Feb 21, 2018 Last Updated 9:27 AM, Feb 19, 2018
Nasional

Nasional (374)

Ribuan warga Batam memilih menghabiskan waktu liburan panjang ini dengan mengunjungi Singapura seperti yang terlihat di Pelabuhan Internasional Sekupang, Senin (25/12).

 

Risa salah satunya, karyawan salah satu perusahaan yang ada diTanjunguncang ini mengaku, murahnya biaya tranportasi ke Singapura dibanding ke daerah lain menjadi alasan utama berlibur ke Singapura.

“Balik hari saja, lumayan buat refreshing. Mumpung libur juga,” kata perempuan yang bekerja sebagai salah satu staf HRD ini.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelabuhan Internasional Batam, Jumarly mengatakan untuk jumlah penumpang yang pergi dan berangkat tidak ada mengalami peningkatan atau normal hingga Minggu (24/12). Namun karena puncak liburan Natal, mungkin terjadi peningkatan meskipun tidak banyak.

“Jumlahnya hampir sama saja, namun berdasarkan data penumpan, Desember menjadi puncak liburan. Hingga Minggu data penumpang yang berangkat mencapai 43 ribu dan datang 47 ribu. Ini tertinggi jika dibandingkan bulan-bulan lainnya,” terang dia.

Hal serupa juga terjadi di Pelabuhan Internasional Batamcenter, libur natal ini dimanfaatkan warga Batam untuk mengunjungi Malaysia dan Singapura.

Bagian Operasional Pelabuhan Internasional Ferry Batam Centre, Armayadi Lilik mengatakan diperkirakan jumlah penumpang yang berangkat mencapai 14-15 ribu orang.

“Paling ramai tujuan Singapura. Hingga siang ini saja yang berangkat sudah diangka lima ribu orang,” sebutnya.

Menghadapi masa liburan ini, pihaknya bekerja cukup keras demi lancarnya proses keberangkatan dan kedatangan penumpang. Untuk antisipasi lonjakan penumpang pihaknya juga menambah 18 kapal untuk mengangkut penumpang.

“Ya frekuensinya kami tambah di luar yang biasa. Ada 18 kapal yang kami tambah di luar jadwal yang biasanya,” ucap Armayadi saat ditemui di kantornya.

Disinggung mengenai peningkatan penumpang, ia menyebutkan tahun ini terjadi penurunan penumpang yang berangkat bila dibandingkan dengan tahun 2016 lalu. Ia menyebutkan faktor ekonomi Batam yang belum stabil mungkin menjadi salah satu penyebabnya.

“Namun untuk yang masuk jumlahnya masih sama saja atau tidak ada peningkatan yang signifikan,” ujarnya.

Dia berharap perbaikan yang dilakukan pemerintah di tahun depan bisa menggerakkan jumlah wisatawan yang datang ke Batam.

“Semakin banyak yang datang tentu semakin baik, dan itu memerlukan upaya, salah satunya fasilitas penunjang sektor pariwisata seperti map (peta,red) Kota Batam,” harapnya.

(http://batampos.co.id/2017/12/26/warga-batam-pilih-libur-ke-singapura-dan-malaysia/)

Penerbangan langsung Korea – Batam akan membawa arus turis asal Korea Selatan banjiri destinasi wisata di Batam

 

Direncanakan rombongan pertama dari Busan, Korea Selatan akan tiba di bandara internasional Hang Nadim pukul 02.30 WIB dini hari, 24 Desember 2017 mendatang.

Hari ini, (21/12/2017), seluruj stakeholder penerbangan Korea-Batam melakukan koordinasi terakhir.

Selanjutnya rombongan turis dari Incheon, Korea Selatan akan mendarat di Batam pada tanggal 26 Desember 2017 siang hari.

Selama 2 bulan, penerbangan Batam-Korea dan Korea-Batam akan melayani penumpang sebanyak 4 kali seminggu.

Pada tahun 2017 ini, pariwisata Batam sangat bergairah, terutama dari pintu masuk bandara internasional Hang Nadim, setelah rombongan turis dari China awal semester 2 kemarin.

Setelah jalur penerbangan dibukan selanjutnya ialah berharap pada dukungan seluruh masyarakat Batam.

