Sep 25, 2018 Last Updated 10:24 AM, Sep 25, 2018
Nasional

Nasional (486)

Pihak Managemen Mega Mall Batam Center mengemukakan bahwa aktivitas mall berjalan normal sebagaimana mestinya. Terkait aksi-aksi teror yang terjadi di Surabaya dan di Pekanbaru, banyak beredar informasi bahwa ada aksi tembak menembak di kawasan Mega Mall di Batamcenter.

 

“Mall kami aman. Tidak benar kabar itu. Hoax,” ujar Operational Manager Mega Mall Batam Centre, Wanto Liu kepada Batam Pos di Batam Center, Kamis (17/5) kemarin.

Wanto menyebutkan, beberapa hari ini sosia media dihebohkan dengan pemberitaan adanya teror di Mega Mall. ”

Berdasarkan kiriman video yang beredar dengan menyebutkan kejadian di Mega mall, kami dari Pihak Management ingin mengklarifikasi bahwa lokasi dalam video tersebut bukan di Batam (Mega Mall Batam Centre) melainkan di ibukota Jakarta dan sudah terjadi beberapa tahun lalu.

Dengan ini kami menyatakan keadaan Mega Mall Batam Centre Aman, nyaman,” ungkap Wanto.

Sejak kejadian teror di beberapa daerah di Indonesia, meminimalisir kejadian di Batam, pihaknya juga memperketat pengamanan dengan menempatkan satpam di semua pintu masuk.

“Kami juga mengupgrade alat keamanan dan berkoordinasi dengan kepolisian yang selalu siaga di mal,” jelas Wanto.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, saat ini mall berjalan seperti biasa. Bahkan ada dua event besar seperti bazaar Ramadan di atrium timur dan Batam Pos Autoshow di atrium Barat.

“Kami memberitahukan kepada sejumlah pengusaha dan konter, beraktivitas seperti biasa. Mall tetap buka normal setiap hari mulai pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB,” kata Wanto.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki menyebutkan warga Batam tidak perlu takut.

“Saya mengimbau warga Batam, jangan mudah termakan hoax. Ada teror di sana, ada teror di sini. Katanya ada penangkapan di Batamcenter, jangan percaya. Itu hoax. Video yang beredar selama dua hari ini, adalah video penangkapan di Perumahan Mediterania 2016 lalu,” ujar Hengki.

Ia menyebutkan, sebaiknya warga Batam menjalankan aktivitasnya seperti biasa saja.

“Beraktivitas seperti biasa saja, tapi tetap waspada. Kami polisi akan bertugas menjaga keamanan wilayah Batam,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau, apabila warga Batam mengetahui informasi sekecil apa pun terkait aktivitas mencurigakan dari warga, bisa langsung menghubungi 110.

“Informasi sekecil apa pun terkait teroris dan kriminal ini, kami apresiasi demi keamanan kota kita bersama,” tutupnya.

(http://batampos.co.id/2018/05/18/hoax-kabar-ada-penangkapan-teroris-di-batam/)

Menghilangnya Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dari publik selama hampir sebulan memunculkan spekulasi bahwa salah orang paling berkuasa di Kerajaan Petrodolar itu mungkin telah dibunuh. MbS, julukan untuk Mohammed bin Salman diduga tewas dalam upaya kudeta yang terjadi di Istana Kerajaan bulan lalu.

Dengan mengutip laporan intelijen yang dikirim ke salah satu negara Arab, Media Iran, Kayhan mewartakan bahwa Mohammed bin Salman diduga diterjang dua peluru pada insiden yang terjadi pada 21 April di Istana Kerajaan di Riyadh dan tewas. Dia belum pernah muncul di depan publik sejak peristiwa itu.

Sejak insiden tersebut, pihak berwenang Arab Saudi belum merilis satu pun foto baru dari Mohammed bin Salman. Sang putra mahkota pun tidak tampak saat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat berkunjung untuk pertama kalinya ke Riyadh pada April.

