Dec 16, 2018 Last Updated 9:36 AM, Dec 13, 2018
Nasional

Nasional (533)

Angin utara yang melanda wilayah Perairan Batam menyebabkan gelombang tinggi serta arus kencang. Akibat cuaca buruk melanda ini, menyebabkan kapal tugboat Hongkin terbalik setelah menabrak kapal tongkang Bintan I, Minggu (5/2) pukul 20.00. “Kejadian bermula dari cuaca buruk. Lalu adanya human error,” kata Kepala Pos Pelabuhan Kabil, Mesdi, Senin (5/2).

 

Ia menerangkan Minggu (4/1) sekitar pukul 17.30, kapal Tongkang Bintan I lepas jangkar di depan perairan Kabil. “Tepatnya di Bui Hijau,” ucap Mesdi.

Sekitar pukul 20.00, gelombang kuat dan arus kencang melanda wilayah Perairan Kabil. Sehingga Kapal Tongkang ini direncanakan akan dipindahkan sementara waktu ke Pelabuhan Tanjunguban, disana gelombangnya tidak terlalu kuat dan tinggi. Naasnya, sebelum kapal itu dipindahkan. Jangkar tongkang tidak berada dalam posisi yang sempurna di dasar laut. Sehingga kapal ini hanyut. Selang tak berapa lama tali kapal Tugboat Hongkin melilit bagian kapal tongkang.

“Tugboat, ini rencananya akan menarik tongkang itu. Karena tali itu, tongkang dan tugboat ini bergesekan. Lalu tongkang itu menghantam bagian kanan Tugboat. Akibatnya lambung kanan kapal itu bocor,” tuturnya.

Nakhoda kapal Tugboat berusaha melepaskan lilitan tali tongkang, dengan bermanuver untuk menjauh. Namun tali sudah melilit kedua kapal ini. “Awalnya terbelit tali towing, lalu tali tross tongkang. Apesnya, mesin Tugboat mati. Akibatnya kedua kapal itu hanyut hingga sini,” tuturnya.

Mesdi mengatakan saat Senin (5/2) pagi, kemiringan tugboat tidak terlalu. “Hanya 20 derajat. Tapi kalau sekarang, lihat saja kondisinya. Sudah terbalik. Syukurnya Nakhoda dan awal kapal berjumlah 8 orang selamat,” ungkapnya.

Ia menuturkan sedari pagi pihaknya telah berusaha untuk menjauhkan kedua kapal ini, dari pipa avtur yang tak jauh dari tempat tongkang dan tugboat ini bersandar. “Awalnya tugboat itu jaraknya hanya setengah meter saja dari pipa avtur.Makanya kami coba pindahkan. Kami takut kapal itu bergesekan dengan pipa,” ujarnya.

Dari pantuan Batam Pos kapal tongkang bermuatan 2500 ton batu granit, bagian sisi kirinya sudah masuk ke dalam laut. Sedangkan kapal tugboat sudah terbalik. “Tongkang ini dari Pelabuhan Miti, Kijang menuju ke sini. Kami sudah meminta dalam 14 hari ke pemiliknya agar kapal segera diungsikan,” ucapnya.

Terkait cuaca buruk, Kasi Datin Stasiun Meteorologi Hang Nadim Suratman membenarkan Batam diterpa angin utara yang cukup kencang. Saat siang hari kecepatan maksimal angin 18 knot dan malam hari 12 knot. “Saat tidak ada angin utara, hanya 5 sampai 6 knot saja,’ ucapnya.

Akibat angin kencang in, menyebabkan gelombang tinggi dan arus kencang di laut. “Februari ini puncaknya,” tuturnya.

Angin utara ini, kata Suratman akan menerpa Batam hingga akhir bulan. Namun kecepatan angin akan mereda di awal Maret, hingga akhirnya kembali normal dikisaran 5 knot.

“Kami harapkan masyarakat yang berkegiatan di laut selalu waspada,’ ungkapnya.

(http://batampos.co.id/2018/02/06/tongkang-menabrak-tugboat-hingga-terbalik/)

Kawanan pencuri kembali beraksi, kali ini menimpa MZ yang baru kembali dari salah satu bank yang berada di Tibancenter, Sekupang, Senin (5/2) sekitar pukul 09.30 WIB.

