Sep 25, 2018 Last Updated 10:24 AM, Sep 25, 2018
Nasional

Nasional (486)

Seorang ibu paruh baya yang kepergok mencuri di Supermarket Batam Mandiri Mart (BMM) di amankan Polsek Sagulung, Jumat (13/7) lalu. Adalah Asf, 40 yang ketahuan ngutil pakaian di supermarket yang berlokasi di Simpang Nato, Sagulung.

 

Menurut karyawan BMM, Supriadi gerak-gerik Asf sudah mencurigakan. Ia berpura pura melihat barang dan memilih milih pakaian yang ada di luar supermarket. “Sudah mencurigakan, makanya diperhatikan terus oleh kasir dari layar CCTV,” katanya.

Dia mengatakan setelah lama memilih milih pakaian, Asf pun terlihat dari CCTv tengah memasukkan beberapa pakaian ke dalam bajunya. Tidak lama kemudian, Asf keluar dari supermarket dengan tergesa-gesa.

“Saat keluar dari supermarket kasir memberitahukan bahwa ibu itu mengambil barang,”kata Supriadi.

Mengetahui hal tersebut mereka langsung menjumpai Asf dan meminta dengan baik baik untuk mengakui perbuatannya, namun Asf ngotot tidak mengakui perbuatannya.

“Sempat rame juga warga, jadi akhirnya ibu itu digledah dan ada tiga pasang pakaian di dalam bajunya,” jelasnya.

Karena warga sudah ramai, takut terjadi hal hal yang tidak diinginkan akhirnya pengelola toko menghubungi Polsek Sagulung, dan Asf, dibawa ke Polsek Sagulung.

Sementara Kapolsek Sagulung AKP Yuda Surya, mengatakan pihaknya sudah mengamankan pelakunya.”Dari tangan pelaku kita amankan tiga pcs pakaian sebagai barang bukti yang sudah sempat diambilnya,”kata Yuda

Yuda mengatakan pemilik toko selama ini sudah sering mengalami kejadian yang sama.

“Jadi kami masih kembangkan, apakah ada hubungannya dengan kejadian kejadian yang pernah terjadi ditempat tersebut,” tutup Yuda.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan selama dua hari, Jumat dan Sabtu (13-14/7/2018).

Jokowi bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Jumat pagi pukul 08.00 WIB dengan menaiki pesawat kepresidenan Indonesia-1.

Dalam penerbangan itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno turut mendampingi Presiden.

Rombongan kepresidenan mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada pukul 08.50 WIB.

 

Jokowi tiba di Palembang. Foto: Biro Pers Setpres

Gubernur Sumsel Alex Noerdin langsung menyalami Presiden Jokowi yang mengenakan pakaian kemeja putih.

Presiden direncanakan meninjau kesiapan sejumlah fasilitas dan arena olahraga untuk Asian Games 2018 di Kota Palembang. Kepala Negara akan meninjau sejumlah arena (venue)cabang olahraga di Jakabaring Sport City yang sudah rampung pada 14 Juli 2018.

Foto: Antara

Menurut anggota tim teknis pembuatan arena skateboard Asian Games 2018, Ardy Polli, dalam kunjungan kerja ini, Presiden direncanakan meninjau arena skateboard.

Selain itu, Gubernur Alex mengatakan Presiden akan meresmikan lintasan dayung untuk Asian Games 2018 di kawasan olahraga Jakabaring, Palembang.

Gubernur menambahkan, Presiden juga direncanakan meninjau kereta kapasitas ringan atau light rail transit (LRT) di Palembang.

Pada tahap awal, LRT tersebut akan menjadi sarana transportasi para peserta Asian Games pada Agustus-September 2018.

