Jul 23, 2018 Last Updated 7:53 AM, Jul 23, 2018
Nasional

Nasional (459)

Destinasi wisata di Nongsa ramai dikunjungi masyarakat Batam, seperti Kebun Raya Batam, Nongsa Pantai, Pulau Putri, Pantai Mak Dare, Pantai Bale-Bale. Tempat-tempat itu menyediakan wisata yang murah meriah. Masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk masuk ke tempat-tempat ini. Namun pemandangan yang disuguhkan tak kalah bagus dibandingkan destinasi wisata lainnya yang cukup menguras dompet.

 

Maka tidak heran saat musim liburan seperti saat ini, kendaraan lalu lalang menuju ke Nongsa. Salah seorang yang ditemui Batam Pos di Nongsa Pantai, Agus mengatakan sudah menjelajahi setiap destinasi wisata di Nongsa.

“Saya bersama keluarga sudah masuk ke semua tempat di sini. Begitu dapat info ada tempat wisata baru di sini, saya datangin,” katanya sembari tertawa, Rabu (20/6).

Ia mengatakan destinasi wisata di Nongsa terdapat banyak pilihan. Ada wisata edukasi, sekaligus mengajak keluarga merasakan suasana perbukitan di Kebun Raya Batam.

“Di sana bisa mengajarkan anak-anak tentang berbagai macam tumbuhan. Wisata sekaligus belajar juga. Kalau untuk pantai, jangan tanya lagi. Nongsa ini jagonya wisata pantai, banyak pilihan,” kata pria yang tinggal di daerah Tiban itu.

Hal senada diucapkan oleh Nesya. Gadis usia 20tahunan mengatakan memilih berlibur bersama teman-temannya, karena tidak pulang kampung di lebaran kali ini.

“Enggak ada duit, ini aja cari tempat wisata murah. Tapi spot foto banyak yang bagus-bagus di sini, lumayan dipamerin lalu masukin ke instagram,” ujarnya sembari tersenyum.

Nesya tidak sendirian, ia bersama teman-teman satu tempat kerjanya menikmati sejuknya udara Kebun Raya Batam.

“Kalau sendiri tidak asyik mas, macam orang galau. Kan saya ingin bersenang-senang,” tuturnya.

Ramainya pengunjung ke Nongsa ini, dibenarkan oleh salah seorang pengelola destinasi wisata di Nongsa Pantai.

“Kalau libur lebaran ini, sepinya saat hujan aja. Kalau tak hujan, tumpah ruah,” ungkap salah satu pengelola di Nongsa Pantai, Yuliandi.

Ia mengatakan saat ini di daerah Nongsa sudah banyak pilihan tempat wisata. Tentunya mau tak mau, pihaknya harus lebih kreatif, agar dapat menarik pengunjung lebih banyak. Yuliandi mengatakan ditempatnya menyediakan banana boat. Wahana satu ini cukup banyak digemari masyarakat.

Tidak jauh dari Nongsa Pantai, terdapat destinasi lain yang sedang dibangun oleh Pemko Batam yakni Pulau Putri. Untuk mengunjungi pulau itu, masyarakat harus menggunakan boat dan berlayar sekitar 15 menit.

Yuliandi mengatakan pihaknya menyediakan boat menuju ke Pulau Putri.

“Harganya tak mahal, terjangkaulah bagi masyarakat Batam. Ada hiburan khas melayu juga, dan tentunya itu bisa dinikmati masyarakat ketika berkunjung ke sini,” ujarnya.

Sejumlah wisatawan lokal maupun mancanegara pun memadati kawasan Barelang.

Arus lalu lintas di jalan menuju tempat tersebut juga dipadati oleh kendaraan roda dua, roda empat maupun mobil wisatawan.

Sejumlah masyarakat yang ditemui Batam Pos mengaku sengaja menghabiskan waktu liburnya untuk berkunjung ke tempat tersebut.

“Hari ini terakhir libur panjang, jadi sekeluarga kumpul-kumpul di sini saja,” ujar Iranti, Rabu (20/6).

Lokasi lain yang dikunjungi warga Batam adalah pantai Melayu, Rempang Galang. Pengujung terlihat memadati pantai ini mulai pukul 10.00 WIB. Kebanyakan dari wisatawan ini datang bersama keluarga mereka. Pengelola, Arman, mengaku sejak liburan panjang Minggu (17/6) lalu ramai dikunjungi wisatawan.

“Kalau liburan begini memang banyak yang datang,” katanya.

Ia mengatakan, berbeda dengan hari biasa, wisatawan yang datang ketika libur panjang bisa lebih dari 1.000 pengunjung. Untuk menghadapi banyaknya pengunjung, pihak pengelola menyiagakan beberapa petugas untuk mengawasi pergerakan pengunjung.

