Jan 24, 2019 Last Updated 11:33 AM, Jan 24, 2019
Nasional

Nasional (549)

“Pasar pariwisata ke Indonesia itu sangat bagus untuk kelas menengah Singapura. Kami sudah terbang ke 12 destinasi. Ternyata tujuh laku keras. Yang kami push di SilkAir Roadshow 2017 hanya lima destinasi. Semuanya kami pasarkan dengan harga murah untuk menarik minat warga Singapura ke Indonesia,” tutur Tan Lay Choo, Senior Sales Executive SilkAir, Kamis ((13/4).

 

Balikpapan, Bali. Lombok, Makassar, Palembang, Surabaya dan Pekanbaru masuk ke dalam radar destinasi yang laku keras.

Selain berwisata, warga Singapura juga kerap berbisnis di sejumlah destinasi tadi.

“Jadi kami tidak perlu menurunkan harga lagi. Semuanya laku keras karena alamnya bagus. Infrastruktur pariwisatanya juga menunjang,” ucapnya.

Sementara Medan, Manado, Yogyakarta, Semarang dan Bandung termasuk yang di push penjualannya di SilkAir Roadshow 2017. Tiket Singapura ke Medan dibanderol dengan 99 Dolar Singapura. Setelah itu Singapura-Bandung SIN 139, Singapura-Semarang SIN 139 dan Singapura-Manado SIN 359.

Lantas mengapa 5 destinasi tadi kurang diminati kelas menengah Singapura? Padahal Bandung dan Semarang punya banyak destinasi wisata yang keren. Amenitasnya oke. Kuliner dan belanjanya pun cukup ngebhits. Medan juga sama. Ada Danau Toba, kawasan yang sedang dipersiapkan menjadi ‘’10 Bali Baru” di sana. Manado apalagi.

Belakangan destinasi ini banyak diburu turis China. Kawasan ini juga punya Bunaken yang punya underwater kelas dunia.

“Tiket LCC ke lima destinasi tadi lebih mahal bila dibanding destinasi serupa di Asia Tenggara. Flight LCC masih sedikit jadi sulit bersaing,” ungkapnya.

Komparasinya bisa dilihat dari destinasi ke Phuket, Langkawi dan Penang yang dibandrol dengan harga  99. Jarak menengahnya, ada Cebu, Davao dan Kalibo yang menjadi pesaing berat bagi Manado. Bila tiket Manado dibandrol $359, Cebu hanya SIN 179. Sementara Davao dan Kalibo SIN 259. Marginnya lumayan besar meski Manado dan destinasi wisata Filipina berdekatan dengan Cebu, Davao dan Kalibo.

Fakta diatas menandakan bidikan “anak panah” yang dilesakkan Menpar Arief Yahya di SilkAir Roadshow 2017 langsung menghujam sasaran target yang tepat. Dari 12 destinasi, hanya 5 destinasi yang dijual dengan discount besar-besaran. Tujuh lainnya tetap laku keras dan tidak ada ada yang diturunkan harganya.

Menpar Arief Yahya berterimakasih atas masukan yang diberikan Tan tadi. Solusi pun akan segera dirumuskan untuk memenangkan pasar wisata di ASEAN. Untuk membalikkan kondisi ini,

“Ketika sudah tahu titik lemahnya, maka kita tinggal berkonsentrasi memperbaiki lebih serius di titik-titik itu. Sekarang tinggal mendesain You Get More, You Pay Less! Membayar dengan harga yang sama, tetapi mendapat fasilitas dan keunggulan yang besar,” tegas Menpar Arief Yahya.

Bandara Interanasional Hang Nadim Batam sudah dibangun semenjak 1993. Dari tahun itu, hingga sekarang belum ada perombakan atau pembenahan besar-besaran di bandara yang memiliki landasan terpanjang di Indonesia. Untuk meningkatkan pelayanan, bandara kebanggan masyarakat Kota Batam ini memerlukan pembenahan.

 

“Insya Allah, akan dilakukan (pembenahan,red),” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Sabtu (15/4).

