May 25, 2018 Last Updated 5:04 AM, May 22, 2018
Nasional

Nasional (431)

Pencari suaka berpartisipasi dalam acara melukis batik di Citywalk Nagoya, Minggu (11/3). Dikoordinir komunitas Kepompong Batam acara tersebut merupakan bagian dari acara utama yakni peringatan hari kanker sedunia yang ditaja Cancer Information and Support Center (CISC) Batam.

 

Sekretaris Kepompong Batam Tatyana menyebutkan setidaknya ada 150 perserta yang turut meramaikan kegiatan membatik ini. Dari jumlah tersebut 50 orang merupakan pencari suaka.

“Mereka begitu excited, bahkan datang sama keluarga. Kami harap ini positif bagi mereka,” kata dia.

Tak hanya itu, selain bertujuan agar pencari suaka tersebut tidak bosan di penampungan yakni di Hotel Kolekta Lubukbaja. Dengan ikut kegiatan membatik ini, juga bertujuan mengenalkan budaya indonesia. Untuk diketahui para pencari suakan ada yang dari Afganistan juga Sudan.

“Setahu kami acara membatik baru kali pertama di Batam, yang sering melukis. Apalagi kini ada imigran,” ucapnya.

Di lokasi, anak-anak begitu antusias melukis batik dengan sketsa dasar yang sudah dipersiapkan panitia. Namun tak sekedar melukis segala keperluan dan peralatan membatik dikenalkan dan diajarkan.

“Harapannya mereka bisa belajara dari nol, untuk anak-anak agar mereka paham sejak dini,” terang Ketua CISC Batam, Dewi Koriati.

Menurut Dewi, acara ini selain membatik tidak lupa meninggalkan esensi acara utama yakni Peringatan Hari Kanker Sedunia. Pada hari pertama acara juga ada talkshow tentang kanker, dari tips mencegah hingga menyampaikan bahaya kanker dari pengidap kanker.

“Intinya dalam peringatan kali ini tema utamanya adalah Hidup Sehat Cegah Kanker,” pungkas Dewi.

(http://batampos.co.id/2018/03/12/ketika-imigran-belajar-membatik/)

Kisruh rumah tangga Opick dan Dian Rositaningrum memang tengah menjadi perbincangan publik. Ketika ditemui awak media saat mengikuti pengajian, Dian membenarkan mengenai gugatan perceraian yang dilayangkan.

Kendati demikian, Dian Rositaningrum enggan membahas lebih lanjut mengenai proses perceraian yang sedang dilaluinya.

"Ya kan sudah pada baca, ya itu benar saya yang masukin, tapi saya enggak pernah manggil kalian untuk ke sini ya itu juga tertampang di situ juga," ujar Dian Rositaningrum saat ditemui di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Jumat (9/3/2018).

Saat ditanya mengenai alasan dirinya memutuskan untuk melayangkan gugatan cerai, Dian Rositaningrum tak ingin memberitahunya. Ia justru menyebutkan kalau awak media sudah diketahui oleh publik.

"Ini biar alasannya saya sama Opick yang tahu. Kalian sudah tahu, bukan rahasia umum lagi jadi cukup ya," ungkapnya.

Di balik semua proses perceraian tersebut, Dian Rositaningrum tentunya ingin menjalani hidup dengan baik. Oleh sebab itu, ia berharap hasil dari perceraiannya nanti menjadi hak yang terbaik pula.

"Saya penginnya melanjutkan hidup dan yang terbaik insha Allah mudah-mudahan," tutup Dian Rositaningrum.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dian Rositaningrum telah melayangkan gugatan cerai terhadap Opick pada 5 Februari 2018 di Pengadilan Agama Jakarta Timur.

 

 

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/03/09/33/1870267/gugat-cerai-opick-dian-rositaningrum-saya-ingin-melanjutkan-hidup)

Personel Polsek Patumbak meringkus dua perampok yang kerap beroperasi di wilayah Medan Tenggara dan Medan Amplas, Sumatera Utara (Sumut). Bahkan kedua perampok yang terkenal sadis saat beraksi ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri saat ditangkap.

Dua perampok yang ditangkap berinisial ERM (30) warga Jalan Gitar, Gang Biola, Selambo, dan HA (37) lain tetangga ERM. Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Ainul Yaqin mengatakan, kedua tersangka ditangkap di kawasan lahan garapan Selambo, Kecamatan Medan Amplas.

