Nov 16, 2018 Last Updated 9:46 AM, Nov 16, 2018
Nasional

Nasional (517)

Pemilihan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Indonesia berlangsung di Kendari Sulawesi Tenggara, pada 28 September 2018 menyisakan tiga kandidat dari 11 kandidat yang diusulkan Kwarda. Ketiganya adalah Adhyaksa Dault, Budi Waseso dan Jana Anggadiredja.

Dari 35 suara yang ada, Budi Waseso memperoleh 19 suara, Adhyaksa 14 suara dan Jana 2 suara. Namun, dalam pemilihan tersebut berhembus isu intelijen mengintervensi pemilihan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka yang berujung pada keterpilihan Budi Waseso.

Juru Bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto mengatakan, tudingan bahwa intelijen mengintervensi pemilihan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso adalah tidak benar (hoax). Dia menambahkan, pemilihan berlangsung secara 'Luber' (Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia) serta 'Jurdil' (Jujur dan Adil), tidak ada yang tahu ketika terjadi pencoblosan di bilik suara.

 

Pemilihan Ketua Kwarnas Pramuka (foto: Ist)

Pemilihan Ketua Kwarnas Pramuka (foto: Ist)

"Tidak ada intervensi intelijen terhadap ketua-ketua Kwartir Daerah (Kwarda)," tegas Wawan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/10/2018).

Jalannya pemilihan, kata Wawan, sangat adil, terbuka dan semua pihak dapat menyampaikan pendapat. "Tidak ada kepentingan di balik pemilihan tersebut, siapapun yang terpilih harus mampu mengemban amanat mendidik kader pandu Indonesia ke depan," sambungnya.

Dia menambahkan, soal regenerasi kepemimpinan di Kwarnas bukan hal baru, dari waktu ke waktu kepemimpinan silih berganti. Menurutnya, tiap orang ada masanya dan tiap masa ada orangnya.

"Semua saling mengisi dan saling berkontribusi satu sama lain.

Mengenai siapa yang terpilih diupayakan ada musyawarah mufakat, namun karena musyawarah mufakat tidak dapat diperoleh maka dilakukan voting," urainya.

"Siapapun yang terpilih dalam voting harus ditegak-hormati. Hal ini menjadi pembelajaran demokrasi yang baik bagi adik-adik pandu Indonesia. Tidak perlu mencari kambing hitam dalam sebuah proses pemilihan," pungkas Wawan.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/10/02/337/1958632/bin-tegaskan-tak-ada-intervensi-di-balik-terpilihnya-buwas-jadi-ketua-kwarnas-pramuka)

Polri menanggapi dengan santai adanya pelaporan salah satu deklarator gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman ke Komnas HAM. Pasalnya, Polri menilai setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menempuh jalur hukum.

"Untuk laporan setiap warga negara, kami menganut asas hukum kami, setiap warga negara memiliki hak yang sama di muka hukum. Jadi siapa saja warga negara yang merasa dirugikan, baik oleh perorangan ataupun kelompok. Silakan gunakan haknya untuk melaporkan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Orasi di Atas Mobil, Neno Warisman Ajak Massa Tertib Bubarkan Diri 

Neno Warisman dan sejumlah perwakilan kelompok tersebut mengadu ke Komnas HAM, Selasa 25 September 2018 kemarin. Mereka mengadu terkait penanganan Korps Bhayangkara sebagai aparat keamanan terkait gerakan Hastag tersebut.

Terkait hal itu, Dedi menambahkan, lembaganya mempersilahkan apabila ada segelintir orang atau kelompok yang merasa dirugikan. Apalagi, kata dia, Indonesia merupakan negara yang berazaskan hukum.

"Melaporkan peristiwa yang merasa orang itu dirugikan, nanti dari pihak yang menerima laporan akan mengambil langkah sesuai dengan yuridis masing-masing. Silakan saja, Indonesia kan negara hukum. Seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum," papar Dedi.

Sekadar diketahui, Neno Warisman yang merupakan salah satu penggagas gerakan tersebut sempat mendapatkan penolakan dari sejumlah massa di di Gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK) Pekanbaru, Riau saat hendak menyuarakan gerakan itu.

