Dec 10, 2018 Last Updated 9:12 AM, Dec 7, 2018
Nasional

Nasional (529)

Kasus positif virus zika pertama di Eropa terjadi pada ibu hamil di Spanyol. Hal ini disampaikan langsung oleh pihak Kementerian Kesehatan Negeri Matador.

Sebagaimana diwartakan BBC, Jumat (5/2/2016), perempuan hamil tersebut mengaku baru saja kembali dari Kolombia setelah dirinya divonis dokter terdampak virus yang dapat menyebabkan microcephaly.

Virus Zika disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti, yang banyak terdapat di Amerika Tengah dan Selatan. Terutama di Brasil yang tercatat sudah mencapai 4.000 kasus sejauh ini. Selain di Negeri Samba, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), yang berbasis di DeKalb County, Georgia, Amerika Serikat sudah merilis peta penyerbaran virus yang gejalanya mirip demam berdarah itu di lebih dari 28 negara.

Menurut para pakar kesehatan Eropa, nyamuk tersebut tidak endemik di Benua Biru. Mayoritas penderita yang terinfeksi membawa virus zika sepulang melakukan perjalanan ke Benua Amerika. Kabarnya, virus ini juga sudah mewabah di Irlandia, Australia, Amerika Serikat dan Indonesia.

Kasus pertama yang merebak di AS terjadi di Texas. Sementara di Indonesia, positif menyebar di Jambi. Sepasang warga Sydney juga dilaporkan terdampak. Demikian juga yang menerpa warga negara bagian New South Wales yang baru pulang berlibur dari Kepulauan Solomon pada akhir 2015.

Keharusan Tenaga Kerja Indonesia untuk memiliki Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) manjadi masalah dan dianggap membebani TKI. Sebab selama ini meski KTKLN tak terlalu bermanfaat bagi TKI, para pekerja migran justru kesulitan untuk memperolehnya.

KTKLN atau kartu identitas pekerja merupakan syarat wajib para calon TKI atau TKI sebagai salah satu prosedur sebelum bekerja di luar negeri. Ketentuan tentang kepemilikan KTKLN didasarkan atas UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri. Pasal 62 Ayat (1) menyebutkan bahwa setiap TKI /Buruh Migran Indonesia wajib memiliki dokumen KTKLN. Pasal 62 ayat (2) terlampir fungsi KTKLN sebagai kartu identitas TKI selama masa penempatan TKI di negara tujuan.

Diakui Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal keberadaan KTKLN sejauh ini kurang relevan dan tidak terlalu memiliki nilai manfaat bagi TKI.

Pasalnya, TKI sebetulnya hanya diwajibkan memiliki nomor kartu sebagai keperluan data sementara keberadaan kartu KTKLN sendiri tidak berguna bagi pekerja.

Alasan mendasar KTKLN tidak memiliki nilai guna bagi TKI, kata Iqbal, karena kartu tersebut tidak bisa menjadi identitas di luar negeri dan tidak diakui oleh negara tujuan penempatan.

“Kalau identitas luar negeri adalah paspor atau kartu yang dikeluarkan pemerintah setempat,” kata Iqbal kepada gresnews.com, Rabu (20/1).

Keharusan memiliki KTKLN menjadi beban bagi para TKI. Sebab untuk mendapatkannya mereka harus mengeluarkan biaya tinggi sebelum menjalani masa penempatan di luar negeri.

Faktor biaya yang cukup besar dalam pengurusan KTKLN, ditambah tidak adanya manfaat nyata yang didapat TKI, membuat pemerintah merasa perlu merevisi UU Nomor 39 Tahun 2004 yang mengatur secara rinci mengenai pembuatan KTKLN.

Namun demikian, menurut Iqbal, persoalan ini akan terus berlarut-larut apabila aturan UU tersebut tidak segera diubah. “KTKLN itu tidak bermanfaat. Namun masalahnya ada di UU Nomor 39 Tahun 2004 yang belum diubah total,” kata dia.

Iqbal menyebut, inisiatif Presiden Joko Widodo untuk menghapus KTKLN masih terkendala karena aturannya masih sah dan berlaku dalam bentuk UU.

Alhasil, dengan masih diberlakukannya pembuatan KTKLN, menyebabkan pembiayaan penempatan TKI ke luar negeri semakin besar. Hal ini karena UU TKI yang ada saat ini tidak memuat norma pembiayaan TKI. Padahal sesuai norma konvensi internasional, norma biaya diatur dengan seksama.