 

Uang sebesar Rp 100 juta yang ada di mobil Chevrolet hitam BP 1320 GE, raib digondol kawasan pencuri di Perumahan Tiban Mc. Dermot Blok Q nomor 4.

“Kejadiannya cepat banget, bentar aja ditinggal uang yang ada di mobil sudah tak ada,” kata dia.

Ia mengetahui pencurian saat alaram mobil berbunyi. Karena kaget, dia segera keluar dari rumah dan mendapati pintu mobil rusak. “Mereka merusak pintu bagian kunci sebelah kanan, dan membawa kabur uang tersebut,” imbuhnya.

Menurut saksi mata, Aminah, kejadian terjadi sekitar pukul 09.30 pagi. Saat kejadian komplek perumahan Tiban Mc Dermot Blok Q ini memang terlihat sepi.

“Biasanya ramai orangtua yang antar anak, namun saat kejadian sepi,” kata dia.

Mobil Chevrolet BP 1320 GE bewarna hitam terparkir di depan rumah bertingkat dan bercat hijau.

“Saya hanya lihat dua mobil bewarna hitam, yang satu Avanza dan satu lagi sedan berada dekat mobil korban. Tak lama mobil itu melaju dengan cepat dan setelah itu alarm mobil berbunyi,” kata dia, Senin (5/2).

Korban yang kaget langsung keluar dari rumah dan langsung berteriak memanggil saudaranya. Uang yang rencananya untuk melunasi mobil digondol kawanan pencuri yang kemungkinan menggunakan mobil.

Dia menceritakan hanya melihat mobil itu melaju dengan kecepatan yang tingi, sedangkan mengenai perampokan tersebut ia mengaku tidak tahu.

“Saya tahunya mobil pada kabur saja, tadi ada yang bilang ada motor juga, tapi saya tak melihat,” ujarnya.

Korban yang masih panik, mencoba meminta pertolongan sekuriti untuk melihat pelaku. ” Dia tanya apa ada nampak orang yang merusak mobilnya,” kata dia.

Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fharozi yang dihubungi Batam Pos belum memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan.

(http://batampos.co.id/2018/02/06/ratusan-juta-raib-hitungan-menit/)

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri mengamankan 63 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Selain mengamankan 63 orang TKI itu, polisi juga mengamankan seorang sopir yang mengangkut TKI itu, Davit dan satu orang penanggung jawab TKI ilegal, Adi Laode.

 

Dari informasi yang dihimpun Batam Pos, 63 orang TKI itu diamankan di dua tempat yang berbeda. Sebanyak 58 orang diamankan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam dan 5 orang diamankan di dalam ruko yang dijadikan tempat penampungan di Kompleks Ruko Grand Niaga Mas Blok C nomor 18, Batamkota, Minggu (4/2) lalu.

Adapun Davit diamankan saat menjemput 53 calon TKI itu di Bandara. Calon TKI itu diberangkatkan dari Surabaya dengan tiga penerbangan yang berbeda. Mereka sampai di Batam pada pukul 08.20 WIB, 10.00 WIB dan pukul 15.00 WIB.

Rencananya, puluhan calon TKI itu untuk sementara ditampung di Ruko Grand Niaga Mas Blok C nomor 18, Batamkota, sebelum diberangkatkan melalui pelabuhan Internasional Batamcenter dan Pelabuhan Harbourbay menuju ke Malaysia.

Namun, belum sempat dibawa ke ruko tersebut, mereka langsung diamankan Ditreskrimum Polda Kepri. Usai diamankan, selanjutnya para calon TKI ilegal itu dan Davit langsung dibawa ke Mapolda Kepri untuk dimintai keterangan.

Sementara, penanggung jawab TKI ilegal itu, Adi Laode diamankan oleh jajaran Polsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) di salah satu restoran lantai dua Pelabuhan Internasional Batamcenter, Senin (5/1) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapolsek KPPP AKP Reza Tarigan membenarkan bahwa anggotanya telah mengamankan Adi Laode. Usai diamankan, anggota Polsek KPPP langsung menyerahkan ke Ditreskrimum Polda Kepri untuk dimintai keterangannya.