"Tersangka ERM merupakan residivis yang sudah tiga kali keluar masuk penjara. Dua minggu lalu, ERM ini baru saja bebas dari Rutan Sidikalang," jelasnya, Jumat (9/3/2018).

Ainul menjelaskan kedua pelaku melakukan aksi perampokan terhadap korban Bryan Sihombing (22), seorang mahasiswa warga Jalan Menteng VII, Gang Swasembada, Medan Tenggara, saat sedang menunggu angkutan online tak jauh dari terminal bus di Amplas.

 

Kemudian pelaku menggasak ponsel, jam tangan, dan dompet berisikan sejumlah uang. Kedua pelaku sempat mengancam akan membunuh korban jika melawan.

"Anggota yang melihat keduanya tengah beraksi langsung melakukan pengejaran. Karena berusaha melarikan diri akhir kedua pelaku diterjang timah panas," ujar Ainul.

Saat ini kedua tersangka tengah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan. "Atas perbuatannya kedua tersangka dikenakan pasal pencurian dan pemberatan dengan ancaman di atas tujuh tahun penjara," tukasnya.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/03/09/340/1870213/2-perampok-sadis-ambruk-diterjang-timah-panas-polisi)

Sebuah Truk kontainer tanpa muatan menabrak truk sampah milik Dinas Kebersihan Kota Bekasi yang sedang terparkir di bahu Jalan Raya Siliwangi, Bantargebang, Kota Bekasi, Jumat (9/3/2018) pagi.

“Tadi setelah kejadian, sopir truk kontainernya langsung diamankan warga. Dan diduga dia mengantuk hingga menabrak truk sampah yang lagi parkir tersebut,” ujar salah satu warga sekitar bernama Adi Surjaya (28).

Namun demikian, diakui Adi, tak beberapa lama diamankan warga sang sopir truk kontainer bernopol B 9024 SY itu berhasil kabur dari lokasi, setelah mengelabui warga dengan alasan hendak mengobati luka pada bagian hidungnya yang berdarah.

 

“Iya belum sempat banyak ditanya juga sama warga, dia malah melarikan diri dan meninggalkan truknya di lokasi,” kata Adi.

Adi menjelaskan, kecelakaan itu berawal saat truk muatan kosong yang sopirnya berhasil melarikan diri setelah sempat diamankan warga melaju dengan kecepatan tinggi dari arah selatan. Sampai di lokasi, truk pun terlihat oleng ke kiri hingga menabrak truk sampah.

“Jadi, waktu oleng dan sopir banting setir ke kiri langsung nabrak persis bagian depan truk sampah bernomor B 9152 KOQ yang memang diparkir sopirnya di lokasi. Itu sampai ringsek, dan terperosok ke saluran air,” tutur Adi.

Saat ini, kasusnya masih dalam penanganan Unit Laka Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek Bantargebang yang juga sudah mengevakuasi truk yang terlibat kecelakaan dilokasi tersebut. “Unit Laka yang nangani,” singkat Kapolsek Bantargebang Kompol Siswo.

 

 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/03/09/338/1870238/tabrak-truk-sampah-milik-pemkot-bekasi-sopir-kontainer-kabur)

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan proses pengelolaan Bandara Hang Nadim nanti akan dilakukan mirip seperti pengelolaan ATB yang bersifat konsesi.

 

“Pengelolaan bandara nanti mirip seperti ATB. Ada konsesi dan ada revenue ke pengelolanya nanti. Dan tentu saja ada jangka waktunya,” katanya saat melakukan Press Conference di Gedung Marketing BP Batam, Rabu (7/3) sore.

Proses tender pengelolaan Bandara Hang Nadim nanti akan dilakukan dengan mengadopsi sistem Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). BP juga sudah melakukan market sounding sejak 28 Februari silam.

BP Batam kata Lukita akan memprioritaskan pengembangan Hang Nadim sebagai target pertama yang harus segera dilakukan. Nilai pengembangannya mencapai Rp 2,7 triliun, dimana akan difokuskan untuk membangun Terminal 2.

“Secara prioritas, maka pembangunan akan dilakukan dimulai dari Hang Nadim, Batuampar, Jembatan Batam Bintan dan Waduk Tembesi,” ujarnya lagi.

Lalu setelah itu, maka Pelabuhan Batuampar akan dikembangkan dengan nilai investasi sebesar Rp 2,16 triliun.

“Ini akan dikembangkan dengan melakukan konsorsium dengan Pelindo dan Pelindo juga akan gandeng perusahaan lain,” beber Lukita.

