Mar 19, 2019 Last Updated 10:33 AM, Mar 19, 2019
Nasional

Nasional (566)

Seorang wanita muda berinisial S mengaku menjadi korban malapraktik oknum dokter kandungan berinisial HS di Rumah Sakit Grha Kedoya, Jakarta Barat. Kasus dugaan malapraktik itu pertama kali diketahui korban pasca-operasi kista yang dijalaninya.

Alangkah kagetnya korban begitu mengetahui jika dua indung telurnya turut diangkat dan bahkan dibuang tanpa pemberitahuan ataupun izin kepada yang bersangkutan. Imbasnya, harapan S untuk memiliki keturunan pun sirna sudah.

Atas peristiwa yang dialaminya itu, S kemudian menggandeng advokat kondang Hotman Paris Hutapea untuk menjadi kuasa hukumnya dalam menghadapi kasus ini. Dalam video dan postingannya di akun Instagram @hotmanparisofficial, Hotman mengaku heran dengan keputusan oknum dokter mengangkat dan membuang indung telur korban. Alasan pengangkatan indung telur korban oleh dokter ialah diduga adanya kanker.

"Kok bisa indung telur pasien dibuang dokter hanya dengan cara melihat dan alasan dokternya galau? Tanpa terlebih dahulu ada cek lab apakah ada kanker? Halo Dinkes Pemda DKI jangan lengah dan jangan asyik nikmatin empuknya jabatanmu? Cepat Dinkes DKI bertindak! Halo Menteri Kesehatan? Halo Kepala Dinas DKI? Di mana kau kau kau! Hancur harapan padien untuk punya keturunan dan keluarga," tulis Hotman.

Hotman Paris

Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan awal di salah satu rumah sakit di Singapura, S dinyatakan bersih dari kanker. Kalau pun terdeteksi adanya kanker, namun kondisi itu sama sekali tidak mendesak untuk dioperasi saat itu juga.

"Tidak ada keadaan emergency untuk dioperasi, karena ini hanya kista. Sekiranya enggak jadi dioperasi atau ditunda dia masih hidup. Karena dia sudah cek di Singapura enggak ada kanker. Tidak ada keadaan emergency," tegas Hotman.

"Pasien baru dikasih tahu dokter telah diambil indung telurnya empat hari setelah operasi saat pasien sudah cek out rumah sakit! Betapa tidak amannya berobat di negaraku ini! Halo Menteri Kesehatan? Pak Gubernur dan Wagub DKI dan Kepala Dinas Pemda DKI? Cepat periksa dan tindak,"pungkasnya.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/07/11/338/1920805/dikira-kanker-indung-telur-wanita-ini-diangkat-dokter-tanpa-izin)

BICARA mengenai rambut panjang yang sehat, mungkin Anda akan berpikiran bahwa itu hanya angan belaka saja. Sebab, memiliki rambut panjang yang sehat itu bukan perkara mudah.

Eits! Siapa bilang memiliki rambut panjang yang sehat itu sulit. Ada cara mudah yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah dan hasilnya pun bakal membuat Anda kaget. Bahkan, jika memang Anda memiliki masalah rambut yang membandel, 5 trik ini bisa membantu mengatasinya juga. Well, dilansir dari Boldsky, Kamis (5/7/2018) berikut cara mudah menciptakan rambut panjang yang sehat sekaligus cantik

1. Memotong ujung rambut

 

Tidak bisa dipungkiri, masalah yang biasanya dihadapi mereka yang memiliki rambut panjang adalah ujung rambut terlihat sangat kering, kasar, atau bercabang. Hal ini karena nutrisi yang diterima ujung rambut tidak semaksimal rambut yang berada di dekat kulit kepala.

Nah, untuk menyiasati masalah rambut ini, yang bisa Anda lakukan adalah memotong ujung rambut secara rutin. Hal ini dianggap mampu mengembalikan kondisi rambut yang sehat. Ingat, motongnya bagian yang rusak saja agar tampilan rambut panjang tetap rapi.

2. Keramas dengan air dingin

 

Air dingin dianggap sebagai suhu yang paling ideal untuk mencuci rambut. Sebab, kondisi air dingin itu membantu mengunci kelembaban rambut dan menjaga kulit kepala terhidrasi dengan baik. Hal ini tentu berkaitan langsung dengan kondisi rambut setelah keramas. Biasanya, rambut akan terkesan mengembang dan ini baik untuk menjaga kesehatan rambut panjang.