Sebagai tuan rumah harus bersikap baik dan ramah kepada tetamu.

(http://batampos.co.id/2017/12/21/hang-nadim-siap-sambut-turis-asal-korea-selatan/)

Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam mencatat dari Januari hingga November sebanyak 1,2 juta orang yang masuk ke Batam. Rata-rata dalam sebulannya, Warga Negara Asing masuk ke Batam sebanyak 100 ribu orang.

 

“Sementara itu WNI (Warga Negara Indonesia,red) yang kelur negeri sebanyak 1,3 juta orang,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto, Rabu (20/12).

Ia mengatakan ada lima besar WNA yang paling banyak masuk ke Batam. Diurutan pertama WN Singapura, sebanyak 704.291 orang. Lalu disusul WN Malaysia 160.027 orang, India 53.298 orang, Republik Rakyat China 46.639 orang dan Korea Selatan 23.008 orang.

“WNA dan WNI ini masuk dan keluar kami datang melalui enam tempat pemeriksaan imigrasi yang ada di Pelabuhan Batamcenter, Sekupang, Nongsapura, Citra Tritunas, Marina dan Bandara Hang Nadim,” katanya.

Namun tidak semua WNA yang dibiarkan masuk ke Batam. Lucky mengatakan sebanyak 316 orang asing yang tidak diperbolehkan masuk ke Batam. Berbagai alasan penolakan ini, mulai dari dokumen, etika hingga tingkah laku mereka.

“WNA yang kami persilahkan masuk, memiliki dokumen, etika yang baik. WNA yang memiliki dokumen yang lengkap, serta sikap yang baik kami persilahkan masuk Indonesia. Bahkan kami terbitkan izin tinggalnya,” ujarnya.

Dari data yang dimiliki imigrasi, di Batam ada sebanyak 120 orang yang mengatongi izin tinggal kunjungan. Sementara yang memiliki dokumen izin tinggal terbatas (ITAS) itu ada sebanyak 9.029 orang. Pemilik ITAS ini kebanyakan dari India, sekitar 1.162 orang WN India memiliki dokumen ini.

“Untuk izin tinggal tetap, dokumen yang diterbitkan hanya untuk 29 orang saja,” ucapnya.

Lucky membeberkan dari izin tinggal kunjungan, paling banyak dengan alasan keluarga atau sosial. Sedangkan urusan bisnis dan rapat, hanya sebanyak 8 orang saja. Sementara itu izin tinggal terbatas dengan alasan Industri, Konstruksi serta perdagangan sebanyak 4.456 orang.

“Izin tinggal tetap selaku pimpinan tertinggi perusahaan ada 3 orang, penanam modal satu orang. Selebihnya alasan suami ikut istri yang WNI atau istri yang ikut suami WNI, rohaniawan dan wisman lanjut usia,” tutur Lucky.

Tidak hanya menolak orang asing masuk, atau deportasi mereka. Lucky membeberkan pihaknya juga menolak orang Indonesia yang ingin keluar negeri. Ada sebanyak 189 orang Indonesia tidak diperbolehkan keluar negeri.

“Alasannya, karena kami menduga mereka menggunakan paspor itu untuk menjadi Tenaga Kerja Asing Non Prosedural. Padahal saat pembuatan paspor kami sudah mencegah. Ada 492 orang pemohon yang kami tolak diterbitkan paspornya, dengan alasan yang sama,” ujarnya.

Ketatnya pengawasan ini, kata Lucky agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa waktu lalu, banyak TKI Non Prosedural meninggal tenggelam akibat pulang melalui jalur ilegal. Tahun 2016 pengawasan tidak terlalu ketat. Tapi sepanjang tahun 2017 pengawasan diperketat.

“2016 kami terbitkan 63.299 paspor. Sementara 2017 kami hanya terbitkan 45.644 paspor saja,” tutur.

Lucky menuturkan bukan hanya di bidang pengawasan saja yang ditingkatkan pihaknya. Tapi juga dalam bidang pelayanan. Berbagai kebijakan dikeluarkannya agar masyarakat merasa nyaman dengan layanan di imigrasi. “Ada antrian via Whtasapp, pelayanan paspor jemput bola, paspor delivery, peresmian ULP Harbour Bay, layanan paspor simpatik di Kepri Mall Sabtu dan Minggu. Kami juga melakukan perluasan di area tunggu dan renovasi di ruang pelayanan,” ungkapnya.

