Feb 21, 2018 Last Updated 9:27 AM, Feb 19, 2018
Nasional

Nasional (374)

Hujan deras yang mengguyur Batam tak menyiutkan nyali ratusan goweser dan gowesist. Mereka tetap ambil bagian di ajang Batam Fun Adventure 2017, Minggu (19/11) kemarin. Meskipun jersey mereka basah kuyup, namun tidak beranjak dari titik start di kawasan Nuvasa Bay.

 

Event ini merupakan garapan Event Organizer (EO) Batam Pos yang bekerja sama dengan Nuvasa Bay, Sea Forest Adventure, dan Palm Springs Golf & Country Club. Acara juga didukung para sponsor seperti JNE Express, Batam FM, RS Awal Bros Batam, Best Western Premier Hotel, Sanford Mineral Water, Honda, Entrasol, PT Forisa Nusapersada (Forisa), Celebrity Fitness dan lainnya.

Tak hanya diikuti pesepeda Batam saja. Komunitas sepeda dari beberapa kabupaten/kota lainnya di Kepulauan Riau (Kepri) juga ambil bagian. Bahkan, peserta dari mancanegara tak mau ketinggalan. Menurut catatan panitia, beberapa peserta juga berasal dari Singapura, Malaysia, Srilanka, Italia, Prancis, Belanda, dan Polandia. Benar-benar dahsyat.

Manajer EO Batam Pos, Herman E Mangundap, mengatakan trek yang ditempuh peserta kurang lebih 40 kilometer. Peserta diharuskan menaklukkan trek atau jalur yang sudah disiapkan panitia. Memulai start di parkiran Nuvasa Bay, peserta langsung memacu sepedanya melalui simpang Turi Beach, Kampung Tua Teluk Mata Ikan, area galian pasir, masuk ke Hutan Nongsa, simpang kuburan Nongsa, simpang Polda Kepri, Ferry Terminal Nongsapura, jembatan Nongsa, dan kembali finish ke Nuvasa Bay.

“Peserta dimanjakan dengan pemandangan alami berupa kawasan hutan yang dekat dengan wilayah pesisir ini,” kata Herman.

Kegiatan ini tidak bersifat perlombaan, hanya sekadar bersenang-senang saja. “Seratus peserta pertama yang berhasil finish mendapat medali,” tambahnya.

Usai mengayuh sepeda, panitia menyiapkan lucky draw, yakni dua unit sepeda, kompor gas, dan hadiah menarik lainnya.

Event akbar itu dihadiri Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Batam Pebrialin, Deputy General Manager Palm Springs Golf & Country Club Alex Leksamana, Project Promotion Nuvasa Bay Nurhasan, serta Sales Marketing Coordinator Sea Forest Adventure Batam Yenni Mahardika. Hadir pula General Manager Batam Pos Guntur Marchista Sunan.

Pebrialin dalam sambutannya mengungkapkan, komunitas sepeda di Batam sangat banyak. Dengan adanya Batam Fun Adventure, bisa membantu pemerintah dalam meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Batam. Pasalnya selain dari Batam, peserta juga berasal dari beberapa negara.

“Saya berharap, di Batam semakin banyak kegiatan serupa (bersepeda) yang diadakan. Ini berpengaruh terhadap jumlah wisatawan dari luar untuk berkunjung ke Batam. Selain itu, bersepeda merupakan olahraga yang menyehatkan dan digemari sebagian besar masyarakat,” tuturnya.

Sementara Guntur mengungkapkan, terima kasih kepada semua sponsor yang ikut menyukseskan event tersebut. Khususnya Nuvasa Bay. Pasalnya, berkat sinergi yang baik antara Batam Pos dengan relasi, event berskala internasional itu berjalan lancar dan sukses.

“Batam Fun Adventure ini merupakan ajang silaturahmi. Tempat happy-happy. Wadah berkumpulnya komunitas sepeda. Bukan soal menang atau kalah, tapi bagaimana penggowes dapat berkumpul bersama-sama,” tuturnya.

Ditegaskannya lagi, Batam Pos akan terus berupaya agar event serupa digelar rutin.

“Bahkan, kami berencana menjadikan Batam Fun Adventure sebagai agenda tahunan,” tegasnya.

