Jul 23, 2018 Last Updated 7:53 AM, Jul 23, 2018
Movie

Movie (35)

Jika pada film Ada Apa Dengan Cinta 1 dan 2, karakter Milly dinilai sebagai sosok wanita yang bodoh. Namun pada film Milly & Mamet, Ernest Prakasa selaku sutradara akan mengungkap sisi lain dari tokoh yang diperankan oleh Sissy Priscillia itu.

Wanita 33 tahun tersebut mengungkapkan kalau tokoh yang diperankannya dalam film Milly & Mamet tidak memiliki karakter bodoh. Di tangan Ernest Prakasa, Milly menjadi sosok wanita yang pintar.

"Aku senang banget ada film Milly & Mamet ini karena setelah sempat brainstroming dengan Ernest terungkap lah kalau Milly ini tidak bodoh," ujar Sissy Priscillia di perilisan teaser trailer film Milly & Mamet, di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

"Film ini akan menunjukkan pada hai kalian semua kalau Milly dianggap lemot atau telmi itu semua tidak. Sebenarnya dia tidak begitu. Itu /aja sedikit yang bisa aku kasih tahu. Hanya Ernest yang percaya kalau Milly itu pintar," ungkapnya.

 

Sissy

Baca Juga: Sissy Priscilla Sedih Rayakan Lebaran Tanpa Vanesha Prescilla

Selain membicarakan mengenai karakternya, kakak dari Vanesha Prescilla tersebut pun menceritakan tantangan yang harus ditaklukannya ketika memerankan Milly, yakni salah satunya yang harus dilakukannya adalah untuk melucu.

"Oh jelas, semua film Ernest itu jokesnya sangat smart, lucu bisa bikin ketawa yang asik. Sedangkan saya orangnya enggak bisa ngelucu, di sini tuh kan Milly enggak harus jadi badut," papar Sissy Priscillia.

"Sekian lama jadi Milly, kala ditanya ada tantangan lagi atau enggak, ya yang pasti ada, ibaratnya di film ini kita akan ditelanjangi Milly seperti apa sih, Mamet seperti apa sih," tutupnya.

Vanesha Priscilla dan Sissy Priscilla

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/07/12/206/1921627/karakter-milly-yang-sebenarnya-akan-diungkap-di-film-milly-mamet)

Korea Selatan dikenal sebagai negara dengan produksi drama romantis berkualitas. Tak heran, setiap bulannya tiap stasiun televisi di Korea selalu berlomba-lomba menyajikan drama terbaik mereka untuk para penonton.

Namun jangan salah, bukan hanya drama bergenre romantis saja yang diproduksi di Korea Selatan. Film-film bergenre lain, khususnya horor thriller produksi Negeri Ginseng ini juga tak kalah menyeramkan dari film Hollywood.

Penasaran seseram apa film horor thriller Korea Selatan? Berikut ulasan horor thriller Korea Selatan terbaik untuk menemani akhir pekanmu.

1. Train to Busan (2016)


Film ‘Train to Busan’ menjadi salah satu film terbaik asal Korea Selatan. Dibintangi oleh aktor Gong Yoo, Jung Yu Mi, Kim Su An dan Ma Dong Seok, film ini berhasil menggaet sederet penghargaan salah satunya dinobatkan sebagai Asian Blockbuster Film 2016 di ajang Fil Festival & Award Macao. Bahkan film ini juga ditayangkan di Cannes Film Festival 2016 sebagai ‘Special Midnight Movie’.

Film ini menceritakan tentang seorang ayah yang akan mengantarkan anaknya ke rumah sang ibu di Busan dengan menaiki kereta. Namun siapa sangka, ternyata kereta itu telah terinfeksi oleh zombie. Sang ayah berjuang mati-matian demi menjaga agar sang anak tetap bertahan hidup.

2. The Wailing (2016)


‘The Wailing’ yang dirilis di Korea Selatan pada 2016 ini telah sukses memenangkan berbagai penghargaan. Film yang dibintangi oleh Kwak Do Won, Hwang Jung Min, dan Chyn Woo Hee ini juga lolos untuk ditayangkan di Cannes Film Festival pada 18 Mei 2016.