3. Jangan keramas setiap hari

Kata siapa semakin Anda rutin keramas, rambut akan semakin sehat? Justru fakta berkata sebaliknya, lho! Keramas setiap hari malah menghilangkan minyak alami kulit kepala dan ini membuat rambut kering. Padahal, minyak alami ini yang membuat rambut terhidrasi dan sehat. Sementara itu, jika akar rambut Anda berminyak, pastikan Anda menyisir rambut sebelum tidur. Ini bermanfaat untuk mendistribusikan minyak alami tersebut ke ujung rambut yang kadang bermasalah.

4. Treatment Aloe Vera

Lidah buaya dipercaya baik untuk meningkatkan kelembaban kulit. Bahkan, tidak hanya kulit, rambut pun bisa mendapatkan manfaat tumbuhan yang satu ini. Penggunaan lidah buaya dipercaya bisa merangsang aliran darah. Cara menggunakannya juga mudah, Anda tinggal mengoleksan gel lidah buaya ke seluruh rambut dan diamkan beberapa menit, lalu bilas.

5. Santan

Siapa bilang santan hanya untuk makanan? Kini Anda mesti coba santan untuk masker rambut. Hal ini ternyata baik karena santan mengandung potasium, zat besi, dan asam lemak yang baik untuk kualitas rambut yang sehat. Selain sehat, dengan masker santan, rambut Anda bisa terlihat lebih mengkilat dan tentunya harum.

 

(https://lifestyle.okezone.com/read/2018/07/05/194/1918332/miliki-rambut-panjang-yang-cantik-dan-sehat-itu-tidak-sulit-5-cara-ini-dijamin-manjur)

Tindak kriminal yang melibatkan pelaku penderita gangguan jiwa terus saja terjadi di Indonesia. Setelah beberapa waktu lalu marak aksi kekerasan terhadap pemuka agama yang dilakukan orang gila, kini hadir perbuatan serupa di Pontianak, Kalimantan Barat.

Petugas kepolisian yang mengusut kasus seperti ini pun tetap bertindak proporsional dengan mengamankan mereka agar tidak terjadi lagi. Namun, lagi-lagi proses hukum ada yang mengalami kendala karena para pelaku tidak dalam tingkat kesadaran jiwa.

Berikut ini sejumlah perkara kriminal yang melibatkan para pelaku penderita gangguan jiwa. Sebagaimana telah dirangkum Okezone, Jumat (6/7/2018).

1. Ibu di Pontianak Dimutilasi Anaknya yang Gangguan Jiwa

Seorang perempuan paruh baya berinisial HN (43) tega memutilasi ibu kandungnya sendiri JS (80). Peristiwa itu terjadi di kediaman mereka di Gang Landak, Jalan Tanjungpura, Kecamatan Pontianak Selatan, Kalimantan Barat, pada Kamis 5 Juli 2018.

"Dari keterangan menantu korban dan pihak keluarga lainnya bahwa diduga pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa, namun telah mendapat terapi," ujar Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli, Jumat (6/7/2018).

HN sudah diamankan personel Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak beberapa jam setelah potongan tubuh korban yang menggegerkan itu diketahui warga. "Yang bersangkutan masih kita periksa lebih lanjut," terang Husni.

Bersama pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa parang yang diduga digunakan untuk membunuh atau memutilasi korban, serta ember yang berlumuran darah.

2. Polisi di Sleman Tembaki Mobil Disopiri Perempuan Diduga Gangguan Jiwa

Polda DI Yogyakarta mengamankan seorang perempuan bernama Any Sulistyo (50), warga Grajegan, Margokaton, Seyegan, Sleman, pada Selasa 3 Juli 2018. Ketika mengamankan, polisi harus melakukan pengejaran hingga beberapa kilometer terhadap perempuan berstatus PNS tersebut.

Awalnya sekira pukul 12.30 WIB, mobil bernomor polisi AB 1979U yang dikendarai Any hendak masuk ke Mapolda DIY. Di depan pintu gerbang, petugas akan melakukan pemeriksaan, namun justru pelaku menolak dan kabur.