Kemudian Presiden juga akan blusukan meninjau program padat karya di salah satu kabupaten di Sumatera Selatan.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/07/13/337/1921786/jokowi-tiba-di-palembang-tinjau-kesiapan-fasilitas-dan-venue-asian-games-2018)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil eks anggota badan anggaran (Banggar) DPR RI Wa Ode Nurhayati untuk dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari dalam perkara korupsi e-KTP.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Lembaga antirasuah juga memanggil dua orang lainnya, yakni Staf Subdit Pengolahan Data Direktorat PIAK Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rina Wahyuni dan pensiunan Kabag Perencanaan Kemendagri, Wisnu Wibowo.

"Mereka juga akan dimintai keterangannya sebagai saksi untuk Markus Nari," tutur Febri.

 

Foto/Okezone

KPK sudah menjerat delapan orang dalam kasus korupsi e-KTP. Mereka dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Selanjutnya Markus Nari, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, dan Made Oka Masagung.

Sedangkan mantan ketua DPR RI, Setya Novanto, sudah divonis terbukti bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Kemudian untuk Anang Sugiana Sudihardjo masih proses persidangan.

Sementara Markus Nari dan Made Oka Masagung terus menjalani penyidikan di KPK. Sedangkan Irvanto dalam penyusunan dakwaan.

Kedelapan orang itu diduga secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/07/13/337/1921877/korupsi-e-ktp-kpk-periksa-eks-anggota-banggar-dpr-wa-ode)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola dalam penyidikan tindak pidana korupsi menerima gratifikasi terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Provinsi Jambi tahun 2014-2017.

"Hari ini, Zumi Zola dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Arfan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Zumi Zola telah tiba di Gedung KPK, Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan.

Selain kasus gratifikasi, KPK juga baru saja menetapkan Zumi Zola sebagai tersangka suap terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Jambi 2017 dan 2018.

 

Dalam pengembangan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi dan penerimaan lainnya, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup adanya dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait pengesahan RAPBD Jambi 2017 dan 2018.

Zumi Zola (Okezone)

Setelah mencermati fakta-fakta persidangan dan didukung dengan alat bukti berupa keterangan saksi, surat, dan barang elektronik bahwa Zumi Zola selaku Gubernur Jambi periode 2016-2021 diduga mengetahui dan setuju terkait uang ketok palu.

Selanjutnya, Zumi Zola meminta Plt Kadis PUPR Jambi Arfan (ARN) dan Asisten Daerah 3 Provinsi Jambi Saipudin (SAI) untuk "mencari uang" agar mendapat pengesahan Raperda APBD 2018 Jambi, melakukan pengumpulan dana dari kepala-kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pinjaman pada pihak lainnya serta pengumpulan dana yang akan diperuntukan kepada para anggota DPRD.

"Dari dana terkumpul tersebut, ARN melalui orang kepercayaannya telah memberikan kepada sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi sekitar Rp3,4 miliar. Selama proses berjalan, KPK menerima pengembalian uang dari pihak yang telah menerima, yaitu uang yang dialokasikan untuk tujuh tujuh anggota DPRD sejumlah total Rp700 juta. Uang tersebut menjadi alat bukti dan dititipkan dalam rekening penampungan KPK," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa 10 Juli kemarin.

 

(Okezone.com)

 

Seorang wanita muda berinisial S mengaku menjadi korban malapraktik oknum dokter kandungan berinisial HS di Rumah Sakit Grha Kedoya, Jakarta Barat. Kasus dugaan malapraktik itu pertama kali diketahui korban pasca-operasi kista yang dijalaninya.

Alangkah kagetnya korban begitu mengetahui jika dua indung telurnya turut diangkat dan bahkan dibuang tanpa pemberitahuan ataupun izin kepada yang bersangkutan. Imbasnya, harapan S untuk memiliki keturunan pun sirna sudah.

Atas peristiwa yang dialaminya itu, S kemudian menggandeng advokat kondang Hotman Paris Hutapea untuk menjadi kuasa hukumnya dalam menghadapi kasus ini. Dalam video dan postingannya di akun Instagram @hotmanparisofficial, Hotman mengaku heran dengan keputusan oknum dokter mengangkat dan membuang indung telur korban. Alasan pengangkatan indung telur korban oleh dokter ialah diduga adanya kanker.

