Jun 19, 2018 Last Updated 6:41 AM, Jun 8, 2018
Nasional

Nasional (442)

Tiket mudik dari Batam menuju ke berbagai daerah sudah tak tersedia lagi. Sementara itu, hanya dua maskapai saja yang mengajukan penambahan jadwal penerbangan yakni Lion Air dan Sriwijaya Air.

 

Kedua maskapai ini menambahkan jadwal penerbangan hanya ke beberapa daerah di Sumatera saja. Namun untuk daerah Pulau Jawa atau pulau lainnya tak ada penambahan jadwal penerbangan.

Hal ini membuat beberapa orang mencoba mencari alternatif mudik. Salah satu alaternatif yang cukup unik dilakukan masyarakat Batam dalam beberapa tahun belakangan, yakni mudik melalui Singapura.

Dewi, salah seorang masyarakat Batam yang memilih mudik melalui Singapura, ia mengaku memilih mudik melalui negara tetangga karena biayanya lebih murah dibandingkan melalui Hang Nadim.

“Saya memilih karena alasan waktu juga,” katanya, Kamis (7/6).

Ia mengatakan tiket dari Bandara Changi, Singapura ke Pekanbaru berada pada kisaran Rp 500 ribu. Sementara itu, rute Batam ke Pekanbaru berada dikisaran harga Rp 800 ribu.

“Tahun lalu saya juga menjalani mudik melalui Singapura,” ungkapnya.

Hal yang senada diungkapkan oleh Sunanto, pria lajang asli Surabaya ini juga memilih mudik melalui Singapura.

“Murah, lumayan tiketnya selisih Rp 700 ribu,” tuturnya.

Ia mengatakan berangkat 11 Juni, tiket dari Singapura ke Surabaya dibelinya dengan harga Rp 1,3 juta. Sedangkan tiket dari Batam menuju ke Surabaya, sudah berada dikisaran Rp 2 juta. Tiket yang tersediapun, hanya untuk penerbangan transit.

Terkait mudik melalui Singapura ini, telah lama didengar oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso.

“Memang ada,” ujarnya.

Dari pantauannya selama beberapa tahun ini, masyarakat yang memanfaatkan mudik melalui Singapura itu berkisar diangka 10 persen dari jumlah keseluruhan pemudik Idul Fitri.

“Kalau soal harga bedanya dikisaran Rp 400-600 ribu lah untuk ke beberapa daerah tujuan,” tututnya.

Suwarso mengungkapkan di Singapura tidak menetapkan tarif ambang batas atas atau bawah. Sehingga saat hari besar atau libur, tarif tiket di Singapura tidak ada lonjakan yang berarti.

“Sama saja (tarif tiket Singapura,red), reguler,” ucapnya.

Alternatif mudik tidak hanya melalui Singapura saja. Masyarakat Batam dapat mudik melalui jalur laut. Beberapa pelabuhan di Batam menyediakan rute pelayaran ke beberapa daerah di Sumatera serta Jawa.

Kasatker Pelabuhan Domestik Sekupang, Suherman mengatakan pihaknya melayani rute ke Tanjungbuton, Dumai, Bengkalis, Selatpanjang, Tembilahan, Sungai Guntung, Kuala Galung, Kuala Tungkal dan Kuala Enok.

“Tiketnya masih menerapkan harga reguler,” ucapnya.

Harga tiket Pelabuhan Sekupang, Batam menuju ke Tanjung Buton hanya Rp 290 ribu,

  • Sekupang ke Dumai Rp 400 ribu,
  • Sekupang ke Bengkalis Rp 300 ribu,
  • Sekupang ke Selat Panjang Rp 110ribu,
  • Sekupang ke Tembilahan Rp 450 ribu,
  • Sekupang Sungai Guntung Rp 450 ribu,
  • Sekupang ke Kuala Galung Rp 420ribu,
  • Sekupang ke Kuala Tungkal Rp 445ribu dan
  • Sekupang ke Kuala Enok Rp 505ribu.

Selain melalui Pelabuhan Sekupang, masyarakat juga bisa mudik melalui Pelabuhan Roro di Telagapunggur, Nongsa. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Punggur Anis Adinizam mengatakan pihaknya melayani rute pelayaran dari Batam menuju ke Mengkapan, Riau, lalu juga ke Karimun, Dabo, Lingga serta juga ke Jambi.

