Feb 22, 2018 Last Updated 9:27 AM, Feb 19, 2018
Nasional

Nasional (374)

Senin pagi ini Gunung Sinabung meletus dahsyat. Bahkan, kolom abu vulkanis yang dihasilkan menjulang tinggi mencapai 5.000 meter atau 5 kilometer (km), Senin (19/2/2018).

Berdasarkan informasi dari Pos Pemantau Gunung Sinabung, erupsi terjadi pukul 08.53 WIB. Erupsi tersebut juga menyebabkan luncuran awan panas setinggi 4.900 meter ke selatan tenggara dan 3.500 meter tenggara dan timur.

"Erupsi pagi ini sangat besar. Kita imbau warga jauhi zona merah," terang Kepala Pos PGA Sinabung, Armen Putra, Senin (19/2/2018).

 

Ia pun mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius 7 km dari puncak Gunung Sinabung.

Pihak PVMBG juga terus memantau aktivitas Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, itu dari kamera CCTV dan Thermal Cam milik PVMBG-Badan Geologi.

 
 

Gunung Sinabung meletus pagi ini dengan tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 5.000 m disertai suara gemuruh dan disertai awan panas dengan jangkauan ke arah timur laut sejauh 3.500 m dan ke arah selatan sejauh 4.900 m. Tidak ada korban jiwa. @BNPB_Indonesia @RadioElshinta



(https://news.okezone.com/read/2018/02/19/340/1861343/sinabung-meletus-dahsyat-pagi-ini-abu-vulkanis-menjulang-hingga-5-km)

Darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat belakangan ini diperparah dengan tidak adanya hujan. Akibatnya, beberapa wilayah di Bumi Khatulistiwa itu terancam kekeringan.

Seperti di Kabupaten Mempawah. Hampir sebulan sudah tak diguyur hujan. Persediaan air bersih warga kian menipis. Bahkan telah habis. Sebab warga pada umumnya memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Saat ini persedian air warga sudah menipis dan banyak juga yang sudah kehabisan air bersih untuk minum dan memasak,” kata Ketua RT III, Desa Antibar, Kabupaten Mempawah, M Aminudin, Senin (18/2/2018).

Lanjut dia mengatakan, PDAM yang diharap pun tak mampu memenuhi kebutuhan air pelanggannya. Selain jarang mengalir, sumber airnya yang diambil dari Sungai Mempawah mengalami salinitas. Pasalnya, terjadi tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. Warga pun terancam diare dan muntaber.

 

"Untuk keperluan sehari-hari, warga berhemat memanfaatkan air yang ada. Warga juga terpaksa menggunakan air sungai yang terasa asin untuk kebutuhan cuci dan mandi," tuturnya.

Warga RT III Desa Antibar, Ferdi. Dia merasa khawatir jika hujan tak turun dalam seminggu ini. Dipastikan beberapa warga akan kehabisan air bersih.

“Saat ini saja air bersih susah didapat, apa lagi bagi kami warga yang tidak memiliki aliran PDAM, tentu akan semakin sulit mendapatkan air bersih,” keluh bapak satu anak ini.

Tak hanya Desa Antibar, beberapa desa di Kecamatan Sungai Kunyit, Mempawah, juga mengalami hal yang sama. Bahkan lebih miris lagi. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa membeli dengan harga yang mahal. Untuk satu tanki isi 2.000 liter, harganya Rp100 ribu.

"Itu satu tanki tak cukup seminggu. Karena kami banyak keluarga tinggal dalam satu rumah. Bahkan dalam sebulan, kami bisa menghabiskan enam ratus ribu untuk belanja air," terang Hatijah, warga Desa Kelapa Empat Sungai Duri II, Kecamatan Sungai Kunyit.

Tak kalah dengan penderitaan dialami Sarmadi, warga Desa Bukit Batu, Sungai Kunyit. Ia terpaksa menyaring air kolam untuk masak dan minum. "Air sangat sulit di daerah kami. Kolam-kolam kering. Kalau pun ada airnya, berbau tak sedap,” kata pria yang akrab disapa Mardi ini.