Ke depan, Lucky mengatakan akan terus meningkatkan pelayanan. “Semua itu demi masyarakat, bisa nikmati layanan yang nyaman, enak, lancar dan baik,” pungkasnya. 

(http://batampos.co.id/2017/12/21/hingga-november-sebanyak-12-juta-orang-masuk-batam/)

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kepri mengungkap buruknya laporan keuangan dan kinerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Kota Batam. Khusus untuk periode 2016-2017, BPK menemukan 19 dugaan pelanggaran dan penyimpangan anggaran di rumah sakit pelat merah itu.

“Dari 19 temuan tersebut, lima di antaranya fiktif dan ada unsur kesengajaannya,” kata Kepala Subauditoriat BPK Perwakilan Kepri, Ratna Agustini Kusumaningtias, di kantor BPK Kepri, Selasa (19/12).

Ratna menjelaskan, dari 19 temuan tersebut di antaranya pembayaran utang sebesar Rp 3,54 miliar yang tidak tercatat di neraca Pemko Batam per 31 Desember. Kemudian pembayaran utang kepada pegawai RSUD Embung Fatimah menurut neraca per 31 Desember 2016 atas jasa pelayanan BPJS sebesar Rp 8,64 miliar yang belum dibayar sampai dengan 2017. Serta tagihan utang pihak ketiga sebesar Rp 261,52 juta yang juga tidak tercatat pada neraca Pemko Batam per 31 Desember 2016.

“Pembayaran utang Rp 3,54 miliar ini tak pernah tercatat. Padahal pihak RSUD sendiri mengaku sudah membayar ke pihak ketiga,” terang Ratna.

BPK juga menemukan pengadaan belanja alat tulis kantor dan bahan cetakan habis pakai yang tidak sesuai ketentuan. Lalu kegiatan pendampingan penyusunan laporan keuangan tahun anggaran 2016 yang tidak sesuai kondisi sebenarnya, serta pengadaan fiktif belanja barang habis pakai yang mencapai Rp 640 juta lebih. Selain itu, terdapat pembayaran fiktif atas utang belanja RSUD di tahun 2016.

“Hasil temuan ini sangat memerlukan perhatian yang sangat serius oleh pemerintah daerah,” kata Ratna.

Ratna menyebut bobroknya pengelolaan keuangan RSUD Batam sudah sangat mengkhawatirkan. BPK juga menemukan pencairan uang atas kegiatan yang tak pernah dilakukan alias kegiatan fiktif. Juga pengadaan fiktif bekerja sama dengan pihak ketiga, serta mark up harga dengan cara menaikkan angka nominal pada kuitansi pembayaran.

Selain itu, BPK Kepri menemukan masalah adminitrasi dan finansial di RSUD. Misalnya, dalam program atau kegiatan pengadaan obat. Ada beberapa pengadaan obat yang tidak beres dan kemungkinan fiktif. Sehingga stok obat di rumah sakit pemerintah itu kerap kosong dan pasien terpaksa harus beli obat di luar rumah sakit.

BPK Kepri menilai, administrasi seperti pencatatan utang dalam laporan keuangan di RSUD Embung Fatimah juga masih sangat amburadul. “Untuk kerugian kegiatan fiktif masih ada yang belum dikembalikan,” tegasnya.

Ratna mengatakan, di antara beberapa modus yang digunakan RSUD adalah dengan mengajukan kerja sama dengan pihak ketiga. Setelah itu, melakukan penawaran kegiatan dan pihak rumah sakit meminta kuitansi dan faktur pembayaran. Kemudian pada kuitansi itu seolah-olah telah terjadi transaksi. Padahal sebenarnya kerja sama tersebut hanyalah fiktif belaka.

Modus yang sama juga kerap digunakan dalam proyek pengadaan obat. “Selalu begitu modusnya. Pelakunya juga hampir sama yakni bendahara, bendahara pembantu, dan PPTK. Kami sudah mengantongi beberapa nama,” katanya.