"Kok bisa indung telur pasien dibuang dokter hanya dengan cara melihat dan alasan dokternya galau? Tanpa terlebih dahulu ada cek lab apakah ada kanker? Halo Dinkes Pemda DKI jangan lengah dan jangan asyik nikmatin empuknya jabatanmu? Cepat Dinkes DKI bertindak! Halo Menteri Kesehatan? Halo Kepala Dinas DKI? Di mana kau kau kau! Hancur harapan padien untuk punya keturunan dan keluarga," tulis Hotman.

Hotman Paris

Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan awal di salah satu rumah sakit di Singapura, S dinyatakan bersih dari kanker. Kalau pun terdeteksi adanya kanker, namun kondisi itu sama sekali tidak mendesak untuk dioperasi saat itu juga.

"Tidak ada keadaan emergency untuk dioperasi, karena ini hanya kista. Sekiranya enggak jadi dioperasi atau ditunda dia masih hidup. Karena dia sudah cek di Singapura enggak ada kanker. Tidak ada keadaan emergency," tegas Hotman.

"Pasien baru dikasih tahu dokter telah diambil indung telurnya empat hari setelah operasi saat pasien sudah cek out rumah sakit! Betapa tidak amannya berobat di negaraku ini! Halo Menteri Kesehatan? Pak Gubernur dan Wagub DKI dan Kepala Dinas Pemda DKI? Cepat periksa dan tindak,"pungkasnya.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/07/11/338/1920805/dikira-kanker-indung-telur-wanita-ini-diangkat-dokter-tanpa-izin)

BICARA mengenai rambut panjang yang sehat, mungkin Anda akan berpikiran bahwa itu hanya angan belaka saja. Sebab, memiliki rambut panjang yang sehat itu bukan perkara mudah.

Eits! Siapa bilang memiliki rambut panjang yang sehat itu sulit. Ada cara mudah yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah dan hasilnya pun bakal membuat Anda kaget. Bahkan, jika memang Anda memiliki masalah rambut yang membandel, 5 trik ini bisa membantu mengatasinya juga. Well, dilansir dari Boldsky, Kamis (5/7/2018) berikut cara mudah menciptakan rambut panjang yang sehat sekaligus cantik

1. Memotong ujung rambut

 

Tidak bisa dipungkiri, masalah yang biasanya dihadapi mereka yang memiliki rambut panjang adalah ujung rambut terlihat sangat kering, kasar, atau bercabang. Hal ini karena nutrisi yang diterima ujung rambut tidak semaksimal rambut yang berada di dekat kulit kepala.

Nah, untuk menyiasati masalah rambut ini, yang bisa Anda lakukan adalah memotong ujung rambut secara rutin. Hal ini dianggap mampu mengembalikan kondisi rambut yang sehat. Ingat, motongnya bagian yang rusak saja agar tampilan rambut panjang tetap rapi.

2. Keramas dengan air dingin

 

Air dingin dianggap sebagai suhu yang paling ideal untuk mencuci rambut. Sebab, kondisi air dingin itu membantu mengunci kelembaban rambut dan menjaga kulit kepala terhidrasi dengan baik. Hal ini tentu berkaitan langsung dengan kondisi rambut setelah keramas. Biasanya, rambut akan terkesan mengembang dan ini baik untuk menjaga kesehatan rambut panjang.

3. Jangan keramas setiap hari

Kata siapa semakin Anda rutin keramas, rambut akan semakin sehat? Justru fakta berkata sebaliknya, lho! Keramas setiap hari malah menghilangkan minyak alami kulit kepala dan ini membuat rambut kering. Padahal, minyak alami ini yang membuat rambut terhidrasi dan sehat. Sementara itu, jika akar rambut Anda berminyak, pastikan Anda menyisir rambut sebelum tidur. Ini bermanfaat untuk mendistribusikan minyak alami tersebut ke ujung rambut yang kadang bermasalah.