Di tempat yang berbeda, Nurhasan yang mewakili grup Nuvasa Bay menyambut baik digelarnya event besar tersebut. Sehingga, bisa lebih mengenalkan kawasan eksotis yang berbatasan langsung dengan Singapura tersebut.

“Kami akan membangun kawasan kota yang mandiri bertaraf internasional. Akan banyak fasilitas di kawasan ini. Mulai dari view laut yang indah, sarana olahraga yang memadai, dan tempat yang nyaman untuk berlibur,” katanya.

Fasilitas lengkap dihadirkan demi memanjakan penghuni Nuvasa Bay. Mulai dari resident club & club house, rumah sakit, hotel bintang 4 dan 5, edu-center, hingga area hiburan bertaraf internasional.

Klaster pertama megaproyek yang dibangun di atas lahan sekitar 228 hektare itu diberi nama The Nove. Saat ini, megaproyek Sinarmas Land itu dalam tahap pengerjaan. “Total waktu untuk menyelesaikan proyek ini sekitar 15 tahun,” katanya.
Sebagai informasi, setelah menuntaskan Batam Fun Adventure 2017, Batam Pos akan kembali menggelar event besar lainnya. Event bertajuk Orchard Fun Walk itu rencananya akan dihelat Minggu (26/11) mendatang.

(http://batampos.co.id/2017/11/20/batam-fun-adventure-2017-spektakuler/)

Pemerintah Kabupaten Bintan telah menggelontorkan anggaran Rp 3,9 miliar untuk pemasangan 139 titik lampu penerangan jalan di Jalan Raya Lintas Barat. namun, hingga kini belum terlihat pemasangan tiang maupun lampu penerangan
jalan, sementara waktu tersisa sekitar 25 hari.

 

“Mereka dari dinas sebelumnya telah menyanggupi masa pekerjaan dua bulan, meski
sekarang tersisa tak sampai sebulan, mungkin masih pengadaan. Tapi, saya harapkan selesai sebelum tanggal 15 Desember,” ungkap Anggota DPRD kabupaten Bintan yang duduk di Badan Anggaran (Banggar) Raja Miskal, Minggu (19/11).

Ia menuturkan, anggaran yang dikucurkan sekitar Rp 3,9 miliar. Dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan tahun 2017 ini, akan dibagi menjadi tiga zona. Zona pertama yakni membangun lampu penerangan jalan mulai dari batu 16 sampai dengan Simpang Desa Siantan. Lalu zona kedua yakni mulai dari Simpang Siantan ke Simpang pengujan. Dan zona terakhir dimulai dari Simpang pengujan sampai
Busung.

“Harusnya sebanyak 372 titik yang dipasang lampu penerangan jalan, di mana idealnya setiap 50 meter ada lampu penerangan jalan, namun baru 139 titik dulu yang akan diterangi,” tuturnya.

Dalam menentukan 139 titik, ia mengatakan, pihak Pemkab Bintan telah bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menentukan titik-titik yang dinilai rawan terhadap aksi kejahatan jalanan sehingga dirasa perlu dipasang lampu penerangan jalan.

Dikatakannya juga, sebenarnya jalan lintas barat merupakan jalan negara atau jalan nasional yang diusur oleh satker jalan nasional. Hanya, dalam aturannya, pemerintah daerah bisa ikut berperan serta dalam pembangunan infrastruktur di daerahnya. Selain itu, lampu penerangan yang dipasang oleh pemerintah pusat, yakni lampu tenaga surya atau solar sel, menurunya, masih kurang maksimal karena batre penyimpan tenaga surya lampu-lampu itu rawan dicuri, selain itu terkadang tidak semua lampu menyala terang.

“Mungkin karena serapan matahari di solar selnya kurang, sehingga lampunya kurang terang,” katanya.

Harapannya, dengan adanya pemasangan lampu ini, jalan di Lintas Barat terang benderang dan mampu mencegah para pelaku kejahatan jalanan untuk melakukan aksinya. “Setidaknya memberikan rasa nyaman kepada para pengendara yang menggunakan akses jalan di Lintas Barat,” tukasnya. '

(http://batampos.co.id/2017/11/20/lampu-jalan-tak-kunjung-dipasang/)

Di balik masih banyaknya keluhan terkait pelayanan, BPJS Kesehatan Cabang Batam mencatat ada 103 ribu peserta BPJS Kesehatan di Batam yang menunggak pembayaran dari tahun 2000-2017. Total tunggakan mencapai Rp 51,3 miliar.

