Jul 23, 2018 Last Updated 7:53 AM, Jul 23, 2018
Lifestyle

Lifestyle (166)

DONOR ASI di Indonesia sudah berjalan ke arah yang tidak terkendali. Era media sosial membuat komunikasi antara pendonor dan penerima ASI semakin mudah. Sering pencarian donor ASI beredar di grup-grup pesan instan atau media pertemanan sosial.

Seperti Diana Yunita Sari, ibu yang baru melahirkan sekitar enam bulan lalu merasakan bagaimana dia mudah sekali mendapatkan donor ASI. Diana melahirkan prematur di usia kehamilan 34 minggu dan harus langsung masuk ICU karena kondisi kesehatannya menurun.

Begitu dia mengunggah di media sosial, tidak lama datang tawaran ASI donor. Dokter perinatologi yang merawat bayi Diana sempat memberikan ASI donor, tetapi muncul reaksi bayi yang tidak diharapkan. “Akhirnya ASI donor tidak jadi diberikan,” ucap Diana.

Donor ASI memiliki keuntungan dan kerugian. Sebagai alternatif makanan bayi, ASI donor memang terbaik karena paling bisa ditoleransi. Tetapi, ada pula kerugiannya.

 

“Meskipun ASI itu adalah susu, ia sebenarnya adalah produk darah yang dapat mentransfer berbagai penyakit. Kasus yang paling sering ditemui adalah penularan virus CMV, hepatitis B dan C, dan HTLV (virus pemicu leukemia dan limfoma),” ungkap Ketua Satgas ASI IDAI dr Elizabeth Yohmi SpA IBCLC dalam acara Media Aturan Main Donor ASI.

Karena itu, tidak sembarangan mendonor ASI. Bahkan, Badan Pencegahan dan Penularan Penyakit Amerika Serikat (CDC) tidak merekomendasikan ASI donor tanpa didahului skrining. Skrining atau penapisan tidak hanya dilakukan pada ASI, tetapi pada ibu yang memproduksi ASI.

Jadi, sebelum mendonorkan ASI, ada serangkaian skrining yang harus dilakukan. Skrining ini dapat berupa pemeriksaan secara lisan (wawancara) atau tertulis, dilanjutkan skrining laboratorium.

Pertanyaan meliputi apakah ibu menerima transfusi dalam 12 bulan terakhir, apakah minum alkohol, sedang minum obat hormonal, dan apakah seorang vegetarian yang akan berdampak pada kualitas ASI. Pemeriksaan laboratorium untuk skrining hepatitis dan HIV sudah dapat dilakukan di sini dengan mudah. Sayangnya, pemeriksaan HTLV belum ada di Indonesia.

Selesai sampai di sini? Belum. Jika pun hasil skrining ibu terbukti sehat, dia masih belum layak menjadi donor. ASI donor harus diperas dan disimpan dengan cara yang benar, bahkan dipasturisasi.

“Jadi, tidak semudah itu memberikan donor ASI. Belum lagi bicara penyimpanan dan idealnya pengiriman harus diperlakukan seperti darah, yaitu disimpan dalam kotak pendingin khusus dan petugas pengelolanya menggunakan alat pelindung diri,” tutur dr Yohmi. Sayangnya, hal ini tidak banyak diketahui masyarakat, bahkan tenaga medis.

Seperti pengalaman Pradaningrum Mijarto, konsultan heritage . Kebetulan adiknya yang baru melahirkan meninggal dunia sehingga dia bertanggung jawab mengurus keponakannya yang kini sudah 3,5 tahun.

Perawat menganjurkan mencari donor ASI. Tanpa bekal informasi yang cukup, dia pasrah saja menerima ASI donor. Dani kebetulan beragama nasrani dan bayinya laki-laki. Tetapi, dia menerima donor ASI dari ibu yang muslim dan bayinya perempuan.

“Saya tidak tahu bahwa seharusnya donor ASI diberikan jika jenis kelamin anak sama. Tetapi, si ibu itu bilang tidak apa-apa dan justru dialah yang menjadi donor utama sampai 9 bulan,” kata Dani.

 

Dr Yohmi mengatakan, pembentukan bank ASI di Indonesia masih terhambat persolan peraturan (terutama muslim), dana (untuk skrining), dan fasilitas penyimpanan ASI.

Edukasi paling penting adalah mengajak ibu hamil mempersiapkan proses pemberian ASI sejak dini, antara lain dengan mengikuti kelas laktasi minimal dua kali selama kehamilan.

“Ibu-ibu saat ini sudah sangat sadar untuk memberikan ASI kepada bayinya. Sayangnya, dengan mudahnya mendapatkan tawaran donor ASI, mereka jadi tidak mau berusaha memeras atau menyusui sendiri,” pungkas dr Yohmi.

Ketua Satgas ASI IDAI dr Elizabeth Yohmi SpA IBCLC mengatakan, ASI terbaik adalah ASI dari ibu ke anaknya sendiri karena tubuh ibu memproduksi ASI dengan komposisi menyesuaikan kondisi bayinya, apakah lahir matur atau prematur.