Film yang disutradarai oleh Na Hong Jin ini menceritakan tentang seorang polisi yang melakukan investigasi terhadap sejumlah kasus pembunuhan misterius dan wabah penyakit di suatu wilayah. Na Hong-jin menggabungkan unsur horor-thriller dalam film ini dengan menunjukkan adanya exorsism dan zombie serta scene yang penuh darah.

3. The Tale of Two Sisters (2003)

‘The Tale of Two Sisters’ juga menjadi film yang tak kalah menyeramkan dan menegangkan dari film-film sebelumnya. Sama seperti judulnya, film ini menceritakan tentang dua kakak beradik perempuan yang mengalami kejadian tragis.

Sang kakak mengalami syok berat dan di rawat di rumah sakit jiwa. Setelah dinyatakan sembuh ia kembali ke rumahnya. Sejak saat itu kejadian menegangkan terus terjadi, mereka harus melawan ibu tiri mereka yang kejam. Kisah kakak beradik ini dijamin berhasil membuat penonton ketakutan dengan penampakan yang muncul selama film berlangsung.

4. Death Bell (2008)


Disutradarai oleh Chang, film ‘Death Bell’ sukses menebarkan teror ketakutan kepada para pelajar. Dibintangi oleh Nam Gyu Ri, film ini menceritakan tentang sebuah sekolah elit yang berisi anak-anak orang kaya. Saat sedang mengerjakan soal ujian, tiba-tiba terdengar pengumuman dari speaker sekolah. Isi pengumumannya memperingatkan bagi pelajar yang salah mengerjakan soal akan mati.

Awalnya mereka tak menggubris pengumuman tersebut, namun ternyata kematian benar-benar terjadi. Satu per satu pelajar yang salah menjawab soal tewas dengan cara yang tragis. Kesuksesan film yang dirilis pada 2008 ini pun melahirkan film sekuel berjudul ‘Death Bell 2: Bloody Camp’ pada 2010.

5. Wishing Stairs (2003)


Film horor besutan Korea Selatan yang sukses menebar ketakutan adalah ‘Wishing Stairs’ film yang dibintangi oleh Song Ji Hyo dan Park Han Byul ini menceritakan tentang sebuah legenda yakni jika ada seseorang yang menaiki tangga dengan 28 anak tangga, tetapi dia menemukan anak tangga yang ke-29 maka dia akan menemui sesosok bayangan misterius yang akan mengabulkan semua permintaanya.

Salah seorang pelajar pun melakukannya dan berhasil bertemu bayangan misterius inu. Permintaan yang diinginkannya pun terkabul, namun sayang ia tidak mengetahui konsekuensi dari terkabulnya permintaannya. Teror kematian terus menghampirinya.

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/07/13/206/1921862/bikin-merinding-ini-5-film-horor-thriller-korea-yang-wajib-ditonton)

 Priyanka Chopra merupakan artis yang memiliki talenta luar biasa. Bahkan, aktris asal India yang kini berkarier di industri film Hollywood dipastikan memerankan tokoh utama perempuan pada film besutan Ali Abbas Zafar itu bertajuk Bharat.

Dilansir Sindonews, setelah analis dan kritikus film, Taran Adarsh membocorkannya di akun Twitternya, pada Selasa (17/4/2018).

"Ini RESMI ... Priyanka Chopra bergabung dengan pemeran #Bharat ... Bintang Salman Khan ... #TigerZindaHai direktur Ali Abbas Zafar mengarahkan ... Diproduksi oleh Atul Agnihotri dan Bhushan Kumar ... # Eid2019 rilis," tulis sang kritikus.

Priyanka juga mengonfirmasi langsung kabar itu. Dia mengatakan sudah tak sabar untuk segera syuting dan bekerja sama lagi dengan Salman dan Ali.

“Saya belajar banyak dari mereka di kolaborasi sebelumnya dan sangat senang melihat apa yang ditawarkan ini. Saya juga ingin bekerja bersama seluruh tim Bharat. Bagi semua pendukung saya yang sudah sabar dan suportif, terima kasih atas dukungan kalian dan saya akan menyapa kalian semua di film,” papar Priyanka.

