmob Polres Takalar yang dibackup Resmob Polda Sulsel yang diturunkan menyelidiki penyebab kematian seorang bocah bernama Fatir yang ditemukan oleh keluarganya di sebuah sungai dalam kondisi wajahnya terdapat luka serius.

Dari proses penyelidikan dilakukan tim gabungan tak sampai 1x24 jam. Pelaku pembunuh Fatir pun teridentifikasi. Dia adalah Aso alias Pe'lo. Setelah tim gabungan mengantomngi identitas pelaku.

Selanjutnya tim gabungan melacak keberadaan posisi pelaku. Begitu terdeteksi bahwa pelaku tengah bersembunyi di sebuah perkampungan di Dusun Juggae Desa Bontoparang, Kecamtan Mangarabpmbang, Kabupaten Takalar.

 

Tim gabungan bergerak disebuah perkampuangan itu, sebelum menangkap pelaku, salah seorang anggota kepolisian mengintai sebuah rumah tempatnya bersembunyi.

Terkuak, jika seorang lelaki yang dikantongi ciri-cirinya berambut gondrong, berada di sebuah rumah tersebut. Lokasi di blokade agar pelaku tak bisa meloloskan diri. Penyergapan dilakukan sebuah rumah langsung dikepung, Aso Pe'lo yang berada di dalam tak bisa berkutik alasan hendak mengenakan pakaian.

Petugas langsung membekuknya. Di balik pintu keluarlah lelaki Aso Pe'lo dengan tangan terborgol. Dari tangannya pun tim gabungan mengamankan barang bukti berupa dua bilah badik, satu baju, satu buah sepatu yang dipakainya usai membunuh korban.

Selanjutnya, pelaku bersama barang buktinya digiring ke Mapolres Takalar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kepada polisi yang memeriksanya, Pe'lo awalnya berkelit jika bukan dirinya yang membunuh korban Fatir. Meski begitu petugas kepolisian tak begitu mudah teperdayai.Pe'lo didesak untuk jujur.

Namun lagi-lagi masih berkelit. Tak termakan dengan bujukan hingga petugas kepolisian mendesaknya hingga akhirnya Pe'lo pun mengakui jika dirinya membunuh Fatir dengan menggunakan pisau hingga sekujur tubuh Fatir terluka.

Akibatnya Fatir mengalami pendarahan hebat hingga meregang nyawa. Selanjutnya pelaku membuang mayat Fatir di sungai. Sebelum korban Tewas pelaku mengaku menyodominya.

Tidak hanya itu, menurut pelaku hingga dirinya tersulut emosi lantaran tak terima kerap di olok-olok oleh korban.

Kapolres TaKalar AKBP Gany Alamsyah mengatakan berawal hingga terungkap kasus pembunuhan dilakukan Pe'lo terhadap korban Fatir saat korban ditemukan oleh keluarganya dalam posisi mengapung dan sudah dalam keadaan meninggal.

"Kami setelah mendapat informasi selanjutnya turun ke lokasi bersama tim inafis melakukan olah tempat kejadian perkara di samping itu mengambil keterangan saksi-saksi," kata Gany.

Setibanya kemudian mengevakuasi jasad korban yang posisinya mengapung disebuah sungai. Selanjutnya jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Padjonga Dg Ngalle lalu kemudian dilakukan visum di RS Bhayangkara Makassar.

"Di samping itu petugas kepolisian juga mengumpulkan keterangan saksi-saksi," kata dia.

Dari hasil identifikasi, sambung dia, diketahui jika mayat lelaki yang ditemukan tersebut bernama Fatir(15) ditemukan oleh warga bernama Sangkala dan Dg Tunru (50) yang merupakan keluarga korban dan juga saksi.

Dari keterangan saksi yang dimintai keterangannnya, kedua saksi menyebutkan jika sebelum korban ditemukan pada hari Sabtu (1/12/2018), sekitar pukul 08.00 Wita.

Korban bernama Fatir meninggalkan rumahnya. Ia seperti biasanya melakukan aktivitasnya megembala sapi, korban tak seorang diri mengembala sapi ternak. Namun ia bersama lelaki bernama Pe’lo dan Mantang.

Ketika malam harinya korban yakni Fatir (korban) tak kunjung pulang, pihak keluarganya pun cemas, sehingga berinisiatif melakukan pencarian di tempat biasa mengembala sapi.

 

Keluarganya bernama Sangkala Dg Tawang dan Dg Tunru, dan warga menyisir area sungai.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/12/04/609/1986797/ini-motif-pembunuhan-dan-pencabulan-bocah-pengembala-sapi)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

Asyik di Facebook