Biaya penempatan sesuai aturan konvensi internasional yang dibebankan kepada TKI tidak boleh lebih dari satu bulan gaji.

“Misalnya jika gaji pekerja 400 dollar maka jumlah biaya yang dikeluarkan untuk proses penempatan tidak boleh lebih dari besaran gaji. Tetapi kenyataannya, TKI yang ditempatkan ke Taiwan dan Hongkong potongan gajinya sampai 9 bulan. Itu kan eksploitatif,” lanjutnya.

Menurut Iqbal, keberadaan KTKLN hanya menjadi salah satu bentuk bisnis penempatan TKI yang dilakukan para agen penyalur, namun tidak memberikan norma, standar dan prinsip umum perlindungan.
WACANA PENCABUTAN KTKLN – Persoalan KTKLN tidak hanya berhenti pada besarnya biaya penempatan tetapi juga melahirkan aksi pemerasan. Koordinator Jaringan Buruh Migran Indonesia Karsiwen mengungkapkan, persyaratan KTKLN sebagai prosedur perizinan seringkali dipakai sebagai alasan petugas Imigrasi bandara untuk memeras para TKI.

Karsiwen menyebut, KTKLN selama ini sebagai sumber masalah dan alat pemerasan. Selain para TKI semakin kesulitan karena harus membayar biaya penempatan dengan biaya tinggi, kemudian tenaga kerja juga semakin dieksploitasi.

“Praktik pemerasan sering dilakukan petugas. Umumnya dialami para tenaga kerja yang tidak memiliki KTKLN,” kata Karsiwen kepadagresnews.com, Rabu (20/1).

Karsiwen menilai, tarik ulur penghapusan KTKLN membuat para calon TKI/TKI semakin dirugikan. Kasus terkait KTKLN yang pernah ditangani, kata Karsiwen, diantaranya pihak Imigrasi meminta uang kepada para tenaga kerja sebesar 500 ribu hingga Rp 2 juta agar bisa berangkat ke luar negeri.

Tenaga kerja asal Indonesia yang diselamatkan dari wilayah di Suriah yang dikepung kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) belum bisa dipulangkan ke daerah asalnya di Subang, Jawa Barat.

Pejabat KBRI di Damaskus, AM Sidqi, mengatakan, TKW bernama Casih binti Waan tersebut masih harus menunggu penyelesaian dokumen keimigrasian sebelum dipulangkan ke Indonesia.

“Ada beberapa, yaitu sudah harus digaji oleh majikan dan hak-haknya yang lain juga harus dipenuhi, itu masih kita tanyakan kepada yang bersangkutan,” kata Sidqi.
“Tiket pulang yang harusnya jadi tanggung jawab majikan, kemudian warga negara asing harus memiliki exit permit jika ingin keluar dari Suriah dan dinyatakan tidak tersangkut kasus kriminal,” katanya.

KBRI menyebutkan Casih bekerja di Deir Ezzor, wilayah kekuasaan pemerintah Suriah yang dikepung oleh kelompok militan ISIS dan Front al- Nusra, sehingga menyulitkan proses evakuasi. 

Sidqi mengatakan, KBRI bekerja sama dengan pemerintah setempat dan akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi Casih dengan menggunakan pesawat fasilitas militer Suriah.

“Itu tidak mungkin lewat darat karena akan ketemu ISIS dan kalau ketemu ISIS itu akan akan ditanya muhrimnya siapa, di mana dokumennya, bisa jadi itu akan lebih repot dan kami bisa kehilangan kontak dengan WNI itu,” kata Sidqi.

Casih kemudian diterbangkan dari Deir Ezzor menuju Hasakah yang juga dikuasai pemerintah.

“Dia diinapkan selama satu minggu untuk menunggu jadwal penerbangan komersial menuju Damaskus.”
Casih kemudian diterbangkan dari Deir Ezzor menuju Hasakah yang juga dikuasai pemerintah.

“Dia diinapkan selama satu minggu untuk menunggu jadwal penerbangan komersial menuju Damaskus.”

Jaminan keamanan

Keberadaan Casih diketahui pada 27 November lalu, ketika majikannya menelepon KBRI untuk memberitahukan TKW yang bekerja di kediamannya sudah habis kontrak dan akan dipulangkan ke Indonesia.

Casih kini berada di tempat penampungan di KBRI dan akan dipulangkan jika dokumennya sudah lengkap.

Sejak 2011 lalu, KBRI telah memulangkan 12.957 warga Indonesia, sebagian besar TKI, dari Suriah dalam 271 gelombang.