Lantaran mencurigakan, polisi melakukan pengejaran disertai tembakan peringatan. Sesampainya di simpang empat Ringroad Hartono Mall, polisi menembak ban kiri belakang mobil pelaku agar berhenti. Tetapi, Any tetap berusaha kabur dan terus dilakukan pengejaran dengan disertai tembakan peringatan. Hingga akhirnya tertangkap di perempatan Seyegan.

Kapolsek Seyegan Kasnoto ada obat dan kartu periksa dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ghrasia, Sleman. Sedangkan senjata api seperti yang beredar di masyarakat tidak ada.

3. Orang Gila Mengamuk Acungkan Golok dan Lemparkan Kotorannya

 

Warga Dusun Kedawung, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dibuat geger pada Senin 5 Februari 2018. Pasalnya, ada orang gila bernama Agung Suprapto mengamuk.

Pria ini memegang senjata tajam dan sebatang besi bekas tiang bendera. Agung yang hanya mengenakan sarung mengancam ke setiap warga yang melintas. Saat kades dan polisi datang untuk mengevakuasi, Agung malah mengamuk dan melemparkan kotorannya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, Tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim melakukan tindakan evakusi dengan cara menembakkan gas air mata ke dalam rumah yang bersangkutan. Kemudian Agung berhasil dievakuasi dari dalam rumah oleh petugas.

"Lalu dibawa ke Polsek Trowulan terlebih dahulu. Selanjutnya rencana akan dirujuk RSJ Lawang Malang guna dilakukan rehabilitasi," ungkapnya.

4. Tokoh Agama Diserang Orang Gila

Sejumlah tindak kekerasan terhadap dua ulama terjadi di Jawa Barat. Salah seorang di antaranya bahkan meninggal dunia. Peristiwa penganiayan terhadap dua ulama yang ada di Jabar menyedot perhatian publik. Apalagi, pelakunya disebut mengalami gangguan jiwa.

Penganiayaan pertama dialami pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Santiong, Kampung Sentiong, RT 04 RW 01, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, yakni KH Emon Umar Basyri (60) yang akrab disapa Ceng Emon atau Mama Santiong.

 

Penganiayaan ini terjadi di Masjid Al Hidayah, kawasan Pesantren Santiong. Saat itu korban sedang duduk berzikir seusai melaksanakan Salat Subuh berjamaah. Suasana di dalam masjid ketika penganiayaan sedang sepi, karena seluruh santri telah kembali ke pondok masing-masing setelah beribadah.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius, hidung patah, dan tengkorak kepala retak. Bahkan, korban sempat tak sadarkan diri. Oleh para santri, korban dibawa ke Rumah Sakit AMC Cileunyi lalu dirujuk ke UGD Al Islam Bandung, Jalan Soekarno-Hatta.

Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk meringkus pelaku penganiayaan terhadap KH Emon. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, polisi akhirnya menetapkan tersangka penganiayaan terhadap KH Emon.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh dokter spesialis kejiwaan, tersangka ternyata mengalami gangguan jiwa. Namun, polisi masih terus mendalami kasus tersebut.

Belum selesai kasus penganiayaan terhadap KH Emon, muncul lagi kasus penganiayaan terhadap ulama. Kali ini korbannya adalah Ustadz R Prawoto yang merupakan Komandan Brigade Persatuan Islam Indonesia (Persis) Pusat.

Korban dianiaya pada Kamis 1 Februari 2018, sekira pukul 07.00 WIB, oleh Asep Maftuh (45). Ustadz Prawoto mengalami luka parah di kepala dan patah tangan kiri akibat dipukuli oleh Asep yang merupakan tetangganya di Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Ustadz Prawoto meninggal dunia pukul 17.30 WIB.

5. Pria Sakit Jiwa Bacok Seorang Gadis di Pinggir Sungai

Seorang pria penderita sakit jiwa BH (44) pada Minggu 28 Januari 2018 tega membacok gadis JA (15) di tepi sungai Dusun III Halaban Kuede, Desa Halaban, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Ketika itu korban bersama adiknya Rika (9) sedang mencuci piring di pinggir sungai dekat rumahnya.

"(Pelaku) tiba-tiba pelaku datang dan langsung membacok kening dan kepala belakang korban," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting, Senin (29/1/2018).

