Aug 15, 2018 Last Updated 8:30 AM, Aug 6, 2018
Nasional

Nasional (465)

Aksi pengeboman di Pos Pol Sarinah dan sekitarnya pada siang tadi mengakibatkan jatuhnya 16 korban. Lima di antaranya petugas kepolisian.

"Hasil identifikasi secara keseluruhan, sementara akibat dari peristiwa ini ada 16 korban," ujar Wakapolri Komjen Budi Gunawan (BG) di lokasi kejadian di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2015).

Dari 16 orang tersebut lima di antaranya petugas kepolisian, tujuh warga sipil, dan sisanya para pelaku penyerangan. Dua tewas akibat ledakan dan dua lainnya ditembak mati.

"Dari 16 korban tersebut, empat pelaku teroris tewas, dua orang bom bunuh diri dan dua kita tembak, kemudian dari anggota Polri ada lima orang kondisi luka berat, itu tertembak di depan Pos Pol Sarinah dan kontak tembak dengan pelaku di depan Starbuck dan Djakarta Theater, dan dari anggota masyarakat ada tujuh, dari tujuh, dua meninggal dunia dan dan luka berat," bebernya.

Dari total tujuh orang korban dari warga sipil, dua di antaranya warga negara asing. "Dari tujuh kelompok masyarakat, dua WNA. Dari identitas WNA yang kita dapat, satu masih dirawat di RS, satu tertembak kelompok teroris di TKP di depan Djakarta Theater," tutupnya.

Joni Catur Prasetyo (42) hilang bersama anak sulungnya, Joni (7), sejak pertengahan November 2015. Usai kejadian itu, duka tampak jelas dalam guratan wajah Sugiyem (73), ibu Joni yang merupakan warga Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Bayangkan nak, Joni pergi dengan membawa cucu saya yang baru tujuh tahun dalam keadaan sakit. Padahal, istrinya juga baru melahirkan, terus ditinggal pergi. Tidak ada kabar beritanya sampai saat ini," ujarnya saat disambangi Okezone.

Sebelum pergi, Joni sudah membereskan semuanya. Anaknya yang baru lahir juga sudah di aqiqah. Namun keluarga tetap tidak habis pikir kenapa Joni bisa kembali terjerumus dalam organisasi tersebut.

Joni yang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara dari pasangan Suginem dan Salim Hadi Purnomo (75), sebelumnya ikut dalam organisasi Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang saat ini sudah dibubarkan pemerintah, dan akhirnya diduga bergantina nama menjadi Gafatar.

Sebenarnya Joni sudah keluar dari organisasi itu. Semua buku, jaket sudah dibakar. Joni sempat bercerita kepada ibunya jika akhir-akhir ini sering didatangi kawan-kawan lama dari organisasi Gafatar.

Bahkan, mereka sering datang ke kantor, ke rumah, hingga menunggu di jalan. Menurut keterangan Joni, mereka dari Sukoharjo.

"Joni cerita sama saya, katanya buk kancaku ki goleki aku. Aku glidik (kerja) di parani. Dicegat di jalan," jelas Suginem menirukan ucapan Joni.

Mendengar itu, Suginem mewanti-wanti anaknya. Dan saat itu, Joni mengaku sudah tidak mau lagi bergabung. Namun sekarang justru ia menghilang,

Suginem semakin meyakini kepergian Joni karena ikut Gafatar. Itu berdasarkan keterangan dari keponakan istri Joni (Sofi) di Salatiga.

Waktu itu, keponakan Joni yang seumuran dengan Rizal (7), bercerita bahwa Rizal akan diajak pergi naik pesawat oleh ayahnya.

"Aku arep numpak pesawat, arep jalkan-jalan, ndelok-ndelok neng adoh kana," ujar Ginem menirukan cerita keponakan istri Joni.