Penghadangan Mobil Neno Warisman di Riau (Banda/Okezone)

Penghadangan Mobil Neno Warisman di Riau (Banda/Okezone) 

Bahkan, mobil Neno sempat dilempari kelompok kontra gerakan tersebut. Alhasil, Neno batal menghadiri acara tersebut dan kembali ke Jakarta. Tak hanya satu, dibeberapa lokasi Neno juga pernah mengalami perlakuan yang sama.

Dengan adanya hal tersebut, Neno mengklaim dirinya menerima perlakuan persekusi. Bahkan, dia menyesalkan langkah dari aparat kepolisian.

 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/27/337/1956410/dilaporkan-neno-warisman-ke-komnas-ham-polri-silakan-saja)

Debarkasi Batam telah memulangkan seluruh jemaah haji yang tergabung dalam 27 kloter melalui Bandara Hang Nadim Batam. Pemulangan jemaah haji ditutup dari kloter 27, Selasa (25/9) malam. Dengan jumlah jemaah haji yang meninggal dunia sebanyak 30 orang jemaah.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Batam memberangkatkan 11.852 jemaah asal Kepri, Riau, Jambi dan Kalimantan Barat. Namun jemaah haji yang pulang berjumlah 11.823 orang. Jemaah haji yang meninggal di tanah suci 28 orang, sementara dua lainnya meninggal setiba di tanah air.

Kedatangan jamaah kloter 27 disambut oleh Wali Kota Batam, H. Muhammad Rudi, Kepala Biro Kesra Provinsi Kepri, H.Tarmidi, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kepri H.Juremi, Ka.Kemenag Kota Batam, H.Erizal Abdullah, Kasubbag TU Kemenag Kota Tanjung Pinang serta pejabat lainnya.

Wali Kota Batam Rudi mengucapkan, selamat datang dan selamat kembali ke tanah air. Ia meminta Dinas Kesehatan Batam agar memprioritaskan jemaah haji apabila dalam waktu dekat ini ada yang berobat tanpa membawa kartu BPJS agar dibantu dengan didukung data dari Kementerian Agama Batam.

“Selamat datang dan selamat kembali ke tanah air jamaah haji Kloter 27 BTH. Semoga memperoleh haji yang mabrur,” katanya.

 

Orang nomor satu di Batam tersebut juga meminta doa kepada seluruh jemaah, “Insya Allah tahun 2019 Masjid Agung akan di pugar, dibesarkan dan diperindah. Mudah-mudahan seluruh ruangannya lebih dingin dan nyaman, serta dapat menampung sediktinya 10 ribu orang jamaah,” tutur Rudi.

Kabid Penerimaan Jemaah PPIH Debarkasi Haji Batam, H.Erizal Abdulah dalam sambutannya berpesan agar jemaah kloter 27 tetap mengedepankan kesehatan. Apabila dalam beberapa hari ke depan ada jemaah mengalami demam panas maka segera memeriksakan diri ke dokter dengan membawa kartu BPJS.

“Ucapan terima kasih disampaikan untuk seluruh petugas Kloter dan petugas PPIH Debarkasi Haji Batam yang telah berusaha memberikan pelayanan yang terbaik pada tamu-tamu Allah,” kata Erizal.

Sementara itu berdasarkan sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Debarkasi Haji Batam mencatat rincian jamah haji yang berangkat dan pulang dari tanah suci. Jemaah Riau berangkat 5.039 orang, pulang 5.033 orang. Wafat di tanah suci 6 orang dan wafat di tanah air dua orang.

Provinsi Kepulauan Riau berangkat 1.260 orang, pulang 1.257 orang. Wafat di tanah suci sebanyak 2 orang, sakit dan tinggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) 1 orang.

Provinsi Kalimantan Barat berangkat 2.521 orang, pulang 2.510 orang. Wafat di tanah suci sebanyak 10 orang. Provinsi Jambi total berangkat 2.897 orang, pulang 2.888 orang. Wafat di tanah suci tujuh orang. 

 

(https://batampos.co.id/2018/09/27/11-823-haji-embarkasi-batam-sudah-kembali-ke-tanah-air/)

FESTIVAL Bahari Kepulauan Riau (FBK) 2018 begitu menarik minat publik, sampai-sampai menjadi Trending Topic kedua di Twitter saat pembukaan di Balai Daerah Tanjungpinang, Sabtu 22 September 2018.

Tentu saja itu tidak mengherankan, sebab acara tersebut masuk dalam even nasional yang dimasukkkan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam buku 100 Wonderful Evens Indonesia 2018.