4. Treatment Aloe Vera

Lidah buaya dipercaya baik untuk meningkatkan kelembaban kulit. Bahkan, tidak hanya kulit, rambut pun bisa mendapatkan manfaat tumbuhan yang satu ini. Penggunaan lidah buaya dipercaya bisa merangsang aliran darah. Cara menggunakannya juga mudah, Anda tinggal mengoleksan gel lidah buaya ke seluruh rambut dan diamkan beberapa menit, lalu bilas.

5. Santan

Siapa bilang santan hanya untuk makanan? Kini Anda mesti coba santan untuk masker rambut. Hal ini ternyata baik karena santan mengandung potasium, zat besi, dan asam lemak yang baik untuk kualitas rambut yang sehat. Selain sehat, dengan masker santan, rambut Anda bisa terlihat lebih mengkilat dan tentunya harum.

 

(https://lifestyle.okezone.com/read/2018/07/05/194/1918332/miliki-rambut-panjang-yang-cantik-dan-sehat-itu-tidak-sulit-5-cara-ini-dijamin-manjur)

Tindak kriminal yang melibatkan pelaku penderita gangguan jiwa terus saja terjadi di Indonesia. Setelah beberapa waktu lalu marak aksi kekerasan terhadap pemuka agama yang dilakukan orang gila, kini hadir perbuatan serupa di Pontianak, Kalimantan Barat.

Petugas kepolisian yang mengusut kasus seperti ini pun tetap bertindak proporsional dengan mengamankan mereka agar tidak terjadi lagi. Namun, lagi-lagi proses hukum ada yang mengalami kendala karena para pelaku tidak dalam tingkat kesadaran jiwa.

Berikut ini sejumlah perkara kriminal yang melibatkan para pelaku penderita gangguan jiwa. Sebagaimana telah dirangkum Okezone, Jumat (6/7/2018).

1. Ibu di Pontianak Dimutilasi Anaknya yang Gangguan Jiwa

Seorang perempuan paruh baya berinisial HN (43) tega memutilasi ibu kandungnya sendiri JS (80). Peristiwa itu terjadi di kediaman mereka di Gang Landak, Jalan Tanjungpura, Kecamatan Pontianak Selatan, Kalimantan Barat, pada Kamis 5 Juli 2018.

"Dari keterangan menantu korban dan pihak keluarga lainnya bahwa diduga pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa, namun telah mendapat terapi," ujar Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli, Jumat (6/7/2018).

HN sudah diamankan personel Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak beberapa jam setelah potongan tubuh korban yang menggegerkan itu diketahui warga. "Yang bersangkutan masih kita periksa lebih lanjut," terang Husni.

Bersama pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa parang yang diduga digunakan untuk membunuh atau memutilasi korban, serta ember yang berlumuran darah.

2. Polisi di Sleman Tembaki Mobil Disopiri Perempuan Diduga Gangguan Jiwa

Polda DI Yogyakarta mengamankan seorang perempuan bernama Any Sulistyo (50), warga Grajegan, Margokaton, Seyegan, Sleman, pada Selasa 3 Juli 2018. Ketika mengamankan, polisi harus melakukan pengejaran hingga beberapa kilometer terhadap perempuan berstatus PNS tersebut.

Awalnya sekira pukul 12.30 WIB, mobil bernomor polisi AB 1979U yang dikendarai Any hendak masuk ke Mapolda DIY. Di depan pintu gerbang, petugas akan melakukan pemeriksaan, namun justru pelaku menolak dan kabur.

Lantaran mencurigakan, polisi melakukan pengejaran disertai tembakan peringatan. Sesampainya di simpang empat Ringroad Hartono Mall, polisi menembak ban kiri belakang mobil pelaku agar berhenti. Tetapi, Any tetap berusaha kabur dan terus dilakukan pengejaran dengan disertai tembakan peringatan. Hingga akhirnya tertangkap di perempatan Seyegan.