 

Dari jumlah itu, mayoritas merupakan peserta mandiri. Nilai premi yang tertunggak mencapai Rp 47,9 miliar. Sedangkan badan usaha ada sekitar 431 perusahaan dengan nilai tunggakan sekitar Rp 3,4 miliar.

“Rata-rata yang menunggak ini memang tidak mampu,” kata Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Batam, Rahim Irham, Selasa (14/11).

Rahim menyebutkan, dilihat dari grafik tunggakan, umumnya bergerak naik dua tahun terakhir. Ia menilai, bisa jadi ada kaitannya dengan lesunya ekonomi Batam, sehingga yang tidak mampu makin sulit membayar.

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Batam, Robert membenarkan yang menunggak umumnya kurang mampu. Ada juga karena kurangnya kesadaran membayar, sehingga baru tergopoh-gopoh saat sakit dan butuh pelayanan BPJS Kesehatan.

“Ini sebenarnya bisa diatasi dengan kerja sama Pemda. Kan Pemko Batam punya program untuk yang kurang mampu. Jumlahnya 100 ribu jiwa, namun baru 38 ribu jiwa terdaftar. Masih ada kuota 620 ribu. Sayang kalau tak terpakai, apalagi kalau ada anggarannya,” sebut Robert.

Lalu bagaimana nasib peserta BPJS Kesehatan yang menunggak ketika tiba-tiba mendadak sakit dan harus dirawat di Faskes lanjutan (Rumah Sakit), haruskah ditolak dan dibiarkan mati?

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan dr Retri Flori HS menjelaskan, pihak faskes lanjutan tetap wajib melayani.

“Keluarga pasien diberi waktu melunasi tunggakan dan denda 3 x 24 jam,” ujar dokter yang akrab disapa dokter Ori.

Namun jika berobat di faskes tingkat pertama, kepesertaan wajib aktif. “Lagian kalau di tingkat pertama biasanya belum parah, kalau sudah dirujuk nah itu wajib dilayani,” katanya.

Dengan demikian, faskes tingkat lanjutan tidak boleh menolak pasien. Kalaupun tenggat waktu 3×24 jam tak dilunasi tunggakan tersebut, pihak keluarga atau pihak rumah sakit bisa berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk mencari jalan keluar terbaik.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Pelanggan BPJS Kesehatan Batam, Maucensia Septiana N mengatakan, seharusnya tidak lagi ada peserta yang terlambat membayar. Sebab, fasilitas tempat pembayaran semakin banyak dan makin mudah diakses.

Selain itu, untuk badan usaha pembayarannya menggunakan sistem open payment. Namun mulai 1 Februari 2018, semua harus ikut ketentuan baru. Open paymet tidak ada lagi, tapi harus post payment. Pembayaran rutin paling lambat setiap tanggal 10.

Namun, jika terlanjur menunggak, pemerintah kini memberikan keringanan. Selain tetap dilayani di Faskes tingkat lanjutan dalam tempo 3×24 jam sebelum keluar RS, juga ada keringanan pembayaran denda.

“Misalnya telat dua tahun, maka bayarnya cukup bayar satu tahun plus bulan berjalan, jadi 13 bulan dulu,” katanya.

Maucensia juga mengatakan, faskes sama sekali tak boleh menolak pasien. Ketentuan itu diatur di Permenkes 28/2015. Bahkan, jika seorang pasien datang dan lupan membawa kartu JKN-KIS-nya, tepat harus langsung dilayani. Keluarga pasien juga punya waktu 3×24 jam untuk menunjukkan kartu JKN-KIS-nya itu.

“Pokoknya pasien ditangani dulu, baru administrasi faskes tanya punya JKN-KIS atau tidak, bawa atau tidak,” ujar Maucensia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, peserta BPJS Kesehatan atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) -Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang menunggak hingga jumlahnya mencapai 103 ribu jiwa, tidak bisa diidentikkan dengan miskin tidaknya peserta tersebut.