“Jadwal rutenya dapat dilihat melalui website www.indonesiaferry.co.id,” ungkapnya.

Kelebihan mudik melalui Kapal Roro, masyarakat bisa membawa kendaraanya ke daerah tujuan. Sebagian kecil masyarakat memilih mudik melalui jalur ini. Salah satunya, Sherly Comala Sari. Perempuan asal Padang ini, menuturkan sudah beberapa tahun mudik menggunakan Kapal Roro.

“Sekalian jalan-jalan dan menikmati libur. Lalu kadang saat sampai di Padang, sudah cari mobil rental. Yahh terpaksa bawa mobil dari sini saja,” ucapnya singkat.

(http://batampos.co.id/2018/06/08/mudik-melalui-singapura/)

Dua maskapai berbiaya murah, Citilink dan Lion Air memastikan tiket mudik dari 9 hingga 14 Juni habis terjual. Dari data kedua maskapai ini, ada tujuh daerah tujuan mudik yang tiketnya ludes.

 

Citilink memastikan tiket mudik untuk ke Padang, Pekanbaru dan Surabaya tidak ada lagi yang tersisa.

Sementara itu Maskapai Lion Air mendata tidak ada lagi kursi penumpang yang tersedia ke daerah Solo, Semarang, Yogyakarta, Pekanbaru, Padang, Lampung dan Surabaya.

“Sebelum tanggal 9 itu ada. Tapi tak banyak lagi, paling satu dua. Itupun kalau mau cek tiketnya saat tengah malam atau subuh,” kata Manager Lion Air Area Batam M Zaini Bire, Selasa (5/6).

Ia mengatakan masyarakat juga sudah mulai memesan tiket di luar tanggal 9 hingga 14 Juni. Sehingga ketersedian tiket di luar tanggal itu hanya beberapa persen saja. “Kalau pas hari H lebaran itu, masih cukuplah,” ungkapnya.

Terkait dengan extraflight Lion Air, Bire mengatakan yang baru dibuka tersebut untuk penerbangan Batam ke Pekanbaru. Namun untuk tujuan Padang masih belum. “Untuk PKU (Pekanbaru,red), kami mendapatkan slottime pukul 06.00. Tapi tetap menggunakan harga ambang batas atas,” ujarnya.

Sementara itu Manager Area Citilink Sumatera dan Kalimantan, Hendra JS membenarkan ludesnya tiket ke Padang, Pekanbaru, Surabaya dari 9 hingga 14 Juni. “Luar itu ada, tapi gak banyak,” ucapnya.

Sampai saat ini, Hendra mengatakan Citilink belum membuka adanya penambahan jadwal penerbangan. Bagi masyarakat yang tidak mendapatkan tiket, Hendra menuturkan ada kesempatan untuk pulang kampung di 15 Juni. Saat hari H lebaran.
“Statusnya saat itu open booking. Tak terisi, mungkin bisa memanfaatkan momen tersebut,” ujarnya,

Hendra menyampaikan masyarakat dapat membeli tiket sedikit lebih murah. Dengan memanfaatkan program beli tiket pulang pergi (PP), mendapatkan diskon 10 persen. Promo ini berlaku ke seluruh daerah tujuan.

“Program ini sudah lama. Diskon ini didapat baik beli tiket melalui situs online maupun agen travel atau langsung di konter-konter Citilink,” tuturnya.

(http://batampos.co.id/2018/06/06/tiket-mudik-ke-7-daerah-ludes/)

 Persidangan perkara narkotika terhadap Ahmad Syahman Shaharuddin, yang merupakan Pilot dari maskapai Malindo Air divonis ringan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (6/6).

 

Hakim ketua Tumpal Sagala mengatakan, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagai penyalahguna narkotika golongan I bagi diri sendiri, yang sebagaimana diatur dalam dakwaan lebih subsider jaksa penuntut umum (JPU) Hendarsyah.

“Bahwa unsur penyalahgunaan narkotika bagi diri sendiri telah terpenuhi, sebagaimana diatur dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara delapan bulan, dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani,” ujar Tumpal, yang didampingi anggota Chandra dan Rozza.

