Dec 16, 2018 Last Updated 9:36 AM, Dec 13, 2018
Nasional

Nasional (533)

Tim Accident Analysis (TAA) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan maut truk di Jatisawit, Kecamatan Bumiayu.

Mereka melakukan olah TKP menggunakan alat 3D laser scanner yang dilakukan 11 titik sepanjang jalan dalam Kota Bumiayu.

Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng, AKBP Agung Aristyawan Adhi, menjelaskan jika alat 3D laser scanner memiliki akurasi dan ketepatan maksimal untuk melihat penyebab kecelakaan yang melibatkan truk dan puluhan kendaraan lainnya.

"Jadi untuk metodenya, kita lakukan pengecekan. Di titik yang terkait kecelakaan kami melakukan scan (pemindaian) dengan alat ini. 11 titik (itu) dari titik awal truk menabrak kendaraan lain hingga titik akhir di depan rumah sakit umum Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu," ucap Agung Arisstyawan Adhi, Kamis (13/12/2018).

 

Setelah dilakukan pemindaian, kata dia, nantinya gambar yang dihasilkan akan digabungkan sehingga mendapatkan gambar utuh kondisi kecelakaan.

Sedangkan, terkait penyebab kecelakaan, menurut Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Antariksa, lantaran truk mengalami rem blong dan muatan berlebih.

Ditambah, karakteristik jalan dari flyover Kretek Kecamatan Paguyangan atau berjarak 2 kilometer sebelum lokasi kejadian dari arah selatan (Purwokerto) terus menurun landai.

Dengan medan jalan tersebut, kata dia, mengakibatkan truk mengalami malfungsi pada sistem pengereman. Akibatnya ketika meluncur di turunan sejauh 2 kilometer, rem menjadi panas.

"Karena infrastruktur dari flyover jalannya terus menurun. Sehingga menyebabkan laju kendaraan semakin cepat, jika membawa muatan banyak, komponen rem dapat terganggu dan tidak berfungsi dengan baik," beber dia.

Terkait hasil dari 3D alat scanner tidak langsung keluar. Diketahui, alat itu untuk menganalisis penyebab-penyebab kecelakaan. Hasil dari alat scanner berguna untuk pertimbangan langkah antisipasi agar kecelakaan serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/12/13/512/1990766/rem-blong-dan-muatan-berlebih-jadi-penyebab-kecelakaan-beruntun-di-bumiayu)

 Empat orang meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Raya Bumiayu, Desa Jatisawit, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kecelakaan lalu lintas itu melibatkan truk, sejumlah mobil, dan kendaraan roda dua.

"Sekira pukul 12.30 WIB, truk bernopol B-9370-WYT melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sedang. Sesampainya di lokasi, truk mengalami rem blong, kemudian menabrak mobil dan sepeda motor di depannya, sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Agus Triatmaja, Senin (10/12/2018).\

 

Polisi yang menerima laporan kecelakaan lalin tersebut langsung menuju tempat kejadian untuk segera mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

Selain itu, polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian mengenai penyebab kecelakaan beruntun tersebut.

 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/12/10/512/1989209/kecelakaan-beruntun-truk-mobil-motor-di-bumiayu-4-orang-tewas)

Kasus beredarnya video mesum sudah jadi hal lumrah di era digital sekarang. Zaman media sosial memudahkan orang berbagi informasi, foto dan video membuat sesuatu yang unik dan aneh cepat sekali viral.

Perkara video mesum juga demikian. Ada sederet video porno yang diperankan anak negeri viral dan menghebohkan masyarakat. Berikut di antaranya yang dirangkum Okezone:

1. Video Ariel

Pada 22 Mei 2010, masyarakat dihebohkan dengan beredarnya video mesum yang pemeran prianya mirip Ariel vovalis Peterpan. Dia terekam dalam video berhubungan badan dengan perempuan mirip artis Luna Maya yang merupakan kekasihnya saat itu.

Dalam video mesum satu lagi, Ariel terlihat berhubungan dengan perempuan mirip presenter Cut Tari.

Kedua video tersebut beredar luas di internet saat itu. Polisi akhirnya turun tangan menyidik dan menjerat Ariel. Dia dinyatakan melanggar Undang-Undang Pornografi dan dihukum 18 bulan penjara.