“Bisa jadi tak melanjutkan karena pindah dan lainnya,” katanya, Jumat (17/11) pekan lalu.

Ia membenarkan, ada program Jamkesda dan Jamkesmas Pemko Batam yang terintegrasi ke JKN-KIS untuk menanggung premi 100 ribu warga Batam yang kurang mampu. Namun setelah dilakukan verifikasi, hanya 44 ribu yang berhak mendapatkannya. Saat ini, sudah digunakan 38 ribu.

“Data yang kami gunakan itu data BDT (Basic Data Terpadu) tahun 2015 dari Kemensos,” katanya.

Terkait sejumlah pemberi layanan kesehatan milik pemerintah, baik di tingkat satu (puskesmas) maupun tingkat dua (RSUD) yang masih kurang sehingga pasien BPJS Kesehatan masih banyak yang belum mendapatkan layanan kesehatan maksimal, Didi mengatakan kedepan akan menambah jumlah puskesmas yang disesuaikan dengan pemekaran kecamatan dan kepadatan penduduk, serta luas wilayah.

Begitupun dengan RSUD Embung Fatimah yang akan dilakukan peningkatan pelayanan dengan menambah ruang isolasi, peralatan medis, dan juga tenaga spesialis, seperti dokter spesialis bedah saraf.

“Kami juga melakukan tindakan preventif untuk membudayakan hidup sehat,” katanya.

(http://batampos.co.id/2017/11/20/menunggak-tetap-harus-dilayani/) 

Tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat guna menjalani pemeriksaan CT-Scan.

Salah satu pimpinan Pusat Anggota Muda Partai Golkar (AMPG), Guntur nengatakan bahwa di dalam RSCM terdapat sejumlah penyidik KPK yang ikut memantau kesehatan Setya Novanto.

“Kalau tadi banyak, sekitar 15 orang,” katanya di RSCM, Jakarta Pusat, Jumat (17/11/2017).

 

Namun, Guntur menuturkan bahwa dirinya tidak mengenali siapa saja penyidik KPK yang ikut mendampingi Ketua Umum Partai Golkar itu di RSCM.

“Saya enggak kenal siapa aja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pantauan Okezone di lokasi, Jumat (17/11/2017) sekitar pukul 16.15 WIB salah seorang penyidik KPK yang menggunakan baju batuk berwarna merah bergegas keluar dari ruangan RSCM dan langsung berjalan cepat tanpa memberikan keterangan kepada awak media dan langsung naik ke mobil kijang Innova berwarna hitam.

 

(https://news.okezone.com/read/2017/11/17/337/1815999/ampg-penyidik-kpk-ikut-dampingi-setnov-di-rscm)

Badan Pengusahaan (BP) Batam menunda proses tender pembangunan Bandara Hang Nadim. Saat ini BP Batam tengah mempersiapkan masterplan baru untuk Hang Nadim dan direncakan selesai awal tahun depan.

 

“Prosesnya kita tunda sampai dapat konsep pengembangan Batam sebagai kota aeromarinetropolis. Bersabarlah, teman-teman di Deputi II tengah selesaikan konsep masterplan bandara,” ujar Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo di Gedung Marketing BP Batam, Kamis (16/11).

Sebagai Deputi III, Dwi mengaku Hang Nadim memang masuk dalam ranah kedeputian III, tapi hanya sebatas operasional saja.”Seperti mendatangkan mobil pemadam baru. Pengembangannya ada di kedeputian II. Master plan disusun sama mereka,” ungkapnya.

Dwi juga mengatakan BP Batam dibawah kepemimpinan baru mencoba mencari skema kerjasama dengan pihak kedua untuk mengembangkan bandara.”Termasuk kepada yang jago bagaimana mengurus bandara dan pelabuhan,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan ditengah penyusunan masterplan bandara yang baru, pihak Garuda Maintenance Facility sudah semakin dekat untuk benar-benar menginvestasikan dananya di bandara.

“Memang belum sampai dalam tahap i23J, namun mereka sudah sepakat untuk joint venture (patungan,red) kembangkan pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di Batam,” katanya.

