Jan 24, 2019 Last Updated 11:33 AM, Jan 24, 2019
Nasional

Nasional (549)

Tiga instansi pelayanan publik pemerintah Kabupaten Badung, Bali meraih penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Penghargaan tersebut diberikan karena ketiga instansi itu dinilai sangat baik dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya di Kabupaten Badung, Bali.

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, ketiga instansi yang mendapat nilai A atau sangat baik itu didapat oleh tiga instansi yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rumah Sakit Umum Daerah, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung, Bali.

"Jadi ketiga instansi teknis kami yang telah dinilai baik oleh Kemenpan RB sudah mendapat nilai tertinggi dan ini sekaligus ketiganya, sehingga kita sudah dikatakan mampu memberikan pelayanan terbaik. Di antara daerah kabupaten kota yang ada dan ini hanya didapat 11 daerah kabupaten, untuk itu saya ucap puji sukur," kata Suiasa usai menerima penghargaan di Balai Kartini, Selasa, (27/11/3018).

Suiasa menuturkan, penghargaan yang diperolehnya itu merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen yang terlibat mulai dari pihak swasta dan juga termasuk masyarakat yang bahu membahu memberikan kontribusi untuk memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk mewujudkan clean government dan good government.

 

"Maka ini menjadi pemantik kami ke depan untuk selalu menjaga mengawal pelayanan publik adalah satu kebutuhan mutlak yang harus diterima masyarakat dengan sebaik-baiknya, karena salah satu faktor dan indikator kita yang menunjukkan masyarkaat maju dan sejahtera itu sendiri salah satunya adalah memberikan pelayanan publik yang prima dan optimal," paparnya.

Dengan penghargaan ini dirinya mengapresiasi atas capaian ketiga intansinya tersebut. Menurut Suiasa, apa yang sudah dikerjakan bukan suatu pekerjaan yang mudah. Banyak proses panjang yang harus dilalui dan dengan penuh tanggung jawab, didukung segala kebijakan pimpinan diharapkan dapat menjadi contoh buat perangkat daerah lainnya dengan memberikan pelayanan publik di Kabupaten Badung dengan baik.

"Kita harus pertahankan dan tingkatkan, satu adalah jaga komitmen, dua integritas, tiga konsistensi, keempat kebersamaan dan kegotong royongan itu yang terpenting buat kita kalau hal itu tidak dapat kita lakukan maka menjadi satu hal keniscayaan jadi harus bisa dipertahankan hal itu," tambahnya.

"Kita tidak pernah henti-hentinya untuk mengikuti perkembangan inovasi kreativitas yang terbarukan, karena di zaman sekarang harus diisi inovasi jadi setiap tahun ada peradaban, dan komponen empat hal itu akan selalu menjadi dasar kita," tukasnya.

Adapun penghargaan yang diberikan Kemenpan RB itu diberikan kepada 11 kepala daerah karena dinilai telah berhasil membina pelayanan publik di wilayahnya sehingga tiga unit pelayanan publik yang dievaluasi itu meraih predikat A atau sangat baik.

Tiga unit pelayanan publik dimaksud adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Sementara Ke-11 kepala daerah dimaksud adalah Wali Kota Banda Aceh, Wali Kota Palembang, Wali Kota Bandung, Wali Kota Semarang, Wali Kota Yogyakarta, Wali Kota Makassar, Bupati Cilacap, Bupati Bantul, Bupati Gunung Kidul, Bupati Badung serta Bupati Kutai Kartanegara.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/27/337/1983423/tiga-instansi-pelayanan-publik-kabupaten-badung-raih-penghargaan-dari-kemenpan-rb)

Polri memprediksi jumlah massa yang akan menghadiri aksi reuni akbar 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada 2 Desember 2018 mendatang, tidak akan banyak, dibandingkan awal mula gerakan ini terjadi.

"Tak seramai awal gerakan ini. Saat ini sudah sangat menyusut masyarakat ikut," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/1018).