Ia mengatakan bahwa beberapa pembenahan kecil sudah dilakukan pihak Hang Nadim, mulai dari perombakan ruang tunggu bandara, hingga membangun apron baru.

Semua itu dilakukan demi pelayanan optimal. Sehingga masyarakat merasa senang, aman dan nyaman.

“Beberapa konter di hilangkan, untuk memberikan ruang kepada masyarakat. Lalu Apron baru dibangun, tak akan ada lagi pesawat yang antri untuk memasuki Hang Nadim,” ucapnya

Namun bila dibandingkan dengan bandara di Makasar, Padang ataupun Medan. Hang Nadim cukup ketinggalan.

“Jelas mereka baru saja dibangun. Oleh sebab pihak kami merencanakan pada 2019 akan dibangun terminal II,” ujarnya.

Terminal II ini sudah jauh hari direncanakan. Pembangunan terminal II bukan hanya akan mempercantik Hang Nadim, namun juga dapat menampung penumpang lebih banyak.

Sebab dari statistik Hang Nadim, pertumbuhan penumpang pada tiap tahunnya naik. Pada tahun 2015 sebanyak 5 juta orang penumpang yang keluar dan masuk dari Kota Batam melalui Bandara Hang Nadim. Lalu pada 2016 sebanyak 6,1 juta orang.

“Dan tahun ini kami memiliki target sebanyak 6,7 juta orang,” ucapnya.

Sebanyak 27.793 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di DIY akan memulai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (3/4). Satu siswa dari sebuah sekolah swasta di Kabupaten Bantul dipastikan tidak mengikuti ujian. Alasannya, murid itu tersangkut kasus pidana.

Namun, Sekretariat Ujian Nasional Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Muchamad Agus Budiyarto, menyatakan belum mengetahui pasti tindak pidana yang dilakukan siswa Kelas XII SMK tersebut hingga yang bersangkutan berurusan dengan kepolisian jelang pelaksanaan ujian. “LP (laporan polisi)-nya kami (Disdikpora) belum tahu pasti tapi yang jelas yang bersangkutan ini tidak bisa ikut ujian,” ujarnya kepada Harian Jogja, belum lama ini.

Sampai Minggu sore, cuma satu satu anak itu yang tidak akan mengikuti pelaksanaan UNBK SMK. Belum ada tambahan data mengenai siswa yang tidak akan mengikuti ujian nasional tingkat SMK. Agus merinci keseluruhan peserta ujian berasal dari 218 SMK, baik negeri maupun swasta.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 201 sekolah sudah menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Hanya 17 sekolah yang terpaksa masih ujian bergabung ke sekolah lain karena belum adanya sarana penunjang UNBK. Untuk mendukung kelancaran UNBK tingkat SMK ini, Disdikpora sudah menyurati PLN agar tidak ada pemadaman listrik selama pelaksanaan ujian.

Kepala Disdikpora DIY, Kadarmanta Baskara Aji sebelumnya telah menegaskan pihaknya tidak akan menggelar ujian di penjara. UN dengan sistem berbasis komputer jelas mustahil dilaksanakan di penjara karena harus mempersiapkan server yang tidak mungkin bisa dilakukan dalam waktu singkat.

“Kecuali bila polisi mau mengantarkan yang bersangkutan untuk ujian di sekolah. Tapi kalau harus ujian di penjara seperti waktu-waktu ketika masih ujian manual, sepertinya tidak mungkin,” paparnya.

Semua peralatan elektronik, kecuali telepon genggam dan alat medis, tidak boleh masuk kabin pesawat.

 

Demikian kebijakan baru Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Termasuk yang tak boleh dibawa masuk ke kabin ialah laptop, iPad, tablet, dan kamera. Benda-benda tersebut boleh dibawa jika dimasukkan ke bagasi. Larangan itu hanya berlaku bagi penumpang, tidak untuk kru pesawat dan petugas penerbangan.