 

Indikasi donor ASI di antaranya jika bayi lahir prematur dan ibu belum siap memproduksi ASI, kemudian bayi yang memiliki sindroma kelainan penyerapan usus, yang tidak dapat diberikan susu formula, serta bayi dengan alergi protein susu sapi yang berat.

Namun, dia menegaskan agar tidak sembarangan mendonor atau menerima donor ASI. Sebab, hal ini justru bisa mendatangkan penyakit bagi si kecil. Karena itu, skrining atau pemeriksaan lebih lanjut sangat dianjurkan guna mengetahui apakah ASI layak didonorkan.

Tidak main-main, ini berkaitan dengan penularan HIV. Data terbaru HIV di Indonesia menunjukkan tren kenaikan. Kasus HIV tertinggi ketiga adalah pada kelompok ibu rumah tangga.

Umumnya ibu rumah tangga ini tertular dari suami dan belum tentu dia menyadari terinfeksi HIV. Bisa dibayangkan jika mereka menjadi pendonor ASI, tentu akan menularkannya kepada bayi-bayi lain.

 

(https://lifestyle.okezone.com/read/2017/11/07/481/1809590/bunda-jangan-sembarangan-donor-asi-risikonya-sangat-fatal-untuk-bayi?page=2)

BELUM lama ini, seorang perempuan bertubuh besar atau dalam istilah model "big size" ramai dibicarakan warganet. Pasalnya, meski memiliki tubuh yang besar, perempuan tersebut tetap tampil cantik dan seksi. 

Adalah Tess Holliday. Saat Halloween kemarin, dia mengejutkan netizendengan kostum puteri duyung dari Ariel di The Little Mermaid. Nah, kali ini Tess tampil spektakuler dengan balutan baju yang lebih glamor. 

Dilansir dari Daily Mail, Minggu (5/11/2017), pemotretan diketahui dilakukan di Paris, Perancis. Pakaian yang dikenakan perempuan ini benar-benar membuat decak kagum siapapun yang melihatnya. 

Dari beberapa fotoshoot yang dilakukan, Tess terlihat menampilkan gaun yang harganya dibandrol mulai dari $ 225 atau sekitar Rp 3,1 juta. Kebanyakan dari pakaian yang dikenakannya berpotongan luxe yang menonjolkan lekuk tubuhnya. Kemudian, aksen hiasan bulu bola yang cantik dan manik-manik di gaunnya menambah anggun tampilannya kala itu. 

Bold motif bunga juga merupakan salah satu statement tampilan yang dipakai Tess. Busana tersebut memberi kesan vintage dengan kain brokat berat yang menjadi pelengkap busananya. 

Berbicara tentang kedekatannya terhadap dunia mode, dirinya menjelaskan bahwa dirinya selalu punya ketertarikan tersendiri pada pakaian. Apapun yang bisa membuatnya nyaman, ya, Tess akan pakai. Yang terpenting dia percaya diri dengan itu. 

"Jika saya merasa nyaman, saya akan bahagia memakainya," katanya.

“Aku suka mengenakan sepasang celana pendek denim dan celana slim fit, saat berada di luar negeri bersama keluarga. Bisa jadi gaun malam yang panjang dan ramping, saat menuju acara black tie,”

"Beberapa hari ini saya sering mengenakan celana hitam dasar dan kaus. Sesimple itu saja," tambahnya singkat. 

Tapi, di event Halloween kemarin, ibu dua anak ini pun berani mengenakan busana Ariel di The Little Mermaid. 

"Keluarga saya menghabiskan malam Selasa di pesta Halloween Mickey di Disneyland dan berpakaian sebagai karakter dari film Disney yang mereka sukai," ceritanya. Karena itu, anak laki-lakinya pun diketahui memilih kostum Lobster si Sebastian. 

Tess bisa dikatakan orang yang memerhatikan detail. Dia pernah mengenakan jaket beruang panjang yang tampak seperti sirip putri duyung berkilau di atas tali sepatu ungu dan legging hitam. Ibu dua anak itu juga dengan gembira memamerkan make-up mata peraknya yang gemerlap dengan mengibaskan bulu mata. Cantik sekali! 

 

(https://lifestyle.okezone.com/read/2017/11/05/194/1808827/cantiknya-tess-holiday-model-big-size-yang-kerap-hebohkan-dunia-maya?utm_source=lifestyle&utm_medium=lifestyle_box&utm_campaign=breaking6)

BEBERAPA ajang ratu kecantikan dunia ada yang mempersembahkan kostum nasional sebagai salah satu penilaiannya. Salah satu kostum nasional unik tahun ini dihadirkan oleh kontestan asal Malaysia.

Ya, untuk ajang Miss Universe 2017 mendatang, kontestan asal Malaysia bernama Samantha Katie James akan mengenakan gaun nasi lemak, yang merupakan salah satu makanan tradisional dari Negeri Jiran itu.