“Pengawasan serta petugas keselamatan tetap ada disini,” katanya.

Salah satu pengunjung Pantai Melayu, Masayu menuturkan, hari terakhir libur panjang tersebut sengaja ia manfaatkan untuk berkunjung ke pantai.

“Beberapa hari ini berkunjung ke sanak saudara, sekarang waktunya untuk ke pantai, mandi dan makan-makan bersama keluarga besar,” pungkasnya. 

(http://batampos.co.id/2018/06/21/destinasi-wisata-nongsa-ramai-di-kunjungi-masyarakat/)

Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijirah telah berakhir Rabu (20/6) kemarin. Namun ribuan warga Batam yang mudik beberapa waktu lalu tercatat belum kembali lagi ke kota industri ini.

 

Data tersebut diperoleh dari perbandingan penumpang arus mudik dan arus balik melalui pelabuhan maupun Bandara Hang Nadim Batam, setidaknya hingga Rabu (20/6) kemarin. Jumlah pemudik lebih besar jika dibandingkan dengan arus balik. Selisihnya mencapai ribuan orang.

Di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) Batam, misalnya. Jumlah pemudik mulai H-3 hingga H-1 Lebaran tercatat mencapai 17.585 orang. Namun jumlah penumpang datang mulai H+1 hingga H+3 melalui pelabuhan tersebut hanya 13.592 orang.

Dengan kata lain, jumlah arus balik berkurang 3.992 orang dari pemudik di periode yang sama.

Sayangnya, pihak pelabuhan belum memiliki angka kedatangan arus balik untuk H+4 dan H+5, kemarin. Namun, Ketua Bidang Penumpang DPC INSA Batam, Asmadi, memperkirakan ada sekitar 7 ribu orang yang akan masuk melalui PDS, kemarin.

“Mungkin ada tujuh ribu pemudik yang akan kembali hingga last ferry nanti,” kata Asmadi, Rabu (20/6).

Asmadi mengatakan, puncak arus balik melalui PDS terjadi pada Rabu (20/6) kemarin menyusul berakhirnya masa libur dan cuti Lebaran. Selain kedatangan, arus penumpang yang berangkat juga tinggi. Mereka merupakan warga yang akan kembali ke daerah asalnya setelah libur Lebaran di Batam.

“Masih ada tiga ribu yang berangkat. Kalau hari biasa yang berangkat hanya seribu penumpang,” ujarnya.

Humas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Batam, Erik Mario, mengungkapkan puncak arus balik yang diterima hingga siang kemarin baru dari KM Kelud, yakni sekitar 3.000 penumpang.

“Puncaknya sekarang. Untuk jumlah menunggu sore nanti. Perkiraan yang datang bisa sampai enam hingga tujuh ribu orang,” ujarnya, kemarin.

Erik mengatakan, arus balik ke Batam diperkirakan masih akan berlanjut hingga H+7 Lebaran atau Jumat (22/6) besok. “Semoga hingga arus balik selesai semua aman,” katanya.

Selisih penumpang arus mudik dan balik juga terlihat di Bandara Hang Nadim, Batam. Otoritas bandara mencatat ada 41.105 pemudik yang meninggalkan Batam sepanjang H-4 hingga H-1 Lebaran lalu.

Sementara jumlah penumpang yang datang sepanjang H-1 hingga H+4 Lebaran hanya 32.491 orang. Meski begitu, pihak bandara mengklaim arus balik melalui Hang Nadim masih akan berlanjut hingga Minggu (24/6) nanti.

“Jumlah yang berangkat lebih banyak dibandingkan yang datang,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, Rabu (20/6).

Namun Suwarso memperkirakan, rendahnya penumpang yang datang hingga H+5 Lebaran kemarin bukan berarti banyak pemudik yang tak kembali ke Batam. Melainkan karena para pemudik masih menghabiskan masa liburannya di kampung halaman.

Suwarso merinci, jumlah pemudik pada H-4 Lebaran atau Senin (11/6) lalu sebanyak 10.105 orang, H-3 10.174 orang, H-2 10.448 orang, dan H-1 10.378 orang. Selama empat hari itu, total pemudik melalui Bandara Hang Nadim sebanyak 41.105 orang.

Sedangkan penumpang yang datang ke Batam di H+1 Lebaran atau Sabtu (16/6) sebanyak 7.493 orang, H+2 7.834 orang, H+3 8.192, dan H+4 sebanyak 8.972 orang. Jumlah keseluruhan penumpang yang datang selama empat hari itu sebanyak 32.491 orang.

Seorang penumpang yang ditemui Batam Pos di terminal kedatangan Bandara Hang Nadim, Erizal, mengaku kembali ke Batam sendirian saja. Padahal saat pulang ke kampung halamannya, ia bersama istri serta ketiga anaknya.