Dedi menjelaskan, jumlah massa sedikit itu lantaran, masyarakat dewasa ini sudah tidak mudah terprovokasi dengan gerakan-gerakan seperti itu. Apalagi, aksi ini hanya sebatas reuni semata.

"Masyarakat sudah sadar dan tidak mudah untuk terprovokasi," ucap Dedi.

Meskipun begitu, Dedi menekankan pihaknya tetap akan melakukan penjagaan dari kegiatan tersebut. Personel Kepolisian pun akan dikerahkan demi memastikan tidak terjadi hal yang diluar prediksi.

"Tapi polisi maksimalkan potensi yang terjadi. Polda Metro sudah sangat profesional menangani aksi seperti itu," tutur Dedi.

Alumni 212 adalah sebuah forum yang dibentuk untuk menampung orang-orang yang pernah terlibat dalam aksi Bela Islam pada Desember 2017 silam, menuntut Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk segera dipenjara.

Aksi itu digelar hingga berjilid-jilid, menjelang Pilgub DKI Jakarta, mereka menuntut agar Ahok dipenjara dengan tuduhan menistakan agama Islam memalui pidatonya di Kepulauan Seribu yang menyadur surah Al-Maidah ayat 51.

Sementara itu, Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma'rif mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan menjelang reuni akbar 212 di Monas, seperti melakukan perizinan ke pihak Kepolisian ataunpun Pemprov DKI.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/27/337/1983442/polri-prediksi-jumlah-massa-reuni-212-sedikit)

 Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp8.717.505.494 oleh Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gratifikasi senilai Rp8,7 miliar itu diterima Irwandi Yusuf dalam kurun waktu setahun dari 2017 sampai 2018.

"Terdakwa menerima hadiah berupa uang dengan jumlah seluruhnya sebesar Rp8,7 miliar yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya," kata Jaksa KPK Ali Fikri saat membacakan surat dakwaan untu Irwandi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2018). 

Irwandi mulai menerima gratifikasi pada November 2017 sampai ‎Mei 2018 dari rekening atas nama Muklis di tabungan Bank Mandiri. Total uang yang diberikan Muklis kepada Irwandi dalam kurun waktu enam bulan sebesar Rp4.4 miliar.

Irwandi

Kemudian, Irwandi menerima juga uang melalui Fenny Steffy ‎Burase sebesar Rp568 juta sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018. Uang sebesar Rp568 juta tersebut diterima Steffy dari Teuku Fadhilatul Amri atas perintah orang kepercayaannya Irwandi, Teuku Saiful Bahri.

"Bahwa sejak menerima uang yang keseluruhannya sebesar Rp8.717.505.494 atau sekitar jumlah itu, terdakwa tidak melaporkannnya kepada KPK sampai dengan batas 30 hari terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima," katanya.

Atas perbuatannya, Irwandi didakwa melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/26/337/1983045/irwandi-yusuf-didakwa-terima-gratifikasi-sebesar-rp8-7-miliar)

Polri memperketat pengamanan di sejumlah gereja menjelang perayaan Natal 2018. Pengamanan tersebut untuk mengantisipasi sejumlah ancaman dan teror dari kelompok-kelompok radikalisme.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, antisipasi itu dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat kristiani menjalankan ibadah.

"Semua tempat ibadah kami lakukan pengamanan secara maksimal dalam rangka menjamin saudara kamu umat Kristiani menjalankan ibadah dengan damai dan aman," ucap Dedi di dalam acara Forum Group Discussion (FGD) di Menara 165, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2018).

 

 Polri

Dedi menuturkan, jelang Natal, seluruh potensi ancaman yang terjadi akan diantisipasi oleh Kepolisian. Oleh karena itu, lanjutnya, akan melakukan penjagaan di beberapa objek vital.

Dedi menjelaskan, objek vital tersebut melingkupi, tempat wisata, pusat-pusat keramaian dan tempat ibadah lainnya. Pengamanan tersebut akan melibatkan personel gabungan dari TNI-Polri serta instansi lainnya yang terlibat.