2. Video Mesum Yahya Zaini-Maria Eva

Pada November 2006, beredar video mesum yang bikin heboh karena diperankan prianya mirip anggota DPR RI dari Partai Golkar Yahya Zaini dengan artis dangdut Maria Eva.

Maria mengakui perempuan dalam video itu dirinya bersama Yahya Zaini dan dia merekan sendiri adegan tersebut. Tapi, Maria tidak menyebarkan video tersebut.

Imbasnya adalah Yahya Zaini terdepak dari DPR.

3. Video Mesum Hana Anisa

Video mesum berdurasi 2 menit 50 detik itu menjadi viral di media sosial sekira Oktober 2017. Pemerannya diduga eks mahasiswa Universitas Indonesia, Hana Anisa alias HA bersama kekasihnya Hafiz. Bahkan nama Hana Anisa sempat trending topik di Twitter saat itu saking sering diperbincangkan.

Kepala Satreskrim Polresta Depok, Komisaris Polisi Putu Kholis Aryanamengatakan dari hasil penyelidikan video mesum tersebut dibuat pada 2015.

“Pemeran wanita dan pria dalam video tersebut sudah mengakui, yakni HA dan HF. Mereka mengaku merekam video mesum pada 2015 saat masih berpacaran,” ujar Putu.

4.Video Porno ‘Aryodj’

Video porno berjudul “Aryodj di Apartemen” beredar di media sosial dan viral. Dalam video tersebut terlihat seorang pria “bermain” dengan dua wanita.

Yang bikin heboh, pemeran pria dalam video itu disebut-sebut mirip anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Aryo Djojohadikusumo yang merupakan keponakan Prabowo Subianto.

Tapi, Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman membantah bahwa pria dalam video itu adalah Aryo Djojohadikusomo. “Menurut saya orang dalam video tersebut tidak mirip dengan Pak Aryo, zaman sekarang teknologi maju bisa saja semua itu sengaja direkayasa,” katanya.

5. Video Bocah dengan Tante Girang

Pada November 2017, beredar foto mesum perempuan dewasa dengan bocah laki-laki. Video itu direkam di dua hotel berbeda di Bandung, Jawa Barat lalu viral. Polisi kemudian menetapkan tujuh tersangka yang terlibat dalam video tersebut, mulai dari perekrut, pemeran hingga pembuatnya.

Tiga anak yang ada dalam video ditetapkan sebagai korban.

Ironinya, ibu dari dua anak tersebut mengetahui anaknya beradegan porno dan membiarkannya. Video porno bocah dengan perempuan dewasa itu dibuat untuk dijual sesuai pesanan.

6. Video Mesum Pelajar SMP

Awal Desember 2018 beredar video mesum berjudul ‘Balikpapan Paten Kali’. Video porno 23 detik itu diperankan siswi SMP swasta di Balikpapan, Kalimantan Timur dengan pemuda dan bikin heboh netizen.

Dalam video yang beredar di media sosial tersebut, terlihat siswi berseragam pramuka bersetubuh dengan pemuda berpakaian batik di sekitar semak-semak pepohonan kecil.

Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Balikpapan, Kompol Andre Anas mengatakan, pemeran video tersebut dua pria pengangguran SA (14) dan AN (21) dan siswi SMP.

7. Video Mesum Siswi SMA Karawang

Video mesum yang diperankan siswi sebuah SMA di Karawang, Jawa Barat dengan seorang mahasiswa beredar pada Juli 2018. Siswi berinisial AR dalam video tersebut jadi sorotan karena pernah menjadi finalis Mojang Jelaka atau duta pariwisata Karawang, sedangkan mahasiswa berinisial M kuliah di sebuah kampus di Indramayu.

Video tersebut dibuat dua bagian. Pertama berdurasi 2 menit yang kedua 1 menit. Adegan mesum tersebut dilakukan di sebuah hotel di Karawang Barat. Setelah videonya viral, AR mengundurkan diri dari sekolah.

8. Video Mesum Mahasiswa UIN Bandung

Pada September 2018, beredar video mesum yang bikin heboh karena diperankan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD), Bandung, Jawa Barat.

Video berdurasi 10 detik itu memperlihatkan keduanya berhubungan seks di pelataran jalan yang diduga masih dalam lingkungan UIN SGD Bandung.

