Oct 18, 2018 Last Updated 12:56 PM, Oct 16, 2018
Nasional

Nasional (502)

Seorang siswi Mts Negeri Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), tewas setelah ditabrak pengendara sepeda motor yang diduga berada dalam mabuk. Kejadian tersebut berlangsung di Jalan Desa Samba Katung, pada Senin (29/8/2016) sekira pukul 05.30 WIB.

Dari kartu tanda penduduk (KTP) korban, diketahui siswa malang itu bernama Sisti (14). Saat itu Sisti hendak pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki setelah berbelanja dari pasar. Namun nahas, Sisti tertabrak pengendara motor Yamaha Mio warna merah dengan nomor polisi KH 3161 NP. Saat itu, pemotor bernama Bambang Suteja (22) bersama rekannya Ardiansyah dari arah Desa Samba Katung melaju dengan kecepatan tinggi.

Akhirnya, pengendara sepeda motor tersebut menabrak korban. Akibatnya, tubuh siswi Mts itu terpental dan jatuh hingga kepalanya membentur batu di tepi jalan tersebut.

Kerasnya benturan yang terjadi membuat korban tidak sadarkan diri dan mengalami luka yang sangat serius. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melarikan korban ke Puskesmas Tumbang Samba.

Namun, upaya pertolongan tak membuahkan hasil. Korban dinyatakan telah meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju puskesmas.

Kasat Lantas Polres Katingan, Iptu Salahiddin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, saat itu korban ditabrak dari arah belakang hingga yang bersangkutan terlempar dan meninggal dunia.

“Sekarang peristiwa ini masih kita lakukan penyelidikan. Barang bukti serta pelaku sudah kita amankan. Diduga pemotor itu mabuk berat karena keluar bau miras dari mulutnya. Saat ini keduanya sudah kita amankan di mapolres,” ujar Salahiddin di Mapolres Katingan, Senin (29/8/2016).

Pemandangan awan yang berbentuk jamur langsung membuat takut para warga di wilayah Kemerovo Oblast, Siberia, Rusia. Pasalnya, awan berbentuk jamur itu sangat mirip dengan awan yang terbentuk dari ledakan bom nuklir.

Pemandangan ini langsung menjadi pergunjingan di antara warga yang tinggal di Chusovitino. Bahkan ada netizen yang mengkhawatirkan ledakan tersebut terjadi di wilayah tambang.

“Sebuah perang nuklir terjadi di Chusovitino,” tulis @Kemerovo_insta, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Senin (29/8/2016).

Namun, tidak semua netizen yang khawatir dengan pemandangan tersebut. Banyak di antara mereka yang malah menjadikan pemandangan tersebut jadi bahan candaan dengan mengatakan awan itu menjadi pertanda masuknya musim memetik jamur.

Dilaporkan, ketika mendengar penampakan awan tersebut ramai dibicarakan, pelayanan tanggap darurat wilayah Siberia langsung menenangkan warga. Mereka mengatakan awan tersebut merupakan awan hujan biasa dan tidak ada kecelakaan atau ledakan yang terjadi ketika awan tersebut muncul.

Berikut rekaman pemandangan awan yang berbentuk jamur tersebut:

 

Dewan Pembina Jaringan Pemantau Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Yusfitriadi menjelaskan, wacana Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang akan membatasi profesi artis untuk maju sebagai calon legeslatif (caleg) harus diterapkan secara general kepada seluruh profesi di Indonesia.

"Seluruh warga negara memiliki hak yang sama dan tidak ada perbedaan untuk hal-hal yang bersifat politik. Regulasinya harus dibuat general sebab artis itu profesi dan seharusnya tidak dikhususkan karena pedagang, pengusaha dan dokter itu juga profesi," ujar Yusfitriadi saat berbincang dengan Okezone, Senin (22/8/2016).

Yufitriadi menilai, tidak hanya profesi artis saja yang tidak mampu berbuat banyak di parlemen. Pasalnya, menurut dia, hampir seluruh profesi tidak mampu mewujudkan janji-janji politiknya saat berkampanye kepada rakyat.

"Kalau soal berbuat banyak di parlemen ini juga belaku kepada seluruh profesi dan jangan diobjekkan kepada artis saja. Pengusaha atau pedagang juga, apakah mereka mampu berbuat banyak di parlemen?" imbuhnya.