Meski demikian, Sidqi memperkirakan ada sekitar 1.000 warga Indonesia di Suriah, karena masih ada pengiriman tenaga kerja ilegal ke negara tersebut. Padahal pemerintah telah melakukan moratorium.
Untuk itu, KBRI mengatakan telah berulang kali meminta agar pemerintah Suriahmenghentikan pemberian visa kepada WNI, tetapi belum mendapat respons.

“Mereka masih bisa datang karena pemerintah Suriah masih menerbitkan visa, itu yang kita minta sudah berkali-kali tetapi belum ada respons sampai saat ini,” jelas Sidqi.

Berdasarkan pemantauan KBRI, para TKIyang berada di Suriah tinggal di kota-kota yang dikuasai pemerintah sehingga mendapatkan jaminan keamanan.

Italia menutup patung telanjang yang ada di Roma menggunakan kotak, untuk menghormati kunjungan kenegaraan Presiden Iran Hasan Rouhani.

Dilaporkan, ketika Presiden Iran tiba untuk bertemu dengan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi dan Paus Fransiskus, media setempat mendokumentasikan patung-patung yang telanjang di Museum Capitoline ditutupi menggunakan kotak dari bahan triplek.

Salah satu media di Italia melalui halaman webnya memperlihatkan rekaman bagaimana langkah yang diambil pemerintahan negara tersebut untuk menyambut Rouhani.

Dikabarkan, tindakan tersebut diambil sebagai rasa hormat kepada Rouhani, karena Iran dikenal dengan negara yang beraliran islam konservatif. Selain menutup patung telanjang, langkah pencegahan juga dilakukan untuk jamuan makan malam PM Italia dan Presiden Iran, dimana berbagai minuman serta makanan yang mengandung alkohol dihilangkan dari menu.

Namun, ternyata langkah ini juga menuai kritisi, dari negara Iran. Kelompok Hak Asasi Perempuan di Iran yang bernama My Stealthy Freedom membuka suara atas tindakan penutupan patung tersebut.

“Jadi Italia, kalian menghormati nilai Islam tapi Republik Islam Iran tidak menghormati nilai kami (perempuan Iran) ataupun kebebasan untuk memilih (pilihan hidup) kami,” papar pernyataan dari Kelompok My Stealthy Freedom, sebagaimana dilansir dari The Independent, Rabu (27/1/2016).

“Mereka memaksa para perempuan non Muslim untuk menggunakan baju tertutup (hijab) selama di Iran. Jika kamu mengunjungi Iran tanpa menggunakan baju tertutup maka kamu akan langsung dideportasi dari bandara,” tambah pernyataan tersebut.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Nusron Wahid, mengatakan dua dari tiga TKI di Korea Selatan yang diduga tergabung dengan kelompok ISIS telah dipulangkan ke Indonesia.

“Yang di Korea Selatan itu kan kemarin ada tiga yang ditangkap, nah dua di antaranya sudah dibebaskan, dipulangkan ke Indonesia dan sedang dalam pemantauan khusus,” kata Nusron di Kantor Wapres Jakarta, Selasa.

Sementara itu, satu TKI lain masih ditahan oleh pihak berwenang di Korea Selatan.

Nusron mengatakan keterlibatan TKI di Korea Selatan ke dalam jaringan kelompok gerakan radikal ISIS terjalin melalui hubungan media sosial antarmereka.

“Indikasinya mereka (terlibat) lewat Facebook, isi Facebook mereka tentang ajaran itu dan terdeteksi dari early warning system milik Korea Selatan,” tambahnya.

Dia mengatakan kemungkinan TKI yang diduga terlibat jaringan kelompok radikal ISIS akan bertambah.

Sebelumnya, Nusron menyebutkan keterlibatan TKI tersebut mendesak untuk pembuatan program deradikalisasi terhadap para calon pekerja migran.

“Mereka dituduh masuk jaringan teroris ISIS. Memang penetrasi yang dilakukan kelompok ini sangat efektif dan agresif sehingga kita akan buat gerakan deradikalisasi,” katanya.

Deradikalisasi yang dapat diterapkan berupa pemahamam keagamaan insklusif dan penyemaian desiminasi program-program agama yang sifatnya moderat sesuai dengan keindonesiaan ke kalangan TKI terutama di kawasan Timur Tengah dan Asia Pasifik.