“Kita hanya membantu Polda untuk mengamankannya saja. Kalau untuk lebih jelasnya silahkan langsung konfirmasi ke Polda,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Hal senada juga disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga. Menurutnya, sejauh ini jajaran Ditreskrimum Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan terhadap 63 calon TKI ilegal itu dan memintai keterangan Adi Laode.

“Benar, Ditreskrimum Polda Kepri telah mengamankan 63 TKI ilegal dan orang yang mengkoordinir di bandara. Nanti akan ada waktunya dirilis. Saya hanya membenarkan saja penangkapannya,” ujarnya singkat.

(http://batampos.co.id/2018/02/06/63-calon-tki-ilegal-diamankan-polda-kepri/)

Mayat wanita muda yang sedang hamil ditemukan di aliran sungai, Desa Alue Dua, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara pada Minggu 4 Februari 2018 siang kemarin. Gadis berusia 19 tahun itu diduga merupakan korban pembunuhan.

Dalam video yang dibagikan oleh pengguna akun facebook @Yuni Rusmini, terlihat warga berkerumun di pinggir sungai menyaksikan detik-detik evakuasi mayat gadis malang itu. Dua orang pria turun ke sungai untuk mengevakuasi mayat.

Secara perlahan keduanya menarik jasad wanita itu ke tepi sungai untuk kemudian diangkat ke daratan. Di lokasi nampak janin korban keluar dengan sendirinya dari rahim sang ibu. Janin bayi yang diketahui berjenis kelamin laki-laki itu kemudian hanyut terbawa arus sungai.

 

Tidak berselang lama mobil ambulans pun tiba dan langsung membawa mayat tersebut ke RSUD Cut Meutia Aceh untuk diautopsi.

"Semoga almarhumah dan bayinya husnul khotimah, segera terkuak kematiannya dan kalau benar korban pembunuhan segera tertangkap pelakunya. Amin ya robbal alamin," tulis Yuni di akun facebook-nya.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/02/05/340/1854863/mayat-wanita-hamil-ditemukan-di-sungai-janinnya-keluar-sendiri-dan-terbawa-arus)

Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Pangeran Zeid Ra’ad al Hussain mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang pesat tidak menjamin atau tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan perlindungan terhadap hak asasi manusia (HAM). Ia memberi contoh pada apa yang terjadi dengan etnis minoritas Rohingya di Myanmar.

“Kekerasan yang terjadi belakangan ini di Myanmar adalah puncak dari diskriminasi dan kekerasan terhadap Rohingya. Mereka secara terus menerus ditolak status kewarganegaraannya, status legal dan akta lahir, serta akses terhadap pendidikan dan kesehatan,” ujar pria asal Yordania itu saat berpidato di Kementerian Luar Negeri RI, Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (5/2/2018).

Namun, di tengah ketidakadilan tersebut, perekonomian Myanmar adalah salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara. Pertumbuhan ekonomi di Myanmar mencapai 7,3% pada 2015 dan 6,5% pada 2016. Pangeran Zeid mengatakan, bagi sejumlah negara pertumbuhan ekonomi lebih penting daripada HAM.

 

“Bagi sejumlah pembuat kebijakan di negara, kawasan, dan internasional, hak asasi manusia dan pelanggarannya tidak menjadi perhatian utama dibandingkan pertumbuhan ekonomi,” ujar mantan Perwakilan Tetap Yordania untuk PBB itu.

Ia lagi-lagi mencontohkan Myanmar untuk menguatkan opini tersebut. Myanmar merespons kecaman dunia internasional atas kekerasan terhadap Rohingya dengan menawarkan solusi berupa fokus pada rencana pengembangan sosio-ekonomi di Rakhine. Padahal, pelanggaran HAM yang dibiarkan berlarut-larut akan menjadi konflik di masa depan.