 

Adanya batasan caleg dari profesi artis harus memiliki kartu anggota dan menjadi kader minimal setahun dari partai politik yang mengusungnya, kata Yusfitriadi, juga harus dilakukan kepada seluruh caleg dalam Pileg 2019.

"Ini mengenai objek profesi, kalau kemudian artis itu (tidak bisa dicalonkan) karena bukan kader partai artinya profesi lainnya seperti pengacara yang bukan kader partai juga tidak bisa. Sehingga ini diberlakukan bagi setiap orang yang bukan kader partai," jelasnya.

Artis Populer Pendongkrak Suara

Yusfitriadi mengungkapkan, berbodong-bodongnya artis maju sebagai caleg lantaran memiliki popularitas yang mampu mendongkrak suara dari partai politik. Padahal, profesi lainnya selama ini dinilai juga memiliki tingkat popularitas yang sama di mata masyarakat.

"Partai politik banyak memanfaatkan artis untuk mendongkrak suara partai dalam Pemilu secara instan. Padahal profesi pengacara, guru juga memiliki tingkat populeritas yang sama. Tapi secara elektabilitas belum tentu sehingga aturan ini nantinya tidak relevan," terang Yusfitriadi.

 

Terdapat tiga faktor yang menyebabkan artis banyak dilirik oleh partai politik untuk maju sebagai wakil rakyat. "Pertama tingkat popularitas. Kekuatan finansial yang jelas serta ketiga artis banyak memiliki jaringan kepada media, iklan dan para pengusaha," ungkapnya.

 

 

Caleg Harus Memiliki Ideologi dan Jadi Plat Form Partai Politik

Yusfitriadi mengimbau agar partai politik mengusung dan menjadikan setiap calon legeslatif sebagai barometer dari parpol tersebut. Sehingga, setiap calon merupakan kader dan minimal telah berproses dan mengabdi di partai tersebut selama lima tahun.

Ia menambahkan, setiap wakil rakyat harus memiliki ideologi politik yang jelas dari partai yang mengusungnya. Tak hanya itu, setiap anggota parlemen merupakan kader yang menjadi plat form dari partai politik.

 

"Jadi dia cukup paham dengan keadaan sosial dan bagaimana ideologi partainya supaya tidak ada kecemburuan dari kader lainnya yang telah mengabdi lama kepada partai. Ini akan mendidik seluruh profesi tidak hanya artis, agar kecerdasan dan kemampuan berpolitik itu tidak menjadi nomer kesekian dalam setiap pencalonan," tandasnya.

Aksi bunuh diri dengan cara meloncat dari jembatan Tengku Fisabilillah atau jembatan I Barelang kembali terjadi. Kali ini dilakukan seorang wanita muda tanpa identitas berusia sekitar 25 tahun.

 

Wanita berambut pirang itu diinformasikan lompat dari jembatan I sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.

Petugas Ditpam BP Batam bersama warga dan nelayan di sekitar periaran jembatan I yang mencoba menolongnya namun terlambat sebab saat didatangi wanita itu sudah meninggal.

Dari mulutnya keluar busa dan ada bekas luka lecet di leher yang diduga karena benturan ke karang di perairan jembatan I.

Oleh pihak kepolisian Sagulung, jenazah korban dibawa ke kamar jenazah rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji untuk ditindak lanjuti.

“Tiba di sini sekitar pukul 14.00 WIB dibawa polisi. Ada dompetnya cuman tak ada kartu identitas. Hanya ada uang dan perhiasan emas di dalam dompet,” ujar petugas medis di ruangan IGD RSUD seperti diberitakan Batam Pos (batampos.co.id group) hari ini (16/8).

Aksi bunuh diri wanita cantik itu tidak diketahui secara pasti sebab saat kejadian tidak ada warga atau saksi mata yang melihat langsung korban melompat. Warga dan nelayan baru menyadari setelah mendengar bunyi benturan korban jatuh ke periaran di bawa jembatan I.

“Kalau saat dia lompat tak ada yang lihat, tapi sebelumnya memang ada beberapa warga di sana yang melihat dia duduk-duduk di pinggir jembatan,” ujar Gosen, salah satu anggota Ditpam BP Batam yang bertugas di Pos Jembatan I Barelang.