"Baik tempat ibadah, kemudian tempat keramaian dan tempat wisata semuanya masuk dalam pantauan pengamanan dari aparat kepolisian kemudian nanti dibantu TNI, dibantu dengan Kemenhub dan Pemda," papar Dedi.

Kendati begitu, Dedi belum bisa merinci jumlah personel yang akan dikerahkan untuk melakukan pengamanan di sejumlah tempat objek vital.

"Nanti langsung disampaikan Kapolri dan memimpin kepada seluruh Kapolda dalam rangka fokus mengamankan kegiatan masyarakat di akhir tahun," tutur Dedi.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/26/337/1983062/berikan-rasa-aman-penjagaan-gereja-diperketat-jelang-perayaan-natal)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus mengingatkan semua pihak untuk terus menjaga, merawat dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Pesan itu disampaikan di mana saja dia berpidato. Tak kecuali saat bertandang ke Kabupaten Merauke, Papua.

Di sela kunjungan kerja ke kabupaten paling timur Indonesia itu, Jokowi Salat Jumat di Masjid Raya Al-Aqsha, Meurauke. Di hadapan para jamaah, dia berpesan untuk menjaga aset bangsa Indonesia paling berharga yakni persatuan dan kesatuan.

Indonesia, kata Jokowi, adalah bangsa yang besar dengan jumlah penduduk yang diperkirakan mencapai 263 juta jiwa. Indonesia juga negara yang beragam mulai suku, agama, bahasa, dan tradisi.

 

Presiden Jokowi berceramah usai Salat Jumat di Masjid Al-Aqsha, Merauke (Biro Pers Setpres)

"Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak, marilah kita menjaga supaya kita merawat, supaya kita memelihara persaudaraan kita, ukhuwah islamiyah kita, ukhuwah wathaniyah kita, karena aset terbesar bangsa kita adalah persatuan dan kerukunan, tidak ada yang lain," ujar Jokowi, Jumat (16/11/2018).

Ia pun berharap pesta demokrasi yang rutin digelar seperti pemilihan bupati, walikota, gubernur, ataupun pemilihan presiden tidak lantas membuat persatuan bangsa terkoyak. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi adalah hal yang biasa.

 

"Jangan sampai antarkampung berantam gara-gara pilihan bupati, jangan sampai di majelis taklim (karena) beda pilihan presiden tidak saling menyapa. Ini adalah sebuah kesalahan besar," tuturnya.

 

Turut bersama Presiden pada saat salat Jumat ini antara lain, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/16/337/1978731/salat-jumat-di-merauke-jokowi-mari-kita-jaga-ukhuwah-islamiyah)

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri kembali menidentifikasi terhadap tiga korban Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Hasil tersebut didapatkan setelah melakukan pencocokan data postmortem, antemortem. Setelah itu, tim DVI langsung melakukan sidang rekonsiliasi hari ini, Kamis (15/11/2018).

"Sidang rekonsiliasi hari ini DVI berhasil mengidentifikasi 3 korban penumpang Lion Air," kata Kepala Bidang DVI Mabes Polri Kombes Lisda Cancer di RS Polri, Jakarta Timur, Kamis (15/11/2018).

Dengan adanya hasil identifikasi jenazah korban Lion Air hari ini, tim DVI Polri telah mengidentifikasi sebanyak 92 korban. Terdiri dari, 67 berjenis kelamin laki-laki dan 25 perempuan.

 

Lion Air

Adapun identitas ketiga korban yang telah diidentifikasi adalah:

1. Muhammad Syafi'i, laki-laki, 45 tahun, melalui pemeriksaan DNA.

2. Naqiya Azmi, perempuan, 19 tahun, melalui pemeriksaan DNA.

3. Maria Ulfah, perempuan, 36 tahun, melalui pemeriksaan DNA.

Sementara itu, untuk jumlah antemortem, tim DVI Polri telah menerima laporan sebanyak 256. Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat di RS Polri dan RS Bangka Belitung (Babel).