Kerja sama antata Priyanka dengan Zafar bukanlah pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, mereka pernah bersatu dalam film Gunday pada 2014 lalu. Tidak hanya dengan Zafar saja.

Selama berkarir di industri film, Priyanka juga sempat beberapa kali bermain bersama Salman dalam film yang sama.

Sebelumnya, Zafar dikabarkan sempat bingung untuk memilih aktris yang akan bermain di film terbarunya itu. Selain Priyanka, sempat juga muncul nama Katrina Kaif untuk beradu peran dengan Salman sebagai pemeran utama perempuan.

“Ini adalah film homecoming Priyanka ke Bollywood setelah membuktikan dirinya sebagai penampil di film Hollywood dan serial televisi global. Bharat berakar di India dan budayanya. Priyanka adalah artis terbesar India secara internasional dan dia sempurna untuk film ini. Priyanka membawa daya tarik internasional untuk membuat film ini lebih besar dan bahkan lebih global,” papar Ali seperti dikutip Hindustan Times.

Bharat akan menjadi film pertama Bollywood Priyanka setelah Jai Gangaajal. Dalam beberapa tahun belakangan, Priyanka sibuk dengan proyeknya di Hollywood dan membintangi serial televisi ABC, Quantico.

Bharat adalah adaptasi resmi film asal Korea Selatan berjudul Ode to My Father yang dirilis pada 2014. Film ini sudah memulai persiapan di London dan kemudian akan pindah ke Spanyol, Polandia, Portugal, dan Malta.

Film ini akan menampilkan lima penampilan berbeda Salman dalam 60 tahun yang juga akan ditampilkan aktor itu saat berusia akhir 20an, dimana dia telrihat lebih muda.

Salman akan menciptakan ulang penampilan Karan Arjun-nya untuk Bharat.

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/04/18/206/1888529/bareng-salman-khan-priyanka-chopra-bakal-bintangi-film-bharat)

Film horor Saw tampaknya akan terus berlanjut hingga seri kesembilan. Desas-desus mengenai kabar kembalinya teror John Kramer itu bahkan sudah terdengar sejak Februari silam.

Kala itu, situs Bloody Disgusting mengklaim, Peter Goldfinger dan Josh Stolberg, tengah mengembangkan skenario film tersebut. Sementara, Spierig bersaudara (Michael dan Peter Spierig) digadang-gadang akan kembali menggarap seri terbaru Saw.

 

“Ada banyak hal yang terjadi sepanjang 14 tahun penayangan Saw. Kami telah berdiskusi tentang kemungkinan penggarapan seri terbarunya film tersebut. Ada potensi kemunculan karakter dan gagasan baru dalam film terbarunya nanti,” ujar Peter Spierig seperti dilansir dari Screenrant.

Namun Peter mengungkapkan, keterlibatan dirinya dan Michael Spierig dalam serial terbaru Saw masih belum pasti. Menurut dia, menggarap Saw yang sudah memiliki beberapa serial sebelumnya tidaklah mudah. Meski begitu, Spierig bersaudara enggan menolak kesempatan emas tersebut apabila kembali dipercayakan kepada mereka.

“Ada enam seri Saw yang tayang sejak 2004. Sementara kami baru terlibat dalam penggarapan Jigsaw pada tahun lalu. Ini tentu sulit, karena berarti harus ada sesuatu yang berbeda dari apa yang telah ditampilkan pada seri sebelumnya,” ungkap Peter seperti dikutip dari ComicBook.

Meski dituntut berimprovisasi, namun Spierig bersaudara diharamkan menyimpang terlalu jauh dari konsep awal film tersebut. “Kalau kami melakukan itu (improvisasi berlebihan), maka penggemar Saw pasti akan kecewa. Sebagian besar penggemar film ini adalah ‘pelanggan’ yang telah mengikutinya sejak versi original keluar,” imbuh Peter Spierig.

Peter memberikan sedikit bocoran tentang ide apa yang akan dilakukannya apabila Saw kesembilan dipercayakan kepada mereka. Sutradara Predestination itu mengungkapkan, dia ingin lebih fokus mengembangkan genre thriller pada film tersebut, sehingga tak sekadar mempertontonkan adegan pembantaian.