Sementara, terhadap dakwaan primair yakni Pasal 115 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, pemimpin majelis hakim yang juga Ketua PN Batam itu menyebutkan, tidak terpenuhinya unsur pidana yang dilakukan terdakwa terhadap kedua pasal tersebut.

Padahal, saat terdakwa yang diamankan langsung oleh Direktur BUBU Hang Nadim Suwarso, 30 Desember 2017 lalu di depan toilet Bandara Hang Nadim, ditemukan barang bukti berupa sabu seberat 1,9 gram yang juga dihadapkan ke persidangan.

“Terhadap barang bukti, bahwa terdakwa tidak bermaksud mengedarkan atau memperjual belikan narkotika jenis sabu tersebut melainkan untuk dipergunakan secara pribadi,” jelas Tumpal Sagala.

Menanggapi putusan majelis hakim yang lebih ringan satu bulan dari tuntutan jaksa sebelumnya, terdakwa yang didampingi penasehat hukum Zuhrin Pasaribu menyatakan pikir-pikir, juga JPU.

Di luar persidangan, PH terdakwa mengaku, sikap pikir-pikir yang diambil mengingat terdakwa cukup untuk menjalani rehabilitasi saja karena terbukti hanya sebagai pengguna narkotika dan bukan pengedar. “Dalam pembelaan kami juga disampaikan keberatan itu yang membawa terdakwa ke ranah pidana,” singkatnya.

Diketahui, pilot maskapai Malindo Air dengan rute Malaysia-Batam ini, kedapatan mengkonsumsi sabu saat dilakukannya penertiban narkotika di lingkunag bandara melalui pemeriksaan tes urine di Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (30/12) 2017 lalu.

Saat itu ia baru mendarat di Batam. Sebelum melewati pemeriksaan imigrasi yang juga terdapat petugas BNNP Kepri, terdakwa bergegas menuju toilet untuk menghilangkan barang bukti berupa sabu. Namun, aksinya itu menaruh curiga Direktur BUBU Hang Nadim Suwarso yang langsung menunggu terdakwa di luar ruang toilet.

Terdakwa yang panik, diminta untuk melakukan tes urine. Seketika itu ia mengaku mengkonsumsi sabu dan membuang sisa sabu yang dimilikinya di tong sampah toilet tersebut. 

 

(http://batampos.co.id/2018/06/07/pilot-malindo-air-divonis-8-bulan/)

Seorang guru Bahasa Inggris berinisial WAR (35) diduga melecehkan puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 10 Tugu, Pondok Duta, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Parahnya aksi pelehan tersebut dilakukan di lingkungan sekolah saat kegiatan jam belajar mengajar berlangsung.

Menurut pengakuan AK (34) salah satu orangtua korban berinisial MF (12), pelaku mengancam korban dengan memberikan nilai rendah. Selain itu, pelaku juga mengimingi korban dengan berwisata.

"Anak ini di modusin jalan-jalan, dijajanin, berenang, atau berwisata ke Kota Tua. Kejadiannya di kelas, katanya anak disuruh buka celana kalau enggak mau nanti katanya nilai dikurangin tapi kalau mau nanti bisa naik tingkat pramuka dan nilainya naik," ucapnya.

AK menyebutkan, perbuatan tidak senonoh sudah terjadi berkali-kali selama 2 tahun. Melihat kondisi itu, AK tidak terima dan melaporkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) ke Polresta Depok.

 

"Ini sudah berlangsung, menurut alumni ada 2 tahun lalu juga pernah kejadian. Hari ini saya melaporkan agar bisa diusut tuntas korbannya sapa saja, karena menurut anak anak katanya korbannya hampir seluruh siswa kelas 6 putra," tuturnya.

Pelecehan Seksual (Shutterstock)

Ilustrasi Pelecehan Seksual (foto: Shutterstock)

AK menjelaskan, sejauh ini baru ada 15 korban yang mengaku anak mereka mengalami hal yang sama dengan anaknyan. Sebagai lagi karena merasa malu, lebih memilih tidak mengekspose kasus ini.

"Sebenarnya ada 15 korban yang kami tahu saat ini. Tapi cuman 4 orangtua yang berani melapor. Korbannya rata-rata anak murid laki-laki, ada angkatan sebelumnya juga melapor, angkatan sebelumnya lagi juga ada ikut melapor. Harus menunggu fisum dan pemeriksaan polisi dulu ini," tegasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro membenarkan peristiwa pelaporan kasus pelecehan seksual yang dilakukan di SD Negeri 10 Tugu, Pondok Duta, Cimanggis, Depok. Namun, dirinya belum bisa memeberikan keterangan lebih jauh lagi terkait peristiwa ini.