Selain mengidentifikasi korban kecelakaan, RS Polri juga melakukan terapi terhadap 58 penyelam yang tergabung dalam proses evakuasi. Terdiri atas, penyelam dari Polairud 32 orang, Basarnas 20 orang dan relawan enam orang.

Tak hanya itu, tim DVI juga melakukan pendampimgan trauma healing kepada keluarga korban sebanyak 253. Sementara, sampai saat ini, sudah ada 195 kantong jenazah mendarat di RS Polri.

Lion Air

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/15/337/1978368/dvi-polri-kembali-identifikasi-3-korban-lion-air-total-jadi-92)

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputriturut berduka atas aksi pembunuhan menimpa satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2, RT 002 RW 07, Jatirahayu, Bekasi, Jawa Barat. Dia prihatin dengan peristiwa itu, terlebih ada anak-anak jadi korban.

"Kemarin ada peristiwa yang buat saya sangat menyedihkan. Ada satu keluarga dibunuh di Bekasi, sudah dengar?" kata Megawati saat membuka Sekolah Pembekalan Caleg PDIP di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2018)

Satu keluarga yang terdiri pasangan suami istri dan dua anaknya tewas dibantai dan mayatnya ditemukan dalam rumah di Jatirahayu, Bekasi, Selasa 12 November 2018. Mereka adalah Gaban Nainggolan (38), istrinya Maya Boru Ambarita (37) lalu kedua anaknya Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7).

 

Megawati Soekarnoputri di sela pembukaan sekolah caleg PDIP (Bayu/Okezone)

Megawati mengecam pembunuhan tersebut dan menilai pelakunya sangat tak berperikemanusiaan.

"Saya berpikir manusia apa ya membunuh itu, dengan membunuh anaknya yang masih kecil, di mana kemanusiaan mereka? Padahal kalau bilang Pancasila ada perikemanusiaannya," ungkap Megawati.

Polisi sudah menangkap HS yang diduga pelaku pembunuhan satu keluarga tersebut. HS diamankan berdasarkan informasi dari masyarakat dan berdasarkan penemuan mobil Nissan X 2.0 CTV bernomor polisi B 1075 U0K berwarna silver di Cikarang.

"HS ini kita cari karena mobil itu diparkir dikos-kosan di daerah Cikarang, kemudian kita cari, kita lidik keberadaan HS ada di mana. Kita dapat info ternyata di Garut, sehingga tim dari Polda dan Polres menuju ke Garut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/15/337/1978379/megawati-saya-sangat-sedih-ada-satu-keluarga-dibunuh-di-bekasi)

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Ma'ruf Amin menilai tak perlu lagi ada aksi reuni 212 yang akan digelar Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) dalam waktu dekat ini. Ma'ruf Amin yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu juga enggan menghadiri reuni tersebut apabila ada unsur politis di dalamnya.

"Untuk apa reuni itu, untuk apa. Urusannya 212 sudah selesai kalau hanya urusan kekeluargaan silaturahim tapi kalau ada agenda politik tidak perlu," jelas Ma'ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).

Menurut Ma'ruf, Reuni 212 bisa saja digelar dalam rangka meningkatkan tali silaturahim antar pengurus maupun pesertanya. Namun, ia tak setuju bila aksi dimanfaatkan untuk membangun upaya mengganti rezim pemerintahan saat ini.

 

aksi

"Bagus-bagus saja untuk mengingatkan bahwa dia harus ikut berperan dalam membangun bangsa dan negara, tapi jangan kemudian menjadi gerakan politik tertentu untuk apa namanya merobohkan, untuk mengganggu pemerintahan yang ada," ucapnya.

"Saya kira asal tidak dalam arti seperti itu itu silaturahmi biasa saja saya kira bagus saja," imbuhnya.

Aksi 212 pertama kali digelar pada 2016 sebagai bagian dari Aksi Bela Islam berjilid-jiid di tahun itu. Aksi dipicu oleh pernyataan Basuki Tjahaha Purnama alias Ahok saat itu. Gubernur DKI Jakarta yang kembali mencalonkan diri di Pilgub DKI tersebut menyitir salah satu ayat di surat Al Maidah.