Solusi lainnya, kadang Mardi membeli air galon. Jika keuangan terbatas, terpaksa air kolam yang dijadikan andalan keluarganya. “Semoga saja tidak terjadi diare dan muntaber. Walaupun ada warga di sini yang sudah terkena diare," ungkapnya.

Sementara itu, sejak 1 Februari, pantuan satelit Terra, Aqua, dan SNPP telah menujukkan sebanyak 5 titik api di Kabupaten Mempawah. Sedangkan Minggu (18/2/2018), citra satelit yang di himpun Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menunjukkan titik api semakin banyak dan terlihat meluas, terutama di Kecamatan Mempawah Timur, Anjongan, Segedong dan Siantan.

Terkait kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Mempawah sudah melakukan rapat dan koordinasi untuk menyamakan persepsi guna melaksanakan langkah-langkah untuk menanggulangi kekeringan ini.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/02/19/340/1861473/kabupaten-mempawah-kekeringan-warga-mandi-pakai-air-minum)

Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu dini hari tadi mengamankan delapan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Subang, Jawa Barat. Dari delapan orang tersebut termasuk Bupati Subang Imas Aryumningsih yang berasal dari Partai Golkar.

"Dari kegiatan tadi malam, diamankan delapan orang, termasuk kepala daerah di Subang, kurir, swasta, dan unsur pegawai setempat," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Saat ini kedelapan orang yang diamankan itu sedang dibawa ke Kantor KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Diduga Bupati Subang dan tujuh orang lainnya terjerat kasus dugaan suap perizinan.

"Dari identifikasi awal transaksi diduga terkait kewenangan ‎perizinan. Tim mengamankan sejumlah uang," terang Febri.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief juga tidak menampik adanya penangkapan terhadap Bupati Subang Imas Aryumningsih. Ia menerangkan, kegiatan penindakan di wilayah Jawa Barat itu dilakukan pada Rabu 14 Februari dini hari tadi.

"Betul ada kegiatan KPK semalam dan pagi dini hari tadi," ungkap Syarief kepada Okezone, di Jakarta.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/02/14/337/1859315/kpk-amankan-delapan-orang-terkait-ott-bupati-subang)

Seorang bocah berinisal SY (14) tertembak oleh anggota polisi. Bocah warga Kepulauan Meranti, Provinsi Riau ini tertembak karena menggigit tangan anggota polisi yang akan menangkapnya.

Tembakan itu mengenai bahu kanan bocah tersebut. Hasil pemeriksaan oleh dokter bahwa peluru tersebut sudah turun kerongga dada sebelah kanan sehingga harus dilakukan operasi. Korbanpun di bawa ke RSUD Kepuluan Meranti. Namun karena peralatan tidak lengkap korban dilarikan ke Pekanbaru.

"Saat ini korban sudah tangani tim dokter RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Sekarang kondisi anak itu mulai membaik," ucap Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Laode Proyek kepada wartawan, Selasa (13/2/2018).

Peristiwa itu bermula saat Briptu Budi Setiawan pagi tadi mendapati handphone yang ada di mes Polsek Rangsang Barat, Meranti tidak ada. Diapun menanyakan kepada dua temannnya Brigadir Riki Masri dan Bripda Hasbulah Akbar ihwal HP androidnya. Merekapun melakukan pencarian. Hasil informasi, HP itu diduga diambil SY.

 

Mereka bertigapun mencari keberadaan SY, sekira pukul 10.00 WIB mereka berhasil menemukan SY di Jalan Dusun Gema Desa Sialang Pasung, Rangsang Barat. Merekapun memeriksa saku celana SY dan ditemukanlah handpone jenis Samsung itu.

Mereka pun menangkap SY. Namun penangkapan itu tidak berjalan mulus. SY menggigit tangan Briptu Budi. Melihat temannya digigit, Bripda Akbar mengeluarkan pistol jenis air softgun miliknya. Setelah diberikan peringatan namun tidak digubris, terdengarlah letusan. Peluru tersebut mengenai SY dan langsung terkapar.

"Untuk anggota sedang ditangani pihak Propam. Jika bersalah tentu akan ditindak tegas," pungkasnya.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/02/14/340/1859431/diduga-curi-hp-bocah-14-tahun-ditembak-polisi)

Seorang bocah berinisial Js, 7, menjadi korban penganiayaan orang tuanya sendiri, Johanes Siregar Sormin, 53. Akibat penganiayaan itu, beberapa bagian tubuh Js mengalami luka lebam di bagian seperti di bagian mata dan pangkal pahanya.