"Iya benar tadi ada korban yang melapor tapi saya belum bisa memberikan keteranngan lanjutan. Nanti nunggu perintah pimpinan (Kapolres)," jelas Bintoro di Polresta Depok.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/06/06/338/1907313/siswa-sd-korban-pelecehan-guru-di-depok-diancam-nilai-rendah-hingga-diajak-jalan-jalan)

 Sidang lanjutan kasus narkoba Jennifer Dunn kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (31/5/2018). Rencananya, sidang kali ini beragendakan nota pembelaan atau pledoi dari terdakwa.

Seperti biasa, Jennifer Dunn datang dengan kawalan ketat petugas. Namun berbeda dari sidang sebelumnya, tidak ada kata terucap dari bibir Jennifer saat tiba di pengadilan.

Pun halnya dengan Pieter Ell selaku kuasa hukum Jennifer Dunn, pihaknya belum bisa berbicara banyak. Namun dia memastikan nota pembelaan yang akan dibacakan dalam sidang hari ini sudah siap.

Jennifer Dunn

 

 

"Pleidoi ada, sudah siap. Nanti dibacakan kuasa hukumnya," kata Pieter.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum sudah membacakan tuntutan untuk Jennifer Dunn atas kepemilikan narkotika jenis sabu. Dia dituntut delapan bulan penjara lantaran dinilai terbukti melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sesuai dakwaan subsider.

Tuntutan itu disambut tangis haru Jennifer Dunn di ruang sidang. Dia merasa seperti mendapat mukjizat karena tuntutan Jaksa Penuntut Umum dinilai cukup ringan.

Wajah Jennifer Dunn Dipoles Make Up Tipis Saat Sidang Kasus Narkoba

"Aku hanya mau ucapkan terima kasih, ke teman-teman media, saya bisa dituntut segitu," kata Jennifer Dunn dalam sidang pekan lalu.

Jennifer Dunn terseret perkara narkoba usai ditangkap di kediamannya di kawasan Bangka, Jakarta Selatan pada 31 Desember 2017. Penangkapan Jennifer merupakan pengembangan dari keberhasilan polisi meringkus FS, seorang pengedar narkotika jenis sabu.

Dari hasil pemeriksaan, Jennifer Dunn dianggap terbukti membeli sabu seberat 0,221 gram lengkap dengan alat hisapnya.

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/05/31/33/1905005/sidang-lanjutan-digelar-jennifer-dunn-siap-bacakan-nota-pembelaan)

 Polresta Barelang akan melakukan tindakan tegas terhadap para calo-calo tiket, yang memanfaatkan momen lebaran untuk mencari keuntungan.

 

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada seluruh agen tiket untuk tidak menjual harga tiket laut maupun udara melebihi harga eceran tertinggi atau melebihi batas terendah.

“Penjualan tiket pesawat atau tiket laut tidak boleh menjual tiket melebihi dari batas tertinggi, kalau ada oknum itu akan ditindak tegas,” kata Kapolresta.

Menurut Hengki, untuk memberantas calo tiket yang memanfaatkan momen lebaran nanti, polisi akan mengambil berapa langkah, untuk mengatisipasi munculnya para calo di terminal bandara, dan pelabuhan yang ada di Batam.

“Sudah jelas akan kita lakukan penyelidikan di lapangan. Pangan pun akan kita lakukan penyelidikan kalau ada yang lakukan penimbunan,” tegasnya.

Selain itu, jika didapatkan adanya agen tiket atau oknum yang menjual tiket melebihi harga eceran tertinggi, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dilakukan penindakan lebih lanjut dan diproses secara hukum.

“Termasuk juga dari agen yang menjual tiket dengan alasan jual tiket habis kemudian dimanfaatkan dengan itu. Bisa ditindak dengan mencabut izin atau sebagainya. Makanya kita lakukan penyelidikan,” bebernya.

Mengenai pengawasan ini, dijelaskan oleh Hengki, nantinya ditempat-tempat seperti bandara dan pelabuhan akan ditempatkan petugas kepolisian yang berjaga selam 24 jam.