Belakangan Ahok terbukti melakukan penodaan agama karena pernyataannya sehingga dipenjara dua tahun. Saat ini ia masih menjalani hukuman penjara sejak Mei 2017 lalu.

aksi

Sebelumnya, Ketua Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma'arif mengatakan reuni aksi 212 sedang dipersiapkan. Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dipertimbangkan diundang hadir dalam acara itu.

"Sedang dipertimbangkan, didiskusikan, dimusyawarahkan dengan panitia. Anda bisa bacalah, selama ini yang didukung 212 siapa. Sedang dipertimbangkan, apakah ada kemungkinan diundang atau tidak. Kami belum memutuskan. Kita belum putuskan," kata Slamet di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat 9 November 2018 lalu.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/13/337/1977116/ada-rencana-aksi-reuni-212-ma-ruf-amin-reuni-untuk-apa)

Ratusan penumpang pesawat Lion Air JT-633 tujuan Bengkulu-Jakarta batal berangkat, pada Rabu 7 November 2016, sekira pukul 18.20 WIB. Pesawat batal terbang akibat menabrak tiang Koordinat di Bandara Fatmawati-Soekarno Bengkulu.

Pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LGY mengalami kerusakan pada bagian sayap sebelah kiri. Nampak sayap pesawat tersebut robek besar usai menabrak tiang. 

Okezone pun berhasil merangkum 5 fakta terkait pesawat Lion Air JT-633 tabrak tiang Koordinat di Bandara Fatmawati-Soekarno Bengkulu:

 

1. Sayap Kiri Pesawat Robek

Sayap bagian sebelah kiri pesawat Lion Air JT-633 mengalami kerusakan sampai robek yang cukup parah dan menabrak tiang titik koordinat di depan gerbang VIP room Bandara Fatmawati saat ingin lepas landas dari parkiran 4 bandara.

 

 

 

Setelah terjadi insiden tersebut, sekitar pukul 18.50 WIB pesawat balik ke parkiran 4, selang 10 menit penumpang dipersilahkan turun dan menunggu di ruang tunggu bandara.

2. Tempat Parkir Bandara Bengkulu yang Sempit

Waktu kepergian pesawat Lion Air JT-633 pukul 18.20 WIB, selang 20 menit melakukan boarding. Saat maskapai sedang keluar dari parkiran 4 bandara menuju runway untuk take off, terdapat salah satu maskapai dalam keadaan terpakir di depan gerbang room VIP parkiran 3.

Saat melintas daerah tersebut sayap kiri pesawat Lion Air JT-633 menyenggol tiang titik koordinat.

Ini Sayap Lion Air yang Robek Besar Akibat Senggol Tiang Koordinat Bandara Bengkulu  

3. Tiang Bandara Roboh

Pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-633 menabrak tiang lampu di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu. Berimbas pada tiang lampu yang bengkok dan mengalami kerusakan hingga roboh.

Datangnya suara yang keras akibat pesawat yang menabrak tiang, yang diduga tempat parker pesawat yang sempit.

 

4. Gagal Take Off, Penumpang Diturunkan

Pesawat Lion Air JT-633 menampung 150 orang dengan rincian 143 penumpang dan 7 orang awak kru diturunkan kembali dan menunggu di ruang tunggu bandara, usai insiden menabrak tiang koordinat.

Akibat insiden tersebut, pihak maskapai akan mengganti jam penerbangan pukul 21.00 WIB menggunakan pesawat Lion Air lain dengan nomor JT-632 tujuan Bengkulu-Jakarta

Ini Sayap Lion Air yang Robek Besar Akibat Senggol Tiang Koordinat Bandara Bengkulu

5. Penumpang sampai dengan Selamat

Jam penerbangan yang digantikan pukul21.00 WIB mengudara sekitar pukul 22.48 WIB dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu dan sampai tujuan di Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang kemarin malam pukul 23.50 WIB.