Dan yang paling menyedihkan, Joni juga meninggalkan cicin kawin miliknya di meja rumah. Tidak ada yang tahu kapan Joni melepasnya. Biasanya cicin itu tidak pernah di lepaskan.

Nasib malang dialami oleh Sundari (32), Buruh Migran Indonesia (BMI) asal Banyumas Jawa Tengah. Hasrat hati ingin mengubah nasib, berjuang di negeri orang menjadi buruh migran, berharap dapat memperbaiki ekonomi keluarga dan dapat menyekolahkan anak-anaknya, tapi dua hari sesampainya di Hong Kong Sundari jatuh sakit dan terpaksa dipulangkan. 

Tidak cukup sampai disitu, menjelang kepulangannya, Sundari hampir saja menjadi korban kebiadaban PJTKI/PPTKIS yang memberangkatkannya. Sundari dipaksa menandatangani surat yang isinya ingin pulang atas kemauan sendiri dan harus membayar ganti rugi.

Nasib baik Sundari bertemu dengan Tri Purwati, salah satu pengurus Serikat Buruh Migran Indonesia wilayah Hong Kong (SBMI-HK) yang menjenguknya waktu di rumah sakit dan bertanya tentang keadaan dan cerita tentang keberangkatannya.

Mendengar informasi tersebut, Tri Purwati langsung menghubungi ketua SBMI-HK yang kebetulan sedang berada di Jakarta, dan langsung membuat aduan ke BNP2TKI sekaligus mengarahkan Sundari agar sesampainya di Jakarta jangan mau dijemput oleh pihak PT (PJTKI), karena ada petugas BNP2TKI yang akan menjemputnya.

Menurut keterangan Elis Susandra, ketua SBMI-HK ketika dihubungi LiputanBMI, hari ini, Senin 11-01-2015, sudah sejak awal proses keberangkatan Sundari sudah tidak beres. Sundari diduga berangkat dalam keadaanun-fit, tetapi tetap dipaksakan berangkat oleh pihak PT.

“Juli 2015, Sundari masuk PT, tetapi sempat mengundurkan diri karena medikalnya gagal, tetapi PL (sponsor), dia menawarkan bantuan pengobatan serta meminjami uang Rp. 1 juta. Sundari dibelikan susu beruang 20 kaleng dan harus diminum selama 10 hari, tapi tetap saja medikalnya gagal,” ujar Elis Susandra kepada LiputanBMI, Senin (11/01/2016).

Anehnya, lanjut Elis, pada November 2015 pihak PT menghubungi Sundari katanya sudah ada job dan akan segera diterbangkan. Sebelum berangkat Sundari dimedikalkan lagi setelah sebelumnya disuruh minum kecap, tapi hasil medikalnya Sundari tidak tau.

“Ini sudah jelas-jelas ngawur, Sundari pun tidak pernah tanda tangan kontrak, dia juga tidak tau jobnya apa, Sundari ini korban, kami sudah adukan ini ke BNP2TKI,” ujar Elis dengan nada tinggi.

Sundari berangkat ke Hong Kong pada 18 Desember 2015, melalui sebuah PJTKI/PPTKIS di Cilacap, setelah dua hari sesampainya di Hong Kong, Sundari mengeluhkan dadanya sakit. Melihat kondisinya yang semakin lemah majikannya membawa Sundari ke rumah sakit.
.
Sempat dirawat selama sepuluh hari di sebuah rumah sakit di Hong Kong, Sundari dipulangkan pada 9 Januari 2016. Tiba di Jakarta Sabtu pukul 09:10.

Sundari yang beralamat di Jalan Sudagran RT 04 RW 01 Desa Purwokerto Kulon, Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, saat ini dirawat di rumah sakit Polri Kramat Jati Jakarta, kasusnya kini diadvokasi oleh SBMI.

Hariyanto, ketua umum SBMI, ketika dikonfirmasi oleh LiputanBMI, Senin siang, membenarkan tentang kasus ini dan mengatakan bahwa pendampingan intensif secara langsung akan diberikan oleh ketua SBMI-HK yang kebetulan berada di Jakarta.

