Jan 24, 2019 Last Updated 11:33 AM, Jan 24, 2019

Hakim Merry Purba Didakwa Terima Suap 150 Ribu Dolar Singapura dari Pengusaha

Published in Nasional
Read 103 times
Rate this item
(0 votes)

Hakim non-aktif pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Merry Purba didakwa telah menerima suap 150.000 Dolar Singapura dari pengusaha Tamin Sukardi. Uang tersebut diterima Merry melalui panitera pengganti, Helpandi.

Sebagaimana hal tersebut diungkapkan Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Herudin ‎saat membacakan surat dakwaan untuk Merry Purba di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. 

"Terdakwa (Merry Purba) melakukan atau turut serta melakukan, menerima hadiah berupa uang sebesar 150.000 dollar Singapura," ujar Jaksa Herudin, Senin (14/1/2019).

 

Hakim Merry Purba. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

Hakim Merry Purba. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone) 

Menurut jaksa, pemberian uang tersebut diduga untuk memuluskan putusan perkara yang sedang ditangani oleh Merry Purba. Perkara tersebut yakni, dugaan korupsi terkait pengalihan tanah negara atau milik PTPN II Tanjung Morawa di Pasar IV Desa Helvetia, di Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan terdakwa Tamin Sukardi.

Jaksa mengungkapkan bahwa total uang yang diserahkan Tamin kepada Helpandi sebesar 280.000 Dollar Singapura. Diduga, jatah untuk Mery Purba senilai 150.000 Dollar Singapura.

"Dimana jumlah keseluruhan yang diterima Helpandi sebanyak SGD280.000," terangnya.

Jaksa menjelaskan, awalnya dalam sidang putusan pada 27 Agustus 2018, hakim Wahyu Prasetyo Wibowo dan hakim Sontan Merauke Sinaga menyatakan Tamin terbukti bersalah melakukan korupsi. Tamin dihukum 6 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

 

 

 

Selain itu, Tamin dihukum membayar uang pengganti Rp132,4 miliar. Namun, hakim Merry Purba menyatakan dissenting opinion atau berbeda pendapat dengan putusan tersebut. Menurut Merry, dakwaan jaksa tidak terbukti.

Atas perbuatannya, Merry Purba dan Helpandi didakwa melanggar Pasal 12‎ huruf c dan a atau Pasal 11 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

(www.okezone.com)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

Asyik di Facebook