Ratna menambahkan, RSUD Embung Fatimah memiliki dua sumber anggaran. Yakni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan anggaran dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD. “Rata-rata yang diselewengkan dari BLUD ini. Kami sinyalir penyelewengan ini sudah berlangsung lama sejak 2011 lalu. Orangnya itu-itu saja,” jelasnya.

Sementara Kepala Perwakilan BPK Kepri, Joko Agus Setyono, mengatakan laporan hasil penemuan BPK ini sudah disampaikan ke pemerintah daerah baik Pemko Batam dan DPRD Batam. “Pemko dan DPRD bisa segera melakukan langkah konkret. Bukan lagi seperti yang sudah-sudah,” tuturnya.

Diakui Joko, harus ada keinginan yang kuat dari kepala daerah untuk memperbaiki RSUD. Menurut dia, semestinya kepala daerah melakukan revitalisasi terhadap semua pengelola di RSUD. Ia juga menyarankan agar dilakukan evaluasi kinerja.

“Bikin tim yang independen yang melakukan penilaian secara menyeluruh. Penempatan SDM juga harus dilakukan assesment sesuai kemampuan kinerjanya,” kata Joko.

Joko menduga, selama ini, memang ada pembiaran. Dugaan ini jika melihat banyaknya temuan penyimpangan dan pelanggaran di rumah sakit pelat merah itu.

“Kepada wali kota tadi saya sampaikan juga agar dilakukan revitalisasi penilaian dari A sampai Z untuk mengetahui apa yang menjadi penyakit di RSUD. Sehingga kita bisa mencari obat sesuai penyakit yang ada di RSUD,” bebernya.

Ditegaskan dia, 60 hari setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK dikeluarkan, pemerintah daerah wajib menindaklanjutinya. Dan jika sampai waktu yang ditentukan itu belum ada tindaklanjut, BPK berhak memberikan teguran hingga sanksi yang lebih tegas, yakni melimpahkan temuan itu ke penegak hukum.

“Terlalu kompleks permasalahan di RSUD. Makanya perlu keinginan kuat kepala daerah untuk memperbaiki. Tahun lalu kita periksa rumah sakit ini, kondisi kinerja laporan keuangannya juga tidak jauh berbeda,” jelasnya.

Atas temuan BPK Kepri di RSUD itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan sejatinya tak hanya RSUD Embung Fatimah yang jadi catatan BPK. Instansi lain seperti Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Batam juga mendapat rapor merah. “Disduk SOP-nya disuruh diperjelas, sehingga masyarakat tahu. Misal pengurusan selesai satu hari atau dua hari dan diumumkan,” kata Rudi, Selasa (19/12).

Ia menyampaikan akan menindaklanjuti temuan tersebut untuk diperbaiki. Untuk itu ia akan memanggil pimpinan RSUD Embung Fatimah dan Disdukcapil Kota Batam.

“Akan dibenahi dan kami akan selesaikan,” imbuhnya.

Khusus untuk RSUD, Wali Kota akan melantik direktur utama definitif Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah, agar persoalan tersebut dapat segera diatasi. Saat ini, posisi Dirut RSUD Embung Fatimah diisi Pelaksana Tugas (Plt), yakni Didi Kusmarjadi yang merupakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam.

“Direktur yang baru dilantik pada pekan ini juga supaya bisa mengatasi temuan BPK,” katanya.

Rudi mengungkapkan, Rabu (20/12) hari ini panitia seleksi Dirut RSUD Embung Fatimah akan menyerahkan tiga nama hasil tes kepatutan dan kelayakan. “Nama tiga orang akan ada di meja saya besok (hari ini). Siapa? Belum tahu saya. Tapi yang jelas kami usahakan lantik pekan ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, lelang jabatan Dirut RSUD Embung Fatimah beberapa waktu lalu diminati enam peserta. Mereka adalah drg Sri Rupiati, dr Asep Guntur, drg Ani Dewi, dr Beserba, dr Dedi Suryadi, dan dr Roro Sri Widyanti. Namun saat jalani uji kelayakan dan kepatutan, Sri Rupiati tidak hadir. Panitia Seleksi Dirut RSUD Embung Fatimah sudah memilih tiga nama kandidat yang akan diserahkan ke wali kota Batam, hari ini.