Tak butuh waktu lama, polisi dipimpin Kapolsek Besitang AKP MI Saragih tiba di lokasi langsung menangkap BH. "Pelaku diketahui mengidap gangguan jiwa, dan sebelumnya pernah dirawat di RSJ di Medan," jelasnya.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/07/06/337/1918825/tindak-kriminal-melibatkan-penderita-gangguan-jiwa-nomor-4-bikin-miris)

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) siap menerima perwakilan massa 'Aksi 67 Tegakkan Keadilan' yang menolak penujukkan Komjen Pol M Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat. Aksi yang dimotori Persaudaraan Alumni 212 itu rencananya akan dilakukan siang ini.

"Silakan kalau ada perwakilan yang mau datang, tata kramanya seperti itu. Prinsipnya kami terbuka dan nanti kita jelaskan bahwa kita sudah sesuai peraturan perundangan," kata Kapuspen Kemendagri, Bahtiar di Kemendagri, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Bahtiar mengingatkan agar aksi dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan dan tidak melanggar norma hukum yang berlaku.

"Tetap harus sesuai dengan norma-norma hukum yang berlaku dan tidak boleh melakukan tindakan kontraproduktif dalam pembangunan demokrasi," tegas Bahtiar.

 

Kapuspen Kemendagri Bahtiar

Berdasarkan pantauan Okezone, pengamanan di lingkungan Kemendagri sudah ditingkatkan. Tampak ratusan personel kepolisian sudah menggelar apel dan siaga di lokasi.

Demonstrasi dengan tajuk 'aksi 67 tegakkan keadilan' itu akan didahului dengan salat Jumat di Masjid Istiqlal, kemudian long march menuju kantor Kemendagri di Jalan Merdeka Utara, dilanjutkan ke Bareskrim Polri yang berlokasi di Gambir, Jakarta Pusat.

Massa aksi menolak penunjukan Komjen M Iriawan sebagai Pejebat (Pj) Gubernur Jawa Barat, serta memprotes SP3 kasus puisi kontroversi Sukmawati Soekarnoputri.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/07/06/337/1918805/pengamanan-diperketat-kemendagri-siap-terima-massa-aksi-67)

Ditemukan mayat laki-laki dengan kondisi mengenaskan di Dam Sei Ladi, Rabu (4/7) sore.

 

Mayat tanpa identitas itu ditemukan mengapung dengan kondisi terikat koper yang berisikan batu.

Kapolsek Lubukbaja Kompol Yunita Stevani mengatakan awalnya mendapat laporan warga ada penemuan mayat mengapung di Dam Seiladi. Setelah itu, Sat Sabhara Polresta Barelang bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi mayat tersebut.

Saat anggota Sat Sabhara Polresta Barelang mendekati lokasi penemuan mayat menggunakan speedboat, kondisi mayat didapati dalam keadaan terlentang. Pinggangnya terikat dengan tali tambang berwarna putih yang terhubung dengan koper yang berisikan pemberat.

“Dari hasil pemeriksaan awal, mayat itu berjenis kelamin laki-laki dengan menggunakan baju kaos hitam dan celana hitam dengan terikat tali tambang serta pemberat,” katanya.

Proses evakuasi mayat laki-laki itu menjadi tontonan masyarakat yang melintas. Setelah dievakuasi, mayat itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk diautopsi demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya korban. Sebab, Dokter Forensik Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan.

“Masih dalam penyelidikan. Kita belum bisa menyimpulkan sekarang. Tunggu hasil pemeriksaannya dulu keluar dari Rumah Sakit Bhayangkara,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya belum ada menerima laporan anggota keluarga yang hilang dari masyarakat. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Batam yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk dapat melaporkannya kepada aparat kepolisian terdekat.

“Jika ada yang merasa kehilangan, mohon segera untuk melapor ke Polresta Barelang atau polsek-polsek terdekat,” imbuhnya. 

(http://batampos.co.id/2018/07/05/ada-mayat-di-dam-sei-ladi/)

Korban meninggal dunia akibat tragedi karamnya KM Lestari Maju kembali bertambah. Data dari Rumah Sakit KH. Hayyung Selayar Rabu Siang (4/7/2018), korban tewas dalam insiden tersebut bertambah menjadi 35 orang.