 

"Bin Salman adalah orang yang hampir sering muncul di hadapan media, tetapi absennya dia selama 27 hari sejak insiden tembakan di Riyadh telah menimbulkan pertanyaan tentang kesehatannya," demikian pernyataan dari Kantor Berita Fars sebagaimana dilansir Sputnik, Jumat (18/5/2018).

Sejauh ini belum ada komentar dari pihak berwenang Arab Saudi.

Pada 21 April, suara tembakan terdengar dari Istana Kerajaan Arab Saudi di Riyadh yang menimbulkan spekulasi terjadinya kudeta. Pihak berwenang Arab Saudi mengatakan bahwa insiden itu hanyalah penjaga keamanan istana yang melepaskan tembakan untuk menjatuhkan droneyang terbang terlalu dekat dengan istana.

Sejumlah media melaporkan bahwa Raja Salman bin Abdulaziz dievakuasi dari istana ke fasilitas terdekat saat insiden itu terjadi. Namun, pihak berwenang Arab Saudi mengatakan bahwa sang raja tidak berada di Riyadh pada hari itu.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/05/18/18/1899729/hampir-sebulan-tak-muncul-putra-mahkota-arab-saudi-diisukan-telah-tewas-dibunuh)

Sektor pariwisata di Kepri diklaim tidak terdampak oleh maraknya kasus teror di Indonesia dalam sepekan terakhir. Kunjungan wisatawan asing ke Kepri masih normal.

 

“Sejauh ini tidak ada agen travel yang melaporkan pembatalan grup wisata,” kata Sekjen DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kepri, Febriansyah, Kamis (17/5).

Febri mengatakan, meskipun Singapura termasuk satu dari 14 negara yang mengeluarkan travel advice bagi warganya yang berkunjung ke Indonesia, hal itu tidak mempengaruhi kunjunan wisman ke Batam dan Kepri.

“Kami merasa masih oke oke saja,” ucapnya.

Febri berharap, masyarakat turut menjaga situasi kondusif. Misalnya dengan tidak menyebarkan berita bohong (hoaks), terutama terkait aksi terorisme. Sehingga para wisatawan tetap nyaman berkunjung ke Kepri.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar. Ia berharap kondisi Kepri tetap aman sehingga sektor pariwisata Kepri terus tumbuh.

“Ada trend positif, harapan saya kejadian ini (terorisme) tidak memberikan efek,” ungkapnya.

Buralimar mengimbau kepada setiap agen wisata, dapat meyakinkan wisatawan asing bahwa Kepri masih aman untuk dikunjungi. “Yakinlah Kepri ini tak ada masalah,” ucapnya.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Edward Brando, mengatakan pemerintah harus serius mengembangkan sektor pariwisata di Batam. Sebab eknomi Batam yang tumbuh 4,47 persen pada triwulan I 2018 banyak ditopang sektor pariwisata.

Edward menyebutkan peningkatan pada sektor pariwisata memang terlihat. Mulai dari efek yang diterima masyarakat langsung dalam bentuk adanya gerakan ekonomi, dalam hal akomodasi, transportasi, jasa pariwisata.

Begitu juga dengan efek langsung yang didapat pemerintah dari pendapatan pajak hiburan yang tentu memberikan sumbangsih besar atas Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Memang pariwisata memberikan multi efek, di satu sisi masyarakat bisa menikmati, begitu juga dengan pemerintah melalui PAD, jadi saya kira tepatlah sektor pariwisata (dikembangkan),” kata Edward, Kamis (17/5).

Meskipun begitu, Pemko Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam harus tetap terus mengevaluasi terhadap upaya pengembangan sektor pariwisata yang dilakukan.

Pemko Batam dalam dua tahun belakangan fokus pembangunan infrastruktur dinilai cukup membawa angin segar bagi dunia pariwisata

Ia menilai apa yang terlihat di Batam akhir-akhir ini masih pada tahap yang belum menyentuh hal-hal yang seharusnya dimiliki dalam sebuah agenda pariwisata. “Saya lihat event kita saat ini masih dikatakan amatir,” ucapnya.