Atas insiden tersebut, pihak Aircraft Movement Control (AMC) Bandara Fatmawati Soekarno menyampaikan permohonan maafnya khususnya kepada seluruh penumpang Lion Air nomor JT-633 rute Bengkulu-Jakarta yang mengalami keterlambatan, pada Rabu 7 November 2018.

Ini Sayap Lion Air yang Robek Besar Akibat Senggol Tiang Koordinat Bandara Bengkulu

 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/08/337/1975100/5-fakta-pesawat-lion-air-tabrak-tiang-di-bandara-bengkulu)

Petugas imigrasi Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Andi Sofyar mengembalikan uang senilai Rp30 juta ke Komisi Pemberantasan ‎Korupsi (KPK). Uang Rp30 juta itu diduga imbalan untuk Andi Sofyar karena telah membantu melarikan tersangka KPK, Eddy Sindoro ke luar negeri.

"Yang bersangkutan telah diperiksa dalam proses penyidikan di KPK dan mengembalikan uang Rp30 juta yang diduga diterima sebelumnya terkait dengan perkara ini," kata Juru Bicara KPK,‎ Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Kamis (8/11/2018).

Hal itu diungkapkan Febri sekaligus menekankan kepada pihak Imigrasi terkait keterlibatan pegawainya dalam perkara dugaan merintangi penyidikan Eddy Sindoro dengan terdakwa Lucas. KPK menduga, Andi Sofyar mempunyai peran dalam melarikan Eddy Sindoro.

"Perlu kami sampaikan bahwa KPK telah menguraikan pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini, termasuk salah satu‎ pegawai Imigrasi yang diduga memiliki peran dan menerima sejumlah uang," terangnya.

Eddy Sindoro

Febri menambahkan, pengembalian uang tersebut nantinya akan menjadi bukti tambahan untuk menguatkan dakwaan Lucas di persidangan. Secara rinci, Jaksa KPK akan membeberkan bukti-bukti lain di sidang lanjutan Lucas.

"Kami harap hal ini bisa memperjelas informasi terkait dengan perkara ini. Dan karena proses ini sedang di persidangan, ada baiknya kita hormati dan simak persidangan yang terbuka untuk umum ini," pungkasnya.

Nama Andi Sofyar sendiri sebelumnya sempat disebut di sidang dakwaan Lucas. Andi disebut menerima Rp30 juta dari Dwi Hendro Wibowo al‎ias Bowo untuk membantu melarikan Eddy Sindoro dari Indonesia ke Singapura.

Awalnya, Hendro Wibowo menerima uang sebesar SGD33 ribu dari orang suruhan Lucas, Dina Soraya karena telah membantu melancarkan rencananya melarikan Eddy Sindoro.‎ Hendro kemudian membagikan uang tersebut ke sejumlah pihak yang membantunya.

Pih‎ak yang diduga turut menerima uang dari Hendro selain Andi Sofyar yakni, Duty Executive PT Indonesia Air Asia, Yulia Shintawati. Yulia disebut mendapat jatah Rp20 juta.‎ Kemudian, dua orang lainnya yakni, M Ridwan dan David Yoosua Rudingan yang masing-masing disebut menerima uang sebesar Rp500 ribu.

 Ilustrasi

Uang tersebut diberikan Hendri kepada empat orang itu karena diduga telah turut andil membantu melarikan Eddy Sindoro ke luar negeri. Padahal, Eddy Sindoro saat itu telah berstatus tersangka dan sudah dicekal oleh KPK untuk berpergian ke luar negeri.

‎Dalam perkara ini, Advokat Lucas didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.

Jaksa KPK juga mendakwa Lucas membantu mengupayakan agar Eddy Sindoro masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi. Hal itu dilakukan Lucas untuk menghindari tindakan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Eddy Sindoro.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/08/337/1975078/bantu-pelarian-eddy-sindoro-petugas-imigrasi-kembalikan-imbalan-rp30-juta-ke-kpk)

Asyik di Facebook