Aturan yang dikeluarkan Badan Keamanan Transportasi AS tersebut hanya berlaku untuk sembilan maskapai yang melakukan penerbangan langsung ke negeri Paman Sam dan berangkat dari sepuluh bandara tertentu yang mayoritas berada di Timur Tengah.

Mereka ialah:

• Royal Jordanian

• EgyptAir

• Turkish Airlines

• Saudi Arabian Airlines

• Kuwait Airways

• Royal Air Maroc

• Qatar Airways

• Emirates

• Etihad Airways

Sepuluh Bandara yang Terdampak:

• Bandara Internasional Queen Alia, Amman, Jordania

• Bandara Internasional Kairo, Mesir

• Bandara Ataturk, Istanbul, Turki

• Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi

• Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi

• Bandara Internasional Kuwait

• Bandara Internasional Mohammed V, Casablanca, Maroko

• Bandara Internasional Hamad, Doha, Qatar

• Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab

• Bandara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab

 

Kebijakan serupa tidak berlaku untuk penerbangan dari AS ke sepuluh bandara tersebut. Alasan utamanya adalah waspada terhadap ancaman terorisme.

”Informasi dari intelijen mengindikasikan bahwa kelompok teroris masih menjadikan penerbangan komersial sebagai target dengan cara menyelundupkan bahan peledak di berbagai barang,” ujar salah seorang pejabat AS.

Tidak ada maskapai AS yang masuk daftar. Sebab, memang tidak ada maskapai AS yang terbang langsung dari sepuluh bandara tersebut. Namun, kebijakan itu akan berdampak pada warga AS yang terbang dari bandara-bandara itu.

Tidak ada satu pejabat pun yang mau mengklarifikasi secara detail terkait informasi intelijen yang membuat Badan Keamanan Transportasi mengeluarkan kebijakan tersebut.

Salah seorang staf Department of Homeland Security (DHS) hanya mengungkapkan, AS sudah lama mempertimbangkan untuk menerapkan kebijakan itu. Nah, saat ini kehawatiran kian meningkat setelah banyaknya serangan di bandara.

Misalnya, ledakan bom di dalam pesawat milik maskapai Daallo Airlines pada Februari tahun lalu. Bom tersebut disembunyikan di dalam laptop. Ledakan membuat lambung pesawat yang terbang dari Mogadishu, Somalia, itu berlubang dan menewaskan pelaku. Untung, pesawat berhasil mendarat dengan selamat.

Salah seorang pejabat lainnya mengungkapkan, larangan kali ini tidak ada hubungannya dengan perintah eksekutif Donald Trump Muslim Ban 2 yang berimbas pada enam negara mayoritas muslim. Meski seluruh bandara yang terkena dampak berada di negara mayoritas muslim.

Kebijakan itu diduga berkaitan dengan ancaman terorisme dari kelompok Al Qaeda di Semenanjung Arab alias AQAP.

”Pemerintah tidak menyasar negara tertentu. Kami mengandalkan informasi intelijen untuk menentukan bandara mana saja yang terpengaruh,” ujar juru bicara DHS.

Otoritas di AS sudah menginformasikan kebijakan baru itu ke negara-negara dan maskapai yang terdampak. Beberapa di antaranya sudah mulai menginformasikan larangan membawa barang elektronik tersebut kepada penumpang.

Sembilan maskapai yang terdampak itu diberi batas waktu 96 jam untuk memulai proses pemberlakuan aturan baru tersebut. Yakni, terhitung sejak kemarin (21/3) pukul 03:00 waktu AS atau hari ini pukul 14.00. Jika waktu yang diberikan habis dan maskapai yang masuk daftar belum menerapkan aturan itu, mereka akan dilarang masuk ke AS.

Kebijakan tersebut ditengarai bakal membuat sembilan maskapai itu benar-benar sibuk. Sebab, dalam sehari, mereka melakukan penerbangan setidaknya 50 kali ke AS. Sejauh ini, belum ada ketentuan kapan larangan tersebut akan berakhir. DHS hanya mengungkapkan bahwa mereka akan melakukan evaluasi. Aturan dihentikan jika sudah tidak ada lagi ancaman. 

