Mar 21, 2019 Last Updated 8:51 AM, Mar 21, 2019
Nasional

Nasional (568)

 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa secara silang dua tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1. Dua tersangka yang diperiksa secara silang tersebut yakni, Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan pemeriksaan silang terhadap keduanya. Dimana, Eni akan diperiksa sebagai saksi untuk Idrus Marham. Pun demikian sebaliknya, Idrus akan dimintai keterangan untuk berkas penyidikan Eni.

"Dilakukan pemeriksaan silang untuk mendalami peran masing-masing tersangka dalam kasus ini," kata Febri melalui pesan singkatnya, Senin (24/9/2018).

Eni dan Idrus sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1. Selain Eni dan Idrus, KPK juga menetapkan Bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Eni diduga bersama-sama Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai US$900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/24/337/1954868/kpk-periksa-silang-eni-saragih-dan-idrus-marham)

Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT) tidak terima divonis 13 tahun penjara oleh hakim pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) Jakarta.

Tanpa pikir panjang, Syafruddin langsung mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta usai divonis bersalah karena menerbitkan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terhadap obligor Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

"Kami meminta kepada tim penasihat hukum kami, saat ini juga, setelah selesai ini, kami minta untuk segera mendaftarkan untuk kita melakukan banding," kata Syafruddin usai mendengarkan putusan majelis hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).

Arsyad Tumenggung

 

Sementara itu, tim Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku masih pikir-pikir untuk mengajukan upaya banding. Diketahui, vonis terhadap Syafruddin lebih rendah dua tahun dari tuntutan.

Sebagaimana tuntutan yang diajukan Jaksa terhadap Syafruddin sendiri yakni 15 tahun penjara dengan denda sebesar Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Sedangkan dalam vonisnya, Majelis Hakim Tipikor menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara terhadap Syafruddin Arsyad Temenggung. Selain itu, Syafruddin juga diganjar denda sebesar Rp700 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Majelis hakim meyakini Syafruddin terbukti bersalah karena perbuatannya melawan hukum. Di mana, menurut hakim, Syafruddin telah melakukan penghapusbukuan secara sepihak terhadap utang pemilik saham BDNI tahun 2004.

Padahal, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, tidak ada perintah dari Presiden M‎egawati Soekarnoputri untuk menghapusbukukan utang tersebut.

Dalam analisis yuridis, hakim juga berpandangan bahwa Syafruddin telah menandatangi surat pemenuhan kewajiban membayar utang terhadap obligor BDNI, Sjamsul Nursalim. Padahal, Sjamsul belum membayar kekurangan aset para petambak.

Syafruddin juga terbukti telah menerbitkan SKL BLBI kepada Sjamsul Nursalim. Penerbitan SKL BLBI itu menyebabkan negara kehilangan hak untuk menagih utang Sjamsul sebesar Rp4,58 triliun.

Atas perbuatannya, Syafruddin terbukti melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/24/337/1954925/eks-kepala-bppn-ajukan-banding-atas-vonis-13-tahun-penjara)

Indonesia harus memanfaatkan potensinya untuk berada di barisan depan dalam menghadapi revolusi industri.

Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko menyampaikan, potensi tersebut nampak ketika 200 inovator dari berbagai disiplin keilmuan mau bergabung dalam gerakan Inovantor 4.0. Mereka yang bergabung dalam mewujudkan gerakan ini adalah para politikus progresif, pendidik, dan wirausahawan sosial.

Anggota Komisi II DPR RI itu menyampaikan, Inovator 4.0 adalah kelompok yang menyadari perkembangan alat bisa jauh lebih cepat dari ide.

"Makanya kita enggak mau manusia yang punya ide ini tertinggal. Amerika punya Silicon Valley, China ada Alibaba. Apa ekspresi teknologi dari Pancasila? Inovator mau mencari tahu soal itu," ujar Budiman dalam acara deklarasi Inovator 4.0 di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018) malam.