“Kadang dikatakan bahwa pelanggaran HAM hari ini dapat menjadi konflik di masa depan. Kita melihat dengan jelas dalam kasus ini bahwa pertumbuhan ekonomi di suatu negara tidak selalu bersinonim dengan pemenuhan janji akan hak asasi manusia,” tegas Pangeran Zeid Ra’ad al Hussain.

Pria berkacamata itu memaparkan, hanya tiga dari 42 negara di Asia Pasifik yang saat ini masih ekonominya bisa dikatakan dalam level rendah. Namun, pertumbuhan ekonomi itu masih menjadi topeng yang menutupi sejumlah kelalaian seperti kesetaraan hak bagi perempuan di negara-negara Asia.

“Saya mengimbau semua pejabat pemerintah untuk memiliki kepercayaan terhadap kecerdasan dan energi masyarakat mereka, dan mengaplikasikan Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia secara keseluruhan sebagai panduan hukum dan pembuatan kebijakan,” tutup Pangeran Zeid Ra’ad al Hussain. 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/02/05/18/1854825/pbb-pertumbuhan-ekonomi-tidak-sejalan-dengan-perlindungan-ham)

Direktur Polairud Polda Kepri Kombes Pol Teddy JS Marbun mengatakan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan intensif, terhadap sopir yang membawa 7.122 botol minuman keras. Terungkap minuman keras tersebut berasal dari Singapura.

 

“Dari Singapura, masuknya ke pelabuhan rakyat di jembatan 6 Barelang,” katanya, Sabtu (3/2).

Sopir mobil pembawa miras yang diketahui bernama Sugiarto menuturkan ke penyidik, tidak mengetahui siapa pemilik miras ini. Sehingga kasus ini, kata Teddy sedikit sudah dikembangkan. “Ini gudangnya itu seperti pondok di tengah hutan saja. Kalau gudangnya disini (daerah Batam center,red), bisa dicari siapa pemiliknya,” ucap Teddy.

Walau begitu, Teddy mengatakan pihaknya akan tetap mencari pemilik gudang ini.

Miras ini diduga akan diedarkan untuk wilayah Kepri. Berbagai macam merek miras siap edar ini seperti Black Label, Countro, Bacardi, Chivas, Red Label, Martini, Carlo Rosi.

Teddy mengatakan menjerat sopir itu dengan pasal 102 huruf B dan E Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan. Pasal itu menyebutkan setiap orang yang membongkar barang impor di luar kawasan Kepabeanan atau tempat lain tanpa izin kepala kantor pabean, menyembunyikan barang impor secara melawan hukum, dipidana penjara paling singkat satu tahun dan pidana penjara paling lama 10 Tahun.

“Kesimpulan kami, Sugiarto Eko Purnomo ini kedapatan membawa 1 unit mobil toyota Hi-Ace yang membawa miras. Ini menjadi alat bukti yang cukup untuk menindak,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan Ditpolari mengamankan 7.122 botol minuman keras, di Jembatan 6 Galang, Senin (29/1). Pengungkapan ini berawal ditangkapnya satu unit minibus yang membawa miras, setelah dilakukan pengembangan ditemukan gudang miras ditengah hutan di Jembatan 6 Galang. Namun pihak kepolisian mengakui hanya bisa menangkap sopir bus, sedangkan pemilik gudang tidak ada saat pengantaran miras itu.

(http://batampos.co.id/2018/02/05/ribuan-miras-tangkapan-polisi-berasal-dari-singapura/)

Jenazah guru seni rupa Ahmad Budi Cahyono telah dimakamkan di tempat pemakaman umum di Desa Tanggumong, Kabupaten Sampang, Jatim, Jumat (2/2/2018). Ribuan orang mulai dari guru, siswa dan warga mengantarkan Budi ke tempat peristirahatan terakhir. Budi tewas setelah dianiaya dengan cara dipukul oleh siswanya sendiri berinisial MH.

Bahkan saat proses pemakaman juga tampak Bupati Sampang, Fadhilah Boediono dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Saiful Rachman. Isak tangis pun menghiasi proses pemakaman sang guru.

Anggota keluarga korban tak mampu membendung air mata atas kepergian Budi yang terbilang mendadak. Sang guru masih sehat sebelum dianiaya muridnya sendiri.