Penyelundupan sabu-sabu dan pil ekstasi dari Pulau Jawa ke Bali lewat Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali berhasil digagalkan anggota polsek setempat.

"Sabu-sabu dan pil ekstasi ini dikirim dengan cara dititipkan lewat bus umum. Ini merupakan pengungkapan yang kedua penyelundupan sabu-sabu dari Jawa ke Bali, dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama," kata Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo, di Negara, Senin (20/3/2017).

Ia mengatakan, anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk yang bertugas jaga di Pos II atau arah masuk ke Bali, curiga saat melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang yang dipaketkan lewat salah satu bus.

Karena tertulis paket itu sampai di Terminal Ubung, Denpasar, polisi membuntutinya hingga menangkap N,warga Desa Wringin Rejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur namun tinggal di Desa Bualu, Nusa Dua, Kabupaten Badung, saat yang bersangkutan mengambil paket tersebut.

"Bersama dengan sopir dan kondektur bus, N dibawa ke Polsek Kawasan Laut Gilimanuk untuk membuka paket mencurigakan tersebut. Isinya ternyata sabu-sabu seberat 93,1 gram netto dan 47 pil ekstasi," kata Djoni.

Menurutnya, agar paket berbungkus kardus ini lolos dari pemeriksaan, pengirim yang oleh N diakui bernisial I di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur menyertakan lima buah ubi jalar di dalamnya. Selain ubi jalar, ia mengatakan, pihaknya menemukan tas plastik yang di dalamnya berisi tisu dengan lilitan plester tebal warna hitam.

"Setelah dibuka, di dalamnya ada lagi dua bungkusan yang berisi sabu-sabu dan pil ekstasi. Untuk ukuran Kabupaten Jembrana, pengungkapan kasus sabu-sabu seberat 93,1 gram ini termasuk yang paling besar dalam rentang waktu belasan tahun," katanya.

Ia mengatakan, beberapakali pengungkapan kasus narkoba jenis sabu-sabu, biasanya hanya diperoleh barang bukti dibawah satu gram. Dari pemeriksaan terhadap N, menurutnya, kiriman yang berhasil digagalkan ini merupakan kiriman yang ketiga, sehingga yang bersangkutan masuk kategori pengedar.

Karena dalam waktu yang berdekatan sudah dua kali pengungkapan penyelundupan sabu-sabu lewat Pelabuhan Gilimanuk, ia mengaku, memerintahkan anak buahnya yang berjaga di kawasan tersebut untuk lebih mengintensifkan pemeriksaan barang maupun paket yang masuk ke Bali.

Akibat perbuatannya, N dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 122 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.

Bagi masyarakat yang gemar mem-posting foto media sosial (medsos) seperti di Facebook, tampaknya sekarang harus lebih berhati-hati. Apalagi bila yang di-posting adalah buah hati dan rumah pribadi.

Sebab, bisa jadi masuk dalam target jaringan pratik pedofilia internasional. "Ibu-ibu atau bapak-bapak yang suka mem-post‎ingperkembangan buah hatinya di FB, atau meng-upload foto rumah pribadi, sebaiknya dikurangi. Ini sangat membahayakan keselamatan buah hati maupun keluarga," kata Rubby Alamsyah, pakar IT, seperti mengutip JPNN, Senin (20/3/2017).

Dia juga mewanti-wanti, agar posting-an foto anak yang berpakaian terbuka sebaiknya dihapus dalam album FB. Para pedofil sangat bernafsu bila melihat gambar anak yang lucu, menggemaskan dan berpakaian terbuka.

"Foto anak lagi renang, tari balet, atau yang bajunya terbuka jangan sekali-kali di-upload di FB. Makin jarang mem-posting foto, makin aman," tuturnya.

Dia juga mengimbau, jangan mencantumkan alamat maupun foto rumah pribadi di FB. Sebab, para pelaku kejahatan selalu mengintai pengguna media sosial.