Kehadiran Inovator 4.0, sambungnya, jadi modal penting mewujudkan pembangunan yang berlandaskan data akurat. Membangun Indonesia dengan data menurut dia bisa diwujudkan dengan menguasai ilmu pengetahuan dan menggabungkannya dengan jaringan sosial.

"Abad 21, kerja harus pakai data, bukan mitos. Karena data adalah data, dirangkai jadi cerita. Mereka yang mencerdaskan individu dan perkakas harus bersatu," kata Budiman.

Dalam acara deklarasi Inovator 4.0 juga menyinggung mengenai pentingnya RUU Pengelolaan Pemerintahan Kecerdasan Buatan sekaligus meluncurkan #2019WarasBareng.

Hadir sebagai pemateri diskusi, Sabda PS selaku founder Zenius Education, Mariya Mubarika penggagas revisi UU Pendidikan Kedokteran, Cyril Raoul Hakim selaku wirausaha sosial dan lainnya.

 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/20/337/1953416/budiman-sudjatmiko-abad-21-kerja-harus-pakai-data-bukan-mitos)

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil membongkar penyelundupan narkoba jenis sabu jaringan Indonesia- Uganda. Sabu itu diselundupkan dari Uganda dengan modus dimasukkan dalam paket pensil berwarna.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Daniyanto mengatakan bahwa paket sabu dari negara di bagian Afrika Timur tersebut dikirim ke Kantor Pos Jakarta Timur Jalan Pemuda, Jakarta Timur.

"Sabtu kemarin 15 September, kami mendapat informasi bahwa akan adanya pengiriman paket yang berisi narkotika jenis sabu dari negara Uganda ke Indonesia," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Sabu seberat 101 gram itu dikemas mirip pensil warna lalu dipaketkan. "Dalam paket itu ada empat tempat pinsil warna yang di dalamnya berisi sabu," tuturnya.

 

 

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap paket tersebut, petugas kepolisian langsung menelusuri alamat yang dituju dari paket tersebut. Kemudian ditangkap tersangka Pratik Prasetya alias Gendut.

"Setelah kami menangkap dan mengeledah Gendut, kita kembangkan lagi, kita berhasil menangkp Cahya (Sapudin) di Cakung," tuturnya.

Dari penangkapan Gendut dan Cahya. Polisi kembali mengembangkan kembali, ternyata keduanya dikendalikan oleh warga Nigeria yang sering disebut-sebut dengan sapaan Cemong.

"Hasil pengembangan bahwa narkotika jenis sabu, dikendalikan oleh seorang laki-laki disebut Cemong warga Nigeria," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, Gendut dan Cahya terancam akan dikenakan Pasal 114 Ayat 2 subsidair 112 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/21/337/1953646/sabu-dari-uganda-diselundupkan-ke-indonesia-dalam-pensil-berwarna)

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Ditipideksus) Mabes Polri membongkar praktik penyalahgunaan distribusi gula rafinasi PT Permata Dunia Sukses Utama, Kota Cilegon. Berdasarkan izin edar kuota yang semestinya 6 ribu ton diubah menjadi 60 ribu ton.

Wadir Tipideksus Breskrim Polri Kombes Daniel Tahimonang Silitonga mengatakan, pihaknya mengamankan satu orang tersangka KPW yang berperan mendistribusikan gula rafinasi ke sejumlah daerah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten.

"Tersangka bekerja sama dengan TW dan ES melakukan distribusi gula refinasi tidak sesuai dengn ketentuan perundng-undangan dengan cata melakukan manipulasi data," ujar Daniel di Kota Cilegon, Kamis (20/9/2018).

Dia menjelaskan, tersangkan diduga melakukan distribusi gula rafinasi tidak hanya ke industri makanan dan minuman. Tetapi, beralih ke konsumen.

 

Dari PT PDSU, polisi mengamankan gula rafinasi siap kirim sebanyak 340 Ton. Sedangkan, di Jatim dan Jateng sebanyak 100 Ton. "Yang kita amankan di sini (PT PDSU) yang belum terkirim itu ada sekitar 340 Ton, dan 100 Ton yang ada di toko-toko atau di warung di wilayah Jawa," ungkapnya.