Wanita muda itu datang belum begitu lama dan diinformasikan sempat duduk-duduk santai di pinggir jembatan. Namun selang tak berapa lama warga malah dikagetkan dengan bunyi benturan air di bawa kolong jembatan.

“Saat kami tolong ternyata dia sudah meninggal,” ujar Gosen.

Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan membenarkan kejadian itu, namun dia belum bisa memberikan kementar lebih banyak karena pihaknya masih menyelidiki dugaan kasus bunuh diri itu. “Iya ada dan anggota masih cari identitasnya,” ujar Chrisman.

Aksi bunuh diri di jembatan I itu, bukan yang pertama kali. Sudah ratusan nyawa yang melayang sia-sia di lokasi yang menjadi ikon kota Batam itu. Informasi yang disampaikan warga dan petugas Ditpam di lokasi Jembatan I, dalam beberapa tahun belakangan jumlah korban bunuh diri rata-rata mencapai angka 15 sampai 20 orang pertahun.

Setahun ini saja terhitung sudah empat korban bunuh diri di jembatan I. Beberapa bulan lalu seorang wanita muda juga tewas setelah melompat dari jembatan dengan ketinggian sekitar 48 meter itu.

Tak berapa lama berselang tepatnya Jumat (24/6) aksi bunuh diri juga dilakukan oleh Selvi Olivia, 26 yang lompat bersama Rida Rahmita putrinya yang baru berusia 1,8 tahun. Ibu dan anak itu tewas berpelukan dibawa kolong jembatan I.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada pekan ini bertemu di Constantine Palace, Strelna, dekat St Petersburg. Selain perbaikan hubungan, kedua kepala negara itu mencapai kesepakatan tentang penanganan konflik di Suriah.

Meskipun masih bertentangan terkait kelompok mana yang didukung. Rusia di pihak Presiden Suriah Bashar al Assad dan Turki tetap sejalan dengan Amerika Serikat (AS), menyokong kelompok pembrontak rezim Assad. Akan tetapi, mereka setidaknya sepakat soal satu hal, yakni melenyapkan kelompok militan ISIS.

“Kami akan mendiksusikan rinciannya. Kami selalu menghubungi Rusia untuk melakukan operasi gabungan penumpasan ISIS,” ujar Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, seperti dikutip dari Express, Jumat (12/8/2016).

Sejalan dengan semangat yang digelorakan Erdogan-Putin, Cavusoglu menambahkan, “Mari kita perangi para teroris itu, sehingga semuanya bisa kita berangus sesegera mungkin.”

 

Pembahasan tentang ISIS bergulir dalam pertemuan kedua kepala negara yang sempat bersitegang akibat insiden penembakan di perbatasan pada November 2015 itu, menyusul adanya informasi bahwa kelompok teroris itu sedang merencanakan serangan yang lebih dahsyat di Irak dan Suriah. Ankara yang berbatasan dekat dengan negara rawan konflik itu lantas meminta kerjasama Rusia untuk menanggulanginya.

Meksi begitu, pakar terorisme dan intelijen negara Barat terus menyuarakan, pendekatan militer belum tentu bisa mengakhiri kiprah ISIS atau membinasakan teroris dari muka bumi. Komandan Operasi Inherent Resolve AS Letnan Jenderal Sean MacFarland mengatakan, kesuksesan militer di Irak dan Suriah tidak berarti akhir dari Daesh –sebutan ISIS.

 

“Kami dapat memprediksi bahwa musuh akan beradaptasi. Seperti yang terjadi pada Al Qaeda pecah menjadi ISIS. Mereka berubah menjadi kekuatan pemberontakan baru dan organisasi teroris yang mampu menyerang dengan lebih mengerikan. Begitulah yang terjadi di Baghdad pada 3 Juli dan kejadian lain yang kita saksikan di seluruh dunia,” tukasnya. (okezone.com)

 

Kepolisian berhasil mengamankan seorang warga di Jakarta Utara lantaran kedapatan telah mengedarkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) palsu kepada warga yang sedang berobat di Puskesmas Koja, Jakarta Utara.

Menurut Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih, masyarakat diharapkan waspada terhadap maraknya kasus pemalsuan BPJS. Selain itu, seharusnya Direksi BPJS dapat membuka tempat-tempat pendaftaran peserta yang resmi.