“Tidak dipungkiri ada satu, dua yang kebetulan bekerja kepada majikannya yang ikut atau jadi simpatisan ataupun aktivis ISIS, kemudian mereka menjadi ikut kelompok itu tidak terpungkiri. Tapi kalau jumlahnya kita belum bisa identifikasi,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat membentuk gugus tugas (task force) untuk mempersiapkan pelaksanaan programre-hiring dalam upaya menekan dan mencegah TKI ilegal yang bekerja di Malaysia.

Follow up dari Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Malaysia Najib beberapa waktu yang lalu untuk menetapkan satu pintu dan kita matangkan termasuk untuk programre-hiring bagi tenaga kerja kita yang tak berdokumen, tetapi yang memenuhi syarat-syarat yang dipenuhi oleh kedua negara, jadi dari yang ilegal jadi legal kurang lebih begitu,” ujar Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri usai menghadiri Dialog “Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Isu Ketenagakerjaan”, di Gedung Pakarti Center, Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Ia mengatakan, saat ini jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia total berjumlah sekitar 2 juta tenaga kerja, tetapi ia tidak merinci jumlah TKI yang ilegal.

“Secara umum ada 2 jutaan (legal dan ilegal), ya kita nggak tahu pasti (jumlah TKI ilegal), namanya juga ilegal kok,” kata Hanif.

Dari total 2 juta TKI tersebut, yang bekerja di Malaysia profesinya beragam dari mulai pekerja konstruksi, rumah tangga, hingga perkebunan.

“Kalau di Malaysia ya macam-macam, ada yang di konstruksi, ada yang di rumah tangga, ada yang di kebun, sebagian ada yang masuk MEA, sebagian ada yang nggak,” ujar Hanif.

Diharapkan, lanjut Hanif, dengan adanya program re-hiring ini bisa menekan jumlah TKI ilegal di Malaysia, sehingga para TKI tersebut dapat menjadi pekerja legal dengan memenuhi sejumlah persyaratan ketenagakerjaan dan melengkapi dokumen resmi berupa paspor dan penjanjian kerja yang sah.

Musim dingin yang saat ini sedang menerpa Taiwan telah menyebabkan 52 orang tewas, karena negara pulau ini mengalami suhu terdingin di sepanjang sejarah semenjak negara ini terbentuk.

Dilaporkan, 36 orang tewas di Taipei, New Taipei dan Taoyuan dan setidaknya 16 orang tewas di wilayah Kaohsiung. Rata-rata korban yang kehilangan nyawanya disebabkan oleh hipotermia dan penyakit kardiovaskular, akibat suhu terdingin di sepanjang sejarah Taiwan ini.

Saat ini dikabarkan suhu di Taipei sudah mencapai 4 derajat celsius, dan dalam kurun waktu 44 tahun, ini menjadi suhu terendah yang dialami kota tersebut.

Menurut media setempat, suhu di Kota Taipei dapat kembali turun menjadi 3 derajat celsius, jika salju terus turun di kota ini.

Sebagaimana dilansir dari Shanghaiist, Senin (25/1/2016), para korban yang tewas akibat hipotermia dan penyakit kardiovaskular dipengaruhi oleh fisik para korban yang tidak siap dengan suhu dingin, karena sudah mencapai tahap abnormal bagi para warga Taiwan.

Rumah Sakit Taipei Medical University mengatakan bahwa semenjak musim dingin menerpa Taiwan ini, kasus pasien kritis yang dilarikan ke rumah sakit tersebut jumlahnya melonjak dua kali lipat dari hari biasa.

Pihak rumah sakit juga menambahkan, bahwa rata-rata pasien yang dilarikan ke rumah sakit pada suhu terdingin di sepanjang sejarah Taiwan ini mengalami serangan jantung, stroke dan infark miokard (terhentinya aliran darah dari arteri koroner pada area tertentu dan menyebabkan kekurangan oksigen).

(OZ)

Pihak kepolisian akan melakukan monitoring khusus terhadap kelompok-kelompok yang dimungkinkan terlibat dengan kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Hal ini dilakukan untuk mencegah tindakan teror terjadi lagi layaknya serangan di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 14 Januari 2016.

"Kita akan monitoring khusus kepada kelompok yang terlibat ISIS di setiap wilayah, termasuk Gafatar. Kita juga mohon bantuan media untuk menyebarkan bahwa kita sepakat memerangi terorisme," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Dia menegaskan, yang diperangi adalah gerakan radikal seperti ISIS bukan agama. Sebab, tidak ada satu pun agama yang mengajarkan aksi teror dan kekerasan.