 Presiden Amerika Serikat dipastikan akan menjamu Presiden Mesir Abdel Fattah al Sisi di Gedung Putih, Washington, pada Senin 3 April 2017. Ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama bagi mantan petinggi militer itu sejak terpilih sebagai presiden pada 2014.

Menurut laporan Reuters, Senin (20/3/2017), tiga hari setelah dilantik, Presiden Trump langsung menghubungi Sisi lewat telefon. Kedua kepala negara mendiskusikan soal strategi terbaik memerangi terorisme dan menekankan komitmen menjalin kemitraan bilateral yang baik antara AS dan Mesir.

Dalam kesempatan itu, Trump sekaligus mengundang Sisi untuk bertandang ke kantornya di Gedung Putih. Akan tetapi belum diketahui apa saja yang akan menjadi agenda pertemuan kedua kepala negara tersebut.

Presiden terdahulu AS, Barack Obama, tidak pernah mengundangnya secara khusus untuk datang ke Gedung Putih. Meskipun keduanya sering bertemu di forum internasional. Seperti saat Sidang Umum PBB di New York akhir tahun lalu. Dalam kesempatan itu, Presiden Al Sisi bertemu kedua kandidat presiden AS yakni Hillary Clinton dan Donald Trump.

Presiden Abdel Fattah al Sisi (62) terpilih dalam pemilu demokratis, setahun setelah memimpin pengusiran terhadap kelompok militer pengacau, Ikhwanul Muslimin (IM). Kala itu, dia berhasil menyingkirkan Presiden Mohamed Mursi, pimpinan IM. Al Sisi memanfaatkan momentum protes massal dalam menggulingkan kekuasaan Mursi.

Sebanyak dua pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yaitu Sri Kandiyati dan Mohammad Noval akan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan pembangunan Gedung Kampus IPDN di Riau dengan tahun anggaran 2011.

"Dua orang tersebut dijadikan saksi untuk tersangka dari BRK (Budi Rachmat Kurniawan)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan tiga orang tersangka yakni pejabat dalam pembuat komitmen berinisial DJ, Kepala Divisi Pembangunan Gedung PT Hutama Karya Persero Budi Rachmat Kurniawan dan Senior Manager Pemasaran PT Hutama Karya Persero berinisial BMT.

Mereka diduga merugikan uang negara hingga Rp34 miliar. Nominal angkat tersebut hampir 50 persen uang yang dianggarkan justru digunakan untuk korupsi.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Tiga terdakwa perkara korupsi dana Bansos Pemko Batam tahun 2011 yang mengalir ke PS Batam, masing-masing dituntut selama satu tahun dan enam bulan penjara, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Jumat (17/2).

 

Mereka yang menjalani sidang tuntutan tersebut yakni Aris Hardy Halim, mantan Ketua PS Batam yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Batam; Rustam, Manager PS Batam dan Khairullah, Plt Kabag Keuangan Sekretariat Pemko Batam, yang juga bendahara PS Batam.

Dalam tuntutannya , JPU Roesli dari Kejati Kepri mengatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP.

“Ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam pengelolaan dana hibah Bantuan Sosial (Bansos) sebesar Rp798 juta dari APBD Pemko Batam sebesar Rp 1 miliar tahun 2011,”ujar JPU.

Dikatakan JPU, selain menuntut terdakwa dengan hukuman badan. Ketiga terdakwa juga dikenakan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan, termasuk uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp 715 juta yang dibebankan kepada terdakwa Aris Hardi Halim Rp 496 juta dan Rustam Sinaga Rp219 juta.

“Untuk UP tersebut sudah dititipkan kedua terdakwa tersebut kepada pihak Kejati Kepri sebelumnya, dan tidak perlu lagi menjadi pertimbangan jaksa,”kata JPU.

Atas tuntutan yang dibacakan JPU tersebut, masing-masing terdakwa melalui Penasehat Hukumnya (PH) nya akan mengajukan Pledoi (pembelaan) yang akan disampaikan pada sidang mendatang.