Bila menemukan adanya calo tiket, Kapolresta meminta kepada jajarannya untuk memberikan tindakan hukum terhadap para calo tersebut.

“Kami meminta kepada masyarakat, agar bisa memanfaatkan kemajuan teknologi, untuk membeli tiket. Jangan beli tiket dari calo,” ujar Hengki.

Ia mengatakan kepada masyarakat bila menemukan calo-calo yang sedang menawarkan tiket yang melebihi batas yang telah ditentukan, agar dapat melaporkan ke kantor polisi terdekat.

“Silahkan lapor ke Polsek KPPP, Polres atau kantor polisi terdekat,” imbuhnya.

(http://batampos.co.id/2018/05/31/polisi-awasi-calo-tiket-2/)

Memasuki pekan kedua bulan suci Ramadan, Tim Terpadu kembali melakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam yang ada di Kawasan Nagoya, Selasa (29/5) sekitar pukul 19.00 WIB.

 

“Semalam kami turun, ada tiga arena permainan ketangkasan yang masih beroperasi,” kata Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum, Satpol PP Batam, Imam Tohari, Rabu (30/5).

Tiga gelanggang permainan yang masih beroperasi ini langsung dilakukan tindakan berupa peringatan. Ketiga gelper tersebut berada di Nagoya Mal Hill, Puja Bahari dan dekat Formosa.

Tohari menjelaskan saat dilakukan pemeriksaan semua pengelola tempat hiburan malam mengaku lupa soal jadwal penutupan THM di pekan kedua ini.

“Masih alasan klasik aja yang mereka pakai, padahal ini sudah menahun,” ujarnya.

Ia menambahkan razia THM ini akan dilanjutkan hingga Jumat (1/6) besok. Ia berharap THM bisa mematuhi aturan yang sudah disepakati bersama.

Sebelumnya, tim terpadu juga berhasil menyegel tiga tempat hiburan malam yang beroperasi di hari pertama masuknya bulan suci Ramadan.

Berdasarkan hasil rapat bersama, penutupan THM disepakati tiga hari di awal, tiga di pekan kedua dan tiga hari di terakhir.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPM-PTSP) Batam, Gustian Riau menambahkan ketiga gelper yang ditindak semalam memang melanggar aturan yang telah disepakati.

“Mereka buka ya kami tindak. Jika nanti malam masih saja buka kami beri SP 2,” tegasnya.

(http://batampos.co.id/2018/05/31/lagi-tim-terpadu-razia-tempat-hiburan-malam/)

Tim gabungan dari Pemko Batam, TNI, polisi dan jaksa mengamankan 37 orang dalam operasi pengawasan Tempat Hiburan Malam (THM) dan razia penyakit masyarakat yang dilakukan Minggu (27/5) dini hari. Mereka terjaring razia di penginapan Polewali, Pelita, Lubukbaja.

 

Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Batam, Imam Tohari, dari jumlah tersebut 9 di antaranya merupakan Pekerja Seks Komersial (PSK). Dan, lainnya merupakan pasangan kumpul kebo, ironisnya beberapa di antaranya merupakan anak di bawah umur dan baru saling mengenal di media sosial facebook.

“Bahkan anak-anak itu ada yang bertiga dalam satu kamar,” kata Imam.

Ia mengatakan, pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang geram dengan aksi para PSK yang mangkal di sekitar penginapan tersebut. Menurutnya, dalam aksinya para PSK ini berdiri dan menyetop kendaraan yang lalu lalang dan dibantu preman.

“PSK ini diamankan di luar penginapan. Tim sempat keliling dulu untuk mengecek aksi mereka,” kata dia.

Ia menguraikan, setalah mendapat pelanggan, para PSK tersebut akan mengajak pelanggan kencan di penginapan tersebut. “Mereka pakai fasilitas penginapan, dengan sistem perjam,” terangnya.

Sejatinya, lanjut dia, masyakatan telah lama melaporkan keadaan ini. Bahkan, pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan teguran lisan namun tak diindahkan.

“Makanya bersama tim gabungan, sebanyak 65 orang kami turun. Lagipula kami harus berikan rasa nyaman bagi masyarakat, apalagi ini bulan puasa,” imbuhnya.