"Kalau ini, kan persoalan pengaruh keanggotaan. BPJS harus membuka tempat-tempat resmi pembuatan kartu peserta. BPJS harus umumkan ke masyarakat luas tempat resmi. Memang di setiap Kabupaten ada kantor BPJS tapi kan seharusnya ada diperkecil lagi," kata Daeng kepadaOkezone, Jumat (12/8/2016).

 

Sementara itu, Daeng berharap jika Direksi BPJS 'jemput bola' dengan turun kemasyarakat untuk melakukan penggalangan sosialisasi agar membedakan kartu BPJS asli dengan yang palsu.

"BPJS kan menyiapkan pendaftaran online yang bisa dicetak langsung. Memang tidak semua masyarakat mengerti (sisitem online) tapi setidaknya digalakan (diberitahu) lah ke masyarakat," tukasnya.

Sebelumya, warga Koja, Jakarta Utara yang ingin berobat di puskesmas menggunakan kartu BPJS. Namun ketika registrasi dilakukan oleh dr Anita Yuliasari yang bersangkutan tidak terdaftar sebagai register BPJS, dokter tersebut pun akhirnya melaporkan peristiwa ini kepada Lurah Koja yakni Devika Romadi.

 

Sementara itu, kepolisian yang mendapatkan laporan adanya temuan kartu BPJS palsu kini masih melakukan pendalaman. (Okezone.com)

Penumpang Lion Air JT630 tujuan Bengkulu kembali mengamuk. Bahkan, saat ini mereka memblokir tangga Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Salah seorang penumpang, Bobby (26) mengaku, aksi tersebut lantaran pihak maskapai tidak menepati janji untuk memberangkatkan mereka pagi ini.

"Memanas lagi mas, tangga ke gate diblok," ujar Bobby saat dikonfirmasiOkezone, Senin (1/8/2016).

Hasil mediasi semalam, kata Bobby, penumpang tujuan Bengkulu akan diberangkatkan pada pukul 05.00 WIB. Penerbangan lainnya dengan tujuan Lombok akan diberangkatkan pukul 05.10 WIB. Namun, hingga kini mereka masih diminta untuk bersabar di ruang tunggu.

"Mereka masih sibuk cari pesawat buat kita," imbuhnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sementara penerbangan tujuan Surabaya dengan JT590 yang dijanjikan terbang pukul 04.20 WIB, saat ini juga baru boarding pass.

 

"Tujuan Surabaya juga belum berangkat," tandasnya

Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Indramayu hilang kontak dengan keluarga. Bahkan sudah 6,5 tahun keluarga tak mendapatkan kabar TKW tersebut.

Pekerja itu bernama Carni (26), warga Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Ia menjadi TKW di Syiria sejak 2010.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu, Juwarih mengungkapkan keberangkatan Carni bermula saat ia direkrut oleh sponsor bernama Nara.

Kemudian, oleh Nara calon TKW didaftarkan ke Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) PT Trisula Bintang Mandiri di Jakarta sekira November 2009.

Lalu pada Februari 2010, Carni diberangkatkan ke Syiria. Selama sekira satu setengah tahun, ia mengirim surat dan mengabarkan keberadaanya. Setelah itu tidak pernah lagi mengirim kabar.

"Carni belum juga pulang. Ditambah di Syiria dilanda konflik perang serta komunikasi dengan TKW tidak berjalan" ungkapnya Juwarih, Senin (25/7/2016).

Dalam kondisi itu, pihak keluarga kemudian mendatangi sponsor dan meminta mengurus Carni agar segera dipulangkan. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai sponsor saat itu tidak bisa ditemui.

"Sudah 6,5 tahun, keluarga belum juga mengetahui keadaan dan keberadaan Carni. Kepulangan yang diharapkan tak kunjung datang," ucap Juwarih.

Lalu, kata dia, keluarga korban mengadu kepada SBMI. Setelah mendapatkan laporan itu, pihaknya melakukan upaya dengan mengirimkan pesan melalui email kepada Direktorat Jenderal Perlindungan WNI-Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri guna penelusuran.

 

"Kita tunggu saja respon Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu seperti apa. Namun kasus ini tetap kita kawal hingga Carni ditemukan keberadaannya,” pungkasnya.