(http://batampos.co.id/2017/12/20/bpk-temukan-19-indikasi-penyimpangan-di-rsud-batam/)

Pemerintah Kota Batam menjamin tak ada penumpukan sampah selama perayaan natal dan tahun baru di Kota Batam. Sejumlah petugas kebersihaan akan tetap bekerja mengakut sampah meski tanggal merah.

 

PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozi mengatakan aktifitas pengangkutan sampah selama natal dan tahun baru tetap berlangsung seperti biasa. Bahkan, rencananya frekuensi waktu pengakutan sampah akan ditambah untuk menghindari terjadinya penumpukan sampah.

“Hari natal dan tahun baru kami tetap bekerja seperti biasa. Tak ada libur, agar tak ada penumpukan sampah. Bahkan rate atau frekuensi pengakutan akan lebih banyak,” imbuh Herman kepada Batam Pos, Selasa (19/12).

Hanya saja, lanjut Herman. Petugas yang beragama nasrani diberikan kesempatan untuk merayakan natal. Posisi petugas beragama nasrani akan digantikan petugas beragama muslim.

“Sama seperti Lebaran, posisi petugas muslim digantikan oleh nasrani, begitu juga sebaliknya sekarang,” ujar Herman.

Menurut dia, intruksi Walikota Batam adalah meminta tak adanya penumpukan sampah selama natal dan tahun baru. Hal itu juga telah dikoordinasikan dengan Kecamatan. Dimana, ia tak menapik jika jumlah sampah pada natal dan tahun baru pasti akan bertambah.

“Pak Wali menekankan agar tak ada sampah, karena itu kami tetap bekerja. TPA pun tetap buka. Intinya kami menjamin tak ada penupukan sampah,’ tegas Herman.

Sementara Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad menghimbau agar instansi terkait bisa bekerja ekstra pada natal dan tahun baru. Sehingga tak ada penumpukan sampah.

(http://batampos.co.id/2017/12/20/pemko-batam-jamin-tak-ada-sampah-menumpuk-selama-natal-dan-tahun-baru/)

Objek wisata di Kabupaten Bintan akan diserbu wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru 2018 yang dimulai 25 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018. “Khususnya kawasan pariwisata Lagoi akan dipadati puluhan ribuan wisatawan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan Luki Zaiman Prawira kepada awak media, Selasa (19/12).

 

Selain kawasan wisata Lagoi, menurut Luki, objek wisata lainnya yang juga akan dipadati wisatawan baik nusantara maupun mancanegara yakni kawasan wisata pantai Trikora, kawasan wisata gurun pasir Busung dan kawasan wisata danau biru. “Terlebih tanggal 25 dan 26 Desember 2017 itu kan cuti bersama, saya prediksi kunjungan wisatawan akan membeludak selama libur ini,” katanya.

Sejauh ini, Luki mengatakan, wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Kabupaten Bintan masih didominasi wisatawan asal Singapura, lalu disusul dari China, India, Malaysia, Korea Selatan, Philipina, Jepang, Inggris, Australia dan
Amerika.

Luki juga mengatakan, berdasarkan rapat forum komunikasi daerah baru-baru ini, pihak kepolisian dari Polres Bintan akan menerjunkan 2/3 kekuatan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018. “Saya harapkan masyarakat juga menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bintan,” harap Luki.

Terpisah, Bupati Bintan Apri Sujadi mengimbau kepada masyarakat yang menghabiskan waktu libur selama Natal dan Tahun Baru 2018 di Kabupaten Bintan harus ikut peduli menjaga kebersihan pantai dan objek wisata lainnya. “Pengunjung jangan membuang sampah sembarangan. Buanglah sampah di tempat yang disediakan,” kata Apri.

Menurutnya,berdasarkan pengalaman tahun lalu selama libur Natal dan Tahun Baru,
banyak pengunjung yang tidak peduli terhadap lingkungan sehingga membuang sampah tidak pada tempatnya, padahal sudah disediakan tempat sampah. Akibatnya, keindahan dan kenyamaman wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai trikora ikut terganggu karena banyaknya sampah. “Marilah bersama-sama menjaga fasilitas wisata yang ada. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” pintanya.