Kapolsek Seyegan Kasnoto ada obat dan kartu periksa dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ghrasia, Sleman. Sedangkan senjata api seperti yang beredar di masyarakat tidak ada.

3. Orang Gila Mengamuk Acungkan Golok dan Lemparkan Kotorannya

 

Warga Dusun Kedawung, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dibuat geger pada Senin 5 Februari 2018. Pasalnya, ada orang gila bernama Agung Suprapto mengamuk.

Pria ini memegang senjata tajam dan sebatang besi bekas tiang bendera. Agung yang hanya mengenakan sarung mengancam ke setiap warga yang melintas. Saat kades dan polisi datang untuk mengevakuasi, Agung malah mengamuk dan melemparkan kotorannya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, Tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim melakukan tindakan evakusi dengan cara menembakkan gas air mata ke dalam rumah yang bersangkutan. Kemudian Agung berhasil dievakuasi dari dalam rumah oleh petugas.

"Lalu dibawa ke Polsek Trowulan terlebih dahulu. Selanjutnya rencana akan dirujuk RSJ Lawang Malang guna dilakukan rehabilitasi," ungkapnya.

4. Tokoh Agama Diserang Orang Gila

Sejumlah tindak kekerasan terhadap dua ulama terjadi di Jawa Barat. Salah seorang di antaranya bahkan meninggal dunia. Peristiwa penganiayan terhadap dua ulama yang ada di Jabar menyedot perhatian publik. Apalagi, pelakunya disebut mengalami gangguan jiwa.

Penganiayaan pertama dialami pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Santiong, Kampung Sentiong, RT 04 RW 01, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, yakni KH Emon Umar Basyri (60) yang akrab disapa Ceng Emon atau Mama Santiong.

 

Penganiayaan ini terjadi di Masjid Al Hidayah, kawasan Pesantren Santiong. Saat itu korban sedang duduk berzikir seusai melaksanakan Salat Subuh berjamaah. Suasana di dalam masjid ketika penganiayaan sedang sepi, karena seluruh santri telah kembali ke pondok masing-masing setelah beribadah.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius, hidung patah, dan tengkorak kepala retak. Bahkan, korban sempat tak sadarkan diri. Oleh para santri, korban dibawa ke Rumah Sakit AMC Cileunyi lalu dirujuk ke UGD Al Islam Bandung, Jalan Soekarno-Hatta.

Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk meringkus pelaku penganiayaan terhadap KH Emon. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, polisi akhirnya menetapkan tersangka penganiayaan terhadap KH Emon.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh dokter spesialis kejiwaan, tersangka ternyata mengalami gangguan jiwa. Namun, polisi masih terus mendalami kasus tersebut.

Belum selesai kasus penganiayaan terhadap KH Emon, muncul lagi kasus penganiayaan terhadap ulama. Kali ini korbannya adalah Ustadz R Prawoto yang merupakan Komandan Brigade Persatuan Islam Indonesia (Persis) Pusat.

Korban dianiaya pada Kamis 1 Februari 2018, sekira pukul 07.00 WIB, oleh Asep Maftuh (45). Ustadz Prawoto mengalami luka parah di kepala dan patah tangan kiri akibat dipukuli oleh Asep yang merupakan tetangganya di Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Ustadz Prawoto meninggal dunia pukul 17.30 WIB.

5. Pria Sakit Jiwa Bacok Seorang Gadis di Pinggir Sungai

Seorang pria penderita sakit jiwa BH (44) pada Minggu 28 Januari 2018 tega membacok gadis JA (15) di tepi sungai Dusun III Halaban Kuede, Desa Halaban, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Ketika itu korban bersama adiknya Rika (9) sedang mencuci piring di pinggir sungai dekat rumahnya.

"(Pelaku) tiba-tiba pelaku datang dan langsung membacok kening dan kepala belakang korban," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting, Senin (29/1/2018).