Diketahui, dari korban tewas tersebut, terdiri dari 11 pria, dan 24 wanita. Ke-35 korban tewas tersbut seluruhnya berada di RS KH Hayyung Selayar. Berikut manifestasi korban teweas yang dihimpun dari berbagai sumber:

1. Ari Laksono (50) dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)Pammatata, warga Jalan Jeruk Surabaya, Jawa Timur

2. Drs. Rurung (58) warga Jalan Mangga, Benteng, Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel)

3. Hj. Marlia (44) warga Jalan Mangga, Benteng, Selayar yang merupakan istri dari Drs. Rurung.

4. Hj. Asmawati (43) Warga Laiyolo Kecamatan Bonto, Sikuyu, Selayar, Sulsel

5. Sitti Saera (58) warga Kecamatan Bonto, Sikuyu, Selayar, Sulsel

6. H. Abd. Rasyid (60) warga Jalan Ahmad Yani, Benteng, Selayar, Sulsel

7. Rini Arianti (29) warga Bonea, Selayar, Sulsel

8. Abizar (2) warga Bonea, Selayar yang merupakan anak dari Rini

9. Rosmiati (40)Warga Jalan Mangga, Selayar, Sulsel

10. Andi le’leng (47)Warga Baringan Kecamatan Bonto, Sikuyu, Selayar, Sulsel

11. Syamsuddin (50) warga Jalan Pierre Tendean Nomor 6, Selayar, Sulsel

12. Hensi (64) warga Baringan Kecamatan Bonto, Sikuyu Selayar, Sulsel

13. Ati Mala (58) Warga Baringan, Kecamatan Bonto, Sikuyu, Selayar, Sulsel

14. Denniamang (72) warga Barat Lambongan Kecamatan Bonto Matene, Selayar, Sulsel

15. Marwani (40) warga Sappang Herlang Singa Kabupaten Bulukumba

16. Hj. Salmiah (55) warga Kabupaten Sinjai

17. A. Abd. Rasyid (42) warga Jalan Pahlawan Benteng Selayar (asal dari Banyorang Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Bantaeng)

18. Suryana (55) warga Bonehalang, Selayar

19. Demma Ganrang (51) warga Kalaroi Kecamatan Bonto Matene, Selayar

20. Nurlia (64) warga Batang Mata Sapo, Selayar

21. Andi Junaeda (70) warga Kabupaten Bone

22. Noma (50) warga Benteng Somba Opu, Makassar

23. Ningsih (25) warga Cinimabela Selayar (asal Galesong Takalar)

24. Haidir (2) warga Cinimabela Selayar anak dari korban Ningsih

25. Siti Baedah (55) warga Desa Baraklambongan Kecamatan Bonto Matene, Selayar

26. Jumbrah (50) warga Barugayya Kecamatan Bontomanai, Selayar

27. Kartini, (51) warga warga Cinimabela Selayar

28. Daeng Tallara (60) warga Lambongan Tanah Beru

29. Patta Daeng (65) warga Lambongan Tanah Beru, suami dari Daeng Tallara

30. Irnawati (51) warga Desa Polassi Kecamatan Bonto Matene Selayar

31. Andi Fitri Yuliana (37) warga Jalan Mangga, Selayar

32. Anjel (8) warga Cinimabela (asal Galesong Takalar)

33. Andi Atifah (3) warga Kabupaten Bone

34. Andi Hanifah (7) warga Kabupaten Bone

35. Jae (50) warga Dusun Sapuhatu Desa Kayu Bau Selayar

 

 
 
(https://news.okezone.com/read/2018/07/04/340/1917738/korban-tewas-km-lestari-maju-jadi-35-orang-mayoritas-lansia-dan-anak)

Investor Korea Selatan (Korsel) berminat mengikuti lelang perluasan Bandara Hang Nadim yang rencananya akan dilaksanakan pada semester kedua tahun ini.

 

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Boem baru-baru ini.

“Ya, kami akan ikut serta dalam proyek perluasan bandara,” katanya kepada media.

Kim mengatakan dalam mengikuti lelang ini nantinya mereka ingin menerapkan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau public private partnership (PPP).

“Kami sudah lama berminat dan akan melakukannya dengan skemap public private partnership,” ujarnya.

Ia kemudian mengatakan beberapa waktu lalu, ada sejumlah investor Korsel yang mencoba menggali informasi dari Kedubes Korsel di Indonesia mengenai investasi yang potensial.

“Makanya mereka mendapatkan informasi dan berminat pada proyek perluasan di Hang Nadim,” ungkapnya.