"Apakah almarhum orang baik? Apakah almarhum orang baik? Apakah almarhum orang baik?," tanya Bupati Sampang Fadhilah.

 

Kemudian pertanyaan tersebut dijawab secara serentak oleh pelayat. "Almarhum adalah guru yang baik," ucap salah satu pelayat, Ahmad Farik.

MH yang duduk di kelas XI SMAN 1 Torjun (Smator), Kabupaten Sampang ini tega menganiaya gurunya hingga tewas.Guru mata pelajaran seni rupa ini tewas setelah sempat mendapat perawatan di RSU Dr Soetomo, Surabaya.

Berdasarkan informasi, peristiwa memilukan ini berawal ketika Budi sedang mengajar di kelas dengan materi seni lukis pada 1 Februari 2018. Pada saat jam pelajaran, siswa MH tidak mendengarkan pelajaran dan justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret lukisan mereka.

Budi lantas menegur MH namun tidak dihiraukan MH yang malah makin berulah dengan mengganggu teman-temannya. Budi akhirnya memberi hukuman dengan mencoret pipi MH dengan cat lukis. MH yang tidak terima lantas memukul Budi. Aksi tak terpuji itu kemudian dilerai oleh siswa dan para guru yang lain.

Budi kemudian dibawa ke ruang guru dan menjelaskan duduk perkaranya kepada kepala sekolah (kepsek). Tak melihat adanya luka di tubuh dan wajah korban, kepsek mempersilahkan Budi pulang lebih awal. Kepsek kemudian mendapat kabar dari keluarga Budi bahwa sesampainya di rumah, guru seni itu tidur karena mengeluh sakit pada lehernya. Namun selang beberapa saat Budi kesakitan dan tidak sadarkan diri (koma), dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo-Surabaya.

Kondisi Guru GTT Smator ini sangat kritis dan didiagnosa oleh dokter mengalami MBA (Mati Batang Otak) dan semua organ dalam sudah tidak berfungsi.

Mobil ambulans dari RS Sampang pun oleh pihak RS Dr. Soetomo ditahan agar tidak kembali ke Sampang dulu, karena kondisi guru tersebut yang sangat kritis dan diperkirakan tidak akan mampu bertahan. Pukul 21.40 WIB Budi meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo.

 

 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/02/02/519/1853775/guru-di-sampang-yang-tewas-dianiaya-siswa-dikenal-berkepribadian-baik)

Hidup remaja perempuan di Malaysia ini berakhir tragis. Ia bunuh diri setelah dituduh mencuri ponsel milik gurunya.

Siswi SMP itu mencoba menggantung diri dengan syal di rumahnya, hanya beberapa jam setelah ia dituduh mencuri ponsel gurunya pada 24 Januari. Dalam catatan untuk kedua orangtuanya, ia menyebut tidak mencuri ponsel tersebut. Bungsu dari empat bersaudara itu juga menulis, ia tidak ingin menambah masalah pada keluarganya.

Sebelum meninggal, remaja 14 tahun itu berada dalam kondisi kritis. Ia menghabiskan hari-hari terakhirnya dalam kondisi koma di ruang ICU RS Seberang Jaya karena kerusakan otak.

Ayahnya, yang berusia 50-an tahun, menyatakan, anaknya dibawa pulang oleh guru kelas dan suaminya sekira pukul 6.15 sore.

 

"Mereka mengklaim, pencuri ponsel (guru) terekam dalam rekaman CCTV, namun mereka tidak dapat memastikan jika gadis dalam video itu adalah anak perempuan saya," ujar si ayah.

"Dan anak perempuan saya menyangkal bahwa ia mencuri ponsel itu ketika saya tanya," imbuh mantan juru masak tersebut.

Sang ayah menambahkan, anak perempuannya kemudian mengunci diri di kamar. Saat membuka pintu kamar tersebut, ia menemukan anaknya dalam keadaan tidak sadarkan diri dan tergantung dengan syal di pipa rumah.

Presiden LSM Tamilar Kural, David Marshel, menemani keluarga ini sepanjang kasus. Marshel mengonfirmasi kematian remaja putri tersebut di RS Seberang Jaya pada Kamis 1 Februari sekira pukul 03.30 pagi.