“Saya besok (hari ini, red) sudah masuk (kerja). Namun istri dan anak masih tinggal di kampung,” tuturnya.

Ia mengatakan, istrinya tidak bekerja, hanya ibu rumah tangga biasa. Sementara dua orang anaknya yang sudah sekolah masih libur panjang.

“Kalau nggak salah masuknya Juli, yah mereka berlama-lama di tempat neneknya,” ujarnya sembari berlalu.

Sementara itu, petugas ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam mencatat masyarakat keluar Batam menuju ke Mengkapan, Riau dari H-7 hingga H+1 sebanyak 1.917 orang, serta 307 kendaraan.

“Rute ini dilayani Kapal Lome dan Satria Pratama,” kata General Manager PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Batam, Anis Adinizam, kemarin.

Ia mengatakan, dari data dimilikinya, penumpang paling banyak berangkat itu di H-5 Idul Fitri sebanyak 336 orang, lalu di H+1 sebanyak 257 orang. Walaupun Lebaran telah berlalu satu hari, minat masyarakat keluar Batam menuju Mengkapan masih tetap tinggi.

Untuk rute Batam ke Dabo, penumpang yang berangkat dari H-7 hingga H+3 sebanyak 1.746 orang serta 57 kendaraan. Lonjakan paling tinggi di H-7 Lebaran, tercatat penumpang yang menyeberang ke Dabo sebanyak 431 orang dan 17 kendaraan.

Anis menuturkan rute Batam ke Tanjunguban, atau sebaliknya dilayani sebanyak lima kapal. “Kemarin saja hingga 17 trip seharinya, biasanya cuma 10 trip saja,” ucapnya.

Ia merinci penumpang yang berangkat dari Batam menuju ke Tanjunguban dari H-7 hingga H+2 Idul Fitri sebanyak 12.843 orang serta 4.852 kendaraan. Sedangkan penumpang dari Tanjunguban menuju ke Batam menggunakan Kapal Roro dari H-7 hingga H+2 Idul Fitri sebanyak 15.551 orang dan 5.545 kendaraan.

“Puncak arus balik itu kemarin. Namun jumlah ini akan terus turun hingga H+7 Lebaran,” ungkap Anis.

Arus Balik Lancar

Memasuki H+5 Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah, Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Didid Widjanardi memantau arus balik di Bandara Internasional Hang Nadim dan Pelabuhan Batuampar, Rabu (20/6) siang. Kapolda mengklaim, arus balik Lebaran ke Batam berjalan aman dan lancar.

Menurut Kapolda, yang menjadi perhatian pihaknya adalah masalah transportasi laut. Sebab, wilayah Kepulauan Riau sebagian besar merupakan wilayah laut. Tentunya masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri ini mayoritas menggunakan angkutan laut. Sehingga, masalah transportasi laut menjadi perhatian serius pihaknya.

“Ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah dalam hal ini Pelni, untuk memberikan sarana angkut gratis baik itu mudik maupun balik, sekarang saya katakan kondisinya masih aman dan lancar,” tuturnya.

Demi kelancaran masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri, pihaknya telah menggelar Operasi Ketupat Seligi 2018 yang dimulai sebelum Lebaran. Adapun Operasi ini akan berakhir pada Senin (25/6) mendatang.

“Secara global, saya sampaikan situasi saat ini masih sangat kondusif,” imbuhnya.

Sementara Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam AKP Reza Morandi Tarigan memastikan pengamanan penumpang yang berangkat dari beberapa pelabuhan di Batam berjalan dengan baik. Pengamanan itu melibatkan personel dari Polda Kepulauan Riau, Polresta Barelang, hingga personel Polsek KPPP.

“Pengamanan ini kita melibatkan hingga 100 pesonel di Pelabuhan Batuampar. Kepada penumpang kita lakukan pemeriksaan barang dalam mengantisipasi masuknya barang-barang illegal ke Batam,” tuturnya.

Pelni Tambah Armada

Sementara arus balik ke Batam melalui Pelabuhan Batuampar mulai terlihat pada H+5 Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah, Rabu (20/6) kemarin. Pantauan Batam Pos, tampak ribuan penumpang kapal KM Kelud turun maupun naik di pelabuhan tersebut, kemarin.

“Penumpang yang turun hari ini dari Belawan ke Batam berjumlah 2.179 sedangkan penumpang yang naik 1.516 dengan tujuan Tanjung Priok, Jakarta. Penumpang lanjutan 901 orang,” ujar Kepala Pelni cabang Batam, Sugiyanto.

Menurut Sugiyanto, puncak arus balik dengan tujuan Batam terjadi pada tanggal 27 Juni mendatang. Meski akan memasuki puncak arus balik, ia memastikan bahwa tidak ada penambahan armada. Hanya saja, kapal dari Belawan menuju ke Batam akan ditambah jadwal keberangkatannya.