"Yang pria mahasiswa tingkat lima dan yang perempuannya mahasiswa baru, semester satu," kata Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN SGD Bandung, Jaenudin.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/12/10/337/1989211/8-kasus-video-mesum-yang-bikin-heboh-dari-artis-hingga-siswi-smp)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Wan Thamrin Hasyim sebagai Gubernur Riau dan Rohidin Mersya sebagai Gubernur Bengkulu di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Pelantikan itu berdasarkan Keppres dengan Nomor 214/P dan Keppres Nomor 215/O tentang Pengesahan Penetapan Gubernur Riau dan Gubernur Bengkulu.

Sebelum dilantik, Wan Thamrin dan Rohidin terlebih dahulu mengikuti kirab yang dipimpin langsung Presiden Jokowi. Kirab itu juga diikuti Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Kirab ini dilakukan dengan berjalan kaki dari Istana Merdeka menuju Istana Negara tempat berlangsungnya prosesi pelantikan. Para kepala daerah itu berjalan kaki dengan membawa surat petikan dari Kepala Negara.

 

Seusai pembacaan Keppres, Jokowi langsung mengambil sumpah jabatan kedua gubernur tersebut di atas Alquran yang dipegang rohaniwan.

"Demi Allah saya bersumpah akan memenuhui kewajiban saya sebagai gubernur dengan sebaik-sebaiknya dan seadil-adilnya memegang teguh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala Undang-Undang dan peraturan dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," ujar Jokowi yang diikuti kedua gubernur tersebut.

Presiden Jokowi melantik Wan Thamrin Hasyim (kanan baju putih) sebagai Gubernur Riau dan Rohidin Mersya sebagai Gubernur Bengkulu di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12/2018). (Fakhrizal Fakhri)

Seperti diwartawakan sebelumnya, Wan Thamrin Hasyim menjabat Gubernur Riau menggantikan Arsyadjuli Andi Rachman yang memilih mundur dari jabatannya setelah kalah di Pilgub Riau dan memutuskan maju menjadi caleg di Pileg 2019.

Sementara Rohidin Mersyah sebelumnya merupakan Plt Gubernur Bengkulu. Dia menggantikan Ridwan Mukti yang divonis delapan tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider dua bulan penjara atas kasus fee proyek di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam pelantikan ini tampak hadir Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri ATR Sofyan Djalil, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/12/10/337/1989212/jokowi-lantik-gubernur-riau-dan-bengkulu-di-istana-negara)

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyambut baik munculnya wacana terkait menaikan gaji kepala daerah seperti gubernur, bupati dan wali kota. Hal tersebut dianggap sebagai salah satu langkah atau strategi untuk meminimalisir tindakan korupsi.

Kapuspen Kemendagri Bahtiar menyatakan setuju atas rencana tersebut tentunya harus didukung dengan kajian mendalam.

"Argumennya lebih baik diberikan secara sah ketimbang diambil secara tidak sah," ujarnya.

Dan secara obyektif gaji kepala daerah saat ini memang masih sangat kecil, Ia juga mencontohkan Pemda DKI Jakarta sebagai organisasi pemerintahan yang sukses mencegah korupsi dengan meningkatkan kesejahteraan aparaturnya di atas rata-rata nasional bahkan mungkin di atas swasta.

 

"Boleh dikata pemda DKI Zero korupsi. Wajar kalau dapat penghargaan dari KPK," terangnya.

Lebih lanjut, Bahtiar juga menyampaikan langkah lain untuk meminimalisis tindakan korupsi, seperti memberikan alokasi bantuan keuangan bagi partai politik minimal Rp10 ribu persuara seperti hasil kajian yang ada saat ini.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/12/07/337/1988194/kemendagri-respons-positif-wacana-menaikan-gaji-kepala-daerah)

 Kapuspen Kemendagri, Bahtiar (Foto: Okezone)

Ia juga menuturkan saat ini baru Rp1.000 per suara. Bagaimanapun partai politik adalah sumber rekruitmen pejabat negara, baik Pusat dan daerah.

"Maka keuangan partai politik yang sehat dan mandiri harus didukung supaya partai politik dapat menggunakan anggarannya tersebut untuk fokus pada kaderisasi, rekruitmen dan pendidikan politik," beber Bahtiar yang sebelunya pernah menjabat Direktur Politik Dalam Negeri.