Sebelumnya saat melakukan pertemuan dengan Deputi 4 BP Batam, Eko Budi Soepriyanto, Kim berharap BP Batam lebih atraktif dalam memberikan kemudahan berinvestasi.

Kim mengatakan dengan segala potensi yang dimiliki Kota Batam, salah satunya sebagai hub logistik dan pariwisata sangat bernilai tinggi bagi perusahaan yang beroperasi di kawasan di kota industri tersebut.

Selain itu lanjut Kim, Kota Batam memiliki keunggulan lain yaitu sebagai daerah yang memiliki status sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas.

Sementara itu Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso mengatakan pihaknya terus berbenah guna memberikan kenyaman kepada para penumpang.

Salah satunya dengan menata gerai oleh-oleh yang ada di lantai dua Hang Nadim sehingga tidak menghambat penumpang yang akan berangkat dan menuju ke ruang tunggu di pintu tujuh.

(http://batampos.co.id/2018/07/03/korea-ikut-lelang-perluasan-hang-nadim/)

Pesawat Trigana Air yang mengangkut personel Brimob pengaman Pilkada Papua ditembak kelompok bersenjata saat mendarat di Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua. Aparat kepolisian bersama TNI masih mengejar pelaku.

"(Pelaku) masih dikejar oleh TNI-Polri," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes A.M. Kamal, Senin (25/6/2018).

Pesawat Twin Otter Trigana yang disewa oleh Brimob tersebut ditembak di Bandara Keneyam sekiraa pukul 10.00 WIT tadi. Awalnya, pesawat dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, mendarat dengan mulus di Bandara Keneyam pada pukul 09.40 WIT.

Kemudian pesawat menuju taxi out untuk parkir, namun tiba-tiba ditembak orang tak dikenal pada sekitar pukul 10.00 WIT. Atas peristiwa tersebut, pilot pesawat, Kapten Ahmad Abdillah Kamil tertembak dibagian punggung.

 

"Korbannya pilot pesawat, sudah mendapat penanganan medis," ujar Kamal.

 

Pilot terkena tembakan dirawat tim medis (Andrew/Okezone)

"Diperkirakan pesawat dihujani tembakan dari arah kiri pesawat karena korban luka tembak merupakan pilot yang duduk di sebelah kiri pesawat," lanjut dia.

Dari data manifes, pesawat tersebut ditumpangi oleh 15 orang dan diawaki seorang pilot dan seorang kopilot.

Sebelumnya, pada Jumat 22 Juni lalu, Pesawat Twin Otter milik Demonim ditembak sesaat hendak mendarat di Bandara Kenyam hingga menyebabkan co pilot Irene Nur Farida mengalami luka di pergelangan kaki kanan akibat terkena serpihan peluru.

Kepala Trigana Jayapura, Toro mengakui, kru pesawat Trigana dengan kode penerbangan PK-YRU membawa 18 penumpang yang akan bertugas mengamankan pilkada di kawasan itu. Manajemen juga belum dapat memastikan kondisi pilot yang terkena serpihan peluru karena tidak bisa berkomunikasi.

"Apalagi kami mendapat laporan saat ini masih terjadi baku tembak sehingga pilot dan pesawat belum bisa keluar dari Kenyam," kata Toro.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/06/25/340/1913608/polri-tni-buru-kelompok-bersenjata-penembak-pesawat-berisi-brimob-di-papua)

KM Berkat Anugrah tenggelam setelah dihempas gelombang tinggi disertai angin kencang saat melintas di perairan Pulau Pulun, Kecamatan Daik, Kabupaten Lingga, Minggu (24/6) pagi. Satu orang ditemukan tewas, sementara 12 lainnya selamat.

 

“Satu penumpang wanita atas nama Eri, umur 40 tahun, ditemukan meninggal dunia,” ujar Kasat Polair Polres Lingga, AKP Patin Tarigan, Minggu (24/6) sore.

Patin menjelaskan, kapal naas itu membawa 13 orang yang terdiri dari satu nakhoda, tiga kru kapal, dan delapan penumpang. Selain itu, kapal juga memuat 10 ton kelapa dan 5 ton pisang.

Kapal yang dinakhodai Arif, 58, tersebut berlayar dari Nipah Panjang, Jambi, Sabtu (23/6) dengan tujuan Pelabuhan Bagan Piayu, Kecamatan Seibeduk, Batam. Namun kapal tersebut tenggelam saat melintas di perairan Lingga.