 

Kapolsek Galang AKP Heri Sujati mengatakan, awalnya jajaran Polsek Galang mendapatkan laporan dari masyarakat Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Selasa (2/1) lalu tentang adanya seorang anak yang pergi menilanggalkan rumah selama lima hari.

“Itupun masyarakat yang membuat laporan, bukan orang tuanya. Kemudian kami lakukan penyelidikan dan diketahui anaknya hilang pada saat orang tuanya membeli rokok sekira satu jam,” kata Heri, Selasa (13/2).

Setelah dilakukan pencarian beberapa hari, anak tersebut tidak kunjung ditemukan. Polsek Galang pun meminta bantuan ke Polresta Barelang. Polisi melakukan penyisiran di hutan kawasan Rempang Cate dan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang warga. Atas kehialangan Js, warga sempat mengira Js telah dibunuh oleh Johanes karena warga sering melihat Johanes menganiaya Js.

“Masyarakat kita periksa tidak ada mengetahui dimana ada anak ini. Namun, setelah 40 hari sejak dilaporkan hilang, kita mendapat informasi bahwa ada anak yang dititipkan oleh Gabe dengan alasan ingin menyelamatkan anak itu,” tuturnya.

Dari informasi tersebut, selanjutnya jajaran Polsek Galang langsung menuju ke kawasan Tembesi Buton, dimana anak itu dititipkan oleh seorang warga Rempang Cate, Gabe. Menurut Heri, Gabe menitipkan anak itu dengan alasan ingin menyelamatkan Js, karena sering dianiaya oleh orang tuanya.

“Gabe ini tinggal disebelah rumah anak itu. Dia sempat kami periksa, tapi dia mengaku tidak mengetahui sama sekali dimana anak ini. Dia tidak mau memberi tahu karena takut sama polisi,” katanya.

Namun, niat baik Gabe untuk menyelamatkan Js atas penganiayaan ini malah menjerumuskannya ke dalam penjara. Gabe diamankan Polsek Galang karena perbuatannya itu masuk dalam unsur tindak pidana penculikan.

Menurut pengakuan Gabe, ia melarikan Js dan menitipkannya kepada seorang temannya Pendi karena tidak tega melihat Js yang sering di aniaya oleh orang tuanya. Pada saat itu, orang tua Js datang ke warungnya untuk membeli rokok. Sehingga Gabe pun melarikan Js dan membawanya ke rumah Pendi.

Usai mengambil rokok ayah Js, Gabe pun keluar dari warungnya. Saat keluar dari warungnya, Gabe melihat Js sudah dalam kondisi babak belur sedang berdiri di depan rumahnya. Sementara orang tua Js, masih duduk di warung Gabe sambil berbincang dengan warga lainnya.

“Saya langsung ke rumahnya dan ajak dia pergi. Anak ini saya tumpangkan ke mobil pick up sampai simpang keluar. Karena mobil itu ke arah Galang dan anak ini saya antar pakai motor ke Tembesi,” katanya.

Sesampainya di Tembesi, Js langsung dititipkan kepada temannya Pendi. Kepada Pendi, Gabe meminta dia untuk merawat Js dengan baik dan mengobati seluruh luka lebam di sekujur tubuh Js. Akhirnya, Js pun dirawat di rumah Pendi hingga Rabu (7/2) lalu.

“Saya takut bapaknya jadi dendam sama saya, makanya tidak lapor polisi. Kita sudah tahu lama penganiayaan ini, tapi saya merasa tidak pantas untuk menasehati orang tuanya,” aku Gabe.

Sementara itu, Pendi mengaku bahwa Gabe mengantarkan Js kepadanya pada tanggal 30 Desember 2017 lalu sekitar pukul 16.30 WIB. Saat pertama kali, Pendi melihat Js dalam kondisi lebam dan luka di bagian pipi. Saat sampai, Pendi langsung memberikan makan pada Js.

“Saat dikasi makan, tangan saya di duduki dia, terus saya lihat biru semua. Jadi saya rayu dia untuk cerita semuanya dan dia cerita kalau dianiaya sama bapak kandungnya sendiri,” katanya.