Akibat perbuatan dari mafia gula tersebut, petani tebu sangat dirugikan dengan harga gula di pasaran, dan membut resah masyarakat. "Tersangka akan bertambah, karena kita masih melakukan pengembangan," tandasnya.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/20/340/1953182/polri-bongkar-penyalahgunaan-60-ribu-ton-gula-rafinasi-di-cilegon)

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin hadir dalam peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP), Kamis (20/9/2018) siang ini.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan, ia sendiri telah ke Kemenpan RB untuk melapor dan mengundang menteri hadir dalam peresmian tersebut.

 

“Pak Menpan RB, pasti hadir. Ada juga, 38 walikota dan bupati se Indonesia,” kata Rudi, kemarin.

Kepastian Menteri Syafruddin hadir, juga disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Batam Gustian Riau.

“Peresmiannya dimulai pukul 13.00 WIB,” ucap dia.

Tidak hanya dihadiri oleh Menpan, perwakilan mabes Polri serta perwakilan pusat instansi lain yang memiliki layanan di MPP akan turut hadir. Tak lupa, pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri, juga pejabat dari kota dan kabupaten se kepri hadir.

“Kepala daerah yang akan mendirikan MPP, seperti Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany,” kata dia.

Ia mengatakan, perizinan di MPP semakin lengkap. Tak tanggung-tanggun kini mencapai 430 perizinan dari 31 instansi.

“Yang baru bertambah (gabung) ada Tekom dan PT Pos,” terangnya.

Tidak hanya itu, atas arahan Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Pemko Batam telah membuka layanan pembayaran BPHTB dan PBB di MPP tersebut.

“Jadi, kalau ada yang mau urus izin, bisa sekalian juga bayar pajak. Kunjungan ke MPP tinggi perharinya,” sebut dia.

Sejatinya, pusat layanan yang sudah ada dari 20 November 2017 ini direncanakan beberapa kali diresmikan. Bahkan direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

 

Walau demikian, sejumlah menteri pun sudah bertandang ke pusat layanan tersebut seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Terpisah, juga pernah hadir Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Jaksa Agung M Prasetyo, Mantan Menpan RB Asman Abnur, dan rombongan rombongan Komisi VI DPR RI.

 

(https://batampos.co.id/2018/09/20/hampir-setahun-ditunda-menpan-siang-ini-resmikan-mpp-batam/)

Kasus sel tahanan mewah yang diterima terpidana korupsi e-KTP, Setya Novanto memicu pro-kontra di kalangan publik. Aktivis 1998 Hariman Siregar menilai, kasus sel mewah tersebut merupakan permasalahan mental antara terpidanan korupsi dengan pejabat negara.

"Oknum petugas Lembaga Pemasyarakatan biasanya paling senang dan nyaman bila narapidana tindak pidana korupsi masuk atau dibui," jelas Hariman ketika dimintai pendapatnya terkait napi koruptor Setya Novanto yang mendapatkan fasilitas berbeda dari napi yang lainnya di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Kata dia, bila terpidana atau napi dengan pidana politik atau kriminal biasa. Misalnya kasus kekerasan biasa sampai pembunuhan dan atau karena di fitnah seperti dirinya. Itu hanya mendapatkan sakit dan derita.

"Tapi kalau koruptor lebih nyaman di lapas. Sukamiskin malahan labih nyaman oknum petugas Lapas berbahagia sekali kalau yang masuk napi koruptor. Di dalam seperti Sinterclass. Malam selama ditahan bisa pulang pada waktu tertentu," kata dia.

 

Kata dia, tidak ada jaminan untuk bisa merubah mental napi koruptor. Misal seperti Setya Novanto. "Jadi selama di dalam, tidak akan merubah mental para koruptor, Selama oknum pertugas lapas mental nya harus dicuci dulu," katanya.