Insiden tersebut pertama kali diketahui kru kapal Oceanna 10 yang pagi itu juga tengah melintas di perairan Pulau Pulun, Lingga. Namun saat itu kondisi kapal sudah terbalik dan tenggelam. Kru kapal Oceanna 10 yang melihat para penumpang KM Berkat Anugrah mengapung di laut langsung melakukan pertolongan.

“Sebanyak 12 penumpang berhasil diselamatkan. Satu yang meninggal dunia,” ujar Patin.

Adapun 12 penumpang selamat itu antara lain Arif (nakhoda) dan tiga kru kapal masing-masing Adi, Saril, dan Syaiful Rahman. Keempatnya merupakan warga Nipah Panjang, Jambi.

Kemudian delapan penumpang lainnya masing-masing Andi Hasbih, Jumadi, Andi Rosmawati, Amat, Sarbini, Selamat Santosa, Nude, dan Andre. Mereka merupakan warga Jambi dan Batam.

Setelah berhasil dievakuasi, penumpang selamat dan meninggal dunia dibawa ke Tanjung Kelit, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga.

“Namun hingga saat ini seluruh barang angkutan serta kapal KM Berkat Anugrah belum dapat di evakuasi,” kata Patin.

Cuaca Ekstrem sampai Akhir Juni

Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat harus waspada terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir Juni ini.

“Cuaca ekstrim harus diwaspadai setidaknya sampai 30 Juni 2018,” kata Kepala Humas BMKG, Hary Tirto Djatmiko, Minggu(24/6).

Dalam laporan BMKG disebutkan potensi hujan lebat akan tersebar merata di seluruh Indonesia bagian barat dan timur. Meliputi Sumatera, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi dan sebagian wilayah Papua. Potensi hujan lebat ini diperkirakan akan terjadi pada 24 hingga 26 Juni 2018.

Hary mengatakan, penyebabnya masih sama, yakni terbentuknya aliran massa udara basah yang dibawa oleh sirkulasi siklonik di pantai barat Pulau Sumatera. Masa udara basah tersebut dibawa dari Samudera Hindia.

Akibat massa udara basah ini, pembentukan awan hujan menjadi lebih mudah. Perubahan cuaca ini membawa potensi angin kencang, badai petir, dan gelombang tinggi bervariasi di masing-masing provinsi.

Hary menjelaskan, siklonik yang terbentuk di pantai barat Sumatera tersebut membentuk area belokan angin yang luas. Lantas membentuk siklus udara tertutup. Di langit lokasi tersebut, kecepatan angin melambat dan terkonsentrasi.

“Sehingga penguapan lebih cepat dan bisa membentuk awan hujan secara optimal,” jelas Hary.

Selain itu, kondisi perarairan juga mesti diwaspadai. Hary mengatakan, angin kencang dan hujan lebat berpotensi menimbulkan gelombang tinggi 0 hingga 2 meter. Hary menekankan kegiatan pelayaran baik di laut maupun di selat harus waspada.

“Selain itu, masyarakat perlu waspada jika beraktivitas di dekat pantai atau perairan, meskipun tentunya kami tidak bisa melarang,” jelas Hary.

(http://batampos.co.id/2018/06/25/dihantam-gelombang-km-berkat-anugrah-tenggelam-di-lingga-1-tewas-12-selamat/)

Destinasi wisata di Nongsa ramai dikunjungi masyarakat Batam, seperti Kebun Raya Batam, Nongsa Pantai, Pulau Putri, Pantai Mak Dare, Pantai Bale-Bale. Tempat-tempat itu menyediakan wisata yang murah meriah. Masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk masuk ke tempat-tempat ini. Namun pemandangan yang disuguhkan tak kalah bagus dibandingkan destinasi wisata lainnya yang cukup menguras dompet.

 

Maka tidak heran saat musim liburan seperti saat ini, kendaraan lalu lalang menuju ke Nongsa. Salah seorang yang ditemui Batam Pos di Nongsa Pantai, Agus mengatakan sudah menjelajahi setiap destinasi wisata di Nongsa.

“Saya bersama keluarga sudah masuk ke semua tempat di sini. Begitu dapat info ada tempat wisata baru di sini, saya datangin,” katanya sembari tertawa, Rabu (20/6).

