Mar 19, 2019 Last Updated 10:33 AM, Mar 19, 2019

PVMBG Ungkap Faktor Penyebab Longsor di Area Tambang PT Freeport

Published in Nasional
Read 76 times
Rate this item
(0 votes)

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) milik Badan Geologi Kementerian ESDM membeberkan faktor penyebab longsor atau gerakan tanah yang terjadi di area tambang milik PT Freeport Indonesia di Mile Post 74, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Penyebab longsor yang terjadi pada Sabtu 2 Maret 2019 siang itu adalah adanya kemiringan lereng yang sangat terjal.

“Adanya batuan dasar yang bersifat lempungan yang mudah mengembang bila terkena air. Hujan dengan intensitas tinggi sebagai pemicu terjadinya gerakan tanah,” tulis PVMBG dalam website resminya, Senin (5/3/2019).

Berdasarkan Peta Geologi Timika, lokasi bencana tersebut masuk dalam Kelompok Kembelangan yang tersusun oleh batu pasir tak terpisahkan ekmai, batu lumpur piniya, batupasir woniwogi dan formasi kopai.

Di sekitarnya juga terdapat batuan terobosan yaitu Intrusi Ilaga (Tpi) yang terdiri atas diorit, diorit kuarsa, monzonit, stok, retas, sill.

Longsor memungkinkan terjadi di wilayah tersebut jika curah hujan di atas normal.

Longsor di Mile Post 74 yang terjadi akhir pekan lalu menyebabkan jalan menuju pabrik pengolahan tertimbun material longsor dan pekerja PT Freeport dievakuasi.

PVMBG merekomendasikan agar pekerja di sekitar lokasi bencana untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. Operasional di sekitar lokasi longsor sementara dihentikan.

“Menghindari aktivitas di bawah lereng terjal terutama pada saat hujan turun dalam waktu lama. Memasang rambu peringatan daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan bagi pekerja dan pengguna jalan. Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.”

 

(www.okezone.com)

Last modified on Tuesday, 05 March 2019 14:47

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

Asyik di Facebook