Mar 19, 2019 Last Updated 10:33 AM, Mar 19, 2019

Polri Gandeng Interpol Usut WNI Korban Mutilasi di Malaysia

Published in Nasional
Read 236 times
Rate this item
(0 votes)

Polri berkoordinasi dengan Komisi Polisi Kriminalitas Internasional (Interpol) untuk mengusut kasus tewasnya bos tekstil Ujang Nuryanto (37) di Malaysia. Korban asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu tewas dengan cara dimutilasi.

"Sudah confirm WNI. Saat ini, kita lewat Interpol melakukan upaya penyidikan," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Mohammad Iqbal di Masjid Al-Amman Mapolda Jawa Barat Kota Bandung, seperti dikutip dari Antaranews.com, Jumat (15/2/2019).

Dia mengatakan, saat ini Polri sudah menerima konfirmasi dua korban mutilasi di Malaysia adalah WNI dan Polri melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) dengan Interpol sedang menempuh upaya penyidikan.

 

 Ilustrasi

Polri juga sudah melakukan koordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) melalui proses Police to Police terkait kasus ini. "Juga ada dari polisi kita, jadi sangat koordinatif," katanya.

Sementara itu, terkait sosok Ai Munawaroh (30) salah satu WNI yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia merupakan warga Desa Jatisari, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Iqbal mengatakan, sosok perempuan tersebut diduga masih ada hubungannya dengan Ujang Nuryanto.

"Ada hubungan lah, ada konek. Ini kan jangan sampai dibuka, ini (masih) upaya-upaya penyidikan," katanya.

Ujang Nuryanto diketahui adalah WNI asal Kampung Ciodeng, Kelurahan Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ujang Nuryanto berangkat ke Malaysia pada 17 Januari 2019, namun sejak 22 Januari 2019 keluarga korban mengaku kehilangan kontak.

Keluarga menerima informasi tentang dugaan Ujang Nuryanto dibunuh dengan dimutilasi pada 26 Januari 2019 setelah Kepolisian Malaysia mengumumkan ditemukannya sesosok mayat yang telah dimutilasi di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

 

(okezone.com)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

Asyik di Facebook