Sebelumnya terkait wacana menaikan gaji kepala daerah ada masukan dari Ketua KPK Agus Rahardjo, yang prihatin dengan banyak kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi, ia pun meminta remunerasi kepala daerah perlu di-review.

Usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 11 jam di Bareskrim Polri pada Kamis 6 Desember 2018 kemarin, penceramah muda Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith telah resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Meski Mabes Polri langsung mentersangkakan Bahar bin Smith, namun Polda Metro Jaya enggan ikut-ikutan mengambil langkah serupa. Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan bahwa Polda Metro tidak ingin terburu-buru menetapkan status hukum pendiri Majelis Pembela Rasulullah itu.

"Kita tidak bisa terus ikut-ikutan ya, semuanya sesuai fakta hukum di lapangan," ujar Argo saat ditemui wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Bahar bin Smith

 

Soal penetapan status hukum seseorang lanjut Argo, semua ada di tangan penyidik berdasarkan pemeriksaan para saksi. "Dan tentunya di Polda Metro di Krimsus kan sudah memeriksa sejumlah saksi. Ada sekitar lima saksi lebih yang diperiksa. Saksi ahli juga sudah," tambahnya.

Sebelumnya, penetapan Habib Bahar sebagai tersangka dikonfirmasi langsung oleh kuasa hukumnya, Azis Yanuar usai menemani kliennya menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri. “Hasilnya, beliau (Habib Bahar bin Smith) ditetapkan tersangka," beber Azis.

Tak lama, berembus kabar itu, Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Syahar Diantono pun membenarkannya. Namun meski sudah tersangka, polisi belum menahan pria asal Manado itu.

Bahar bin Smith

“Telah dilakukan pemeriksaan, paraf dan penandatanganan BAP oleh tersangka dan pengacaranya, namun tidak dilakukan penahanan dan HBS (Habib Bahar bin Smith) telah kembali (pulang)," ucap Syahar.

Pemimpin Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Kemang, Bogor itu dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf (a) ke-2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Pasal 45 juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Pasal 207 KUHP.

 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/12/07/337/1988166/polda-metro-ogah-ikut-ikutan-tetapkan-habib-bahar-sebagai-tersangka)

Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut 18 tahun penjara terhadap terdakwa Edward Seky Soeryadjaya terkait dengan kasus korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin 3 Desember tadi malam.

JPU menilai terdakwa Edward terbukti bersalah dalam mengatur transaksi jual-beli saham pada pengelola dana pensiun melalui investasi saham PT Sugih Energy (Sugi).

JPU menyebut terdakwa ESS melanggar Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3, Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP yang ancaman hukumannya 18 tahun penjara.

Jaksa juga menyatakan terdakwa tidak mengkaji yang mendalam terlebih dahulu saat memutuskan transaksi jual-beli saham dana pensiun Pertamina Sehingga transaksi tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp599,4 miliar.

Pada sidang agenda tuntutan itu sempat terjadi debat saat kuasa hukum terdakwa Bambang Hartono meninggalkan ruang persidangan dan pengacara senior Yusril Izha Mahendra masuk tim pembela Edward.

 

Keduanya sempat meninggalkan persidangan. Namun, akhirnya mereka masuk kembali ke ruang sidang guna mengikuti jalannya sidang tuntutan.

Pengusaha Edward Seky Soeryadjaya terjerat kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) pada tahun anggaran 2014 s.d. 2015 pada penempatan investasi saham PT Sugih Energy.

Pada tahun 2014, Edward yang merupakan pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy Tbk. (SUGI) berkenalan dengan Muhammad Helmi Kamal Lubis.

Perkenalan tersebut dimaksudkan untuk meminta agar Dana Pensiun Pertamina membeli saham SUGI.

Selanjutnya, pada bulan Desember 2014 hingga September 2015, Helmi diduga melawan hukum menginisiasi dan membeli saham SUGI dengan total Rp2 miliar lembar saham senilai Rp601 miliar melalui PT Millennium Danatama Sekuritas.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/12/04/337/1986625/korupsi-dana-pensiun-pertamina-edward-soeryadjaya-dituntut-18-tahun-penjara)

Saat tanggul pelindung reaktor nuklir di Fukushima Daiichi itu mau ditinggikan, seorang pakar tsunami Jepang melarangnya. “Tidak usah, sejarah tsunami di Jepang tak pernah tinggi melebihi 10 meter,” katanya. Percaya atas saran pakar tsunami itu dan yakin akan aman, maka tanggul laut tak jadi ditinggikan. Di negeri matahari terbit itu, penetapan ketinggian tsunami diukur secara ilmiah berdasarkan data geologi dan sejarah panjang tsunami.