Pendi mengaku, butuh waktu selama 12 hari untuk mengobati luka-luka lebam yang dialami oleh Js. Dari seluruh luka itu, paling lama sembuh adalah luka lebam yang berada di selangkangan kaki Js. Sebab luka itu membuatnya susah untuk berjalan normal seperti biasanya.

“Saya sebatas kenal aja sama Gabe itu. Pertama kali ketemu, saya terharu sekali, karena kejadian ini menurut saya sudah terlampau kali,” katanya.

Ditempat terpisah, Johanes Siregar Sormin memang mengakui bahwa selama ini dirinya kerap memukul anaknya itu. Untuk luka lebam di bagian muka, Johanes memukulnya dengan tangan. Sementara luka di bagian selangkangan akibat pukulan dengan menggunakan kayu.

“Saya mukul dia lantaran saya jengkel. Anaknya bandel, dibilangin gak mau dengar dan dia sering buang air di celana. Jadi saya pukul dia,” katanya.

Diakuinya, saat ini ia sangat menyesal atas perbuatannya itu. Johanes tidak menyangka kejadiannya akan menjerumuskannya ke dalam penjara untuk yang kedua kalinya. Sebab, sebelumnya Johanes pernah dipenjara karena memukul istri pertamanya dengan menggunakan palu.

Js yang ditemui Batam Pos, Selasa (13/2) kemarin di kediaman Pendi masih tampak rasa trauma. Bahkan, ia sangat takut dipertemukan dengan kedua orang tuanya itu. Ia berharap, dirinya tidak pernah bertemu lagi dengan orang tuanya itu.

“Tidak mau. Saya ditonjok pakai tangan dan dipukul pakai kayu,” aku bocah polos itu.

Ibu Js, Marry juga hanya bisa pasrah jika anaknya itu sudah tidak mau ketemu dirinya. Diakuinya, ia juga sempat memukul Js karena bandel. Namun, dirinya mengaku tidak pernah memukul Js hingga menyebabkan lebam. Saat ini, ia hanya berharap bisa secepatnya dipertemukan dengan Js.

“Kalau karena perbuatan bapaknya jadi ikut benci aku dan adeknya mau gimana. Tidak habis pikir kenapa harus begitu, seorang ibuk mukul gak separah itu.Harapan saya saat ini gimana bisa cepat bertemu dengan anak saya,” katanya.

Dalam kasus ini, polisi tidak hanya menetapkan Gabe sebagai tersangka penculikan dan Johanes sebagai tersangka penganiayaan. Polisi juga menetapkan satu orang warga, Martua Sihombing. Ia ditetapkan polisi sebagai tersangka karena mengaku tidak mengetahui keberadaan Js.

Padahal, Martua pada saat itu sempat melihat Js diantar oleh Gabe dengan menggunakan sepeda motor ke Tembesi. Sama halnya dengan Gabe, Martua takut untuk berterus terang karena takut menyampaikan informasi tersebut kepada pihak kepolisian.

 

“Saya pernah liat bapaknya ini mukul anaknya. Pertama mukul pakai tangan dan terakhir cuma nampak dari jauh. Aku gak mau ikut campur, maka aku gak berani lapor polisi dan peringatkan bapaknya,” akunya. 

(http://batampos.co.id/2018/02/14/bocah-tujuh-tahun-dianiaya-orang-tua-sendiri/)

Kondisi dua mata penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan berangsur membaik setelah dilakukan operasi tambahan‎ pada mata kirinya, kemarin, Senin, 12 Februari 2018.

"Hasil kontrol setelah operasi adalah kondisi kedua mata secara umum dalam keadaan baik suplai darah ke jaringan mukosa baik dan diharapkan jaringan dapat tumbuh dengan baik," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi,‎ Selasa (13/2/2018).

Namun demikian, sambung Febri, perlu ada kontrol lanjutan pada pekan depan untuk memastikan pertumbuhan selaput pada jaringan mata kiri Novel Baswedan. Sebab, pada operasi kemarin dilakukan penambahan selaput mata Novel Baswedan.