(http://batampos.co.id/2018/05/18/pariwisata-kepri-tak-terdampak-aksi-teror/)

Polda Metro Jaya sudah menurunkan status Siaga I menjadi siaga di wilayah hukum Jakarta dan sekitarnya.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, status Siaga I yang sudah menjadi siaga tersebut setelah adanya arahan dari Kapolda Irjen Idham Aziz.

"Jadi, untuk kegiatan siaga satu berkaitan dengan yang telah disampaikan Kapolda Metro, saat ini sudah kita nyatakan siaga saja," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (15/5/2018).

Meskin begitu, mantan Kabid Humas Polda Jatim itu menegaskan, pihak kepolisian akan tetap bersiaga dan terus memperketat markas-markas polisi.

 

"Artinya tetap waspada untuk kepolisian dan kemudian siaga anggota bahwa untuk keluar masuk markas polisi sekarang diperketat dan juga anggota standby. Artinya, kalau dihubungi suatu waktu untuk dibutuhkan tenaga dan pikirannya, mudah untuk menghubungi," ungkap Argo.

 Densus 88

Mengenai pertimbangan penurunan status dari Siaga I menjadi siaga, Argo mengatakan, hal itu berdasarkan adanya pertimbangan para pimpinan di Polda Metro Jaya.

“Pertimbangan penurunan status itu, kata dia, dilakukan berdasarkan pertimbangan yang telah dilakukan pimpinan di Polda Metro Jaya. Tentunya banyak pertimbangan yang dilakukan oleh pimpinan,” jelas dia.

Argo pun mengimbau masyarakat untuk mempersilakan kembali melaksanakan kegiatan seperti biasanya. Di mana, aparat polisi maupun TNI tetap melaksanakan penjagaan.

“Dan sekarang ini, bahwa artinya masyarakat silakan untuk melaksanakan kegiatan seperti biasanya. Polisi dan TNI akan melaksanakan PAM sesuai dengan kemarin, bisa patroli bersama,” pungkas Argo.

 

 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/05/15/338/1898613/polda-metro-jaya-turunkan-status-siaga-i)

Penyidik Polda Metro Jaya masih terus berupaya mengungkap kasus persekusi terhadap ibu rumah tangga bernama Susi Ferawati yang dilakukan sekelompok orang berkaus #2019GantiPresiden saat berada di arena Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, kini penyidik masih mengumpulkan saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian untuk dimintai keterangannya perihal dugaan persekusi dan intimidasi yang dilakukan oleh kelompok tersebut.

"Polisi akan mencari atau mengklarifikasi saksi, apakah ada kaitannya dengan pelapor atau dia mengalami, tentunya polisi akan mencari saksi-saksi itu," kata Argo saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (8/5/2018).

Sebelumnya, pada Jumat, 4 Mei 2018, penyidik memeriksa Susi Ferawati. Kemudian pada Senin, 7 Mei 2018, polisi memeriksa korban sekaligus pelapor yaitu Stedi Repki Watung. Di hari itu juga polisi mengambil keterangan Davin (10), yang merupakan anak Susi Ferawati.

 

Namun begitu, hingga kini polisi masih belum menemukan tersangka dalam kasus persekusi tersebut. Penyidik masih perlu keterangan saksi-saksi yang berada di lokasi dan bukti-bukti petunjuk untuk membidik tersangka.

"Keterangan mereka masih sedang dipelajari penyidik yang nantinya akan diklarifikasi terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi," jelas mantan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur itu.

Peristiwa persekusi itu dialami Susi Ferawati itu pada Minggu, 29 April 2018. Saat itu ia bersama buah hatinya berolahraga di arena car free day dan kebetulan mengenakan kaus #DiaSibukKerja yang identik dengan pendukung Presiden Joko Widodo.