Ia mengatakan destinasi wisata di Nongsa terdapat banyak pilihan. Ada wisata edukasi, sekaligus mengajak keluarga merasakan suasana perbukitan di Kebun Raya Batam.

“Di sana bisa mengajarkan anak-anak tentang berbagai macam tumbuhan. Wisata sekaligus belajar juga. Kalau untuk pantai, jangan tanya lagi. Nongsa ini jagonya wisata pantai, banyak pilihan,” kata pria yang tinggal di daerah Tiban itu.

Hal senada diucapkan oleh Nesya. Gadis usia 20tahunan mengatakan memilih berlibur bersama teman-temannya, karena tidak pulang kampung di lebaran kali ini.

“Enggak ada duit, ini aja cari tempat wisata murah. Tapi spot foto banyak yang bagus-bagus di sini, lumayan dipamerin lalu masukin ke instagram,” ujarnya sembari tersenyum.

Nesya tidak sendirian, ia bersama teman-teman satu tempat kerjanya menikmati sejuknya udara Kebun Raya Batam.

“Kalau sendiri tidak asyik mas, macam orang galau. Kan saya ingin bersenang-senang,” tuturnya.

Ramainya pengunjung ke Nongsa ini, dibenarkan oleh salah seorang pengelola destinasi wisata di Nongsa Pantai.

“Kalau libur lebaran ini, sepinya saat hujan aja. Kalau tak hujan, tumpah ruah,” ungkap salah satu pengelola di Nongsa Pantai, Yuliandi.

Ia mengatakan saat ini di daerah Nongsa sudah banyak pilihan tempat wisata. Tentunya mau tak mau, pihaknya harus lebih kreatif, agar dapat menarik pengunjung lebih banyak. Yuliandi mengatakan ditempatnya menyediakan banana boat. Wahana satu ini cukup banyak digemari masyarakat.

Tidak jauh dari Nongsa Pantai, terdapat destinasi lain yang sedang dibangun oleh Pemko Batam yakni Pulau Putri. Untuk mengunjungi pulau itu, masyarakat harus menggunakan boat dan berlayar sekitar 15 menit.

Yuliandi mengatakan pihaknya menyediakan boat menuju ke Pulau Putri.

“Harganya tak mahal, terjangkaulah bagi masyarakat Batam. Ada hiburan khas melayu juga, dan tentunya itu bisa dinikmati masyarakat ketika berkunjung ke sini,” ujarnya.

Sejumlah wisatawan lokal maupun mancanegara pun memadati kawasan Barelang.

Arus lalu lintas di jalan menuju tempat tersebut juga dipadati oleh kendaraan roda dua, roda empat maupun mobil wisatawan.

Sejumlah masyarakat yang ditemui Batam Pos mengaku sengaja menghabiskan waktu liburnya untuk berkunjung ke tempat tersebut.

“Hari ini terakhir libur panjang, jadi sekeluarga kumpul-kumpul di sini saja,” ujar Iranti, Rabu (20/6).

Lokasi lain yang dikunjungi warga Batam adalah pantai Melayu, Rempang Galang. Pengujung terlihat memadati pantai ini mulai pukul 10.00 WIB. Kebanyakan dari wisatawan ini datang bersama keluarga mereka. Pengelola, Arman, mengaku sejak liburan panjang Minggu (17/6) lalu ramai dikunjungi wisatawan.

“Kalau liburan begini memang banyak yang datang,” katanya.

Ia mengatakan, berbeda dengan hari biasa, wisatawan yang datang ketika libur panjang bisa lebih dari 1.000 pengunjung. Untuk menghadapi banyaknya pengunjung, pihak pengelola menyiagakan beberapa petugas untuk mengawasi pergerakan pengunjung.

“Pengawasan serta petugas keselamatan tetap ada disini,” katanya.

Salah satu pengunjung Pantai Melayu, Masayu menuturkan, hari terakhir libur panjang tersebut sengaja ia manfaatkan untuk berkunjung ke pantai.

“Beberapa hari ini berkunjung ke sanak saudara, sekarang waktunya untuk ke pantai, mandi dan makan-makan bersama keluarga besar,” pungkasnya. 

(http://batampos.co.id/2018/06/21/destinasi-wisata-nongsa-ramai-di-kunjungi-masyarakat/)

Asyik di Facebook