 

"Operasi yang dilakukan di mata kiri adalah dengan cara memindahkan selaput gusi untuk menutupi area tengah yang kemarin pertumbuhan selnya kurang baik," ‎terangnya.

Tak hanya itu, mata kiri penyidik senior lembaga antirasuah juga dilakukan operasi tambahan yakni operasi pergantian implant dikarenakan saat pemindahan jaringan selaput gusi, implant harus ikut pindah posisi dan di ganti untuk menjaga saluran glaukoma.

"Terhadap Novel diberikan obat minum antibiotik selain tetes mata juga," pungkasnya.

Sekadar informasi, Novel Baswedan mengalami kerusakan mata setelah disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada April 2017, lalu. Novel pun dilarikan ke rumah sakit di ‎Singapura agar matanya kembali normal.

Namun demikian, jajaran Kepolisian belum juga berhasil ‎mengungkap siapa dalang maupun pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Padahal, pihak kepolisian sudah merilis sketsa dua terduga pelaku penyerangan terhadap Novel.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/02/13/337/1858884/pasca-operasi-tambahan-kondisi-kedua-mata-novel-baswedan-berangsur-normal)

 Jumlah taksi yang beroperasi resmi sekarang di Batam mencapai 2.547 unit. Dari total itu, hanya 1.149 unit taksi yang layak beroperasi. Sementara sisanya 1.128 tak laik operasi, sebagian besar karena sudah tua.

 

“Yang tak laik ini sebagian besar karena sudah tua. Tetapi memang masih tetap beroperasi,” kata Kabid angkutan Dishub Batam, Safrul, Jumat (9/1).

Ia mengatakan sesuai dengan Perwako tahun 2003 disebutkan bahwa umur taksi yang layak huni adalah 15 tahun. Artinya bahwa angkutan atau taksi sudah tidak layak jalan kalau taksi tersebut keluaran tahun 2003.

“Makanya kita harapkan pada semua pengusaha taksi untuk melakukan peremajaan taksi. Kita harus sama-sama memperbaiki kualitas angkutan di Batam ini,” katanya.

Menurutnya, semua taksi resmi yang beroperasi di Batam ini tergabung dalam 19 badan usaha. Di mana kuota taksi setiap badan usaha berbeda-beda.

“Kan memang syarat untuk taksi itu adalah harus berbadan usaha,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Yusfa Hendri beberapa waktu lalu mengatakan taksi tidak layak jalan ini dalam waktu dekat akan dilakukan penindakan. Ini untuk mendukung transportasi aman dan nyaman di Batam. Apalagi Batam adalah daerah pariwisata yang dikunjungi banyak wisatawan.

“Kalau kepada wisatawan, kita harus menyakikan angkutan yang nyaman. Dan biasanya selain menggunakan bus tour and travel, rata-rata wisman menggunakan taksi untuk bepergian,” katanya.

Anggota komisi III DPRD Kota Batam Werton Panggabean mengatakan, permasalahan taksi di Batam ini seakan tidak ada habisnya. Padahal masalah transportasi menjadi masalah yang sangat serius di daerah pariwisata.

“Harus aman dan nyaman. Kalau sudah tidak nyaman, kita akan malu sama wisatawan. Dan saya berharap, taksi yang tua bisa melakukan diremajakan,” katanya. 

(http://batampos.co.id/2018/02/13/1-128-taksi-di-batam-tak-laik-operasi/)

Sejumlah proyek pelebaran jalan tahun anggaran 2018 sudah selesai proses lelang. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai mengerjakan hari ini, Selasa (11/2).

 

Wali Kota Batam Muhammad Rudi salah satu yang akan diperlebar duluan tersebut seperti ruas jalan Raja Ali Fisabillah dari Flyover ke Simpang BNI juga ruas jalan Pembangunan dari Simpang Apartemen Harmoni-Simpang Baloi.

“Karena lelang dan kontrak sudah selesai, besok pagi (hari ini) yang di Simpang BNI dan di Nagoya itu sudah mulai dilebarkan,” kata Rudi usai meninjau pembersihan pinggir jalan Laksamana Bintan, Batamcenter, kemarin.