Berdasarkan pengamatanya itu, mental yang rusak itu menghinggapi para pelaksana negara (oknum birokrasi ). Maka, kata dia, tidak aneh sari mulai kepala daerah yang banyak menjadi pesakitan.

"Banyak gubernur, bupati, walikota terperangkap dalam siklus korupsi. Apa lagi para politisi tak punya pengalam dalam politik birokrasi, karena terkenal atau fulus banyak jadilah dia pejabat di eksekutif legislatif, ujar dia.

Pihak yang bertanggung jawab atas permasalahan di Sukamiskin, katanya, adalah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laolly. Sambil guyon, Hariman menganggap Yaonna tidak bersih.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/17/337/1951337/kasus-lapas-mewah-napi-korupsi-dinilai-sebagai-pemasalahan-mental)

Polisi telah meringkus sebanyak empat penyebar berita bohong atau hoaks soal demo mahasiswa ricuh di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Masing-masing pelaku bernama Gun Gun Gunawan, Suhada Al Syuhada, Muhammad Yusuf dan Nugrasius.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Rachmad Wibowo menjelaskan, pelaku menyebarkan video simulasi pengamanan unjuk rasa, seolah-olah terjadi kericuhan antara polisi dengan mahasiswa yang sedang menuntut pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Video diviralkan oleh beberapa akun dengan posting konten berita bohong tentang simulasi pengamanan demo di MK, yang diberitakan sebagai unjuk rasa di Gedung MK," ungkap Rachmad dalam keterangannya, Senin (17/9/2018).

Video Hoaks Gedung mK

Video Hoaks Gedung MK (foto: Ist) 

 

Berdasarkan hasil interogasi Gun Gun Gunawan memperoleh Group WhatsApp bernama BISMILLAH. Tersangka memposting ke Facebook hingga menimbulkan keonaran di Masyarakat.

Sedangkan tersangka Suhada Al Syuhada menyebarkan berita bohong dengan caption 'Jakarta sudah bergerak, mahasiswa sudah bersuara keras dan peserta aksi mengusung tagar #TurunkanJokowi, Mohon diviralkan karena media dikuasai petahana'.

Pelaku Muhammad Yusuf juga menyebarkan konten serupa yang diakuinya mendapat dari Group Facebook 'Boikot MetroTV karena melakukan pembodohan publik'. Group tersebut diikuti oleh sebanyak 115.072 akun.

"Pelaku Nugrasius mengaku dapat konten dari Group WhatsApp Keluarga Alumni (KA) KAMMI, dan tanpa mengetahui kejadian sebenarnya langsung diposting di akun Facebook-nya yang memiliki 1.557 teman," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Polri berhasil menangkap pelaku penyebaran hoax atau informasi bohong terkait aksi mahasiswa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta. Penangkapan tersangka S A alias Suhada Al Syuhada Al Aqse, dilakukan di Jalan Muara II RT.005/005, Kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Video Hoaks Gedung mK

Video Hoaks Gedung MK (foto: Ist) 

Dari penangkapan tersebut turut disita barang bukti berupa 1 bundel print out akun Facebook An Suhada Al Aqse, dan dua buah HP merek ZTE dan Xiaomi. Menurut Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, penangkapan dilakukan setelah penyidik gabungan Cyber PMJ telah mengantongi dua alat bukti terkait perbuatan tindak pidana tersangka.

Kemudian, penyidik gabungan pada Sabtu 15 September 2018 sekira pukul 20.00 WIB melakukan penyelidikan ke alamat tersangka. Modus operandi yang digunakan tersangka, sambungnya, menyiarkan atau mengeluarkan pemberitaan bohong dan/atau menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian terhadap individu atau kelompok berdasarkan antargolongan melalui akun Facebook tersangka atas nama Syuhada Al Aqse.

Tersangka pun dijerat Pasal 14 dan Pasal 15 UU RI No.01 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45A Ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 tentang ITE.