Kemudian akan membangun Jembatan Babin dan melelang pengelolaan Waduk Tembesi. Proyek lainnya yang dianggap penting adalah pembangunan rumah susun (rusun).”Rusun ini penting karena masih banyak masyarakat Batam yang belum punya rumah,” paparnya.

Selanjutnya adalah proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT). Panjang jalurnya adalah 55 kilometer dan akan memakan biaya pembangunan sebesar Rp 12 triliun.”Pembangunan ini bertujuan untuk mendorong Batam sebagai pusat logistik, digital, aviasi dan juga turisme,” ungkapnya.

(http://batampos.co.id/2018/03/08/bandara-hang-nadim-akan-dikelola-secara-konsesi-mirip-seperti-kelola-air/)

Bencana tanah longsor dan pergerakan tanah melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Akibatnya, 5.034 jiwa mengungsi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin menyebutkan tujuh kecamatan di antaranya Karangkancana, Ciniru, Kadugede, Maleber, Cibereum, Subang dan Hantara. Dari tujuh kecamatan tersebut sebanyak 11 desa terdampak.

"Ada 1.449 KK atau 5.034 jiwa yang mengungsi," katanya, Selasa (6/3/2018). 

Para pengungsi tersebut, lanjutnya, tersebar di sejumlah wilayah dan kerabat mereka. Hingga tempat tinggal mereka aman barulah para pengungsi kembali namun ada juga yang meminta direlokasi karena khawatir mengancam keselamatan.

 

"Bencana tersebut diakibatkan hujan deras yang terus menerus mengguyur wilayah Kuningan," ungkapnya.

Sementara Ketua RT 1 RW 1 Desa Pinara, Kecamatan Ciniru, Jaya Saputra menambahkan, warganya sudah seminggu lebih mengungsi, ada sekira 96 warga. Bencana tersebut diakibatkan hujan yang terus mengguyur wilayahnya.

"Kami berharap bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman karena di permukiman yang dulu tidak aman khawatir mengancam keselamatan," pungkasnya.

 

 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/03/06/525/1868580/5-034-jiwa-mengungsi-akibat-longsor-dan-tanah-bergerak-di-kuningan)

Petugas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Banten membongkar penyelundupan 28.824 minuman keras (miras) lokal dan impor dalam kemasan botol dari Sumatera ke Jakarta. Miras senilai Rp8 miliar itu terdiri dari 14.940 miras lokal dan 13.884 miras impor.

Puluhan ribu miras botolan ini diselundupkan di bawah tumpukan kelapa dan batang kayu yang diangkut menggunakan empat truk.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Banten Decy Arifinsjah mengatakan, selain miras, pihaknya juga membongkar penyelundupan produk tekstil dan hasil tembakau ilegal.

"Ini merupakan penindakan selama satu bulan, dari Januari sampai Februari 2018, dengan total nilai kerugian negara hingga Rp17 miliar lebih," kata Decy kepada Okezone di kantornya, Jalan Raya Serpong Damai VI, BSD City, Tangsel, Selasa (6/3/2018).

 

Ia melanjutkan, barang-barang ilegal tersebut terdiri dari 7.743 produk tekstil hasil tembakau dan 2.903.960 batang hasil tembakau. Barang-barang ini didapat dari sidak ke kawasan berikat di Tangerang.

"Dari penindakan itu, kami juga berhasil menyita sejumlah barang bukti lain terkait kasus tersebut, berupa 4 truk, 161 batang kayu, 17 lembar fiber, dan 1.700 kelapa parut," sambung Decy.

Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan DJBC Kantor Wilayah Banten Winarko Dian Subagyo menjelaskan bahwa barang-barang tersebut diselundupkan melalui jalur penyeberangan laut di Merak, Banten.

"Berdasarkan pemeriksaan petugas, empat truk ini berasal dari Jambi. Tiga truk kami amankan di Pelabuhan Merak, dan satu di Rest Area Karang Tengah. Diduga akan dijual dan dipasarkan lagi di Jakarta," ungkapnya.

Winarko melanjutkan, seluruh tembakau dan minuman beralkohol itu merupakan produk asli, namun tidak memiliki pita cukai. Barang-barang ini biasa diperjualbelikan di kelab-kelab malam yang ada di Jakarta.

"Jika diperjualbelikan, barang-barang ini akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat, karena dijual lebih murah dari barang-barang yang memiliki pita cukai. Ini bisa mengganggu perkonomian," jelasnya.