(https://batampos.co.id/2017/11/17/tender-pengembangan-bandara-hang-nadim-ditunda/)

DPRD Kota Batam mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan membeli alat tera ulang meteran listrik dan air. Ini penting untuk memberikan kepastian kepada warga mengenai harga yang sebenarnya harus dibayarkan kepada PLN dan ATB.

 

“Saya kira ini sangat penting. Masyarakat banyak yang tidak tahu mengenai cara perhitungan dalam pembayaran listrik dan air. Di sinilah perlu kehadiran Pemerintah Daerah,” kata Ketua komisi II Edward Brando.

Ia mengatakan Disperindag harus menginventarisir semua hal untuk merealisasikan ini. Di mana banyak warga yang mengaku membayar tarif lebih mahal dari yang diperkirakan.

“Jadi harus diinventarisir dari segi produk hukumnya, alat dan sebagainya. Kalau masalah kepentingan politik dalam hal ini kesampingkan saja dulu,’ katanya.

Wakil ketua komisi II, Sallon Simatupang mengatakan pengadaan alat tera meteran untuk listrik dan air ini sangat penting. Di mana masyarakat harus dipastikan bisa mendapatkan kepastian harga yang akan dibayarkan.

“Kalau misalnya nanti ada yang tidak masuk akal, bisa langsung menghubungi dan mendatangi Disperindag. Ini sangat penting. Jadi Disperindag jangan dulu permasalahkan anggaran,’ katanya.

Menurut Sallon, dalam logika bisnis alat dari perusahaan yang memungut uang kepada konsumen akan lebih memungkinkan menguntungkan perusahaan tersebut. “Kita yang memberi uang ke mereka, ya pasti mereka diuntungkan. Jadi itu logikanya,” katanya.

Sementara itu, Farid dari UPT Metrologi Disperindag Kota Batam mengaku sudah pernah membicarakan ini. Tetapi langsung terbentur dengan anggaran yang terbatas.

Ia mengatakan bahwa pengadaan alat ini sangat mahal. Harganya bisa mencapai Rp 500 hingga Rp 700 juta. Belum lagi untuk membangun ruangan seperti laboratorium untuk mengecek dan memeriksa hasil tera.

“Jadi kalau kita perhitungkan, harus habis sekitar Rp 1 miliar,” katanya.

Sementara Kadisperindag Kota Batam Zarebriadi mengatakan akan membahas ini dengan staff dan pimpinannya. Menurutnya, ini memang sangat penting dan sudah pernah dibicarakan di internal Pemko Batam.

(https://batampos.co.id/2017/11/17/dprd-desak-pemko-batam-harus-punya-mesin-tera-meter-air-dan-listrik/)

Satu unit mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank BNI di Mega Mal, Batamcenter dibobol maling, Selasa (14/11) siang. Belum diketahui berapa kerugian dari aksi pembobolan ini. Pasalnya, hingga Selasa (14/11) sore kemarin pihak Bank BNI belum membuat laporan kepada pihak kepolisian.

 

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya saat dikonformasi Batam Pos membenarkan adanya pembobolan ATM ini. Hingga kemarin, Unit Opsnal Polresta Barelang bersama dengan Unit Opsnal Polsek Batamkota tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku pembobolan.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya. Pelakunya ada dua orang saat kejadian, satunya telah kami amankan,” ujar Gima, Selasa (14/11) sore.

Dilanjutkan Gima, kejadian ini terjadi sekiitar pukul 12.40 WIB. Pada saat kejadian itu, salah satu sekuriti Mega Mal melihat ada dua orang yang mencurigakan di dalam ATM Bank BNI, Mega Mal Batamcenter. Usai keluar dari ruangan ATM itu, selanjutnya sekuriti yang merasa curiga itu masuk ke dalam ATM dan mengecek kondisi mesin ATM.

“Sewaktu di dalam, dia melihat ada kerusakan di bagian atas mesin ATM dan langsung mengejar kedua orang itu sampai ke parkiran motor,” tuturnya.

Dari pengejaran itu, satu orang berhasil diamankan oleh sekuriti tersebut. Sementara satu orang lainnya berhasil kabur dari pengejaran sekuriti. Hingga sore kemarin, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti petunjuk untuk mengejar satu pelaku yang berhasil kabur.