Tanpa diduga, Susi bertemu dengan sekelompok orang yang berkaus #2019GantiPresiden. Kerumunan itu menghadang Susi dan menuduhnya sebagai massa bayaran kelompok pendukung Jokowi. Anak Susi sempat menangis ketakutan melihat sang ibunda diintimidasi oleh sekelompok orang tersebut.

Selain Susi Ferawati, persekusi dan intimidasi juga dialami Stedi Repki Watung yang juga kebetulan berkaus #DiaSibukKerja yang identik dengan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain dipaksa mengaku massa bayaran, ia disoraki dan dikipasi uang pecahan Rp100 ribu oleh massa #2019GantiPresiden.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/05/08/338/1895698/bidik-tersangka-polisi-kumpulkan-saksi-persekusi-2019gantipresiden)

Pemerintah terus meningkatkan perhatian terhadap peredaran barang-barang yang melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang berpotensi merugikan perekonomian Indonesia. Kerugian ekonomi yang timbul akibat peredaran barang-barang palsu tersebut mencapai lebih dari Rp65 triliun.

Nilai tersebut didapat dari hasil survei yang dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia bekerja sama dengan organisasi Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) di tahun 2014.

“Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, Kementerian Keuangan telah menerbitkan aturan terkait pengendalian impor dan ekspor barang yang diduga merupakan atau berasal dari hasil pelanggaran HKI. Hal ini dilakukan untuk melindungi industri dalam negeri serta menciptakan dalam menjalankan usaha bagi para pelaku usaha yang taat pada aturan perpajakan,” ujar Humas Bea Cukai, Robert M.

Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 40/PMK.04/2018, Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai telah mengatur terkait Perekaman, Penegahan, Jaminan, Penangguhan Sementara, Monitoring, dan Evaluasi Dalam Rangka Pengendalian Impor atau Ekspor Barang yang Diduga Merupakan atau Berasal dari Hasil Pelanggaran HKI.

 

Mekanisme pengendalian atas impor atau ekspor barang yang diduga dari hasil pelanggaran HKI nantinya akan menggunakan skema Ex Officio Scheme di mana prosesnya didasarkan dari hasil perekaman pada sistem Perekaman Bea Cukai. Pemilik atau Pemegang Hak atas merek dan/ata hak cipta dapat mengajukan permohonan perekaman data HKI kepada Bea Cukai.

“Ketentuan terkait pengajuan permohonan perekaman data HKI dapat dilihat di PMK 40, selain mengatur hal tersebut, diatur juga beberapa hal di antaranya terkait penelitian yang dilakukan oleh Pejabat Bea Cukai terhadap permohonan tersebut,” ungkap Robert.

Dengan telah ditetapkannya regulasi ini, diharapkan akan semakin memberikan kepastian hukum bagi para pemegang Merek dan Hak Cipta. Dengan demikian, potensi kerugian ekonomi yang terjadi akibat tidak terpenuhinya hak negara dalam hal pembayaran pajak dapat dihindarkan.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/05/07/337/1895286/bea-cukai-tegas-berantas-peredaran-barang-palsu)

Seribuan relawan Joko Widodo melakukan ziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanuddin di Kompleks Masjid Agung Banten, Serang. Dalam ziarahnya, para relawan mendoakan Jokowi diberikan kesehatan, kekuatan dan kemudahan dalam memimpin negeri ini.

Selain itu, relawan yang dipimpin oleh Ustadz Wahid Nuruddin atau akrab disapa Gus Wahid mendoakan agar Presiden Jokowi dijauhkan dari fitnah keji dan senantiasa diberikan keselamatan dari Allah SWT.

"Semoga Presiden diberikan kesehatan dan kemudahan dalam memimpin negara yang sangat besar ini. Semoga segala cita-cita membangun bangsa ini menjadi lebih baik dikabulkan Allah SWT," kata dia saat memimpin doa.