Sementara menurut Elis Susandra, selama menunggu proses pengaduan ke BNP2TKI untuk mendapatkan hak-haknya, Sundari akan dirawat di RS Polri sampai sembuh dan sampai dokter mengijinkan boleh dibawa pulang.

“Saya hanya ingin lepas dari jeratan hutang, saya sangat takut, saya dapat uang dari mana untuk membayar ganti rugi,” ungkap Elis Susandra menirukan ucapan Sundari.

Seorang pria di Distrik Kinabatangan, Sabah, Malaysia, membunuh mantan istri dan anak tirinya. Penyebabnya, sang mantan istri menolak untuk rujuk.

Azura Shima (39) tewas ketika dilarikan ke klinik, sedangkan anak tirinya Basri Jamaluddin (24) tewas di lokasi akibat menderita luka tusukan parah. Peristiwa itu terjadi pada Senin 11 Januari pukul 17.20 waktu setempat.

Kepala Kepolisian Kinabatangan Sahak Rahmat mengatakan, tersangka pada awalnya bertemu korban Azura untuk mengajak rujuk. Namun, Azura menolaknya sehingga membuat tersangka langsung gusar dan melakukan pemukulan.

“Diduga awalnya tersangka bertemu korban pada pukul 14.00 sehari sebelumnya. Keesokan paginya, tersangka mendatangi rumah korban dan langsung menusuk korban yang sedang tidur di kamarnya,” kata Rahmat, sebagaimana diberitakan The Star, Selasa (12/1/2016).

“Setelah menusuk Azura, pelaku langsung pergi ke kamar lain dan menusuk anak tiri dari Azura,” papar Rahmat.

Ia mengungkapkan, anak laki-lakinya yang berusia 14 tahun hasil dari pernikahan tersangka dan korban yang tertidur di samping Azura terbangun dan melihat tersangka sebelum melakukan penusukan.

“Remaja itu dipercaya telah melihat tersangka menusuk Azura,” tambah Rahmat.

Dilaporkan, setelah melihat kejadian tersebut, sang remaja laki-laki langsung lari dan meminta tolong kepada tetangga. Tidak lama setelah ia meminta tolong, tersangka langsung melarikan diri dari lokasi, dan hingga kini masih dalam pencarian polisi

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi sebanyak lima kali, kemarin. Tinggi letusan gunung itu mencapai 400 meter hingga 1.500 meter.

Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mencatat bahwa Gunung Sinabung dua kali mengeluarkan awan panas dengan jarak mencapai 2.000-3.000 meter yang mengarah ke tenggara dan timur.

Meski begitu, banyak wisatawan tetap datang ke objek wisata Bukit Gundaling Kecamatan Berastagi, yang merupakan zona aman dengan radius 16 KM dari pusat erupsi.

Hampir semua yang datang meyempatkan diri untuk berfoto atau sekedar melihat awan panas yang menyembur dari Gunung Sinabung.

Pihak PVMBG selalu mengimbau kepada warga agar tidak memasuki atau beraktivitas di zona bahaya Gunung Sinabung, karena status gunung masih berada pada level tertinggi atau awas. 

 Mimpi RN (18) dan SN (16) untuk mengecap manisnya pekerjaan di ibu kota mesti kandas, kemarin. Dua remaja asal Desa Cijati, Cianjur Selatan ini justru diduga menjadi korban penipuan tempat penyalur tenaga kerja di bilangan Pancoranmas.

Semua bermula pada kemarin petang. Sembari memikul tas ransel besar di pundak, RN dan SN melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolresta Depok. Intinya, mereka merasa menjadi korban penipuan penyalur tenaga kerja.