 

 
Divisi Humas Polri
 
@DivHumas_Polri
 
 

Telah beredar video di Media Sosial terkait aksi unjuk rasa yang berlangsung depan MK adalah Tidak Benar/HOAX.

Kejadian sebenarnya adalah Simulasi Pelaksanaan Ops Mantap Brata yang dilaksanakan Polri untuk menghadapi pemilu 2019 yang sukses dan aman terkendali.

 

 

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/17/337/1951439/4-penyebar-berita-hoaks-kericuhan-di-gedung-mk-ditangkap-begini-peran-mereka)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa Indonesia dan Republik Ceko merupakan dua negara yang bersahabat sejak lama saat menerima delegasi Senat Republik Ceko di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/9/2018).

"Indonesia dan Republik Ceko adalah sahabat lama. Ceko adalah salah satu negara di Eropa yang pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia," kata Jokowi.

Presiden Jokowi Buka Sidang International Council of Women ke-35

Kepala Negara memastikan Indonesia akan terus berkomitmen untuk memajukan kerjasama dengan negara di Eropa bagian timur itu diberbagai bidang. Terutama, kata Jokowi, di bidang perdagangan dan industri.

"Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapakan terimakasih atas dukungan Republik Ceko ke Indonesia sebagai Dewan Keamanan PBB 2019-2020," terangnya.

Ketua Senat Republik Ceko Millan Stech menyampaikan terima kasihnya lantaran diundang untuk bertemu langsung ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Ia sangat menghargai peningkatan hubungan bilateral yang akan dilakukan Indonesia-Ceko.

"Sekali lagi terimakasih sekali atas sambutan yang hangat ini. Atas nama delegasi kami, kami sangat menghargai Indonesia memiliki hubungan bilateral yang sangat baik ini," tandasnya.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/17/337/1951440/terima-senat-republik-ceko-jokowi-pastikan-lakukan-kerjasama)

Terdakwa kasus terorisme di Riau, Wawan Kurniawan alias Abu Afif menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, dengan agenda pembacaan vonis. Namun sebelum sidang dimulai, istri Wawan diberikan kesempatan untuk memeluk dan mencium tangan suaminya.

"Sebelum sidang dimulai, tadi istri terdakwa Wawan melalui kuasa hukumnya sempat meminta izin untuk mencium tangan suaminya," ujar Ketua Majelis Hakim Soehartono di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (13/9/2018).

Istri Wawan yang memakai pakaian serba hitam itu dipersilahkan duduk di kursi terdakwa. Dan tak lama kemudian Wawan yang memakai kaus tahanan bernomor 49 memasuki ruang sidang.

Melihat suaminya datang, sang istri pun langsung memeluk erat suaminya sambil meneteskan air mata dan polisi juga melepaskan borgol di tangan Wawan agar terdakwa teroris itu bisa menyalami istrinya. Sementara wajah Wawan terlihat lebih tegar dan sempat melemparkan senyum dan mengacungkan jari telunjuk kanannya ke udara.

 

 teror

Peristiwa itu hanya berlangsung sekitar satu menit saja dan kemudian sang istri diperkenankan untuk kembali duduk di kursi penonton. Adapun persidangan sampai saat ini masih berlangsung.

Diketahui, dalam kasus ini, Wawan yang merupakan anggota ISIS ini terlibat dalam latihan pembuatan bom, kepemilikan senjata api dan pelatihan semi militer di Riau.

Di persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menuntut Wawan selama 13 tahun penjara.

Nama Wawan mencuat karena dia disebut sebagai provokator ‎kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pada Selasa 8 Mei 2018. Hal itu berawal dari dirinya yang tidak terima makanan yang dibawakan oleh keluarganya dilarang masuk oleh petugas.

Ia pun kemudian diduga memprovokasi tahanan lain untuk membuka paksa sel mereka hingga berujung kerusuhan.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/09/13/337/1949983/istri-terdakwa-teroris-riau-dipersilakan-peluk-cium-tangan-suaminya-jelang-sidang-vonis)

Asyik di Facebook