Untuk penambahan keberangkatan dilakukan untuk tujuan Tanjung Priok. Dimana, kapal KM Umsini yang sebelumnya langsung masuk ke Kijang, akan masuk ke Batam terlebih dahulu dan kemudian dilanjutkan ke Kijang pada tanggal 30 Juni mendatang.

“Jadi selama Lebaran ini, yang mudik dengan menggunakan Pelni ini sekitar 20 ribuan yang sudah berangkat ke Belawan maupun ke Jakarta. Sementara untuk yang balik masih berlangsung sampai saat ini,” katanya.

Pelabuhan Internasional Padat

Lonjakan arus balik juga terlihat di sejumlah pelabuhan feri internasional di Batam, Rabu (20/6). Sejumlah warga Batam yang sebelumnya menghabiskan masa liburan di luar negeri ramai-ramai kembali ke Batam, kemarin.

Seperti yang terlihat di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center. Kasi Operasional Pelabuhan Internasional Batam Center, Sobri, mengatakan jumlah penumpang yang datang memang lebih banyak dibandingkan yang berangkat.

“Jumlah yang datang memang ramai, namun kami tak punya data untuk yang datang,” kata Sobri.

Untuk arus keberangkatan, menurut Sobri bisa dikatakan normal. Rata-rata yang berangkatpun merupakan warga negara Singapura dan Malaysia yang akan pulang setelah liburan di Batam.

“Kalau yang berangkat normal, sampai sore ini tercatat 5.279 penumpang. Hingga last ferry diperkirakan jumlah penumpang 6.000 an,” terang Sobri.

 

(http://batampos.co.id/2018/06/21/ribuan-pemudik-belum-kembali-ke-batam/)

Selama libur  lebaran hingga tepat hari H lebaran, layanan kepabeanan ekspor-impor di Batam tetap berjalan seperti biasa.

 

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bea Cukai (BC) Batam, Susila Brata, Rabu (6/6) sore.

“Selama libur lebaran, kami sudah membuat pengumuman, dan itu sudah kami upload di website kami juga. Mana-mana saja layanan yang kami buka selama liburn lebaran. Layanan ekspor-impor kami tegaskan tetap masuk dan berjalan seperti biasa. Selama lebaran pun layanan ekspor tetap buka 24 jam,” ujar mantan Kabid BKLI BC Batam tiga tahun lalu ini.

Sedangkan untuk layanan kepabeanan impor barang, lanjutnya, selama cuti lebaran tetap masuk. Hanya tepat di hari H lebaran selama dua hari, layanan impor diliburkan.

“Kami punya aturan personel yang ada tak boleh melebihi sepertiga dari kekuatan yang cuti nantinya. Menurt data dari kami, bahkan pegawai BC yang cuti kali ini sedikit sekali jumlahnya, tak sampai seperempat dari jumlah pegawai BC yang ada,” terangnya.

Sedangkan untuk pengawasan di pintu-pintu masuk di pelabuhan maupun maupun bandara, lanjut Susila, masih tetap berjalan normal.

“Kami ada pejabat di bidang P2 tak boleh satu haripun lowong pejabatnya. Jadi setiap hari selalu ada pergantian untuk piket sebagai pejabat di pengawasan. Demikian juga patroli laut akan tetap dijalankan seperti biasa. Kekuatan kami tak akan berkurang walaupun ada yang cuti,” kata Susila.

Mendekati lebaran nantinya, pintu-pintu masuk dan keluar seperti misalnya di pelabuhan penumpang Sekupang dan Harbour Bay tetap akan diberikan pelayanan yang maksimal. Begitu juga dengan di Bandara Hang Nadim.

“Kalau selama yang kami tambahkan jelang lebaran, kami tambahkan personel di titik seperti bandara dan elabuhan yang padat. Penambahan personel untuk mengantisipasi arus mudik maupun balik seperti juga di Pelabuhan Batuampar,” terang Susila.

Penambahan akan diberikan ke pelabuhan maupun bandara yang biasanya akan membludak jumlah penumpang yang mudik dan arus balk nantinya.

“Rata-rata penambahan personel sebanyak 50 persen dari kuota biasanya. Ada juga yang ditambahkan hingga 100 persen dari jumlah personel biasanya,” ujar Susila mengakhiri.\

(http://batampos.co.id/2018/06/08/bea-cukai-tetap-siagakan-petugas-selama-libur-lebaran/)

Tiket mudik dari Batam menuju ke berbagai daerah sudah tak tersedia lagi. Sementara itu, hanya dua maskapai saja yang mengajukan penambahan jadwal penerbangan yakni Lion Air dan Sriwijaya Air.

 

Kedua maskapai ini menambahkan jadwal penerbangan hanya ke beberapa daerah di Sumatera saja. Namun untuk daerah Pulau Jawa atau pulau lainnya tak ada penambahan jadwal penerbangan.