Berkat pengungkapan tersebut, pihaknya mengamankan penerimaan negara di bidang cukai, sektor industri di dalam negeri, dan kesehatan masyarakat karena miras ilegal ini sangat berbahaya.

"Dari total 26 penindakan ini, 3 berupa penindakan komoditi tekstil impor, 8 penyaluran minuman alkohol ilegal, 2 importasi barang modal, dan 11 penindakan tembakau ilegal," ungkapnya.

Terakhir, 2 penindakan pengangkutan minuman keras impor ilegal. Untuk 3 kasus pelanggaran kepabeanan berupa pengeluarkan barang subkontrak dari kawasan berikat tanpa persetujuan Bea dan Cukai, disanksi administrasi Rp375 juta.

"Dijerat Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. Sedang kasus pengangkutan dan penyaluran miras merek lokal didenda Rp653 juta lebih," sambungnya.

Hal itu sesuai Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). Sedang dua kasus pengangkutan minuman keras eks impor tanpa pita cukai saat ini masih dalam proses penyidikan.

"Mereka diamankan di Pelabuhan Merak dan di Rest Area Karang Tengah. Dari hasil pengungkapan ini, kami mengamankan satu orang. Dia berperan sebagai pemilik dan pengelola. Sedang didalami lagi," tukasnya.

 

 
 
(https://news.okezone.com/read/2018/03/06/338/1868590/petugas-gagalkan-penyelundupan-28-ribu-miras-lokal-dan-impor-untuk-kelab-malam-di-jakarta)

Direktorat Sabhara Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) pada Selasa (6/3/2018) mengamankan satu unit truk mengangkut bawang merah ilegal asal Malaysia di kawasan Pasar Flamboyan, Pontianak.

"Pengamanan truk yang diduga sedang membawa bawang merah ilegal tersebut sekitar pukul 04.00 WIB, di kawasan Pasar Flamboyan atau tepatnya di depan Hotel Flamboyan, Jalan Pahlawan Pontianak," kata Wadir Sabhara Polda Kalbar, AKBP Viktor Sihombing di Pontianak.

Ia menjelaskan, truk yang diamankan tersebut bernomor polisi KB 8832 AF, beserta lima orang, dan pemilik barang berinisial Is, kemudian Ef sebagai sopir truk, Ren sebagai pendamping, dan dua orang kuli angkut.

Peristiwa penangkapan berawal saat truk yang mengangkut bawang merah ilegal tersebut dipergoki oleh patroli Direktort Sabhara Polda Kalbar yang dipimpin Bripka Taufik Bestari. Lokasi patroli berada di sekitar Pasar Flamboyan.

 

"Saat melakukan patroli tersebut tim menemukan adanya aktivitas bongkar muat yang mencurigakan terlihat dari perubahan sikap dan perilaku saat melihat kehadiran petugas," ungkapnya.

Melihat hal tersebut, maka tim patroli tersebut langsung menanyakan lebih lanjut tentang asal usul barang, namun mereka tidak bisa menjelaskan bahkan terkesan menghindar, sehingga truk berikut sopir dan kuli angkutnya diamankan untuk dilakukan pemeriksaan di Kantor Direktorat Sabhara Polda.

"Dari hasil pendalaman diketahui bahwa bawang merah tersebut diangkut dari Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, untuk dijual di Pasar Flamboyan Pontianak," ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, dan selanjutnya kasus tersebut akan dilimpahkan ke Ditreskrimsus Polda Kalbar untuk penanganan lebih lanjut.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/03/06/340/1868597/polisi-amankan-truk-pengangkut-bawang-selundupan-asal-malaysia)

Kepala Satgas Nusantara Mabes Polri Irjen Gatot Pramono Eddy menyampaikan, setidaknya ada 45 berita penyerangan terhadap ulama maupun pemuka agama selama kurun waktu Februari 2018, namun hanya tiga informasi yang yang betul-betul terjadi. 

"Dari pendalaman, kita menemukan isu terkait penyerangan ulama yakni 45 peristiwa, 42 di antaranya hoaks," kata Gatot Eddy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/3/2018).

Diketahui, Satgas Nusantara itu dibentuk langsung oleh Kapolri Jenderal HM Tito Karnavian menyusul maraknya berita hoaks menjelang perhelatan Pilkada serentak yang kemudian dilanjutkan dengan Pemilu 2019.

Selama Satgas Nusantara itu bekerja, menelusuri informasi di sejumlah daerah melalui Polda Jatim, Jawa Barat, Banten, DIY, dan Kalimantan Timur. Penyelidikan dilakukan melalui media sosial, yaitu digital forensik.