 

Berbagai keseruan disuguhkan dalam even ini, di antaranya atraksi pe-jetski mancanegara, lomba jong atau perahu mini, pacuan kapal pancong, turnamen layang-layang dan gasing, lomba melukis serta lainnya.

Acara tersebut dirangkai oleh Dinas Pariwisata Kepri untuk menarik minat wisatawan. Misi ini sejalan dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

 

Wali Kota Tanjungpinang Syahrul bahkan punya cita-cita besar menjadikan wilayahnya sebagai Destinasi Wisata Dunia. Ia percaya diri bisa mewujudkannya karena pertama, wilayah kepulauan itu punya Pulau Penyegat.

"(Rencana menjadikan Destinasi Wisata Dunia), itu sedang kita bahas kita ajukan ke Pemerintah Provinsi karena Pulau Penyengat itu sampai ke Negeri Belanda pun orang tahu," ucapnya kepada Okezone di sela FBK 2018.

Syahrul menambahkan bahwa Pariwisata Tanjungpinang adalah wisata sejarah, terutama dengan adanya Pulau Penyengat. Di sana ada sejarah bahasa, sejarah Kerajaan Melayu yang terdiri dari Riau-Lingga-Johor.

Kemudian di sana juga ada pahlawan nasional Raja Ali Fisabilillah yang berperang melawan Belanda. Lalu ada juga Pahlawan Kebudayaan yang mengarang Gurindam Duabelas dan mencetuskan beberapa buku bahasa sehingga adi rujukan Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu.

"Wisata kedua yang harus dikembangkan adalah wisaya religi karena Melayu itu adalah Islam, Islam adalah Melayu," tuturnya.

Selanjutnya yang ketiga untuk segera dikembangkan adalah wisata kuliner dan dan dilanjutkan dengan pengembangkan pantai. "Pantai ini baru akan kita kembangkan mungkin di 2019 dan seterusnya," papar Syahrul.

Ia menambahkan sektor pariwisata memang harus dikembangkan, sebab pihaknya berpendapat di mana-mana sektor pariwisata menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Strateginya sendiri mengemasnya secara kreatif dengan membuat even seperti Festival Bahari Kepri 2018.

Sebelumnya Menpar Arief Yahya juga berpendapat bahwa pengembangan sektor pariwisata bisa menguntungkan pemerintah dan warga sekitar.

"Budaya itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan. Contohnya pembukaan FBK ini. Sajian kentalnya budaya menjadi sebuah suguhan yang dinanti wisatawan," ucapnya.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/25/1/1955363/pulau-penyengat-diusulkan-jadi-destinasi-wisata-dunia)

Kepergian anggota The Jakmania Haringga Sirla menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Sang ibunda Haringga, Mirah berharap agar peristiwa tersebut merupakan yang terakhir kalinya.

Sang ibuda pun meminta seluruh suporter sepak bola di Indonesia agar selalu menjaga perdamaian. Sehingga, kasus penganiayaan antar suporter tidak lagi terjadi di Tanah Air.

Hingga Selasa (25/9/2018), karanga bunga terus berdatangan di rumah duka Haringga di Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Suasana duka masih menyelimuti keluarga ini, meski pemuda berusia 23 tahun itu telah dimakamkan, kemarin.

Keluarga Haringga di Rumah Duka, Indramayu, Jabar (Foto : Toiskandar)

Keluarga Haringga di Rumah Duka, Indramayu, Jabar (Foto : Toiskandar) 

 

Mirah menuturkan, Haringga memang merupakan pendukung klub sepak bola Persija dan sering kali menonton setiap laga tim Ibu Kota di beberapa daerah seperti di Yogya, Solo, dan daerah lainya. Setiap kali menonton, Haringga selalu izin kepada orangtuanya.

Namun, pada laga Persib vs Persija yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Bandung, pada Minggu 23 September 2018, Haringga tak meminta izin untuk pergi.

“Dia hanya bilang pergi menemui teman untuk urusan pekerjaan,” kenang Mirah.

Namun nahas, orangtua mendapatkan kabar yang sangat menyedihkan dari Bandung mengenai anaknya yang meninggal akibat penganiayaan sekelompok orang yang merupakan suporter Persib (Bobotoh).