Relawan Jokowi yang terhimpun dalam wadah Silaturahmi Nasional menggelar ziarah dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 2018. Kegiatan yang mengangkat tema "Berdoa dan Berdzikir Untuk Kedamaian Negeri" diikuti 700-an relawan Jokowi dari berbagai wilayah di Jakarta dan 500-an relawan dari Banten. Ziarah ke Desa Banten, Kecamatan Kasemen ini dipimpin Yayong Waryono, Dini Mudiani dan Umar Maya Ibnu Fajar.

 

Diungkapkan Gus Wahid, dalam ziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanuddin, relawan juga mendoakan para pemimpin di negeri ini diberikan kesehatan sehingga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat secara maksimal. Selain itu, para pemimpin diharapkan bisa menjadi pelita di masyarakat di tengah gempuran teknologi informasi yang belakangan membuat banyak orang dengan mudah dan latah melakukan kebencian terhadap sesama saudara.

Hal ini sejalan dengan manfaat yang bisa diambil dari ziarah jelang bukan puasa itu sendiri. Dimana dalam istilahnya disebut sebagai Ruwahan, yakni saling meminta maaf secara lahir dan batin sehingga selama menjalankan ibadah puasa, ummat Islam suci baik pikiran maupun hatinya.

"Ziarah itu bisa menyambungkan energi perjuangan para leluhur pejuang negeri ini, utamanya dari kegiatan ini dari Syekh Sultan Maulana Hasanuddin. Beliau sebagai muslim yang nasionalis, atau istilahnya kini nasionalis-religius, kita harus selalu belajar dari kehidupan beliau mengenai perjuangan untuk bangsa dan negara ini," ucap Gus Wahid.

Ziarah yang berlangsung khidmat dirangkai dengan membaca yasin, tahlil dan sholawat nabi. Ribuan relawan awalnya dibimbing pengelola Masjid Raya Banten memasuki pelataran masjid. Dengan melepas sandal/sepatu dan mendapati beraneka macam tawaran dari minuman, kantong plastik hingga makanan ringan, relawan bergerak masuk untuk selanjutnya mengawali ziarah dengan sholat Dhuhur berjamaah.

Gus Wahid memimpin yasin - tahlil dan ditutup dengan doa oleh KH Muhlisin Bekasi. Dalam ziarah kali ini, relawan Jokowi juga berkesempatan untuk melakukan doa bersama dibawah bimbingan KH Tubagus Nuruddin, tepatnya disamping pusara Makam Sultan Maulana Hasanuddin.

Sekjen Arus Bawah Jokowi Umar Maya Ibnu Fajar mengungkapkan, ziarah "Berdoa dan Berdzikir Untuk Kedamaian Negeri" digelar dalam rangka menyambut bulan puasa. Yakni untuk memperingati 10 hari terakhir bulan Sya'ban atau 10 hari menjelang bulan Ramadan. Kegiatan sekaligus melestarikan tradisi jelang puasa yang sudah berlangsung secara turun-temurun.

"Ziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanuddin ini dimaksudkan untuk mengambil hikmah dan keteladanan beliau dalam menyebarkan agama Islam yang penuh kedamaian, Islam yang toleran, Islam yang rahmatan lil'alamin," kata Fajar.

Sementara itu Sekjen Bara JP Yayong Waryono sebelumnya mengungkapkan bahwa Negara ini membutuhkan kedamaian dan ketentraman agar pemerintah dapat berkonsentrasi penuh melanjutkan pemerintahan yang sudah berjalan dengan baik sesuai ekspektasi masyarakat Indonesia. Hal tersebut sesuai atau dibuktikan dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi yang mencapai 72 persen.