 

"Yang betul-betul terjadi hanya 3, ada 2 di Jabar dan 1 di Jatim. Di Jabar yaitu penyerangan Kiai Haji Umar di Cicalengka, kemudian korban meninggal di Cigondewa yaitu Ustadz Prawoto, serta kejadian di Lamongan, Jatim," ujarnya.

Dengan begitu, Satgas Nusantara berkesimpulan bahwa isu penyerangan ulama itu sengaja diciptakan untuk membuat kegaduhan antarmasyarakat dan berkata erat dengan perhelatan pemilu yang sudah memasuki pada tahapan-tahapannya.

Gatot berjanji, akan menelusuri oknum atau otak dibalik penyebaran informasi bohong tersebut. Termasuk kaitannya dengan kelompok-kelompok yang sudah berhasil diungkap oleh kepolisian seperti yang baru-baru yakni MCA.

"Kami akan lakukan itu, saya sudah katakan bahwa polisi melakukan penegakan yang berkeadilan, tak berpihak pada kepentingan apa pun. Apakah kepentingan perorangan atau kepentingan lainnya," pungkas Gatot.

 

 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/03/05/337/1868068/polisi-sebut-ada-42-berita-hoaks-penyerangan-selama-februari-2018)

Warga berbagai penjuru Batam berbondong-bondong mendatangi Masjid Sukajadi Batam untuk mengikuti kajian Ustaz Felix Siauw, Minggu (4/3). Ustaz yang merupakan mualaf ini menyampaikan tema ‘Islam Solusi Zaman Now’. Saking antusiasnya warga, ruang utama masjid penuh dan sebagian warga memadati halaman masjid.

 

“Islam itu tak sekedar teori, islam hadir sebagai solusi,” kata ustaz yang kerap dipanggil Koko Felix ini. Sematan panggilan tersebut merujuk pada garis keturunan sang ustaz yang merupakan keturunan Cina.

Dalam tausyiahnya, Felix menyampaikan betapa kompleksnya Islam mengatur cara hidup demi kebaikan duni hingga akhirat. Diantara yang ia bicarakan yakni masa-masa sahabat yang pataut dicontohi umat isalam kekinian. Soal ekonomi juga tak luput dari paparan sang ustaz, hingga persoalan menjaga ukhuwah sesama manusia hingga soal keluarga.

Sejatinya, kata Felix, umat manusia, khususnya umat muslim kerap memohon pada Allah untuk diberikan petunjuk jalan yang benar. Hal ini termuat dalam Surah Al-Fatihah ayat 6 dan 7.

“Kita memohon supaya diberi jalan yang lurus, yakni jalan orang-orang yang allah beri nikmat, bukan jalan orang yang ia murkai dan sesat,” ucapnya.

Ia menyampaikan, tidak ada kerugian bagi orang-orang yang taat kepada Allah. Berbeda dengan orang atau kelompok atau orang yang selalu berbuat jahat.

“Lebih baik mati baik daripada jahat,” kata dia.

Seorang warga dari Sengkuang Batuampar , Arif Kurniawan mengaku beruntung bisa hadir dalam pengajian tersebut. Ia mengaku paparn Felix dalam ceramahnya mudah dipahami dan diterima. “Keren. Ustaz sampaikan secara simple dan mudah dipahami,”imbuhnya.

Sebagai pemuda yang baru berumur 19 tahun, Arif menyampaikan setelah mendengar tausyah Felix ingin aplikasikan dalam kehidupan sehar-hari. Menurutnya masa muda adalah masa produktif yang harus diiringi dengan kebaikan. “Islam bisa berkembang ditangan pemuda zaman now,”imbuhnya.

Warga lain, Dedi, yang mengaku baru sekali ikut kajian ustaz Felix mengaku senang, selama ini ia mendegarkan ceramah ustaz tersebut via media sosial. “Sekarang jadi bisa langsung lihat,”ucap warga Batuaji ini.

Usai acara di depan para jamaah beberapa kelompok yang menamakan diri Pemuda Hijrah berharap langsung bimibingan dari sang ustaz. Felix menyampaikan jika setiap orang punya hak untuk menjadi baik. Untuk diketahui Pemuda Hijrah kerap melakukan kajian rutin. 

(http://batampos.co.id/2018/03/05/felix-siauw-lebih-baik-mati-baik-daripada-jahat/)

Asyik di Facebook