(http://batampos.co.id/2017/12/20/puluhan-ribu-wisatawan-bakal-serbu-lagoi/)

 Tahun 2018 mendatang, tim yustisi sampah bergerak masuk hingga kelurahan. Tim memastikan agar tak ada masyarakat yang buang sampah sembarang.

 

Pelaksana Tugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam, Herman Rozie menyebutkan masyarakat yang kedapatan membuang sampah sembarang bakal dikenakan sanksi.

“Perda ditegakkan, kami lakukan penindakan di lapangan hingga ke perumahan,” ucapnya, kemarin. Perda yang dimaksud adalah Perda nomor 11 tahun 2013 tentang pengelolaan sampah.

Ia mengaku, peningkatan penanganan persampahan tak semata-mata karena Batam ingin raih penghargaan adipura. Penanganan sampah merupakan tugas pemerintah.

“Yang kami mau Batam ini bersih, soal dapat Adipura itu urusan lain lagi,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Menurutnya pihaknya fokus berbuat untuk masyrakat, soal penghargaan adalah hal yang mengikuti capaian layanan. Hal ini ia sampaikan usai Batam dapat 10 penghargaan pada Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017.

“Tak pernah terpikirkan dapat penghargaan, kami hanya ingin agar persoalan yang dihadapi masyarakat teratasi,” pungkas Amsakar.

(http://batampos.co.id/2017/12/15/jangan-buang-sampah-sembarangan/)

Jajaran Polsek Tanjungpinang Barat, mengamankan 73 botol minuman keras (miras) yang tidak memiliki izin dalam operasi Pekat Seligi 2017, di salah satu warung, di Jalan Kamboja Tanjungpinang, Selasa (12/12) malam.

 

“Benar, 73 botol miras dan satu pemiliknya bernama Udin sudah kami amankan,” ujar Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP Emsas melalui Kanit Reskrimnya Ipda M. Pakpahan, usai menggelar Razia.

Pengamanan ini, lanjut Ipda Pakpahan, dilakukan berdasarkan informasi masyarakat yang mengetahui adanya penjualan miras yang tidak memiliki izin di tempat tersebut.

“Mikol yang diamankan terdiri dari 10 botol cap Dewa Tua, 35 botol arak obat cap Apek Tua, 11 botol cap SL, serta 17 botol Topi Miring,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja seluruh jajaran Polres Tanjungpinang, dalam memberantas segala penyakit masyarakat. Seperti premanisme, protistusi, pornografi, Miras, dan lainnya.

“Sekaligus juga bertujuan untuk pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru 2017,” sambungnya.

Tak hanya merazia penjualan miras. Polsek Tanjungpinang Barat juga merazia seluruh tempat yang dianggap menjadi lokasi berkumpulnya anak di bawah umur, atau tempat berkumpulnya para premanisme.

“Kita juga memberikan pembinaan kepada anak-anak yang berkumpul di suatu tempat pada malam hari, seperti warnet dan tempat lainnya. Dimana kita lakukan cek identitas serta pembinaan kepada mereka agar tidak keluar rumah pada jam malam,” terangnya.

Ipda M Pakpahan menambahkan, Operasi Pekat Seligi ini akan terus berlangsung setiap malam hingga nantinya menjelang perayaan Natal dan tahun Baru 2017.

(http://batampos.co.id/2017/12/14/polisi-amankan-puluhan-miras-dan-remaja/)

Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie resmikan Unit Layanan Paspor Harbourbay, Kamis (13/12). ULP ini nantinya dapat melayani 50-75 pemohon dalam satu hari.

 

“Ini bentuk perhatian kami ke masyarakat,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto, Rabu (13/12/2017).

Tingginya permintaan masyarakat untuk pembuatan paspor, menjadi alasan Lucky membuat ULP. Ia mengatakan dalam seharinya lebih dari 300 pemohon mendaftar untuk membuat paspor di Batam.

“Kuota kami di Kantor Batamcenter, cuma 275 orang,” ungkapnya.