Hal ini membuat beberapa orang mencoba mencari alternatif mudik. Salah satu alaternatif yang cukup unik dilakukan masyarakat Batam dalam beberapa tahun belakangan, yakni mudik melalui Singapura.

Dewi, salah seorang masyarakat Batam yang memilih mudik melalui Singapura, ia mengaku memilih mudik melalui negara tetangga karena biayanya lebih murah dibandingkan melalui Hang Nadim.

“Saya memilih karena alasan waktu juga,” katanya, Kamis (7/6).

Ia mengatakan tiket dari Bandara Changi, Singapura ke Pekanbaru berada pada kisaran Rp 500 ribu. Sementara itu, rute Batam ke Pekanbaru berada dikisaran harga Rp 800 ribu.

“Tahun lalu saya juga menjalani mudik melalui Singapura,” ungkapnya.

Hal yang senada diungkapkan oleh Sunanto, pria lajang asli Surabaya ini juga memilih mudik melalui Singapura.

“Murah, lumayan tiketnya selisih Rp 700 ribu,” tuturnya.

Ia mengatakan berangkat 11 Juni, tiket dari Singapura ke Surabaya dibelinya dengan harga Rp 1,3 juta. Sedangkan tiket dari Batam menuju ke Surabaya, sudah berada dikisaran Rp 2 juta. Tiket yang tersediapun, hanya untuk penerbangan transit.

Terkait mudik melalui Singapura ini, telah lama didengar oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso.

“Memang ada,” ujarnya.

Dari pantauannya selama beberapa tahun ini, masyarakat yang memanfaatkan mudik melalui Singapura itu berkisar diangka 10 persen dari jumlah keseluruhan pemudik Idul Fitri.

“Kalau soal harga bedanya dikisaran Rp 400-600 ribu lah untuk ke beberapa daerah tujuan,” tututnya.

Suwarso mengungkapkan di Singapura tidak menetapkan tarif ambang batas atas atau bawah. Sehingga saat hari besar atau libur, tarif tiket di Singapura tidak ada lonjakan yang berarti.

“Sama saja (tarif tiket Singapura,red), reguler,” ucapnya.

Alternatif mudik tidak hanya melalui Singapura saja. Masyarakat Batam dapat mudik melalui jalur laut. Beberapa pelabuhan di Batam menyediakan rute pelayaran ke beberapa daerah di Sumatera serta Jawa.

Kasatker Pelabuhan Domestik Sekupang, Suherman mengatakan pihaknya melayani rute ke Tanjungbuton, Dumai, Bengkalis, Selatpanjang, Tembilahan, Sungai Guntung, Kuala Galung, Kuala Tungkal dan Kuala Enok.

“Tiketnya masih menerapkan harga reguler,” ucapnya.

Harga tiket Pelabuhan Sekupang, Batam menuju ke Tanjung Buton hanya Rp 290 ribu,

  • Sekupang ke Dumai Rp 400 ribu,
  • Sekupang ke Bengkalis Rp 300 ribu,
  • Sekupang ke Selat Panjang Rp 110ribu,
  • Sekupang ke Tembilahan Rp 450 ribu,
  • Sekupang Sungai Guntung Rp 450 ribu,
  • Sekupang ke Kuala Galung Rp 420ribu,
  • Sekupang ke Kuala Tungkal Rp 445ribu dan
  • Sekupang ke Kuala Enok Rp 505ribu.

Selain melalui Pelabuhan Sekupang, masyarakat juga bisa mudik melalui Pelabuhan Roro di Telagapunggur, Nongsa. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Punggur Anis Adinizam mengatakan pihaknya melayani rute pelayaran dari Batam menuju ke Mengkapan, Riau, lalu juga ke Karimun, Dabo, Lingga serta juga ke Jambi.

“Jadwal rutenya dapat dilihat melalui website www.indonesiaferry.co.id,” ungkapnya.

Kelebihan mudik melalui Kapal Roro, masyarakat bisa membawa kendaraanya ke daerah tujuan. Sebagian kecil masyarakat memilih mudik melalui jalur ini. Salah satunya, Sherly Comala Sari. Perempuan asal Padang ini, menuturkan sudah beberapa tahun mudik menggunakan Kapal Roro.

“Sekalian jalan-jalan dan menikmati libur. Lalu kadang saat sampai di Padang, sudah cari mobil rental. Yahh terpaksa bawa mobil dari sini saja,” ucapnya singkat.

(http://batampos.co.id/2018/06/08/mudik-melalui-singapura/)

Dua maskapai berbiaya murah, Citilink dan Lion Air memastikan tiket mudik dari 9 hingga 14 Juni habis terjual. Dari data kedua maskapai ini, ada tujuh daerah tujuan mudik yang tiketnya ludes.