(http://batampos.co.id/2017/11/15/atm-bni-mega-mal-dibobol-maling/)

 DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018 serta pemapaparan visi dan misi Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno pada Rabu (15/11/2017).

Sandiaga pun memberikan bocoran sedikit ihwal apa saja yang bakal disampaikan di dalam gedung parlemen nanti. Ia mengatakan, visi-misi Anies-Sandi akan lebih menyasar ke pemberantasan kemiskinan di Ibu Kota.

"Terima kasih sekali DPRD yang kami sepakat sudah tandatangani MoU KUA-PPAS. Dan hari ini kita dengarkan fokus kita kepada kaum miskin, kaum marginal," kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017).

Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu menuturkan ada tiga persoalan yang bakal diprioritaskan agar kemiskinan hilang dari Jakarta, yakni menyelamatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan yang diterima masyarakat.

 

"Fokus kita pada pendekatan pemberdayaan usaha kecil, usaha mikro. Fokus kita memastikan adanya pendidikan dan kesehatan yang lebih baik," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan pihaknya bakal menggelar rapat paripurna tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018 serta penyampaian visi dan misi Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno pada Rabu, (15/11/2017).

"Dengan ditanda tanganinya Mou ini, mari kita menghadiri paripurna penyampaian RAPBD 2018 Rabu besok," kata Triwisaksana di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, kemarin.

Pemerintah sepertinya harus kerja ekstra keras dalam menangani masalah banjir di Kota Batam. Sebab bukannya berkurang, titik banjir di kota industri ini justru semakin bertambah setiap tahunnya.

 

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM-SDA) Kota Batam, Yumasnur, menyebutkan titik banjir di Batam pada akhir tahun lalu tercatat ada di 33 lokasi. Namun ia memastikan, saat ini jumlahnya lebih banyak lagi.

“Karena semakin banyak yang membangun. Titik banjir malah bertambah,” kata Yumasnur saat meninjau titik banjir di Batamcenter, Selasa (14/11).

Bahkan kata Yumasnur, masalah banjir di Batam saat ini kian mengkhawatirkan. Sebab bukan hanya titiknya yang bertambah, banjir di Batam juga mulai mengancam keselamatan warga.

“Bahkan ada longsor juga. Hari ini cukup parah banjirnya,” terang Yumasnur.

Yumasnur mengklaim, selama ini Pemko Batam sudah banyak melakukan upaya pencegahan. Di antaranya dengan menormalisasi drainase di sejumlah titik. Seperti Nagoya, Jodoh, Batamcenter, Batuaji, Sagulung, dan Seibeduk.

Wakil Wali Kota Amsakar Achmad, mengakui penanganan banjir di Batam belum maksimal. Bahkan hingga tahun depan, pemerintah belum bisa fokus menuntaskan persoalan banjir.

“Memang tak ter-cover, kami masih fokus (bangun) jalan,” kata Amsakar, kemarin.

Walau demikian, kata dia, pembangunan jalan tetap dibarengan dengan upaya penanganan banjir. Misalnya dengan memperlebar drainase di kanan kiri jalan yang baru dibangun atau diperlebar.

“Sekarang kan udah begitu,” imbuhnya.

Amsakar mengatakan, Pemko Batam tak sendirian dalam mengatasi banjir. Pihaknya juga meminta bantuan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU PR). Selain itu, bantuan juga didapat dari Balai Wilayah Sungai Sumatera IV untuk penanganan dua titik dranase.

“Banjir ini penyelesaiannya bertahap, tak bisa satu waktu,” ucapnya.

Amsakar mengungkap tiga kendala utama penanganan banjir di Batam. Pertama, masalah anggaran yang minim. Kemudian masalah lahan yang terbatas. Pemko Batam mengaku kesulitan mendapat alokasi lahan untuk drainase dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Selain itu, kendala lainnya adalah curah hujan di Batam yang cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut dia, cuaca di Batam semakin ekstrem, terutama di setiap akhir tahun.

“Di muara juga terjadi penyempitan,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengklaim saat ini sudah ada beberapa titik banjir yang berhasil diatasi. “Orang kami di lapangan sudah sangat bekerja keras untuk ini,” tambahnya.