Dia pun berharap, agar pihak aparat keamanan pun segera menindak para pelaku yang mebuat Haringga tewas dengan sangat mengenaskan tersebut.

 

 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/25/525/1955391/pesan-ibunda-haringga-kepada-seluruh-suporter-sepak-bola-jaga-perdamaian)

 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa secara silang dua tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1. Dua tersangka yang diperiksa secara silang tersebut yakni, Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan pemeriksaan silang terhadap keduanya. Dimana, Eni akan diperiksa sebagai saksi untuk Idrus Marham. Pun demikian sebaliknya, Idrus akan dimintai keterangan untuk berkas penyidikan Eni.

"Dilakukan pemeriksaan silang untuk mendalami peran masing-masing tersangka dalam kasus ini," kata Febri melalui pesan singkatnya, Senin (24/9/2018).

Eni dan Idrus sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1. Selain Eni dan Idrus, KPK juga menetapkan Bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Eni diduga bersama-sama Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai US$900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/24/337/1954868/kpk-periksa-silang-eni-saragih-dan-idrus-marham)

Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT) tidak terima divonis 13 tahun penjara oleh hakim pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) Jakarta.

Tanpa pikir panjang, Syafruddin langsung mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta usai divonis bersalah karena menerbitkan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terhadap obligor Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

"Kami meminta kepada tim penasihat hukum kami, saat ini juga, setelah selesai ini, kami minta untuk segera mendaftarkan untuk kita melakukan banding," kata Syafruddin usai mendengarkan putusan majelis hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).

Arsyad Tumenggung

 

Sementara itu, tim Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku masih pikir-pikir untuk mengajukan upaya banding. Diketahui, vonis terhadap Syafruddin lebih rendah dua tahun dari tuntutan.

Sebagaimana tuntutan yang diajukan Jaksa terhadap Syafruddin sendiri yakni 15 tahun penjara dengan denda sebesar Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Sedangkan dalam vonisnya, Majelis Hakim Tipikor menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara terhadap Syafruddin Arsyad Temenggung. Selain itu, Syafruddin juga diganjar denda sebesar Rp700 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Majelis hakim meyakini Syafruddin terbukti bersalah karena perbuatannya melawan hukum. Di mana, menurut hakim, Syafruddin telah melakukan penghapusbukuan secara sepihak terhadap utang pemilik saham BDNI tahun 2004.

Padahal, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, tidak ada perintah dari Presiden M‎egawati Soekarnoputri untuk menghapusbukukan utang tersebut.

Dalam analisis yuridis, hakim juga berpandangan bahwa Syafruddin telah menandatangi surat pemenuhan kewajiban membayar utang terhadap obligor BDNI, Sjamsul Nursalim. Padahal, Sjamsul belum membayar kekurangan aset para petambak.

Syafruddin juga terbukti telah menerbitkan SKL BLBI kepada Sjamsul Nursalim. Penerbitan SKL BLBI itu menyebabkan negara kehilangan hak untuk menagih utang Sjamsul sebesar Rp4,58 triliun.

Atas perbuatannya, Syafruddin terbukti melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/24/337/1954925/eks-kepala-bppn-ajukan-banding-atas-vonis-13-tahun-penjara)

Indonesia harus memanfaatkan potensinya untuk berada di barisan depan dalam menghadapi revolusi industri.

Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko menyampaikan, potensi tersebut nampak ketika 200 inovator dari berbagai disiplin keilmuan mau bergabung dalam gerakan Inovantor 4.0. Mereka yang bergabung dalam mewujudkan gerakan ini adalah para politikus progresif, pendidik, dan wirausahawan sosial.

Anggota Komisi II DPR RI itu menyampaikan, Inovator 4.0 adalah kelompok yang menyadari perkembangan alat bisa jauh lebih cepat dari ide.

"Makanya kita enggak mau manusia yang punya ide ini tertinggal. Amerika punya Silicon Valley, China ada Alibaba. Apa ekspresi teknologi dari Pancasila? Inovator mau mencari tahu soal itu," ujar Budiman dalam acara deklarasi Inovator 4.0 di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018) malam.

Kehadiran Inovator 4.0, sambungnya, jadi modal penting mewujudkan pembangunan yang berlandaskan data akurat. Membangun Indonesia dengan data menurut dia bisa diwujudkan dengan menguasai ilmu pengetahuan dan menggabungkannya dengan jaringan sosial.