Dalam sidang sebelumnya terungkap perbuatan korupsi itu berawal ketika terdakwa yang merupakan pengurus PS Batam Mengajukan proposal bantuan dana hibah APBD Pemko Batam sebesar Rp1 miliar tahun 2011 ke Sekretariat Daerah kota Batam, melalui Kabag Keuangan Pemko Batam yang juga Bendahara PS Batam.

Setelah proposal masuk, pengajuaan bantuan selanjutnya diproses oleh Khairulah selaku Kabag di Keuangan Setdako. Tanpa ada verifikasi yang dilakukan. Selanjutnya, pada 16 Maret 2011 dana bantuan Hibah ke PS Batam dari APBD 2011 Kota Batam itu, langsung dicairkan Rp 228 juta lebih tahap pertama dan masuk ke rekening PS Batam pada 17 Maret 2011 melalui SP2D dan Belied Giro.

Kemudian dana Bantuan masuk ke rekening PS Batam, dan atas persetujuan terdakwa Aris Hardi Halim selaku Ketua PS Batam. Terdakwa Khairullah melakukan penarikan dana dengan Rincian, pertama ditarik Rp 95 juta, kedua Rp 95 juta  dan terakhir Rp 12,7 juta yang dicairkan pada April sampai Juli 2011.

Selanjutnya, pada pada bulan Juli, pengajuaan pencairan tahap II, kembali diajukan terdakwa Aris Hardi Halim dan Khairullah sebesar Rp 216 juta lebih, dengan dalih untuk biaya seleksi pemain dan pelatihan, dalam rangka memasuki Devisi II PSSI.

Atas Perintah Kabag Keuangan Pemko Batam, Abdul Malik kepada terdakwa Khairullah selaku Kabag Verifikasi Keuangan sekaligus Bendahara PS Batam melakukan proses tanpa Verifikasi. Pencairan dilakukan, melalui pengeluaran SP2D, dari Kas Daerah Pemko Batam, ke Rekening PS Batam.

Setelah dana Rp 216 juta dari APBD Batam ke Rekening PS Batam tersebut cair, kemudian terdakwa Aris Hardi Halim dan Hadi Marzuki melakukan pencairan dana tersebut dari rekening PS Batam secara bertahap dari Juli sampai Agustus 2011.

Ternyata dari pencairan dan penggunaan dana hibah dalam tiga tahap senilai Rp715 juta dari Rp1 miliar yang diajukan, tidak sesuai denga peruntukannya dan tidak melalui prosedural administrasi, baik dalam pengajuan, persyaratan pengajuan, serta Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan (LPJP).

Atas perbuatan ketiga terdakwa memperkaya diri sendiri dan orang lain, hingga menyebabkan Kerugian Negara dalam hal ini Pemerintah kota Batam sebesar Rp715 juta.

Kelompok Kerja (Pokja) Penindakan Unit Pemberantasan Korupsi Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dibantu tim pendukung Unit Tindak Sapu Bersih Pungli mengamankan dua pelaku pungli yang mengaku pengurus karang taruna Desa Palimanan Barat.

"Kami amankan dua orang pelaku pungli meraka mengaku pengurus karang taruna dan mengambil uang karcis masuk truk bermuatan sekam yang akan dikirim ke PT Indocement," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus melalui pesan singkat yang diterima di Cirebon, Senin (13/2/2017).

Kedua pelaku diamankan pada hari ini Senin 13 Februari 2017 sekira jam 05.00 WIB, di mana keduanya mengaku pengurus karang taruna Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon.

Yusri menuturkan untuk tempatnya diparkir sementara tempat pembagian tiket masuk dan penarikan retribusi.

"Pelaku yang diamankan berinisial SB (27) dan RD (24)," tuturnya.

Sementara itu, barang bukti yang berhasil diamankan yaitu uang pungutan retribusi liar disetorkan ke oknum PT Indocement sebesar Rp2.006.000, dan juga uang pungutan liar parkir di tempat pengepokan sebesar Rp423.000.

"Kedua pelaku dan barang bukti diamankan ke Mapolres Cirebon," kata dia.

Asyik di Facebook