Gaun nasi lemak dirancang oleh seorang desainer lokal Malaysia, Brian Khoo. Saat dipamerkan di depan publik, Samantha menggunakan gaun nasi lemak bernuansa merah dan putih. Gaun yang terbuat dari material sutera berwarna ivory tersebut memiliki potongan yang seksi berupa model heart-shaped dan belahan tinggi di bagian paha.

Selaiknya nasi lemak pada umumnya, gaun yang dikenakan Samantha terbuat dari berlian imitasi yang dirajut menggunakan tangan. Berlian imitasi dibuat agar menyerupai butiran nasi putih dan sambal pedas.

Kemudian, terdapat potongan daun pisang di belakang gaun yang dikenakan menyerupai 'sayap'. Sebagaimana nasi lemak yang biasa disajikan di alas daun pisang. Terkait detail di bagian depan gaun terdapat aplikasi telur, kacang, timun, dan tumpukan teri kering sehingga menggambarkan nasi lemak secara menyeluruh.

"Aku dan tim ingin memberikan Samantha sesuatu yang unik dan ikonik dikenakan untuk kompetisi tahun ini. Nasi Lemak adalah salah satu makanan yang hanya bisa ditemukan di Malaysia dan ini adalah jenis makanan yang bisa dinikmati oleh semua orang," ujar Brian Khoo, seperti dikutip AsiaOne, Kamis (2/11/2017).

"Kami merasa bahwa gaun Nasi Lemak bisa menjadi kostum sempurna yang merepresentasikan Malaysia," tambah Khoo.

 

Lebih lanjut, sang desainer juga mengungkapkan tantangannya dalam membuat gaun Nasi Lemak. Menurutnya, apa yang dirancang mencerminkan sosok Samantha sebagai penggunanya.

"Sambal, timun, ikan teri kering, membutuhkan waktu lama bagi kami dalam membuatnya. Semua dibuat menggunakan tangan dan itu adalah sesuatu yang mencerminkan karakter Samantha, yang hebat, kuat, dan memiliki kepribadian ceria," terang desainer berdarah China-Brazil itu.

 

(https://lifestyle.okezone.com/read/2017/11/02/194/1807181/keren-ratu-kecantikan-asal-malaysia-pakai-gaun-nasi-lemak-sebagai-kostum-nasional?utm_source=lifestyle&utm_medium=lifestyle_box&utm_campaign=breaking0)

AJANG Jakarta Fashion Week 2018 baru saja berakhir. Tapi geliat fashion di Indonesia masih terus bergejolak.

Salah satu buktinya, Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) yang hari ini, Selasa (31/10/2017), menggelar Trend Show 2018 di Hall Senayan City, Jakarta.

Pada pagelaran fashion kali ini, IPMI membawa delapan desainernya untuk menunjukan koleksi teranyarnya. Mereka adalah Andreas Odang, Didi Budiardjo, Liliana Lim, Mel Ahyar, Norma Hauri, Stella Rissa, Sutanto Danuwidjaja, dan Tri Handoko.

Pada pagelaran kali ini, koleksi yang ditampilkan dari setiap desainercukup menarik. Mulai dari desain, cutting, sampai dengan konsep presentasinya.

 

Ya, presentasi yang diberikan IPMI Trend Show 2018 ini berbeda dengan yang biasanya. Pada umumnya, untuk menampilkan koleksi, desainer akan mengeluarkan busana satu persatu di runway. Nah, untuk di event ini, desainer menampilkan koleksinya dengan konsep instalations.

Jadi, koleksi busana dipakaikan ke manekin dan dikelompokkan sesuai dengan desainernya itu sendiri. Jumlah koleksi setiap desainer pun tidak sama. Yang berbeda dari instalasi kali ini pun ditampilkan model sungguhan yang mampu merepresentasikan busana.

 

(Baca Juga: Punya Nyali Besar? Coba Kunjungi 4 Bar Paling Menyeramkan yang Dihantui Arwah Gentayangan)

 

"Kami usung konsep ini karena kami merasa fashion show dengan catwalk sudah sangat biasa dan membosankan. Ini merupakan inovasi yang tentunya mampu menginspirasi desainer lain," papar Ketua Pelaksana Tri Handoko, kepada Okezone, Selasa (31/10/2017).

Tri melanjutkan, untuk designer yang tampil pun ternyata tidak ada kurasi sebelumnya. Dia bahkan mengatakan, jumlah tersebut adalah jumlah desainer IPMI yang memang ingin berpartisipasi di Trend Show 2018.

"Awalnya ada 12 designer, tapi sampai hari H hanya 8 ini yang siap," tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus IPMI Sjamsidar Isa menjelaskan bahwa agenda ini menjadi ajang pertukaran inspirasi antar designer. Bahkan, dengan konsep baru ini, designer bisa lebih dekat dengan buyers atau designer lain.

"Mereka bisa dengan dekat melihat langsung koleksinya dan menanyakan langsung bagaimana proses pembuatan dan perintilan seperti kancingnya dapat di mana," ucapnya.