 

Citilink memastikan tiket mudik untuk ke Padang, Pekanbaru dan Surabaya tidak ada lagi yang tersisa.

Sementara itu Maskapai Lion Air mendata tidak ada lagi kursi penumpang yang tersedia ke daerah Solo, Semarang, Yogyakarta, Pekanbaru, Padang, Lampung dan Surabaya.

“Sebelum tanggal 9 itu ada. Tapi tak banyak lagi, paling satu dua. Itupun kalau mau cek tiketnya saat tengah malam atau subuh,” kata Manager Lion Air Area Batam M Zaini Bire, Selasa (5/6).

Ia mengatakan masyarakat juga sudah mulai memesan tiket di luar tanggal 9 hingga 14 Juni. Sehingga ketersedian tiket di luar tanggal itu hanya beberapa persen saja. “Kalau pas hari H lebaran itu, masih cukuplah,” ungkapnya.

Terkait dengan extraflight Lion Air, Bire mengatakan yang baru dibuka tersebut untuk penerbangan Batam ke Pekanbaru. Namun untuk tujuan Padang masih belum. “Untuk PKU (Pekanbaru,red), kami mendapatkan slottime pukul 06.00. Tapi tetap menggunakan harga ambang batas atas,” ujarnya.

Sementara itu Manager Area Citilink Sumatera dan Kalimantan, Hendra JS membenarkan ludesnya tiket ke Padang, Pekanbaru, Surabaya dari 9 hingga 14 Juni. “Luar itu ada, tapi gak banyak,” ucapnya.

Sampai saat ini, Hendra mengatakan Citilink belum membuka adanya penambahan jadwal penerbangan. Bagi masyarakat yang tidak mendapatkan tiket, Hendra menuturkan ada kesempatan untuk pulang kampung di 15 Juni. Saat hari H lebaran.
“Statusnya saat itu open booking. Tak terisi, mungkin bisa memanfaatkan momen tersebut,” ujarnya,

Hendra menyampaikan masyarakat dapat membeli tiket sedikit lebih murah. Dengan memanfaatkan program beli tiket pulang pergi (PP), mendapatkan diskon 10 persen. Promo ini berlaku ke seluruh daerah tujuan.

“Program ini sudah lama. Diskon ini didapat baik beli tiket melalui situs online maupun agen travel atau langsung di konter-konter Citilink,” tuturnya.

(http://batampos.co.id/2018/06/06/tiket-mudik-ke-7-daerah-ludes/)

 Persidangan perkara narkotika terhadap Ahmad Syahman Shaharuddin, yang merupakan Pilot dari maskapai Malindo Air divonis ringan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (6/6).

 

Hakim ketua Tumpal Sagala mengatakan, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagai penyalahguna narkotika golongan I bagi diri sendiri, yang sebagaimana diatur dalam dakwaan lebih subsider jaksa penuntut umum (JPU) Hendarsyah.

“Bahwa unsur penyalahgunaan narkotika bagi diri sendiri telah terpenuhi, sebagaimana diatur dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara delapan bulan, dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani,” ujar Tumpal, yang didampingi anggota Chandra dan Rozza.

Sementara, terhadap dakwaan primair yakni Pasal 115 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, pemimpin majelis hakim yang juga Ketua PN Batam itu menyebutkan, tidak terpenuhinya unsur pidana yang dilakukan terdakwa terhadap kedua pasal tersebut.

Padahal, saat terdakwa yang diamankan langsung oleh Direktur BUBU Hang Nadim Suwarso, 30 Desember 2017 lalu di depan toilet Bandara Hang Nadim, ditemukan barang bukti berupa sabu seberat 1,9 gram yang juga dihadapkan ke persidangan.

“Terhadap barang bukti, bahwa terdakwa tidak bermaksud mengedarkan atau memperjual belikan narkotika jenis sabu tersebut melainkan untuk dipergunakan secara pribadi,” jelas Tumpal Sagala.

Menanggapi putusan majelis hakim yang lebih ringan satu bulan dari tuntutan jaksa sebelumnya, terdakwa yang didampingi penasehat hukum Zuhrin Pasaribu menyatakan pikir-pikir, juga JPU.

Di luar persidangan, PH terdakwa mengaku, sikap pikir-pikir yang diambil mengingat terdakwa cukup untuk menjalani rehabilitasi saja karena terbukti hanya sebagai pengguna narkotika dan bukan pengedar. “Dalam pembelaan kami juga disampaikan keberatan itu yang membawa terdakwa ke ranah pidana,” singkatnya.

Diketahui, pilot maskapai Malindo Air dengan rute Malaysia-Batam ini, kedapatan mengkonsumsi sabu saat dilakukannya penertiban narkotika di lingkunag bandara melalui pemeriksaan tes urine di Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (30/12) 2017 lalu.