Tak butuh waktu lama, polisi dipimpin Kapolsek Besitang AKP MI Saragih tiba di lokasi langsung menangkap BH. "Pelaku diketahui mengidap gangguan jiwa, dan sebelumnya pernah dirawat di RSJ di Medan," jelasnya.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/07/06/337/1918825/tindak-kriminal-melibatkan-penderita-gangguan-jiwa-nomor-4-bikin-miris)

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) siap menerima perwakilan massa 'Aksi 67 Tegakkan Keadilan' yang menolak penujukkan Komjen Pol M Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat. Aksi yang dimotori Persaudaraan Alumni 212 itu rencananya akan dilakukan siang ini.

"Silakan kalau ada perwakilan yang mau datang, tata kramanya seperti itu. Prinsipnya kami terbuka dan nanti kita jelaskan bahwa kita sudah sesuai peraturan perundangan," kata Kapuspen Kemendagri, Bahtiar di Kemendagri, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Bahtiar mengingatkan agar aksi dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan dan tidak melanggar norma hukum yang berlaku.

"Tetap harus sesuai dengan norma-norma hukum yang berlaku dan tidak boleh melakukan tindakan kontraproduktif dalam pembangunan demokrasi," tegas Bahtiar.

 

Kapuspen Kemendagri Bahtiar

Berdasarkan pantauan Okezone, pengamanan di lingkungan Kemendagri sudah ditingkatkan. Tampak ratusan personel kepolisian sudah menggelar apel dan siaga di lokasi.

Demonstrasi dengan tajuk 'aksi 67 tegakkan keadilan' itu akan didahului dengan salat Jumat di Masjid Istiqlal, kemudian long march menuju kantor Kemendagri di Jalan Merdeka Utara, dilanjutkan ke Bareskrim Polri yang berlokasi di Gambir, Jakarta Pusat.

Massa aksi menolak penunjukan Komjen M Iriawan sebagai Pejebat (Pj) Gubernur Jawa Barat, serta memprotes SP3 kasus puisi kontroversi Sukmawati Soekarnoputri.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/07/06/337/1918805/pengamanan-diperketat-kemendagri-siap-terima-massa-aksi-67)

Ditemukan mayat laki-laki dengan kondisi mengenaskan di Dam Sei Ladi, Rabu (4/7) sore.

 

Mayat tanpa identitas itu ditemukan mengapung dengan kondisi terikat koper yang berisikan batu.

Kapolsek Lubukbaja Kompol Yunita Stevani mengatakan awalnya mendapat laporan warga ada penemuan mayat mengapung di Dam Seiladi. Setelah itu, Sat Sabhara Polresta Barelang bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi mayat tersebut.

Saat anggota Sat Sabhara Polresta Barelang mendekati lokasi penemuan mayat menggunakan speedboat, kondisi mayat didapati dalam keadaan terlentang. Pinggangnya terikat dengan tali tambang berwarna putih yang terhubung dengan koper yang berisikan pemberat.

“Dari hasil pemeriksaan awal, mayat itu berjenis kelamin laki-laki dengan menggunakan baju kaos hitam dan celana hitam dengan terikat tali tambang serta pemberat,” katanya.

Proses evakuasi mayat laki-laki itu menjadi tontonan masyarakat yang melintas. Setelah dievakuasi, mayat itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk diautopsi demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya korban. Sebab, Dokter Forensik Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan.

“Masih dalam penyelidikan. Kita belum bisa menyimpulkan sekarang. Tunggu hasil pemeriksaannya dulu keluar dari Rumah Sakit Bhayangkara,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya belum ada menerima laporan anggota keluarga yang hilang dari masyarakat. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Batam yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk dapat melaporkannya kepada aparat kepolisian terdekat.

“Jika ada yang merasa kehilangan, mohon segera untuk melapor ke Polresta Barelang atau polsek-polsek terdekat,” imbuhnya. 