Khusus di ruas jalan arah Flyover-Simpang BNI, untuk diketahui kini masih ada beberapa bangunan yang berdiri di atas Right Of Way (ROW) yang belum ditertibkan. Rudi menagtakan, pihaknya akan menertibakan seiring pelebaran jalan tersebut.

“Kami sambil jalan saja,” ucapnya.

Hal lain yang kini tengah dilakukan, kata Rudi, seperti pembersihan pinggir jalan dari sisa penertiban seperti yang dilakukan di pinggir jalan Laksamana Bintan. Ruas jalan ini diproyeksikan akan mulai dikerjakan April mendatang.

Ia menambahkan, selain mulai mengerjakan proyek pelebaran jalan 2018 pihaknya sudah mulai membicarakan rencana pelebaran jalan untuk 2019 mendatang. Seperti jalan di depan Kantor Camat Batuaji, ruas jalan Ahmad Yani dari Simpang Kabil ke Simpang Panbil Seibeduk, jalan dari Citra Batam ke arah jalan Dang Merdu depan Sekolah Yos Sudarso, jalan dari Bengkong Bengkel ke Bengkong Laut.

“Kami berharap warga mulai membongkar sendiri bangunannya jika ada di atas ROW jalan. Dan saya minta pada camat dan lurah tidak boleh ada izin satu pun yang dikeluarkan di atas ROW jalan yang akan dilebarkan ini, baik permanen ataupun sementara,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Yumasnur menyampaikan, umumnya yang mulai dikerjakan adalah proyek lanjutan 2017. Selain, jalan dari Flyover ke Simpang BNI dan Simpang Apartemen Harmoni ke Simpang Baloi, proyek lanjutan 2017 yakni jalan Sriwijaya dari Underpass ke Simpang Irinco serta jalan dari Simpang Planet Holiday ke Simpang The Hill Hotel.

“Ini bulan ini semua akan dikerjakan. Yang di Simpang BNI sore ini (kemarin) alatnya mulai masuk, besok pagi (hari ini) langsung pengerjaan,” terangnya.

Ruas jalan lain, ia akui masih dalam proses lelang seperti dari Simpang Patung Kuda ke Simpang Bengkong Seken, Jalan Ahmad Yani dari Simpang MAsjid RAya ke Simpang Kabil serta jalan dari Simpang KDA ke Simpang RS Elisabeth Batamkota.

“Selesai lelang, pasti langsung kami kerjakan,” imbuhnya.

(http://batampos.co.id/2018/02/13/hari-ini-proyek-jalan-2018-mulai-dikerjakan/)

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam risau dengan minimnya penerimaan retribusi IMTA di Januari 2018 ini. Dari target sekitar Rp 30 miliar baru tercapai sekitar Rp 500 juta.

 

“Januari ini kita sangat kecil realisasinya. Hanya Rp 500 juta. Padahal biasanya lebih dari Rp 1 Miliar,” kata kepala DPM-PTSP, Gustian Riau, Senin (5/2).

Ia mengatakan minimnya warga yang melakukan pembangunan menjadi penyebab utamanya. Termasuk karena ekonomi di Batam yang masih belum stabil.

“Ini sudah pasti karena pembangunan sangat minim. Makanya untuk membantu masyarakat dari Pemko kita terus mempercepat pengurusan izin,” katanya.

Menurutnya, untuk mendapatkan IMB masih ada beberapa perizinan yang harus diurus di BP Batam. Dan ia yakin di BP Batam pun perizinan sudah mulai membaik.

“Mari kita sama-sama terus mempermudah izin terutama masalah pembangunan. Apalagi MPP sudah ada,” katanya.

Sementara itu, anggota komisi I DPRD Kota Batam Tumbur M Siholoho mengatakan menurunnya retribusi dari IMB memang ada hubungannya dengan perekonomian. Di mana semakin banyak yang melakukan pembangunan, maka retribusi IMB akan naik.

“Makanya kita berharap kepada BP Batam dan Pemko Batam untuk memudahkan perizinan kepada masyarakat. Pembangunan harus terus berjalan,” katanya.

Menurut Tumbur, dengan adanya MPP maka seharusnya tidak ada lagi warga yang mengeluh mengenai lambat dan lambannya masalah perizinan ini.

“IMB ada di Pemko dan izin lain ada di BP Batam. Ini harus sejalan supaya pembangunan terus berjalan. Intinya semua harus dipermudah,” katanya.