Pantauan Batam Pos, hujan deras yang mengguyur Batam sejak subuh kemarin menyebabkan banjir di sejumlah titik. Sebaran banjir merata di wilayah Batamcenter, Batuaji, Sagulung, Jodoh, dan Seibeduk.

Di Batam Centre sendiri ada beberapa lokasi banjir. Seperti di Jalan Sudirman, Cikitsu, depan Kapita Plaza, termasuk di SMPN 28 Batam yang selalu menjadi langganan banjir.

Akibat banjir ini, kegiatan belajar mengajar di SMPN 28 terpaksa dihentikan. Seluruh siswa dipulangkan. “Banyak kabel terendam air. Khawatir pada kena setrum,” kata Tri, Wakil Kepala SMPN 28, kemarin.

Banjir SMPN 28 ini disaksikan langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin. Muslim mengatakan, persoalan banjir di sekolah tersebut diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun depan. Sebab Pemko Batam baru akan merelokasi gedung SMPN 28 pada tahun 2019 mendatang.

“(Lokasinya) dekat sekolah ini, tapi lebih tinggi. Tanahnya hibah dari developer,” ucap Muslim di SMPN 28 Batam, keamrin.

Muslim menyebutkan, sebenarnya masalah banjir ini bisa diatasi dengan menimbun sebagian gedung sekolah. Namun alternatif ini akan memakan biaya yang sangat banyak. Sehingga Pemko Batam memilih solusi relokasi. “Arahan Pak Wali Kota, relokasi jalan satu-satunya,” ujarnya.

Muslim menuturkan, jika dihitung-hitung, untuk menimbun atau meninggikan sekolah itu biayanya hampir sama dengan biaya membangun gedung sekolah baru.

Kasi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Hang Nadim, Suratman, mengatakan hujan yang mengguyur Kota Batam sepanjang hari kemrin mencapai 76 mm. “Termasuk deras itu,” ungkapnya.

Ia mengatakan dari data tahun sebelumnya, saat memasuki November hingga Desember, Batam selalu diguyur hujan deras. “Dalam setahun itu ada dua periode hujan turun lebih banyak dan deras dibandingkan bulan lainnya. Salah satunya di bulan November dan Desember ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Sekupang Muhammad Arman mengatakan titik banjir di wilayahnya satu persatu mulai teratasi. Salah satunya diPerumahan Kartini Raya. “Kemarin kami sudah minta developer menggali drainase-nya, dan Alhamdulillah hari ini kawasan tersebut sudah tidak banjir lagi,” sebutnya, kemarin.

 

Peran BP Batam Minim

Badan Pengusahaan (BP) Batam ikut berupaya melakukan normalisasi sejumlah titik rawan banjir. Tahun ini ada tiga titik rawan banjir yang ditangani BP Batam. Yakni di Simpang Kepri Mall, di dekat Rusun Kabil, dan di wilayah Melcem. Meskipun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

BP Batam tidak terlalu banyak berperan dalam penanganan banjir. Kami hanya melakukan normalisasi di sejumlah titik saja,” kata Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pembangunan Gedung dan Utilitas, Yudi Cahyono, di Gedung BP Batam, Selasa (14/11).

Yudi mengakui tahun ini titik banjir di Batam bertambah lagi. Namun tugas terbesar untuk mengatasinya ada di tangan Pemko Batam.

Untuk tahun 2017, anggaran BP Batam untuk normalisasi hanya Rp 2 miliar saja. BP Batam, kata Yudi, berfokus pada penanganan drainase di jalan-jalan utama seperti di Jalan Sudirman menuju Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Batuampar.

“Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah luapan dari Dam Baloi Kolam yang meluap ke Jalan Sudirman, tapi koordinasi dengan pemerintah pusat,” jelasnya.

Sedangkan untuk pembangunan infrastruktur untuk mengatasi banjir merupakan tanggung jawab dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera). Dalam hal ini lebih tepatnya ke Balai Wilayah Sumatera yang berkantor di Sekupang.

Tahun depan, BP Batam akan menambah lima titik normalisasi permanen yakni di dekat bandara menuju ke Polda Kepri, lalu di Simpang Raya, kemudian di drainase yang menuju Dam Duriangkang, di Ocarina dan di wilayah Legenda Bali yang menuju Dam Duriangkang. Tentu saja nanti dalam proses pekerjaannya harus berkoordinasi dengan Pemko Batam.