Saat itu ia baru mendarat di Batam. Sebelum melewati pemeriksaan imigrasi yang juga terdapat petugas BNNP Kepri, terdakwa bergegas menuju toilet untuk menghilangkan barang bukti berupa sabu. Namun, aksinya itu menaruh curiga Direktur BUBU Hang Nadim Suwarso yang langsung menunggu terdakwa di luar ruang toilet.

Terdakwa yang panik, diminta untuk melakukan tes urine. Seketika itu ia mengaku mengkonsumsi sabu dan membuang sisa sabu yang dimilikinya di tong sampah toilet tersebut. 

 

(http://batampos.co.id/2018/06/07/pilot-malindo-air-divonis-8-bulan/)

Seorang guru Bahasa Inggris berinisial WAR (35) diduga melecehkan puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 10 Tugu, Pondok Duta, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Parahnya aksi pelehan tersebut dilakukan di lingkungan sekolah saat kegiatan jam belajar mengajar berlangsung.

Menurut pengakuan AK (34) salah satu orangtua korban berinisial MF (12), pelaku mengancam korban dengan memberikan nilai rendah. Selain itu, pelaku juga mengimingi korban dengan berwisata.

"Anak ini di modusin jalan-jalan, dijajanin, berenang, atau berwisata ke Kota Tua. Kejadiannya di kelas, katanya anak disuruh buka celana kalau enggak mau nanti katanya nilai dikurangin tapi kalau mau nanti bisa naik tingkat pramuka dan nilainya naik," ucapnya.

AK menyebutkan, perbuatan tidak senonoh sudah terjadi berkali-kali selama 2 tahun. Melihat kondisi itu, AK tidak terima dan melaporkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) ke Polresta Depok.

 

"Ini sudah berlangsung, menurut alumni ada 2 tahun lalu juga pernah kejadian. Hari ini saya melaporkan agar bisa diusut tuntas korbannya sapa saja, karena menurut anak anak katanya korbannya hampir seluruh siswa kelas 6 putra," tuturnya.

Pelecehan Seksual (Shutterstock)

Ilustrasi Pelecehan Seksual (foto: Shutterstock)

AK menjelaskan, sejauh ini baru ada 15 korban yang mengaku anak mereka mengalami hal yang sama dengan anaknyan. Sebagai lagi karena merasa malu, lebih memilih tidak mengekspose kasus ini.

"Sebenarnya ada 15 korban yang kami tahu saat ini. Tapi cuman 4 orangtua yang berani melapor. Korbannya rata-rata anak murid laki-laki, ada angkatan sebelumnya juga melapor, angkatan sebelumnya lagi juga ada ikut melapor. Harus menunggu fisum dan pemeriksaan polisi dulu ini," tegasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro membenarkan peristiwa pelaporan kasus pelecehan seksual yang dilakukan di SD Negeri 10 Tugu, Pondok Duta, Cimanggis, Depok. Namun, dirinya belum bisa memeberikan keterangan lebih jauh lagi terkait peristiwa ini.

"Iya benar tadi ada korban yang melapor tapi saya belum bisa memberikan keteranngan lanjutan. Nanti nunggu perintah pimpinan (Kapolres)," jelas Bintoro di Polresta Depok.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/06/06/338/1907313/siswa-sd-korban-pelecehan-guru-di-depok-diancam-nilai-rendah-hingga-diajak-jalan-jalan)

 Sidang lanjutan kasus narkoba Jennifer Dunn kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (31/5/2018). Rencananya, sidang kali ini beragendakan nota pembelaan atau pledoi dari terdakwa.

Seperti biasa, Jennifer Dunn datang dengan kawalan ketat petugas. Namun berbeda dari sidang sebelumnya, tidak ada kata terucap dari bibir Jennifer saat tiba di pengadilan.

Pun halnya dengan Pieter Ell selaku kuasa hukum Jennifer Dunn, pihaknya belum bisa berbicara banyak. Namun dia memastikan nota pembelaan yang akan dibacakan dalam sidang hari ini sudah siap.

Jennifer Dunn

 

 

"Pleidoi ada, sudah siap. Nanti dibacakan kuasa hukumnya," kata Pieter.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum sudah membacakan tuntutan untuk Jennifer Dunn atas kepemilikan narkotika jenis sabu. Dia dituntut delapan bulan penjara lantaran dinilai terbukti melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sesuai dakwaan subsider.

Tuntutan itu disambut tangis haru Jennifer Dunn di ruang sidang. Dia merasa seperti mendapat mukjizat karena tuntutan Jaksa Penuntut Umum dinilai cukup ringan.

Wajah Jennifer Dunn Dipoles Make Up Tipis Saat Sidang Kasus Narkoba

"Aku hanya mau ucapkan terima kasih, ke teman-teman media, saya bisa dituntut segitu," kata Jennifer Dunn dalam sidang pekan lalu.