Lantas apa yang terjadi kemudian? Pada 11 Maret 2011 terjadilah gempa berkekuatan 9 skala richter. Enam unit instalasi reaktor nuklir Fukushima aman dari serangan gempa. Tapi yang tak terbayangkan sebelumnya, adalah kejadian tsunami pasca gempa 30 menit kemudian.

Terjangan gelombang yang mencapai 14 meter itu melampaui prediksi para ahli tsunami. Akibatnya tak terbayangkan: tanggul laut reaktor nuklir Fukushima Daiichi itu jebol.

Akibat berikutnya gelombang itu menerjang unit-unit instalasi nuklir Fukushima Dai-ichi sehingga sistem pendingin reaktor nuklir rusak (loss of heat sink accident- Lohsa).

 

Air pendingin tak bisa mengalir, sehingga reaktor menjadi panas mencapai 1.000 derajat celcius, melelehkan mesin pendinginnya (loss coolent accident-Loca). Maka, tiga reaktor pun akhirnya meledak.

Sekelumit kisah di atas diceritakan kembali oleh menejer penanggung jawab reaktor nuklir Fukushima Dai-ichi, saat menerima delegasi dari Indonesia, Selasa 27 November 2018. Delegasi yang diundang JICC (Jaif International Cooperation Center— di bawah naungan Kementerian ekonomi dan perdagangan Jepang) ini terdiri dari unsur pemerintah Indonesia, pimpinan para rektor perguruan tinggi serta sejumlah perwakilan dari tokoh masyarakat.

Sampai akhir sesi sang menejer tak menjelaskan: siapa pakar tsunami itu. Sebab yang ia maksud dengan kisah tersebut adalah: sehebat apapun prediksi ilmu manusia, akhirnya meleset juga adanya. “Kami harus lebih banyak belajar dari peristiwa-peristiwa alam yang besar seperti ini,” ujar menejer penanggung jawab operasi Fukushima Dai-ichi itu menjelaskan.

Kebijakan Ketat

Setelah tragedi Fukushima, debat mengenai lanjut atau tidaknya PLTN menghangat di tingkat nasional. Debat semakin seru setelah ada pemberitaan bahwa udara di seluruh negeri sakura itu, termasuk Tokyo, terpapar radiasi nuklir. Apalagi setelah badan atom internasional di bawah naungan PBB meninjau ke lapangan kemudian menyatakan bahwa, akibat bocornya reaktor nuklir itu, maka Daerah Fukushima dan sekitarnya dalam bahaya tertinggi (major accident) untuk kemungkinan terkena radiasi nuklir.

Jalan tegas pun diambil. Pemerintah memutuskan: seluruh PLTN di Jepang, yang berjumlah 57, untuk sementara ditutup. Akibatnya, listrik Jepang byar-pet seperti di Indonesia: pemadaman listrik bergilir tak terhindarkan karena kekurangan pasokan. Optimalisasi listrik berbasis non-nuklir digalakkan yang mengakibatkan lonjakan impor gas dan minyak.

Pemerintah juga mengembangkan kendaraan generasi masa depan berbasis tenaga listrik serta mengurangi bahan bakar fosil, di samping merancang kebijakan net-zero energy houses. Yaitu, membangun rumah atau kantor dengan listrik mandiri.

Masyarakat pun terus didorong mempraktikkan net-zero energy houses ini. Isu ketidakamanan produk-produk Jepang karena terpapar radiasi nuklir sempat merebak dan mengancam ekonomi Jepang, sehingga pemerintah perlu meyakinkan publik bahwa produk industrinya aman dari radiasi nuklir.

Setelah semua isu teratasi dan seluruh PLTN dievaluasi, debat pro-kontra nuklir pun mereda. Pemerintah akhirnya mengoperasikan kembali satu persatu terhadap reaktor nuklir yang dianggap aman. Itu pun setelah melewati proses yang ketat: loby ke parlemen, persetujuan pemerintah lokal dan masyarakat sekitar reaktor dengan radius 5 km2.