"Autopsi akan dilakukan pagi ini sebelum anggota keluarga bisa membawa pulang jenazahnya," ujar Marshel, seraya menambahkan bahwa ia masih menemani keluarga yang berduka tersebut menjalani semua prosedur rumah sakit.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/02/02/18/1853742/siswi-smp-di-malaysia-bunuh-diri-karena-dituduh-curi-ponsel-guru)

Hujan disertai angin kencang yang melanda Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur terjadi sejak Minggu 28 Januari 2018 hingga Selasa 30 Januari 2018. Akibatnya, rumah ibadah dan sejumlah pemukiman warga di daerah itu porak-poranda.

"Sampai sekarang hujan dan angin masih terus terjadi. Kami kesulitan mendata kerusakan lainnya," kata Pastor Paroki St Petrus dan Paulus Lamalera, RD Leo Lewokrore, PR kepada Okezone.

Menurut dia, dari data laporan sementara selain atap gereja miliknya bertugas, ada juga sejumlah rumah warga yang juga ikut menjadi korban aksi alam yang masih terjadi itu. Ada sejumlah rumah di Desa Lamalera juga ikut rusak parah.

 

"Atap rumah terbang dibawa angin dan hujan yang masih terus terjadi ini," katanya.

Rohaniwan dan Pemuka Agama Katolik itu memprediksi masih ada sejumlah rumah umat yang juga ikut mendapat dampak dari badai yang melanda kampung 'penangkap Ikan Paus' itu. "Kami kesulitan mendata saat ini karena badai masih terus terjadi. Apalagi signal selular pun tudak terlalu bagus," sambungnya.

Alumni Seminari San Dominggo Hokeng di Larantuka Flores Timur itu mengemukakan hujan diserta badai yang terjadi sejak Minggu hingga Selasa hari ini adalah yang pertama sejak 3 tahun terakhir.

"Musibah kali ini memang sangat luar biasa dan mengerikan," katanya. Dia berharap tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. "Saya berharap tidak ada korban jiwa," urainya.

Dia berharap, badai itu segera berlalu sehingga pihaknya bisa melakukan sejumlah langkah bantuan dan tanggap darurat jika dibutuhkan umat yang terdampak. "Ya kalau masih kondisi hujan dan angin begini kami tak bisa berbuat apa-apa. Juka sudah berhenti tentu akan ada komunikasi dengan pihak pemerintah untuk mengatasi warga dan umat yang terdampak bencana," kata RD Leo.

Provinsi NTT saat ini sedang dilanda cuaca ekstrem berupa huja dan angin kencang. Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang Ota Welly Jenni Thalo mengatakan, kondisi cuaca yang buruk saat ini akibat pola tekanan rendah di perairan selatan NTT atau utara Australia.

Kondisi tersebut, menurut dia, telah memicu potensi hujan secara sporadis atau hujan yang tidak merata dan tiba-tiba dan disertai angin kencang di seluruh wilayah NTT.

Pola tekanan rendah tersebut diprakirakan akan semakin rendah yang menyebabkan cuaca semakin buruk, angin semakin kencang dan gelombang juga makin tinggi. "Tren cuaca buruk ini diperkirakan berlangsung hingga 31 Januari 2018 atau Rabu besok," kata Ota Welly Jenni Thalo.

 

 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/01/30/340/1852193/hujan-disertai-angin-kencang-porak-porandakan-rumah-ibadah-dan-sejumlah-pemukiman-warga)

 Ardian Septiano, 25, warga Bengkong menjadi korban penipuan. Korban dijanjikan oleh salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Nurdin Siregar untuk menjadi pegawai honorer di Dishub Batam. Selanjutnya, korban dimintai sejumlah uang untuk bisa menjadi pegawai honorer di kantor tersebut.

 

“Awalnya dia dia menawarkan kepada mama saya. Kemudian mama saya konfirmasi sama saya dan setuju menerima tawaran itu,” ujar Ardian usai membuat laporan di Mapolresta Barelang, Senin (29/1) siang.