Tahun lalu, di bawah arahan Spierig bersaudara, Jigsaw terbilang sukses di pasaran dengan keuntungan mencapai USD102,9 juta. Jigsawbercerita tentang kematian-kematian misterius yang merenggut nyawa banyak orang. Menariknya, kasus tersebut disebut-sebut dilakukan oleh seorang pembunuh berantai bernama John Kramer yang telah mati sejak 10 tahun silam.

Sementara untuk seri Saw selanjutnya, diduga tak akan rilis dalam waktu dekat. Pasalnya, serial Saw hanya dirilis setiap setahun sekali. Bahkan, penggarapan serial kedelapannya memakan waktu hingga 7 tahun. Dengan begitu, para penggemar Saw harus sedikit bersabar untuk bisa menyaksikan kembali film itu di layar lebar.

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/04/10/206/1884571/skrip-terbaru-saw-sedang-digarap-teror-john-kramer-akan-berlanjut)

Kehadiran Lara Croft lewat Tomb Raider nyatanya masih tak mampu menggeser dominasi Black Panther di box office Amerika. Buktinya, Black Panther masih merajai box office di minggu kelimanya, menang tipis dari Tomb Raider.

Black Panther tetap kokoh di posisi puncak dengan penghasilan USD27 juta. Tambahan pemasukan ini membuat film arahan Ryan Coogler ini mengumpulkan penghasilan domestik lebih dari USD600 juta.

Selain itu, Black Panther juga menjadi film pertama yang mampu memuncaki box office selama lima pekan berturut-turut sejak Avatar delapan tahun silam. Black Panther juga selangkah lagi dapat menyamai, bahkan melewati, rekor The Avengers sebagai film superhero dengan grossing tertinggi di Amerika Utara. Sejauh ini, Avengers memegang rekor dengan USD623 juta.

 

Sementara itu, Tomb Raider memulai debut box office-nya dengan sedikit mengecewakan setelah hanya memperoleh penghasilan USD23,5 juta. Film yang dibintangi oleh Alicia Vikander ini gagal mengikuti kesuksesan film series yang dibintangi oleh Angelina Jolie di awal 2000an silam.

“Aku benar-benar berharap kami bisa mendapatkan lebih dari USD25 juta di pasar domestik. Tapi, fakta bahwa kami adalah nomor satu secara global adalah kabar buruk. Kami selalu melihat ini sebagai sebuah permainan internasional,” tutur kepala distributor domestik Warner Bros, Jeff Goldstein dilansir Hollywood Reporter, Senin (19/3/2018).

Nyatanya Tomb Raider memang menuai hasil apik di luar Amerika. Selama akhir pekan lalu, Tomb Raider mengumpulkan total USD126 juta dari pemutaran di seluruh dunia. Mereka juga memuncaki box office China dengan penghasilan USD41,1 juta.

Berikut adalah top 10 box office Amerika edisi 16-18 Maret 2018 dilansir box office mojo:

1. Black Panther – USD27 juta

2. Tomb Raider – USD23,5 juta

3. I Can Only Imagine – USD17 juta

4. A Wrinkle in Time – USD16,5 juta

5. Love, Simon – USD11,5 juta

6. Game Night – USD5,5 juta

7. Peter Rabbit – USD5,2 juta

8. Strangers: Prey at Night – USD4,8 juta

9. Red Sparrow – USD4,4 juta

10. Death Wish – USD3,36 juta

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/03/19/206/1874634/menang-tipis-dari-tomb-raider-black-panther-tetap-rajai-box-office)

 Chris Hemsworth segera mengucapkan selamat tinggal pada Thor. Hal itu disampaikannya kembali saat tampil dalam Sunrise, program morning show yang ditayangkan Channel 7, Australia, belum lama ini.

Hemsworth mengonfirmasi, kontraknya dengan Marvel Studios akan resmi berakhir setelah Avengers 4 tayang di bioskop pada 4 Mei 2018.

"Kontrakku akan segera berakhir. Saat ini, kami telah menyelesaikan syuting untuk dua seri terakhir Avengers," katanya seperti dilansir dariComicbook.