Upaya lain yang dilakukan BP Batam adalah dengan membangun kolam olakan dan perangkap sedimen di dekat Kepri Mall. Kolam olakan berfungsi untuk memperlambat aliran air dan perangkap sedimen adalah bangunan air yang berfungsi untuk mengendapkan sedimen yang masuk dengan tujuan mengumpulkan dan memindahkan partikel-partikel pasir dan lumpur.

Perangkap sedimen akan dipasang di saluran drainase dekat Kepri Mall. Salah satu penyebab banjir adalah banyaknya sampah yang menumpuk di drainase sehingga pengendap sedimen ini dapat menangkap sampah yang kemudian akan dikumpulkan di trash rock.

Trash rock merupakan salah satu bangunan air yang terbuat dari plat baja dimana fungsinya untuk menyaring sampah atau puing-puing yang terbawa aliran air untuk menjaga saluran air tetap bersih dari sampah.”Semuanya akan dipasang tahun depan,” imbuh Yudi.

Selain itu, jika Pemko ingin membangun drainase baru diatas lahan yang sudah ada pemiliknya, maka BP Batam siap bekerjasama untuk segera berdiskusi dengan pemilik lahan.

“Nanti berapa luas tanah yang menjadi kebutuhan pembangunan drainase akan didiskusikan dengan pemilik lahan. Nanti PL nya akan direvisi dan UWTO-nya akan diganti sesuai luas tanah yang akan dijadikan drainase,” pungkasnya. 

(http://batampos.co.id/2017/11/15/titik-banjir-bertambah-pemko-batam-mengaku-kekurangan-anggaran-dan-lahan/)

Seorang pria bernama Fahri Saputra (37) babak belur dihajar massa lantaran ketahuan hendak mencuri sepeda motor merk Yamaha Vixion di Jalan Serdang Baru XII, Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Polisi Suyatno menceritakan Fahri bersama rekannya bernama Ahmad Maryadi mulanya mengintai motor-motor yang ditinggalkan pemiliknya di lokasi tersebut.

Tepat di Jalan Serdang Baru XII, dua bandit itu melihat sebuah motor Yamaha Vixion berwarna hitam berplat nomor B 4769 TIY terparkir. Lantas, Fahri langsung mengeksekusi motor tersebut. Sementara temannya memantau suasana dari atas motor yang dikendarainya.

"Pelaku merusak rumah kunci motor Vixion dengan kunci letter T yang dibawanya. Namun nahas, saat pelaku belum berhasil mengambil, ada warga yang meneriakinya," kata Suyatno kepada wartawan, Selasa (14/11/2017).

 

Mendengar teriakkan warga, Fahri pun panik. Ia tak jadi mengambil motor Vixion itu dan lari tunggang langgang. Sementara rekannya kabur lebih dahulu menggunakan sepeda motor meninggalkan Fahri.

Dalam kondisi panik, Fahri lari sekencang-kencangnya dan memanjat atap rumah warga di sekitar tempat kejadian perkara. Warga yang semakin ramai pun menanti bandit tersebut dari bawah.

Benar saja, Fahri akhirnya terjatuh dari atap rumah warga yang dipanjatnya. Warga yang sudah geram langsung menghadiahinya bogem mentah secara bertubi-tubi.

"Pelaku jatuh dan mengenai kap mobil. Saat itu juga dia langsung ditangkap dan dikeroyok warga. Pelaku mengalami luka pada bagian kepala dan kaki," ungkap Suyatno.

Setelah menggeledah saku Fahri, polisi menemukan kunci letter T berikut enam buah mata kunci dan dua anak kunci motor. Namun, karena kondisi Fahri babak belur, ia langsung dibawa ke RSUD Kecamatan Kemayoran.

Usai mendapat perawatan, Fahri langsung digelandang ke Mapolsek Kemayoran. Dari hasil pemeriksaan, Fahri dan rekannya diketahui sebagai spesialis maling motor. Aksi jahatnya biasa dilakukan di Kemayoran, Senen dan Dadap, Tangerang.

Kini, Fahri langsung mendekam di balik jeruji besi. Sementara rekannya masih diburu polisi. Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun.

Asyik di Facebook