Ardian mengaku dimintai uang sebesar Rp 25 juta untuk bisa masuk menjadi tenaga honorer di Dishub Batam. Karena tidak mempunyai uang dengan sebanyak itu, Ardian baru memberikan uang sebesar Rp 17,5 juta. Uang sebanyak itu, diberikan Ardian dalam dua tahap dengan Rp 10 juta bayar langsung dan sisanya melalui transfer di bank.

“Sisanya saya bilang sama dia akan dibayar kalau sudah kerja. Uang itu saya bayar dua awalnya dia minta Rp 25 juta, terus dia bilang karena saudara bisa bayar Rp 20 juta aja,” tuturnya.

Belakangan korban merasa ditipu karena apa yang dijanjikan oleh pelaku tidak ditepati. Sebab saat itu Nurdin Siregar menjanjikan bahwa Ardian akan mulai bekerja pada akhir Desember 2017 kemarin. Namun, kerjaan yang ditunggu-tunggu itu tidak kunjung datang. Hingga akhirnya ia melaporkan kejadian ini ke polisi. Menurut dia, masih ada beberapa orang lagi yang menjadi korban.

“Saya awalnya kerja di pelabuhan Batamcenter dan bulan Desember kemarin perpanjangan kontrak di kerjaan. saya tanya kepastiannya, dia bilang tidak usah per[anjangan kontrak, saya ikuti. Tapi akhirnya saya tidak bekerja sampai sekarang,” tuturnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Rustam Efendi menegaskan, bahwa Dishub Batam tidak ada penerimaan tenaga honorer. Bahkan, menurut dia, saat ini Dishub ada pengurangan tenaga honorer karena tidak ada anggran di tahun ini. Sejauh ini, Dishub Batam telah memberhentikan sebanyak 13 tenaga honorer dari 212 tenaga honorer.

“Pegawai yang 13 orang ini merupakan pegawai yang sering tidak masuk atau kinerjanya kurang. Bahkan kami memang ada pengajuan untuk menyambung kontrak, tapi tidak ada anggaran lagi. Jadi bagaimana kita mau lakukan penambahan,” katanya.

Diharapkan Rustam, dengan kejadian ini masyarakat jangan terlalu cepat percaya dengan adanya penerimaan honorer di instansi pemerintahan. Sebab, anggran Kota Batam di tahun 2018 tidak mencukupi untuk menggaji honorer bari. Jika pun memang ada informasi penerimaan, Rustam berharap kepada masyarakat untuk langsung melakukan pengecekan ke instansi tersebut.

“Kita (Dishub, red) kalau ada penerimaan atau lowongan pasti akan kita sampaikan dan berikan informasi kepada masyarakat. Jadi yang paling penting, cek dulu kebenaran informasinya dan jangan mudah percaya,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Kabid Lalu Lintas Dishub Batam, Edward Purba membenarkan bahwa Nurdin Siregar merupakan salah satu stafnya yang bertugas dalam pengawasan parkir liar. Menurut dia, tindakan yang dilakukan oleh Nurdin merupakan tindakan atas nama pribadinya dan tidak membawa nama Dishhub Batam. Sementara dari stempel Dishub itu, diyakininya merupakan stempel palsu yang sengaja dicetak untuk meyakinkan korbannya.

“Kalau dia melanggar hukum silahkan lapor kepada pihak kepolisian dan polisi yang akan memproses. Dari segi kepegawaian, apabila di diputus setahun penjara, maka otomatis dia akan diberhentikan,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Arwin A Wientama membenarkan adanya laporan penipuan ini. Sejauh ini, pihaknya telah memintai keterangan dari Ardian dan berencana akan melakukan pemanggilan terhadap oknum Dishub tersebut dan mengumpulkan bukti-bukti terkait dengan laporan ini.

“Sejauh ini kita baru meminta keterangan awal dari korban. Pastinya kita sudah menerima laporan ini dan sedang dalam tahap penyelidikan,” ujarnya singkat.

(http://batampos.co.id/2018/01/30/ardian-dijanjikan-bekerja-sebagai-honorer-dishub-batam-ternyata/)

Asyik di Facebook