Sehingga banyak masyarakat yang tak bisa mengurus paspor, dan tak terpaksa harus mendaftar lagi di hari lain. ULP ini diharapkan dapat menampung pemohon yang berada di sekitar Harbourbay.

“Jadi warga sekitar sana, tak perlu jauh-jauh lagi datang ke Batamcenter,” ungkapnya.

Ada sebanyak 15 orang personel Imigrasi ditempatkan disana untuk melayani pemohon paspor. Pembangunan ULP ini termasuk terobosan baru dari Lucky selama menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam.

Sebelumnya ia mengeluarkan kebijakan pembuatan paspor kolektif dengan cara “jemput bola”. Biasanya pemohon yang mendatangi Kantor Imigrasi. Tapi dengan kebijakan ini, petugas paspor yang mendatangi pemohon. Lucky mengatakan sudah beberapa perusahaan yang menggunakan pembuatan paspor dengan cara ini.

Tidak hanya ini saja, ada kebijakan lainnya yakni paspor diantar langsung ke rumah pemohon.

“Kami kerjasama dengan PT POS, jadi pemohon hanya perlu tunggu di rumah. Paspor jadi langsung diantar,” ujarnya.

Saat ini imigrasi Batam menerapkan sistim antrian via Whatsapp. Dengan sistim ini tidak lagi antrian paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam.

Selain ULP, ada dua tempat baru yang akan melayani urusan keimigrasian yakni di Mall Pelayanan Publik dan PTSP.

“Satu konsen untuk investasi dan satunya lagi melayani TKI,” pungkasnya. 

(http://batampos.co.id/2017/12/14/mulai-hari-ini-anda-bisa-urus-paspor-di-harbour-bay/)

Dua kurir narkoba membawa sabu seberat 1.708 gram berhasil ditangkap di bandara Hang Nadim Batam, Rabu (13/12/2017) pukul 18.20 WIB.

 

General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan, “iya ada, dan sudah serahkan ke Polda Kepri,” katanya pada Batam Pos, Rabu (13/12).

Sumber Batam Pos di Hang Nadim menyebutkan dua orang yang diamankan itu yakni Fadli,35 dan Yud Fauzi,44.

Fadli tertangkap lebih dulu. Pria asal Bima ini berhasil mengelabui petugas saat di Security Check Poin (SCP) pertama. Tanpa ada wajah cemas atau takut, ia check in di konter tiket Lion Air. Lalu menuju ke SCP 2.

Di SCP 2 ini petugas satuan pengamanan bandara (Avsec) melihat hal mencurigakan saat tas milik Fadli begitu memasuki mesin X-Ray. Monitor X Ray memperlihatkan adanya kejanggalan.

“Saat digeledah ditemukan sabu seberat 827 gram dan uang tunai Rp 4.160.000,” ucap sumber itu.

Tas milik Fadli ini dimodifikasi, sehingga dapat mengindari pantauan petugas X Ray. Fadli lalu diinterogasi oleh petugas dan pihak kepolisian.

Dari informasi didapat, Fadli ternyata tidak sendirian. Rencananya ia dan temannya akan berangkat dari Batam menuju Surabaya. Pihak kepolisian lalu melakukan pengembangan.

Berbekal informasi dari Fadli. Pihak kepolisian menuju ke ruang tunggu Gate 7. Saat itu terlihat ciri-ciri orang yang disebutkan Fadli. Pria itu membawa tas ransel yang mirip dengan punya Fadli. Dan tas tersebut ditaruhnya seberang tempat duduknya.

“Langsung ditangkap, dan dibawa ke ruanga Avsec,” ungkap sumber Batam Pos.

Pria itu bernama Yud Fauzi, 44, membawa sabu seberat 881 gram sabu.

Selain sabu, polisi juga menyita uang sebesar Rp 307.000.

Terkait penyelundupan sabu ini, General Manager Operasional Hang Nadim Suwarso menuturkan sudah beberapa kali terjadi hal seperti ini. Dari pengakuan beberapa orang kurir itu, upah untuk membawa sabu ini mencapai hingga puluhan juta. 

(http://batampos.co.id/2017/12/14/kurir-sabu-tertangkap-di-bandara-hang-nadim-batam/)

Asyik di Facebook