Jennifer Dunn terseret perkara narkoba usai ditangkap di kediamannya di kawasan Bangka, Jakarta Selatan pada 31 Desember 2017. Penangkapan Jennifer merupakan pengembangan dari keberhasilan polisi meringkus FS, seorang pengedar narkotika jenis sabu.

Dari hasil pemeriksaan, Jennifer Dunn dianggap terbukti membeli sabu seberat 0,221 gram lengkap dengan alat hisapnya.

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/05/31/33/1905005/sidang-lanjutan-digelar-jennifer-dunn-siap-bacakan-nota-pembelaan)

 Polresta Barelang akan melakukan tindakan tegas terhadap para calo-calo tiket, yang memanfaatkan momen lebaran untuk mencari keuntungan.

 

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada seluruh agen tiket untuk tidak menjual harga tiket laut maupun udara melebihi harga eceran tertinggi atau melebihi batas terendah.

“Penjualan tiket pesawat atau tiket laut tidak boleh menjual tiket melebihi dari batas tertinggi, kalau ada oknum itu akan ditindak tegas,” kata Kapolresta.

Menurut Hengki, untuk memberantas calo tiket yang memanfaatkan momen lebaran nanti, polisi akan mengambil berapa langkah, untuk mengatisipasi munculnya para calo di terminal bandara, dan pelabuhan yang ada di Batam.

“Sudah jelas akan kita lakukan penyelidikan di lapangan. Pangan pun akan kita lakukan penyelidikan kalau ada yang lakukan penimbunan,” tegasnya.

Selain itu, jika didapatkan adanya agen tiket atau oknum yang menjual tiket melebihi harga eceran tertinggi, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dilakukan penindakan lebih lanjut dan diproses secara hukum.

“Termasuk juga dari agen yang menjual tiket dengan alasan jual tiket habis kemudian dimanfaatkan dengan itu. Bisa ditindak dengan mencabut izin atau sebagainya. Makanya kita lakukan penyelidikan,” bebernya.

Mengenai pengawasan ini, dijelaskan oleh Hengki, nantinya ditempat-tempat seperti bandara dan pelabuhan akan ditempatkan petugas kepolisian yang berjaga selam 24 jam.

Bila menemukan adanya calo tiket, Kapolresta meminta kepada jajarannya untuk memberikan tindakan hukum terhadap para calo tersebut.

“Kami meminta kepada masyarakat, agar bisa memanfaatkan kemajuan teknologi, untuk membeli tiket. Jangan beli tiket dari calo,” ujar Hengki.

Ia mengatakan kepada masyarakat bila menemukan calo-calo yang sedang menawarkan tiket yang melebihi batas yang telah ditentukan, agar dapat melaporkan ke kantor polisi terdekat.

“Silahkan lapor ke Polsek KPPP, Polres atau kantor polisi terdekat,” imbuhnya.

(http://batampos.co.id/2018/05/31/polisi-awasi-calo-tiket-2/)

Memasuki pekan kedua bulan suci Ramadan, Tim Terpadu kembali melakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam yang ada di Kawasan Nagoya, Selasa (29/5) sekitar pukul 19.00 WIB.

 

“Semalam kami turun, ada tiga arena permainan ketangkasan yang masih beroperasi,” kata Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum, Satpol PP Batam, Imam Tohari, Rabu (30/5).

Tiga gelanggang permainan yang masih beroperasi ini langsung dilakukan tindakan berupa peringatan. Ketiga gelper tersebut berada di Nagoya Mal Hill, Puja Bahari dan dekat Formosa.

Tohari menjelaskan saat dilakukan pemeriksaan semua pengelola tempat hiburan malam mengaku lupa soal jadwal penutupan THM di pekan kedua ini.

“Masih alasan klasik aja yang mereka pakai, padahal ini sudah menahun,” ujarnya.

Ia menambahkan razia THM ini akan dilanjutkan hingga Jumat (1/6) besok. Ia berharap THM bisa mematuhi aturan yang sudah disepakati bersama.

Sebelumnya, tim terpadu juga berhasil menyegel tiga tempat hiburan malam yang beroperasi di hari pertama masuknya bulan suci Ramadan.

Berdasarkan hasil rapat bersama, penutupan THM disepakati tiga hari di awal, tiga di pekan kedua dan tiga hari di terakhir.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPM-PTSP) Batam, Gustian Riau menambahkan ketiga gelper yang ditindak semalam memang melanggar aturan yang telah disepakati.

“Mereka buka ya kami tindak. Jika nanti malam masih saja buka kami beri SP 2,” tegasnya.

(http://batampos.co.id/2018/05/31/lagi-tim-terpadu-razia-tempat-hiburan-malam/)

Asyik di Facebook