(http://batampos.co.id/2018/02/07/retribusi-imb-baru-rp-500-juretribusi-imb-kota-batam-hanya-mencapai-rp-500-jutata/)

 

Angin utara yang melanda wilayah Perairan Batam menyebabkan gelombang tinggi serta arus kencang. Akibat cuaca buruk melanda ini, menyebabkan kapal tugboat Hongkin terbalik setelah menabrak kapal tongkang Bintan I, Minggu (5/2) pukul 20.00. “Kejadian bermula dari cuaca buruk. Lalu adanya human error,” kata Kepala Pos Pelabuhan Kabil, Mesdi, Senin (5/2).

 

Ia menerangkan Minggu (4/1) sekitar pukul 17.30, kapal Tongkang Bintan I lepas jangkar di depan perairan Kabil. “Tepatnya di Bui Hijau,” ucap Mesdi.

Sekitar pukul 20.00, gelombang kuat dan arus kencang melanda wilayah Perairan Kabil. Sehingga Kapal Tongkang ini direncanakan akan dipindahkan sementara waktu ke Pelabuhan Tanjunguban, disana gelombangnya tidak terlalu kuat dan tinggi. Naasnya, sebelum kapal itu dipindahkan. Jangkar tongkang tidak berada dalam posisi yang sempurna di dasar laut. Sehingga kapal ini hanyut. Selang tak berapa lama tali kapal Tugboat Hongkin melilit bagian kapal tongkang.

“Tugboat, ini rencananya akan menarik tongkang itu. Karena tali itu, tongkang dan tugboat ini bergesekan. Lalu tongkang itu menghantam bagian kanan Tugboat. Akibatnya lambung kanan kapal itu bocor,” tuturnya.

Nakhoda kapal Tugboat berusaha melepaskan lilitan tali tongkang, dengan bermanuver untuk menjauh. Namun tali sudah melilit kedua kapal ini. “Awalnya terbelit tali towing, lalu tali tross tongkang. Apesnya, mesin Tugboat mati. Akibatnya kedua kapal itu hanyut hingga sini,” tuturnya.

Mesdi mengatakan saat Senin (5/2) pagi, kemiringan tugboat tidak terlalu. “Hanya 20 derajat. Tapi kalau sekarang, lihat saja kondisinya. Sudah terbalik. Syukurnya Nakhoda dan awal kapal berjumlah 8 orang selamat,” ungkapnya.

Ia menuturkan sedari pagi pihaknya telah berusaha untuk menjauhkan kedua kapal ini, dari pipa avtur yang tak jauh dari tempat tongkang dan tugboat ini bersandar. “Awalnya tugboat itu jaraknya hanya setengah meter saja dari pipa avtur.Makanya kami coba pindahkan. Kami takut kapal itu bergesekan dengan pipa,” ujarnya.

Dari pantuan Batam Pos kapal tongkang bermuatan 2500 ton batu granit, bagian sisi kirinya sudah masuk ke dalam laut. Sedangkan kapal tugboat sudah terbalik. “Tongkang ini dari Pelabuhan Miti, Kijang menuju ke sini. Kami sudah meminta dalam 14 hari ke pemiliknya agar kapal segera diungsikan,” ucapnya.

Terkait cuaca buruk, Kasi Datin Stasiun Meteorologi Hang Nadim Suratman membenarkan Batam diterpa angin utara yang cukup kencang. Saat siang hari kecepatan maksimal angin 18 knot dan malam hari 12 knot. “Saat tidak ada angin utara, hanya 5 sampai 6 knot saja,’ ucapnya.

Akibat angin kencang in, menyebabkan gelombang tinggi dan arus kencang di laut. “Februari ini puncaknya,” tuturnya.

Angin utara ini, kata Suratman akan menerpa Batam hingga akhir bulan. Namun kecepatan angin akan mereda di awal Maret, hingga akhirnya kembali normal dikisaran 5 knot.

“Kami harapkan masyarakat yang berkegiatan di laut selalu waspada,’ ungkapnya.

(http://batampos.co.id/2018/02/06/tongkang-menabrak-tugboat-hingga-terbalik/)

Asyik di Facebook