 

"Maka, kami sebagai bentuk kepedulian terhadap bangsa ini, sebagai masyarakat yang beragama, kami melakukan Doa dan Dzikir bersama agar negara ini senantiasa dalam lindungan Allah SWT," ujar Yayong Waryono.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/05/07/340/1895312/seribuan-relawan-berkumpul-di-masjid-agung-banten-doakan-jokowi-terhindar-dari-fitnah-keji)

Komandan Korem 161/Wira Sakti Kupang Brigjend TNI Teguh Muji Angkasa mengatakan TNI dan Pemerintah Indonesia terus melakukan langkah konkret menyelesaikan batas negara di segmen Noelbes-Citrana, terutama di wilayah Naktuka dekat Kecamatan Amfoan Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang selama ini telah menjadi wilayah status quo.

Wilayah status qou di Naktuka yang sesuai dengan regulasi tidak boleh dibangun sarana apapun oleh dua negara Indonesia dan Timor Leste, malah sudah dilanggar.

"Pemerintah Timor Leste bahkan sudah membangun sejumlah fasilitas di Naktuka antara lain fasilitas pertanian dan lainnya, padahal sesuai perjanjian 1904 hal itu tidak dibolehkan. Ini kan akan memicu konflik," kata Brigjen Teguh kepada wartawan sebelum pelaksanaan Focus Group Discussion di Kupang, Senin (7/5/2018).

Selain membangun sejumlah fasilitas di Naktuka sebagai wilayah status quo, Pemerintah Timor Leste juga memfasilitasi kehidupan 69 kepala keluarga (KK) di wilayah yang jaraknya sekitar 1 km dari Kecamatan Amfoan iu dengan identitas kependudukan aliss KTP Negara Timor Leste.

 

"Juga setiap tiga bulan setiap kepala keluarga di Naktuka itu mendapat biaya Rp1.800.000," katanya.

Menurut Danrem semua yang dilakukan oleh Pemerintah Timor Leste kepada warga di Naktuka wilayah status quo itu secara de facto dan de jure sudah berada di posisi atas angin. "Pemerintah Timor Leste dalam hal ini sudah menang satu langkah meskipun trlah melanggarbTraktat 1904 yang ditandatangani oleh Pemerintah Belanda dan Portigis waktu itu," katanya.

Dalam konteks itu, TNI sudah melakukan sejumlah labgkah untuk penyelesaian perbatasan dengan langkah diplomasi untuk tetap menjaga kedamaian di perbatasan. Untuk pelanggaran pembangunan di wilayah status qup, pihak TNI kata dia sudah mengajukan keberatan ke Timor Leste namun tak pernah diambil peduli.

"Ini kan akan sangat memantik konflik dan tentu tidak kita inginkan. Bagaimanapun penduduk di sana (Naktuka) masih memiliki hubungan darah dan kerabat baik dengan warga Indonesia di Amfoan maupun dengan penduduk Timor Leste di Ambeno," katanya.

Karena itu TNI lalu merancang kegiatan FGD yang melibatkan kaum akademisi dari berbagai bidang untuk membahas penyelesaian yang lebih baik dan damai. FGD ini juga kata Danrem sebagai tindak lanjut dari kesepakatan para raja dua negara di perbatasan yang dilakukan dalam pertemuan 11 November 2017 silam yang melibatkan 'Liurai Sila, Sonbai Sila, Benu Sila, Afo Sila' demirekonsiliasi di perbatasan.

"Kami sangat berharap agar FGD ini bisa menjadi salah satu dasar ilmiah bagi penyelesaian batas dua negara dengan tetap menghargai segala bentuk kebiasaan adat warga di batas negara yang ada," katanya.

Sementara itu Rektor Universitas Negeri Nusa Cendana (Undana) Kupang Pro. Ir. Fredrik L Benu, M.Si, PhD, dalam sambutan pembuka mengatakan bicara tentang perbatasan negara untuk Indonesia Timor Leste, harus dikesampingkan hukum atau norma formalnya.

"Kita abaikan dulu hukum formalnya. Mari kita lakukan pendekatan bidaya dan adat dengan tetap menghargai ulayat masing-masing daerah," katanya.