(http://batampos.co.id/2018/07/05/ada-mayat-di-dam-sei-ladi/)

Korban meninggal dunia akibat tragedi karamnya KM Lestari Maju kembali bertambah. Data dari Rumah Sakit KH. Hayyung Selayar Rabu Siang (4/7/2018), korban tewas dalam insiden tersebut bertambah menjadi 35 orang.

Diketahui, dari korban tewas tersebut, terdiri dari 11 pria, dan 24 wanita. Ke-35 korban tewas tersbut seluruhnya berada di RS KH Hayyung Selayar. Berikut manifestasi korban teweas yang dihimpun dari berbagai sumber:

1. Ari Laksono (50) dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)Pammatata, warga Jalan Jeruk Surabaya, Jawa Timur

2. Drs. Rurung (58) warga Jalan Mangga, Benteng, Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel)

3. Hj. Marlia (44) warga Jalan Mangga, Benteng, Selayar yang merupakan istri dari Drs. Rurung.

4. Hj. Asmawati (43) Warga Laiyolo Kecamatan Bonto, Sikuyu, Selayar, Sulsel

5. Sitti Saera (58) warga Kecamatan Bonto, Sikuyu, Selayar, Sulsel

6. H. Abd. Rasyid (60) warga Jalan Ahmad Yani, Benteng, Selayar, Sulsel

7. Rini Arianti (29) warga Bonea, Selayar, Sulsel

8. Abizar (2) warga Bonea, Selayar yang merupakan anak dari Rini

9. Rosmiati (40)Warga Jalan Mangga, Selayar, Sulsel

10. Andi le’leng (47)Warga Baringan Kecamatan Bonto, Sikuyu, Selayar, Sulsel

11. Syamsuddin (50) warga Jalan Pierre Tendean Nomor 6, Selayar, Sulsel

12. Hensi (64) warga Baringan Kecamatan Bonto, Sikuyu Selayar, Sulsel

13. Ati Mala (58) Warga Baringan, Kecamatan Bonto, Sikuyu, Selayar, Sulsel

14. Denniamang (72) warga Barat Lambongan Kecamatan Bonto Matene, Selayar, Sulsel

15. Marwani (40) warga Sappang Herlang Singa Kabupaten Bulukumba

16. Hj. Salmiah (55) warga Kabupaten Sinjai

17. A. Abd. Rasyid (42) warga Jalan Pahlawan Benteng Selayar (asal dari Banyorang Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Bantaeng)

18. Suryana (55) warga Bonehalang, Selayar

19. Demma Ganrang (51) warga Kalaroi Kecamatan Bonto Matene, Selayar

20. Nurlia (64) warga Batang Mata Sapo, Selayar

21. Andi Junaeda (70) warga Kabupaten Bone

22. Noma (50) warga Benteng Somba Opu, Makassar

23. Ningsih (25) warga Cinimabela Selayar (asal Galesong Takalar)

24. Haidir (2) warga Cinimabela Selayar anak dari korban Ningsih

25. Siti Baedah (55) warga Desa Baraklambongan Kecamatan Bonto Matene, Selayar

26. Jumbrah (50) warga Barugayya Kecamatan Bontomanai, Selayar

27. Kartini, (51) warga warga Cinimabela Selayar

28. Daeng Tallara (60) warga Lambongan Tanah Beru

29. Patta Daeng (65) warga Lambongan Tanah Beru, suami dari Daeng Tallara

30. Irnawati (51) warga Desa Polassi Kecamatan Bonto Matene Selayar

31. Andi Fitri Yuliana (37) warga Jalan Mangga, Selayar

32. Anjel (8) warga Cinimabela (asal Galesong Takalar)

33. Andi Atifah (3) warga Kabupaten Bone

34. Andi Hanifah (7) warga Kabupaten Bone

35. Jae (50) warga Dusun Sapuhatu Desa Kayu Bau Selayar

 

 
 
(https://news.okezone.com/read/2018/07/04/340/1917738/korban-tewas-km-lestari-maju-jadi-35-orang-mayoritas-lansia-dan-anak)

Asyik di Facebook