 

 

 (www.okezone.com)

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, dirinya diberikan amanah oleh Presiden Joko Widodo untuk memperkuat sistem pengawasan yang ada di BPOM.

"Ada penugasan (dari Presiden Jokowi) untuk memperkuat BPOM, memperkuat dari aspek legalitas sehingga BPOM bisa menindaklanjuti hasil pengawasan karena ada tiga aspek penting dari satu sisi pengawasan," kata Penny saat berbincang dengan Okezone, Kamis (21/7/2016).

Ia pun menjelaskan ketiga aspek tersebut, pertama adanya kemandirian dari satu institusi, kedua BPOM bisa menindaklanjuti hasil pengawasan dan melakukan langkah pidana dengan berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan.

Setelah terkuaknya kasus vaksin palsu belakangan ini, Presiden, lanjut Penny melihat fungsi dan kewenangan BPOM dalam bidang pengawasan obat dan makanan tidak cukup kuat.

 Dinkes DKI Jakarta Gelar Vaksinasi Ulang Balita

Oleh karena itu, lanjut mantan pejabat fungsional Perencana Utama di Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) fungsi dan kewenangan itu perlu diperkuat dari aspek legalitasnya sehingga bisa melakukan pengawasan secara komprehensif dari hulu hingga hilir.

Kata dia, dirinya berkoordinasi dengan Sekretariat Kabinet (Setkab) dan Sekretariat Negara (Setneg) untuk menindaklanjuti keinginan Presiden Jokowi.

 

"Itu perlu ada suatu revisi beberapa peraturan-peraturan dari Kemenkes sehingga BPOM bisa melaksanakan penyidikan, melaksanakan pengawasan pada faskes, jalur life cycle suatu obat, produksi, distribusinya sampai pemanfaatan obat tersebut dari pasien dan dokter sebagai pengguna," tukasnya. (www.okezone.com)

 

 

 

 

 

 Seorang wanita yang mengalami gangguan jiwa melahirkan bayi perempuan di sebuah halte yang berada di Jalan Gajah Mada Kota Medan.

Wanita berpakaian kumal yang diperkirakan berusia sekira 29 tahun itu melahirkan tanpa bantuan pertolongan siapapun. Awalnya, wanita ini yang terlihat lemas itu terduduk di halte, langsung lemas sambil kedua tanganya meremas-remas perut dengan wajah berkeringat. Selang beberapa menit kemudian bayi yang tengah dikandungnya lahir dengan selamat.

Dengan berlumuran darah, wanita itu meninggalkan bayi tersebut di lantai halte, lalu dia terduduk lemas di bawah pohon di depan sebuah sekolah yang tak jauh dari lokasi, sambil melemparkan senyum kepada warga yang tengah melintas.

Melihat hal tersebut, seorang wanita yang tengah melintas kemudian mengambil bayi tersebut dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, untuk mendapat perawatan.

“Wanita itu cantik, tapi dia memang gila, sering jalan-jalan sendiri di sini. Saat dia jalan tiba-tiba berhenti di halte dan melahirkan. Makanya macet jalan karena warga heboh,” kata salah seorang warga yang berada di lokasi, Rahmad, seperti dikutip dari Waspada Online, Selasa 912/7/2016).

Usai melahirkan, wanita yang mengalami gangguan jiwa terlihat tidak merasakan sakit layaknya orang yang usai melahirkan, dia hanya duduk tdi bawah pohon sambil tersenyum. Ketika ditanya siapa ayah dari anaknya, sang wanita itu mengatakan tidak tahu dan malah mengeluarkan ancaman.

“Enggak tahu siapa bapaknya, banyak bapaknya. Jangan tanya nanti aku lempar,” ujar dia.

Terpisah, Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic mengatakan, pihaknya membawa ibu dan bayinya ke rumah sakit agar dapat pertolongan medis.

Ia menambahkan, kondisi bayi berkelamin perempuan dengan berat 2,5 kilogram dan panjang 4,8 sentimeter itu dalam keadaan sehat.

 

sumber: http://news.okezone.com/read/2016/07/12/340/1435976/alami-gangguan-jiwa-seorang-wanita-melahirkan-di-halte

Asyik di Facebook