Terlepas dari kenyataan Thor: Ragnarok mendapat sambutan luar biasa dari penonton dibanding dua pendahulunya, namun Hemsworth menilai, ini adalah akhir riwayat Thor. Kecuali, Marvel Studios dan sutradara Taika Waititi mampu menjanjikan kejutan dalam seri selanjutnya.

"Kau tak bisa menebak apa yang disediakan masa depan untukmu, bukan? Kami merasa menemukan kembali Thor saat menggarapRagnarok. Aku tak akan menampik peran Thor apabila ada skenario hebat selanjutnya. Tapi untuk saat ini, aku rasa sudah cukup," katanya.

Penggemar Marvel tampaknya cukup menyadari bahwa seiring berjalannya waktu, para jagoan lawas tak akan tampil lebih banyak. Dua film Avengers yang tersisa akan menjadi penampilan pamungkas bagi sejumlah karakter Marvel Cinematic Universal (MCU), seperti Captain America, Thor, dan Iron Man. Sebagai gantinya, panggung akan diisi oleh grup superhero baru, semisal Spider-Man, Black Panther, Doctor Strange, dan Valkyrie.

Meski berat mendengar Hemsworth mengucap selamat tinggal pada Thor, namun aktor 34 tahun itu telah menjalankan perannya dengan sangat baik dalam 10 tahun terakhir. Dia bermain dalam tiga seri Thor dan empat franchise Avengers. Dia bahkan sempat tampil sebagai Thor dalam film Doctor Stranger. Kini, saatnya Thor pensiun.

Pertanyaannya kemudian adalah, proyek apalagi yang akan diperankan suami Elsa Pataky tersebut? Masih dalam wawancaranya dengan Sunrisehost bertanya kemungkinannya untuk bermain dalam frachise James Bond, menggantikan Daniel Craig.

Meski tak menolak, namun Hemsworth mengatakan Bond terlalu lekat dengan nuansa Inggris. “Yeah, maksudku, akan banyak aktor yang mengambil kesempatan untuk menggantikan Daniel Craig. Selain itu, aku rasa fans Bond akan jauh lebih kritis dibanding penggemar komik Marvel," katanya.

Dia menambahkan, "Entahlah, aku rasa ada banyak aktor Inggris bertalenta yang lebih cocok memerankan Bond ketimbang aku."

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/02/17/206/1860921/chris-hemsworth-pensiun-jadi-thor-kecuali)

Sukses menguasai box office Amerika Utara, Black Panthermenyebarkan pengaruhnya ke Korea Selatan. Berdasarkan data Badan Perfilman Korea, periode 16-18 Februari 2018, film arahan Ryan Coogler itu membukukan 1,9 juta penonton dengan pendapatan mencapai USD15,85 juta (Rp213,97 miliar).

Dengan begitu, Black Panther yang tayang di 1.620 layar bioskop itu naik ke puncak box office dengan komposisi pasar mencapai 51,32 persen. Sejak tayang perdana pada 14 Februari 2018, Black Panther sudah menjual 3,09 juta tiket dan pendapatan sekitar USD25,33 juta (Rp341,55).

Film produksi Marvel Studio ini bercerita tentang seorang raja baru Wakanda, T’Challa (Chadwick Boseman), yang berduka atas meninggalnya sang ayah, T’Chaka (John Kani). Ia kemudian memutuskan untuk meneruskan perjuangan sang ayah.

 

Ketika Wakanda berada dalam ancaman dua musuh berbahaya, T’Chala berusaha membuktikan dirinya sebagai raja sejati. Ia kemudian bertransformasi menjadi Black Panther untuk membela Wakanda.

Black Panther memang digadang-gadang sebagai film terobosan Marvel. Ini menjadi film superhero Marvel pertama yang penulis naskah, aktor utama, serta sutradaranya merupakan keturunan Afro-Amerika.

Ada alasan kenapa publik Korea cukup menantikan film ini. Pada November 2016, Marvel Studios mengumumkan tim produksi akan syuting di Busan, kota pelabuhan terbesar di Korea Selatan. Sejumlah spot dijadikan lokasi syuting, seperti Pantai Gwangalli, Jembatan Grangan, dan Pasar Ikan Jagalchi di dekat Nampodong.