Kepada Radar Depok, RN menuturkan jika kedatangannya ke Kota Depok atas dasar rayuan dari seorang kenalannya, Su. Begitu sampai ke rumah yang dijadikan tempat penampungan mereka malah mendapati jika tempat serupa rumah tersebut sedang digerebek. Lokasi penampungannya sendiri berada di sebuah perumahan elit di kawasan Pancoranmas.

“Saya tidak tahu yang menggerebek. Makanya kami pergi saja ke kantor polisi untuk berteduh. Kami ingin pulang saja kembali ke kampung halaman,” kata RN.

Berdasarkan penuturan Su, lanjut RN, mereka akan disalurkan menjadi baby sitter (pengasuh bayi) dengan iming-iming gaji lumayan.

“Di Depok ini saya memang janjian dengan dia (Su),” tambahnya lagi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho mengatakan jika pihaknya kini sedang menyelidiki kasus ini, guna membuktikan kevalidan tempat penampungan pekerja yang dimaksud.

Lebih lanjut, papar Teguh, dirinya juga kini masih menggali keterangan lebih dalam dari kedua remaja ini.

“Saya sudah kirim Unit Buser dan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk mengecek lokasi (tempat penampungan pekerja) tersebut,” tegas Teguh.

Banyak pihak meminta maskapai Lion Air untuk membenahi sistem rekruitmen pegawai menyusul terlibatnya oknum pegawai maskapai berlambang singa tersebut dalam kasus pembobolan bagasi penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

Menanggapi hal tersebut, Public Relation Manager Lion Air Andy Saladin menuturkan pihaknya telah memperketat proses rekruitmen pegawainya sebelum adanya peristiwa ini.

"Rencana memang begitu, tetapi sejatinya saat ini sebenarnya dalam merekrut pegawai kita sudah ketat," jelas Andy saat dihubungi Okezone, Selasa (5/1/2016).

 Lion Air Akan Terima Sanksi Tegas Kemenhub

Andy mengungkapkan, adanya peristiwa pembobolan barang di bagasi yang dilakukan persengkongkolan antara oknum petugas kemananan Angkasa Pura II dengan Lion Air itu menjadi peringatan keras untuk melakukan pembenahan di berbagai sektor khususnya dalam merekrut pegawai yang benar-benar bersih dari catatan kriminal.

"Tapi peristiwa ini merupakan peringatan kepada kita bahwa harus lebih ketat lagi dalam proses perekrutan pegawai," tegas Andy.

(oz)

 Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memutuskan untuk mengambil keputusan tanpa persetujuan Kongres. Pria 54 tahun itu akan mengetatkan izin kepemilikan senjata bagi setiap warga AS.

Setiap pembeli senjata harus menghadapi serangkaian pengecekan yang jauh lebih serius daripada sebelumnya. Aturan tersebut nantinya akan mewajibkan para penjual senjata baik yang melakukan penjualan online atau pameran senjata untuk lebih memerhatikan latar belakang si pembeli. Para penjual juga harus memiliki izin resmi yang diterbitkan pemerintah AS untuk menjual senjata.

Tentu saja pengetatan izin senjata ini akan ditentang oleh mereka yang mendukung kepemilikan senjata secara bebas di Negeri Paman Sam. Namun, seperti dilaporkanBBC, Selasa (5/1/2016), Obama bersikeras akan tetap memberlakukan Undang-Undang baru itu meski tanpa persetujuan Kongres.

Pria kelahiran Hawaii itu berdalih pembuatan dan pengesahan rancangan undang-undang (RUU) senjata itu masih berada dalam wewenangnya secara sah meski tanpa persetujuan Kongres dan sejalan dengan Second Amendment yang menjamin hak-hak warga AS untuk membatasi peredaran senjata.

Meski tidak akan mengurangi kejahatan di AS, Obama yakin pengetatan izin senjata ini akan menyelamatkan lebih banyak nyawa dan mengurangi penderitaan warga AS akibat kehilangan anggota keluarga mereka. Mantan Senator Illinois itu menuturkan negaranya lebih banyak menghadapi kematian warganya akibat senjata termasuk dalam kasus bunuh diri dan penembakan massal daripada kasus serupa di negara-negara lain.