Artinya ketika bicara soal batas negara secara formal, maka ikut juga dibicarakan tentang hak ulayat masing-masing daerah. Dengan demikian maka akan memberi satu titik gambaran penyelesaian tapal batas yang lebih damai dan berkeadilan.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/05/07/340/1895328/timor-leste-bangun-permukiman-di-wilayah-status-quo-dengan-indonesia)

Para pengembang dan pelaku perbankan masih mengeluhkan lambannya pengurusan izin peralihan hak (IPH) di Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kondisi ini secara langsung menghambat proses transaksi jual beli properti dengan perbankan. Akibatnya, bisnis properti tersendat.

 

“IPH tak bisa lama-lama. Dulu 2017 selesai tiga bulan. Sekarang dua minggu hingga satu bulan. Harus ada kejelasan legalitas dan proseduralnya. Perusahaan tidak mau tahu, karena kejar target,” kata Achmad Yani dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Indobaru Batam dalam acara Afternoon Tea antara Batam Pos bersama partner iklan dari kalangan pengusaha properti di Hotel Sahid Batam Center, Rabu (2/5).

Yani mengatakan, kondisi ini sangat merugikan. Baik bank maupun calon konsumen. Sebab taidak jarang nasabah yang batal membeli rumah karena terkendala IPH.

Hal senada disampaikan Pimpinan Cabang BNI Syariah Batam, Muhammad Rusdi. Ia berharap pemerintah terus berbenah untuk mempercepat proses perizinan terkait bisnis properti, khususnya peneritan IPH.

“Dari sisi nasabah maupun developer, kami butuh kecepatan,” kata Rusdi.

Meski begitu, Rusdi melihat tren pertumbuhan pasar sektor properti di Batam tahun ini cukup meningkat. “Di tahun ini trennya cukup bagus dan alami peningkatan,” katanya singkat.

Menanggapi hal ini, Pemimpin Redaksi Batam Pos Muhammad Iqbal mengatakan ada gambaran menggembirakan bagi perekonomian Batam. Pada triwulan pertama tahun ini ekonomi Batam cenderung tumbuh positif.

“Secara kegiatan perekonomian bergerak. Meskipun belum mencapai angka harapan. Kita berharap tahun ini bisa lebih baik lagi,” paparnya.

Iqbal mengatakan alasannya sederhana. Kebijakan pemerintah daerah saat ini memberi ruang lingkup yang cukup luas bagi properti untuk berkembang. Contohnya dari penyederhaan persyaratan IPH hingga pengembalian lahan tidur yang telah dicabut untuk pembangunan kembali.

“Batam Pos adalah entitas bisnis. Makanya kami akan dorong supaya tahun ini pertumbuhan ekonomi akan lebih baik lagi,” katanya.

Acara Afternoon Tea ini digelar dengan tujuan silaturahmi antara pemasang iklan dan Batam Pos. Direktur Utama Batam Pos Candra Ibrahim mengatakan Batam Pos bisa menjadi media terbesar di Kepri karena mendapat kepercayaan dari para rekan-rekan pengusaha.

“Tidak salah kami katakan kalau kami adalah media terbesar. Untuk itu kami berterima kasih atas kepercayaan dari semua yang mempercayai kami kami sebagai media partner dan promosi,” jelas Candra.

Direktur Batam Pos, Guntur Marchista Sunan juga mengatakan Batam Pos menjadi koran terbesar di Kepri. Survei dari Nielsen dan Morgan telah membuktikannya.

“Untuk penetrasi media cetak, Batam Pos nomor dua setelah Surabaya. Kita ada di angka 25 persen dan itu sangat tinggi melebihi Pekanbaru yang 22 persen dan Padang yang di bawah 20 persen,” jelasnya.

Sementara para pengusaha properti di Batam mengaku menaruh harapan besar kepada Batam Pos. Peran media dianggap sangat penting dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah agar jangan sampai tidak pro pengusaha. Selain itu, kehadiran media sekelas Batam Pos dianggap dapat memperlancar usaha karena perannya sebagai nomor satu di Kepri.