"Abad 21, kerja harus pakai data, bukan mitos. Karena data adalah data, dirangkai jadi cerita. Mereka yang mencerdaskan individu dan perkakas harus bersatu," kata Budiman.

Dalam acara deklarasi Inovator 4.0 juga menyinggung mengenai pentingnya RUU Pengelolaan Pemerintahan Kecerdasan Buatan sekaligus meluncurkan #2019WarasBareng.

Hadir sebagai pemateri diskusi, Sabda PS selaku founder Zenius Education, Mariya Mubarika penggagas revisi UU Pendidikan Kedokteran, Cyril Raoul Hakim selaku wirausaha sosial dan lainnya.

 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/20/337/1953416/budiman-sudjatmiko-abad-21-kerja-harus-pakai-data-bukan-mitos)

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil membongkar penyelundupan narkoba jenis sabu jaringan Indonesia- Uganda. Sabu itu diselundupkan dari Uganda dengan modus dimasukkan dalam paket pensil berwarna.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Daniyanto mengatakan bahwa paket sabu dari negara di bagian Afrika Timur tersebut dikirim ke Kantor Pos Jakarta Timur Jalan Pemuda, Jakarta Timur.

"Sabtu kemarin 15 September, kami mendapat informasi bahwa akan adanya pengiriman paket yang berisi narkotika jenis sabu dari negara Uganda ke Indonesia," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Sabu seberat 101 gram itu dikemas mirip pensil warna lalu dipaketkan. "Dalam paket itu ada empat tempat pinsil warna yang di dalamnya berisi sabu," tuturnya.

 

 

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap paket tersebut, petugas kepolisian langsung menelusuri alamat yang dituju dari paket tersebut. Kemudian ditangkap tersangka Pratik Prasetya alias Gendut.

"Setelah kami menangkap dan mengeledah Gendut, kita kembangkan lagi, kita berhasil menangkp Cahya (Sapudin) di Cakung," tuturnya.

Dari penangkapan Gendut dan Cahya. Polisi kembali mengembangkan kembali, ternyata keduanya dikendalikan oleh warga Nigeria yang sering disebut-sebut dengan sapaan Cemong.

"Hasil pengembangan bahwa narkotika jenis sabu, dikendalikan oleh seorang laki-laki disebut Cemong warga Nigeria," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, Gendut dan Cahya terancam akan dikenakan Pasal 114 Ayat 2 subsidair 112 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/21/337/1953646/sabu-dari-uganda-diselundupkan-ke-indonesia-dalam-pensil-berwarna)

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Ditipideksus) Mabes Polri membongkar praktik penyalahgunaan distribusi gula rafinasi PT Permata Dunia Sukses Utama, Kota Cilegon. Berdasarkan izin edar kuota yang semestinya 6 ribu ton diubah menjadi 60 ribu ton.

Wadir Tipideksus Breskrim Polri Kombes Daniel Tahimonang Silitonga mengatakan, pihaknya mengamankan satu orang tersangka KPW yang berperan mendistribusikan gula rafinasi ke sejumlah daerah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten.

"Tersangka bekerja sama dengan TW dan ES melakukan distribusi gula refinasi tidak sesuai dengn ketentuan perundng-undangan dengan cata melakukan manipulasi data," ujar Daniel di Kota Cilegon, Kamis (20/9/2018).

Dia menjelaskan, tersangkan diduga melakukan distribusi gula rafinasi tidak hanya ke industri makanan dan minuman. Tetapi, beralih ke konsumen.

 

Dari PT PDSU, polisi mengamankan gula rafinasi siap kirim sebanyak 340 Ton. Sedangkan, di Jatim dan Jateng sebanyak 100 Ton. "Yang kita amankan di sini (PT PDSU) yang belum terkirim itu ada sekitar 340 Ton, dan 100 Ton yang ada di toko-toko atau di warung di wilayah Jawa," ungkapnya.

Akibat perbuatan dari mafia gula tersebut, petani tebu sangat dirugikan dengan harga gula di pasaran, dan membut resah masyarakat. "Tersangka akan bertambah, karena kita masih melakukan pengembangan," tandasnya.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/20/340/1953182/polri-bongkar-penyalahgunaan-60-ribu-ton-gula-rafinasi-di-cilegon)

Asyik di Facebook