Reaktor pertama yang dibuka kembali sempat dikunjungi delegasi Indonesia. Yaitu, Ohi Power Station di bawah kendali menejemen Kansai Electric Power Company yang berada di Miyazu-shi, termasuk wilayah Kyoto. Sampai saat ini baru 9 reaktor yang beroperasi kembali dari 57 reaktor yang tersebar di Jepang. Sisanya, ada 5 yang siap beroperasi dan 20 reaktor mesti ditutup selamanya — termasuk reaktor Fukushima Dai-ichi dan Dai-ini.

Sebagian masyarakat Jepang sebenarnya sangat khawatir terhadap reaktor lama yang dioperasikan kembali. Tragedi Fukushima masih membayang dalam benak masyarakat. Apalagi secara geografis, letak negeri sakura ini berada di daerah merah: cincin api Pacifik dengan kejadian gempa terpadat di dunia berada di sini. Negeri ini juga menjadi bagian dari sirkum pegunungan api Pasifik yang aktif.

United States Geological Survey (USGS) bahkan mencatat, tiap tahun tak kurang dari 1500 gempa menghantam Jepang. Itu tak lain karena negara ini menjadi titik-temu gesekan sangat dinamis dari 4 lempeng dunia sekaligus: lempeng Pacifik, Philipina, Eurasia dan lempeng Amerika Utara. Maka wajar, jika hampir setiap hari terjadi tremor kecil di negeri pegunungan yang menyatu dengan laut ini.

Tapi, Jepang adalah bangsa yang terus mau belajar dan menyerap ilmu lewat bencana-bencana alam yang terjadi. Mereka tak mau takluk terhadap rasa takut. Itulah sebabnya, PLTN tetap dijalankan. Bedanya, jika sebelumnya PLTN berkontribusi sampai 30% terhadap energi listrik nasionalnya, ke depan akan dikurangi secara bertahap hingga mencapai 20% saja.

Saat ini konsumsi perkapita listrik Jepang mencapai di atas 10.000 kwh, setara dengan negara-negara maju lainnya seperti di negara-negara Eropa dan AS. Inilah negara-negara yang secara industri sudah mencapai puncak tertingginya dengan efisiensi penuh, sehingga pengembangannya tidak banyak membutuhkan penambahan listrik lagi. Maka wajar jika pemerintah Jepang berencana menurunkan penggunaan listrik nuklir dari 30% menjadi 20%.

Indonesia Mesti Belajar

Bandingkan dengan kondisi pemakaian listrik perkapita di Asia Tenggara yang menempatkan Indonesia masih di posisi nomor 6 di bawah Malaysia dan vietnam: penggunaan listrik Indonesia hanya 1025 kwh. Sementara Singapura sudah mencapai 10.000 kwh, Malaysia 4000 kwh perkapita.

Jadi, jika Singapura melaksanakan balap mobil formula one di tengah malam, itu ingin menunjukkan bahwa, penggunaan listrik di negeri berlambang singa itu sudah sangat tinggi.

Kebijakan energi nasional berdasarkan PP No. 79 Tahun 2014, mengharapkan penduduk secara bertahap sudah mengonsumsi listrik 2500 kwh perkapita pada Tahun 2025, meningkat menjadi 7500 kwh Tahun 2050.

Pelaksanaan secara konsisten terhadap PP ini bertemali-erat dengan tahapan implementasi dari strategi industri nasional yang terintegrasi dari hulu sampai ke hilir. listrik adalah sumbu bagi bergeraknya industri agar kita menang bersaing dengan negara lain.

Status Indonesia sebagai middle income country tak akan pernah naik kelas menjadi hi-country seperti negara-negara industri maju lainnya, jika tahapan perencanaan energi listrik nasional tadi tak dilaksanakan dengan baik. Artinya, penyiapan secara maksimal di sektor lain seperti terlaksananya pendidikan sumberdaya manusia yang baik dalam menghadapi peluang bonus demografi harus terintegrasi dan padu dengan penyiapan energi listrik nasional.

Jika tidak, maka prediksi Indonesia akan menjadi middle income country trap (jebakan sebagai negeri kelas menengah, tak pernah naik kelas menjadi negeri maju) seperti dialami Argentina, Brazil dan negara-negara lain, menjadi kenyataan.