“Kami akan syuting kejar-kejaran mobil di Busan. Jadi ada 150 mobil dan 700 talent untuk adegan itu. Akan ada juga helikopter, senjata, dan penutupan jalur lalu lintas,” ungkap Mr. Romance Film selaku rumah produksi lokal yang bekerja sama dengan Marvel kala itu.

Sementara Detective K: Secret of the Living Dead yang minggu lalu menjadi penguasa box office harus puas berada di peringkat kedua. Film itu sukses mengumpulkan 713.772 penonton dengan pendapatan sekitar USD5,6 juta (Rp76,15 miliar). Sejak dirilis pada 8 Februari 2018, film yang dibintangi Kim Ji Won itu sudah menjual 2,07 juta tiket dengan penghasilan mencapai USD15,91 juta (Rp215,77 miliar).

Sementara Golden Slumber berada di posisi ketiga dengan 628.498 penonton dengan pendapatan sekitar USD5 juta (Rp67,5 miliar). Sejak dirilis pada 14 Februari 2018, film yang diadaptasi dari novel karya Kotaro Isaka itu telah mengumpulkan 982.689 penonton dengan penghasilan USD 7,70 juta (Rp103,9 miliar).

Berikut adalah daftar 10 besar box office Korea periode 16-18 Februari 2018, seperti dikutip dari KOFIC.

1. Black Panther 1.900.429 penonton

2. Detective K: Secret of the Living Dead 713.772 penonton

3. Golden Slumber 628.498 penonton

4. Heung-boo: The Revolutionist 211.910 penonton

5. Detective Conan: Jolly Roger in the Deep Azure 85.444 penonton

6. COCO 69.311 penonton

7. Keys to the Heart 63.608 penonton

8. Paddington 2 50.722 penonton

9. Along with the Gods: The Two Worlds 31.873 penonton

10. The Greatest Snowman 8.110 penonton

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/02/19/206/1861440/singkirkan-detective-k-black-panther-pimpin-box-office-korea)

Kajol, Ajay Devgan, dan Rani Mukerji nampaknya tak bisa menapik jika di antara mereka terlibat cinta segitiga. Hal itu terjadi setelah Yash Raj Film menawarkan peran untuk mereka dalam satu proyek film.

Menurut orang dalam rumah produksi tersebut, Rani dan Kajol teribat dalam cinta segitiga yang rumit. "Kajol dan Rani Mukerji bertemu saat syuting Aanand L. Rai's 'Zero', di mana keduanya sudah kembali dekat. Hal itu membuat Raj Films menawarkan peran kepada mereka untuk film terbarunya," kata orang dalam seperti dikutip Decan Chronicle.

Ketiga artis Bollywood ini juga tengah membahas proyek bersama, mengingat Ajay dan Kajol terlihat beberapa kali mengunjungi rumah produksi Yash bersama Rani.

"Mereka pun sudah kembali menjadi dekat, apalagi Kajol dan Ajay juga menghadiri pemakaman ayah Rani Ram Mukerji, kemudian bertemu. Semua ada di keputusan mereka," ujarnya.

Seperti diketahui, Kajol dan Ranin kembali beradu akting di film Zero. Kedua artis India ini sangat antusias beradu akting bersama.

 

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/02/06/206/1855268/kajol-rani-mukerji-dan-ajay-devgan-terlibat-cinta-terlarang)

Film Padmaavat resmi jadikan Deepika Padukone aktris pemeran utama India pertama yang tujuh kali menembus box office INR100 crore (sekira Rp210,5 miliar).

Kontroversi seputar film tersebut bisa jadi membantunya jadi salah satu figur yang paling diperhatikan masyarakat India maupun internasional untuk saat ini.

Dirilis 25 Januari lalu, film yang sebelumnya berjudul Padmavati ini berhasil meraih box office sebesar INR 114 crore (sekira Rp24 triliun) di hari keempatnya tayang. Ini baru menghitung penghasilannya di India, sementara Padmaavat sudah tayang secara internasional.

 

Tak hanya itu, Padukone maju sebagai salah satu artis India paling dibicarakan di media sosial. Pemeran utama lainnya, yaitu Ranveer Singh dan Shahid Kapoor turut kena imbas terkait peran mereka yang tidak kalah kontroversial.