“Dukungan dari Batam Pos sangat bagus dan sangat efektif. Dulu tak dikenal dan kesulitan promosi, tapi sekarang karena dibantu Batam Pos, branding movement benar-benar terbantu,” kata Pimpinan Produksi Citra Plaza Nagoya, Dony Priambodo.

Ia memaparkan pasar properti di Batam cukup unik. Penyebabnya adalah konsumen perlu kepercayaan yang lebih mengingat perekonomian Batam saat ini berada dalam tahap pemulihan. Masyarakat butuh keyakinan lebih untuk berinvestasi di bidang properti. “Market di Batam butuh trust lebih. Untungnya penjualan kami cukup baik di awal 2018 ini,” jelasnya.

Sedangkan Manajer Marketing Citra Plaza Nagoya Andri Yulianto mengatakan, Batam Pos harus menjadi corong untuk mengawal kebijakan ekonomi di Batam.

“Kami amati semua sektor hidup dari galangan kapal dan industri. Sehingga ketika turun, maka akan terkena dampaknya terutama di sektor properti,” ujarnya. 

(http://batampos.co.id/2018/05/03/iph-lambat-bisnis-poperti-terhambat/)

 Sebuah kapal terbakar di perairan Selat Pulau Air, Dapur 12, Sagulung, Batam, Rabu (2/4) sekitar pukul 17.00 WIB. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran kapal jenis feri itu. Beruntung seluruh kru kapal sebanyak enam orang selamat dalam insiden tersebut.

 

Sejumlah warga Dapur 12 mengatakan, sebelum terbakar sempat terdengar dua kali ledakan dari dalam kapal. Dari ledakan itulah kami tahu ada kapal terbakar,” ujar ketua RT 02/RW 09 Kampung Tua Dapur 12, Mursidi.

Ledakan yang cukup kuat itu membuat warga kaget dan berhamburan keluar rumah untuk mencari sumber ledakan. Bahkan sebagian warga berencana mendekat ke kapal dengan menggunakan perahu kayu atau pompong.

Namun belum sempat warga berangkat ke lokasi, terlihat sebuah pancung nelayan merapat di pelantar Dapur 12. Pancung tersebut membawa enam orang pria yang belakangan diketahui sebagai kru kapal yang terbakar itu. Enam pria tersebut dalam keadaan selamat tanpa luka atau cedera sedikitpun.

“Kami tak sempat nanya-nanya karena fokus mau ke lokasi kapal itu terbakar,” ujar Mursidi.

Saat warga tiba di lokasi kebakaran, ternyata api sudah membesar dan melumat habis seluruh badan kapal. Ledakan-ledakan kecil lain masih terus terjadi sehingga warga tak berani merapat ke kapal. “Kami tak bisa berbuat banyak. Api sudah besar. Tak ada alat untuk memadamkan api,” ujar Norman, warga lainnya.

Setelah hampir satu jam terbakar, kapal itu berangsur-angsur mulai tenggelam. Hingga pada pukul 18.00 WIB seluruh badan kapal sudah tenggelam. “Ada namanya kapal itu, cuma tak kelihatan lagi karena sudah tenggelam,” tuturnya.

Menurut warga, di dalam kapal tersebut tidak ada penumpang selain enam kru kapal. Mereka menceburkan diri ke laut dan minta pertolongan nelayan yang melintas sebelum kebakaran terjadi.

“Saat mereka (awak kapal) menjauh, baru suara ledakan itu terjadi dan kapal mulai terbakar,” kata Norman lagi.

Hingga berita ini diketik belum ada pihak kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian. Dua kapal pemadam kebakaran milik perusahaan galangan kapal terdekat sempat mencoba memadamkan api. Namun upaya tersebut tidak berhasil hingga akhirnya kapal hangus terbakar dan tenggelam.

(http://batampos.co.id/2018/05/03/kapal-terbakar-6-kru-selamat/)

Asyik di Facebook