Nah, kondisi listrik kita saat ini masih bertumpu pada bahan bakar fosil yang cadangannya kian terbatas. Memang masih ada alternatif lain seperti penggunaan geo-termal, surya cel, bayu dan hedro-power. Tapi itu semua, sangat terbatas dayanya dan tak cukup untuk pengembangan industri yang bisa bersaing dengan negara-negara lain.

Jalan alternatif, selain menggenjot listrik batubara, kita mesti menyiapkan listrik nuklir atau PLTN. Untuk yang terakhir ini mesti melewati syarat-syarat yang ketat. Pertama, komitmen politik dan perencanaan yang kuat dari pemerintah dan terus konsisten dengan berbagai regulasi yang dibutuhkan ke depan.

Kedua, ada edukasi dan sosialisasi yang masif seperti di negara-negara maju lainnya bahwa PLTN itu sangat aman. Termasuk jaminan persaingan yang sehat bahwa PLTN tak akan mengganggu pada bisnis power plan yang lain.

Ketiga, negara mesti melakukan pemilihan lokasi yg mempertimbangkan dampak resiko, mitigasi bencana dan lain sebabagainya secara ketat, sehingga keamanan masyarakat untuk jangka panjang dengan adanya PLTN itu terjamin.

Keempat, negara menyiapkan tenaga terampil dengan budaya yang baru seperti negara-negara maju yang telah memiliki PLTN. Terakhir, lima: siapkan SDM untuk penguasaan teknologi PLTN agar Indonesia tak tergantung pada negara lain. Catatannya tentu saja, reaktor nuklir sebagai jalan alternatif terakhir.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/12/04/337/1986792/nuklir-sebagai-jalan-alternatif)

 Pelaku pencabulan dan pembunuhan terhadap Fatir (15), bocah penggembala sapi, Aso alias Pe'lo ditangkap polisi. Fakta pun terungkap, pelaku dan korban ternyata sesama penggembala sapi di Kecamatan Mangara Bombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Aksi Aso pun terendus oleh tim gabungan Resmob Polres Takalar yang dibackup Resmob Polda Sulsel yang diturunkan menyelidiki penyebab kematian seorang bocah bernama Fatir yang ditemukan oleh keluarganya di sebuah sungai dalam kondisi wajahnya terdapat luka serius.

Dari proses penyelidikan dilakukan tim gabungan tak sampai 1x24 jam. Pelaku pembunuh Fatir pun teridentifikasi. Dia adalah Aso alias Pe'lo. Setelah tim gabungan mengantomngi identitas pelaku.

Selanjutnya tim gabungan melacak keberadaan posisi pelaku. Begitu terdeteksi bahwa pelaku tengah bersembunyi di sebuah perkampungan di Dusun Juggae Desa Bontoparang, Kecamtan Mangarabpmbang, Kabupaten Takalar.

 

Tim gabungan bergerak disebuah perkampuangan itu, sebelum menangkap pelaku, salah seorang anggota kepolisian mengintai sebuah rumah tempatnya bersembunyi.

Terkuak, jika seorang lelaki yang dikantongi ciri-cirinya berambut gondrong, berada di sebuah rumah tersebut. Lokasi di blokade agar pelaku tak bisa meloloskan diri. Penyergapan dilakukan sebuah rumah langsung dikepung, Aso Pe'lo yang berada di dalam tak bisa berkutik alasan hendak mengenakan pakaian.

Petugas langsung membekuknya. Di balik pintu keluarlah lelaki Aso Pe'lo dengan tangan terborgol. Dari tangannya pun tim gabungan mengamankan barang bukti berupa dua bilah badik, satu baju, satu buah sepatu yang dipakainya usai membunuh korban.

Selanjutnya, pelaku bersama barang buktinya digiring ke Mapolres Takalar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kepada polisi yang memeriksanya, Pe'lo awalnya berkelit jika bukan dirinya yang membunuh korban Fatir. Meski begitu petugas kepolisian tak begitu mudah teperdayai.Pe'lo didesak untuk jujur.

Namun lagi-lagi masih berkelit. Tak termakan dengan bujukan hingga petugas kepolisian mendesaknya hingga akhirnya Pe'lo pun mengakui jika dirinya membunuh Fatir dengan menggunakan pisau hingga sekujur tubuh Fatir terluka.