Dalam, operasi ini ia mengaku tidak menemui THM yang bandel. Namun sehari sebelumnya, Sabtu malam hari, pihaknya mendapati tiga message melanggar ketentuan di Batuaji. “Dan kami temui juga judi dadu,” pungkasnya. 

(http://batampos.co.id/2018/05/28/tim-gabungan-amankan-37-orang-dari-tempat-hiburan-malam/)

Forum Komunikasi Batam Damai (FKBD) ajak masyarakat stop ujaran kebencian. Ajakan tersebut dibuat melalui acara kumpul bersama tokoh agama yang diadakan di Biz Hotel, Sabtu (26/5) sore.

 

Forum itu untuk mengajak masyarakat agar menjaga kedamaian di Batam dengan tidak membuat ujaran kebencian melalui media sosial.

Gerakan ini pun dilakukan untuk menyikapi kasus-kasus ujaran kebencian yang terjadi di Indonesia paska tragedi bom di Surabaya. Khususnya kasus ujaran kebencian yang melibatkan satu diantara warga Batam, Ria Siregar.

“Kami tidak mencampuri masalah hukum Ria Siregar, tapi lebih kepada mengajak masyarakat untuk belajar dari kasus ini. Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan seperti ini, kami berinisiatif untuk membuat deklarasi Batam Damai. Intinya bagaimana kita di Batam ini bisa tetap damai,” tutur Wakil Ketua FKBD Batam, Raja Indra Mora.

Kegiatan itu pun dihadiri perwakilan Muspida serta para tokoh dari semua agama. Juga organisasi keagamaan seperti MUI, FPI, NU, Muhammadiyah, dewan Masjid, dewan gereja.

“Masing-masing tokoh agama ini memberikan pesan damai dan mengimbau umat masing masing agama untuk dapat menahan diri. Jaga jarimu dan Batam Damai. Kalau bisa sampaikan lah pesan-pesan positif melalui medsos dengan tagar tersebut,” katanya.

Hadir juga Azis Siregar, Orangtua Ria Siregar di acara tersebut. Di depan forum ia meminta maaf kepada masyarakat Batam.
“Saya mengerti keresahan yang dirasakan oleh bapak dan ibu atas perbuatan anak saya. Atas nama keluarga saya mohon maaf sebesar-besarnya,” katanya sambil menghapus air matanya.

(http://batampos.co.id/2018/05/28/fkbd-ajak-masyarakat-stop-ujaran-kebencian/)

Meningkatnya jumlah pemohon pembuatan paspor membuat Kantor Imigrasi Kelas I Batam melakukan pembatasan. Opsi ini dilakukan lantaran melonjaknya jumlah permohonan paspor.

 

Kepala Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam Lucky Agung Binarto menyebutkan, permohonan paspor saat ini dibatasi oleh kuota. Rata-rata setiap harinya imigrasi menyediakan 450 kuota permohonan.

“Setiap harinya permohonan yang masuk bisa capai 2.000 orang. Kita tetapkan kuota karena tak mungkin semua berkas yang diajukan pemohon bisa kita terima semuanya,” kata Lucky.

Diakunya, saat ini Imigrasi memberikan kemudahan pengurusan paspor. Masyarakat Batam bisa mengurus paspor di tiga lokasi yakni, Kantor Imigrasi Kelas I Batam, Mall Pelayanan Publik (MPP), dan Mall Harbourbay. Setiap harinya kuota yang diberikan di kantor imigrasi sebanyak 300 kuota, 50 di MPP, dan 100 kuota di Harbourbay.

“Bagi yang tidak kebagian nomor antrean akan dilayani pada hari yang berikutnya,” tuturnya.

Ia menegaskan, pihaknya tidak pilih kasih dalam pelayanan. Kecuali yang diprioritaskan, semisalnya orang yang lagi sakit, orangtua atau lansia, ibu hamil, ada keperluan mendadak.

Lucky mengakui sejak diberlakukan sistem online ini, pelayanan menjadi mudah, begitu mendapatkan panggilan, tidak sampai menunggu 30 menit, pemohon sudah langsung dilayani.

“Yang penting dengan sudah online, pastinya lebih tertib, tidak lagi mengantri,” jelas Lucky.

(http://batampos.co.id/2018/05/28/kuota-pemohon-paspor-dibatasi-450-per-hari/)

Asyik di Facebook