Pernyataan Obama itu disampaikan usai dirinya mendengarkan rekomendasi dari Jaksa Agung Loretta Lynch, Direktur FBI James Comey, dan beberapa para pejabat teras aparat penegak hukum di Gedung Putih pada Senin 4 Januari 2016. Pada 2015, Presiden ke 44 AS itu sempat menuturkan kegagalan membuat undang-undang baru mengenai kepemilikan senjata api merupakan penyesalan terbesarnya.

(oz)

Polisi Turki menembakkan gas air mata untuk membubarkan ratusan demonstran di Taksim Square, Istanbul. Rakyat melakukan demonstrasi terhadap operasi keamanan dan pemberlakuan jam malam di sana.

Puluhan polisi anti huru hara bertameng mengejar para demonstran ke jalan-jalan, serta mendorong pejalan kaki yang merupakan pembeli dan para wisatawan yang menonton untuk minggir.

Dilaporkan Al Arabiya, Senin (21/12/2015), dua pengunjuk rasa sudah ditahan. Selain itu, toko-toko ditutup akibat kerusuhan tersebut.

Memasuki hari kelima diberlakukannya jam malam, jumlah pemberontak dari Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang tewas karena menentang aturan tersebut menjadi 102 orang. Sedikitnya dua tentara dan lima warga sipil juga tewas dalam bentrokan itu.

10.000 tentara yang didukung oleh tank telah dikerahkan ke bagian tenggara Turki untuk mengusir pemberontak PKK dari daerah perkotaan. Operasi militer Turki menargetkan kota-kota Cizre dan Silopi di Provinsi Sirnak serta kawasan Diyarbakir, kota terbesar di wilayah tenggara Turki.

Pada Jumat, 18 Desember 2015, pasukan pemerintah juga dilaporkan telah melancarkan serangan udara ke tempat persembunyian dan situs persenjataan PKK yang berlokasi di seberang perbatasan Irak utara.

(Okezone)

Pengamat intelijen Nuning Kertopati Susaningtyas menilai, jatuhnya pesawat tempur ringan T-50i Golden Eagle bisa dikarenakan kesalahan teknis atauhuman error.

Namun, hingga kini penyebab kecelakaan belum bisa dipastikan karena harus terlebih dahulu melewati proses investigasi menyeluruh.

"Investigasi menyeluruh itu dengan melihat dari lima faktor yakni man atau pilot,machine, media, mission hingga management. Kita tidak bisa men-judgepenyebabnya, harus melalui investigasi menyeluruh," tegas Nuning kepada Okezonedi Jakarta, Minggu (20/12/2015) malam.

Sementara itu, soal kursi pelontar yang tak sempat digunakan, pengamat penerbangan, Alvin Lie menganggap hal itu karena jarak pesawat dengan permukaan tanah yang cukup rendah. Kondisi itu membuat pilot tidak sempat menggunakan fasilitas tersebut saat kondisi darurat.

"Kita harus melihat kejadiannya, itukan kejadian pada waktu bermasalah, cukup rendah, manuver loop dan sangat mungkin tidak punya kesempatan menggunakan kursi lontar," sebut Alvin.

Seperti diketahui, pesawat itu menungkik tajam dari ketinggian 500 feet saat melakukan akrobatik dalam rangka perayaan Gebyar Dirgantara AAU Yogyakarta. Pesawat jatuh di Kompleks Kesatriaan AAU.

Jenazah Letkol Pnb Marda Sarjono yang merupakan Komandan Skuardon XV Madium dan Kapten Dwi Cahyadi sudah dibawa ke rumah duka masing-masing di Madiun dan Sleman.

(Okezone)

Asyik di Facebook