Akibatnya Fatir mengalami pendarahan hebat hingga meregang nyawa. Selanjutnya pelaku membuang mayat Fatir di sungai. Sebelum korban Tewas pelaku mengaku menyodominya.

Tidak hanya itu, menurut pelaku hingga dirinya tersulut emosi lantaran tak terima kerap di olok-olok oleh korban.

Kapolres TaKalar AKBP Gany Alamsyah mengatakan berawal hingga terungkap kasus pembunuhan dilakukan Pe'lo terhadap korban Fatir saat korban ditemukan oleh keluarganya dalam posisi mengapung dan sudah dalam keadaan meninggal.

"Kami setelah mendapat informasi selanjutnya turun ke lokasi bersama tim inafis melakukan olah tempat kejadian perkara di samping itu mengambil keterangan saksi-saksi," kata Gany.

Setibanya kemudian mengevakuasi jasad korban yang posisinya mengapung disebuah sungai. Selanjutnya jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Padjonga Dg Ngalle lalu kemudian dilakukan visum di RS Bhayangkara Makassar.

"Di samping itu petugas kepolisian juga mengumpulkan keterangan saksi-saksi," kata dia.

Dari hasil identifikasi, sambung dia, diketahui jika mayat lelaki yang ditemukan tersebut bernama Fatir(15) ditemukan oleh warga bernama Sangkala dan Dg Tunru (50) yang merupakan keluarga korban dan juga saksi.

Dari keterangan saksi yang dimintai keterangannnya, kedua saksi menyebutkan jika sebelum korban ditemukan pada hari Sabtu (1/12/2018), sekitar pukul 08.00 Wita.

Korban bernama Fatir meninggalkan rumahnya. Ia seperti biasanya melakukan aktivitasnya megembala sapi, korban tak seorang diri mengembala sapi ternak. Namun ia bersama lelaki bernama Pe’lo dan Mantang.

Ketika malam harinya korban yakni Fatir (korban) tak kunjung pulang, pihak keluarganya pun cemas, sehingga berinisiatif melakukan pencarian di tempat biasa mengembala sapi.

 

Keluarganya bernama Sangkala Dg Tawang dan Dg Tunru, dan warga menyisir area sungai.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/12/04/609/1986797/ini-motif-pembunuhan-dan-pencabulan-bocah-pengembala-sapi)

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mengagendakan sidang perkara dugaan merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro‎ dengan terdakwa Lucas, pada hari ini. Agenda persidangan yakni, pembacaan putusan sela.

Lucas meyakini bahwa hakim yang menyidangkan perkaranya akan mengabulkan eksepsi atau nota keberatan yang telah disampaikan pada persidangan sebelumnya. Lucas mengklaim bahwa dirinya bukan pelaku korupsi.

"Saya sangat yakin karena saya bukan orang yang melakukan korupsi, bukan orang yang melakukan penyuapan, bukan orang yang disebut sebagai penyelenggara negara, saya kok diadili di Tipikor," kata Lucas di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).

Lucas mengaku heran dengan dakwaan yang disusun oleh tim jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, sambungnya, banyak tuduhan-tuduhan yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

 

"Kami mengajukan eksepsi mengajukan nota keberatan itu sifatnya kamu mengajukan dengan keyakinan yang tinggi. Kami ajukan fakta-fakta yang sebenarnya. Tujuannya untuk mencapai keadilan. Keadilan apa, bahwa menurut kami bukan kewenangan pengadilan Tipikor," terangnya.

Lucas

Lucas juga mempermasalahkan Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang didakwakan KPK terhadap dirinya. Menurut Lucas, Pasal 21 UU Tipikor bukan kewenangan penyidik KPK.

"Pasal 21 yang kami maksud itu seharusnya bukan kewenangan penyidik KPK, bukan kewenangan pengadilan Tipikor, karena itu merupakan tindak pidana lain bukan Tipikor. Sesuai dengan rumusan dalam panduan UU Tipikor sudah jelas," jelasnya.

Dalam perkara ini, Advokat Lucas didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.

Jaksa KPK juga mendakwa Lucas membantu mengupayakan agar Eddy Sindoro masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi. Hal itu dilakukan Lucas untuk menghindari tindakan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Eddy Sindoro.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/29/337/1984488/hadapi-putusan-sela-lucas-yakin-hakim-kabulkan-eksepsinya)

Asyik di Facebook