Kritikus Taran Adarsh adalah yang pertama kali memastikan pencapaian Padukone.

Di Twitter, ia menulis,”Deepika muncul sebagai Ratu tak terkalahkan dari klub ₹ 100 cr... #Padmaavat adalah film ketujuh @deepikapadukone yang melewati ambang ₹ 100 cr.”

Ia juga menyebut film Padukone yang sebelumnya menembus ambang tersebut, yaitu Chennai Express, Happy New Year, Yeh Jawaani Hai Deewani, Bajirao Mastani, Goliyon Ki Rasleela Ram-Leela, dan Race 2.

Yang TERTINGGI dari semua pemeran wanita utama..pencapaian yang bikin iri!” lanjutnya.

Padahal, film Padmaavat sempat dirundung kontroversi. Penggambarannya tentang peperangan umat Muslim dan Hindu membuatnya dilarang tayang di Malaysia, dan mendapat peringatan oleh badan sensor di India.

Film itu bercerita tentang pemimpin Muslim bernama Alauddin Khilji (diperankan Ranveer Singh), yang berperang melawan raja Chittor keturunan Rajput, yang punya istri bernama Rani Padmavati (diperankan Padukone), beragama Hindu.

Kendati demikian, Padukone selalu aktif mendukung filmnya tersebut. Menurut Express.co.uk dari Times of India, Padukone kerap mengaku orangtuanya bangga ia mendapatkan peran yang kini justru membuatnya hampir dibunuh itu.

Ini pun sejalan dengan figur-figur publik lain di India yang berkomentar positif.

 

“Akhirnya nonton #Padmaavat semalam dan menikmati seluruhnya. Tak ada yang menggambar di kanvas 70mm seperti SLB (Sanjay Leela Bhansali, sutradara). @deepikapdukone & @shahidkapoor dalam kondisi prima! @RanveerOfficial juga istimewa. Kalian menuju yang terbaik sepanjang sejarah! #Inspired,” tulis penyanyi, aktor, dan figur TV Aditya Narayan.

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/01/30/206/1852081/film-padmavaat-penuh-kontroversi-deepika-padukone-malah-pecahkan-rekor)

Film Jumanji: Welcome to the Jungle masih cukup tangguh oleh para pesaingnya. Hingga memasuki pekan kedua Januari, film yang dibintangi Dwayne ‘The Rock’ Johnson ini mendominasi box office di Amerika Utara.

Diberitakan Aceshowbiz, film besutan Jake Kasdan ini mengantongi pendapatan sebesar USD27 juta. Dibanding para pesaingnya, raihan Jumanji: Welcome to the Jungle terbilang fanstastis. Hal tersebut terlihat dari raihan penjualan para pesaingnya yang jauh berada di bawah film itu.

The Post yang berada di posisi 2 hanya mengantongi sekitar USD18,6 juta. Kendati pemasukan The Post terpaut jauh dengan Jumanji, tapi raihan film tersebut pun dianggap cukup istimewa. Sebab, film itu hanya merilis dengan jumlah terbatas.

Pemasukan yang cukup ketat terjadi di posisi 3 sampai 5. The Commuter yang duduk di tempat ketiga mendapatkan USD13.5 juta. Di belakangnya, dengan pemasukan sebesar USD12.1 juta, jatuh kepada Insidious: The Last Key.

Berikut 10 film di weekend Box Office untuk 12-14 Januari 2018:

1. Jumanji: Welcome to the Jungle - USD27 juta

2. The Post - USD18.6 juta

3. The Commuter - USD13.5 juta

4. Insidious: The Last Key - USD12.1 juta

5. The Greatest Showman - USD11.8 juta

6. Star Wars: The Last Jedi - USD11.3 juta

7. Paddington 2 - USD10.6 juta

8. Proud Mary - USD10 juta

9. Pitch Perfect 3 - USD5.7 juta

10. Darkest Hour - USD4.5 juta

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/01/16/206/1845499/film-jumanji-masih-kokoh-di-puncak-box-office-pada-pekan-kedua)

Page 1 of 3

Asyik di Facebook