"Yang kita perangi ISIS bukan perangi agama tetapi teror dan kekerasan. Terorisme bukan jihad, karena tidak satu pun agama mengajarkan dengan kekerasan. Seluruh agama mengajarkan dengan kasih sayang. Paham terorisme bukan fisik tetapi ideologi dan keyakinan," ujarnya.

Monitoring ini juga telah diperintahkan ke seluruh jajaran polri di seluruh Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk bekerja cepat.

"Kita imbau anggota polri quick response mendatangi TKP. Sesuai perintah Pak Presiden tahun ini tahun kecepatan. Cepat menangani setiap masalah. Jadikan momen bom Jalan Thamrin sebagai momen perbaiki diri," katanya.

Aksi pengeboman di Pos Pol Sarinah dan sekitarnya pada siang tadi mengakibatkan jatuhnya 16 korban. Lima di antaranya petugas kepolisian.

"Hasil identifikasi secara keseluruhan, sementara akibat dari peristiwa ini ada 16 korban," ujar Wakapolri Komjen Budi Gunawan (BG) di lokasi kejadian di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2015).

Dari 16 orang tersebut lima di antaranya petugas kepolisian, tujuh warga sipil, dan sisanya para pelaku penyerangan. Dua tewas akibat ledakan dan dua lainnya ditembak mati.

"Dari 16 korban tersebut, empat pelaku teroris tewas, dua orang bom bunuh diri dan dua kita tembak, kemudian dari anggota Polri ada lima orang kondisi luka berat, itu tertembak di depan Pos Pol Sarinah dan kontak tembak dengan pelaku di depan Starbuck dan Djakarta Theater, dan dari anggota masyarakat ada tujuh, dari tujuh, dua meninggal dunia dan dan luka berat," bebernya.

Dari total tujuh orang korban dari warga sipil, dua di antaranya warga negara asing. "Dari tujuh kelompok masyarakat, dua WNA. Dari identitas WNA yang kita dapat, satu masih dirawat di RS, satu tertembak kelompok teroris di TKP di depan Djakarta Theater," tutupnya.

Joni Catur Prasetyo (42) hilang bersama anak sulungnya, Joni (7), sejak pertengahan November 2015. Usai kejadian itu, duka tampak jelas dalam guratan wajah Sugiyem (73), ibu Joni yang merupakan warga Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Bayangkan nak, Joni pergi dengan membawa cucu saya yang baru tujuh tahun dalam keadaan sakit. Padahal, istrinya juga baru melahirkan, terus ditinggal pergi. Tidak ada kabar beritanya sampai saat ini," ujarnya saat disambangi Okezone.

Sebelum pergi, Joni sudah membereskan semuanya. Anaknya yang baru lahir juga sudah di aqiqah. Namun keluarga tetap tidak habis pikir kenapa Joni bisa kembali terjerumus dalam organisasi tersebut.

Joni yang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara dari pasangan Suginem dan Salim Hadi Purnomo (75), sebelumnya ikut dalam organisasi Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang saat ini sudah dibubarkan pemerintah, dan akhirnya diduga bergantina nama menjadi Gafatar.

Sebenarnya Joni sudah keluar dari organisasi itu. Semua buku, jaket sudah dibakar. Joni sempat bercerita kepada ibunya jika akhir-akhir ini sering didatangi kawan-kawan lama dari organisasi Gafatar.

Bahkan, mereka sering datang ke kantor, ke rumah, hingga menunggu di jalan. Menurut keterangan Joni, mereka dari Sukoharjo.

"Joni cerita sama saya, katanya buk kancaku ki goleki aku. Aku glidik (kerja) di parani. Dicegat di jalan," jelas Suginem menirukan ucapan Joni.

Mendengar itu, Suginem mewanti-wanti anaknya. Dan saat itu, Joni mengaku sudah tidak mau lagi bergabung. Namun sekarang justru ia menghilang,

Suginem semakin meyakini kepergian Joni karena ikut Gafatar. Itu berdasarkan keterangan dari keponakan istri Joni (Sofi) di Salatiga.

Waktu itu, keponakan Joni yang seumuran dengan Rizal (7), bercerita bahwa Rizal akan diajak pergi naik pesawat oleh ayahnya.

"Aku arep numpak pesawat, arep jalkan-jalan, ndelok-ndelok neng adoh kana," ujar Ginem menirukan cerita keponakan istri Joni.

Dan yang paling menyedihkan, Joni juga meninggalkan cicin kawin miliknya di meja rumah. Tidak ada yang tahu kapan Joni melepasnya. Biasanya cicin itu tidak pernah di lepaskan.

Asyik di Facebook