May 25, 2018 Last Updated 5:04 AM, May 22, 2018
Nasional

Nasional (431)

Isu Ahok gugat cerai istrinya sudah mendapat kejelasan.

 

Petugas Pengadilan Negeri Jakarta Utara bagian perdata, Tarmuzi, membenarkan adanya Surat pengajuan cerai Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada istrinya Veronica Tan.

Dia mengatakan, saat ini memang belum banyak yang mengetahui surat pengajuan cerai tersebut. Tetapi Tarmuzi sudah menandatangani pengajuan itu beserta tanda tangan mantan Bupati Belitung Timur tertera di dalam surat bermaterai Rp 6.000.

“Belum ada yang tahu memang (surat pengajuan cerai). Iya saya yang tanda tangan, sudah ada tanda tangan Pak Ahok juga. Sekarang humas sudah saya kasih tahu ini,” kata Tarmuzi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (8/1).

Basuki Tjahaja Purnama bersama istrinya Veronica Tan dan Nicholas Sean saat pemungutan suara Pilgub DKI beberapa waktu lalu. Kini muncul kabar Ahok dan Veronica akan cerai.

Dia menerangkan, pengajuan surat cerai Ahok sudah masuk ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Jumat (5/1) sore hari. Namun, tak terlihat kehadiran sang adik sekaligus pengacara Ahok, Fifi Let Indra. Tarmuzi mengatakan surat itu diantarkan oleh perwakilan saja.

“Sekitar 14.30. Pas mau tutup. Dari grup adiknya Ahok (Fifi) tapi bukan adiknya. Rekannya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kabar mengejutkan datang dari mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Beredar surat pengajuan cerai kepada sang istri Veronica Tan. Surat tersebut ditujukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tanggal 5 Januari 2018.

Salah satu pengacara Ahok, Sirra Prayuna mengaku belum mengetahui perihal surat gugatan cerai Mantan Bupati Belitung Timur itu yang diajukan kepada Veronica. Sirra mengatakan, dirinya akan mencari informasi lebih lanjut terkait kebenaran surat tersebut.

“Belum tahu saya, coba saya cari tahu dulu ya informasinya,” kata Sirra saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (7/1).

Berikut isi surat pengajuan cerai Ahok kepada tergugat Veronica Tan :

Kepada Ketua Negeri Jakarta Utara Pengadilan Gajah Mada No. 17 Pusat
HAL GUGATAN PERCERAIAN DAN HAK ASUH ANAK

Dengan hormat, Yang bertandatangan di bawah ini: 1. FIFI, LETY INDRA, S.H., LLM. S H., M.H. 2. JOSEFINA AGATHA SYUKUR, S. H., M,H

Para dan Konsultan Hukum dari Law Firm FIFI LETY INDRA & ini berdasarkan di Jln. Bendungan Hilir IV No. 15, Jakarta Pusat 10210, dalam hal hukum dari dan surat Kuasa Khusus tanggal 4 Januari 2018 (teriampir), bertindak selaku kuasa oleh karena itu sah bertindak untuk dan atas nama Ir. BASUKI TJAHAJA PURNAMA, M.M. alias AHOK. Pantai Mutiara Blok J No. 39, Pluit. Penjaringan, Jakarta Nama lengkap Tempat Tinggal Utara, yang untuk saat ini bertempat tinggal di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua DEPOK, Jawa Barat Kristen Protestan Agama Wiraswasta Yang kemudian memilih domisili hukum di kantor kuasa hukumnya tersebut di atas, selanjutnya disebut PENGGUGAT Dengan ini mengajukan gugatan perceraian dan hak asuh anak terhadap: VERONICA TAN Nama lengkap Tempat Tinggal Jl. Pantai Mutiara Blok J No. 39, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Kristen Protestan Pekeraan Ibu Rumah Tangga Selanjutnya disebut TERGUGAT.

Sementara, pengacara yang menandatangani surat itu, Fifi Lety Indra, yang juga adik kandung dari Ahok sampai saat ini belum bersedia menjawab atau memberikan jawaban atas kebenaran surat itu. Sampai saat ini JawaPos.com masih berusaha mencari kebenaran dari beredarnya surat itu.

Diwartakan sebelumnya, Kabar mengejutkan datang dari mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Beredar sebuah surat pengajuan cerai kepada sang istri Veronica Tan. Surat tersebut ditujukan di pengadilan negeri Jakarta Utara pada tanggal 5 Januari 2018.

(http://batampos.co.id/2018/01/08/pn-jakarta-utara-benarkan-ahok-gugat-cerai-veronica-tan/)

Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Hang Nadim Batam mengamankan empat orang kurir sabu di bandara, Kamis (28/12) lalu. Dari pengakuan empat tersangka, mereka dibayar Rp 15 juta untuk membawa barang haram itu ke Jakarta.

 

Keempat kurir yang saat ini telah ditangani Satres Narkoba Polresta Barelang itu yakni, Lukmanul Hakim, 41, Muhammad Putra Ananda, 24, Muammar, 29 dan Dewi Saidah Ariyani, 39.

Dari pengakuan Dewi Saidah Ariyani, dirinya disuruh oleh seseorang yang diketahui bernama Adi untuk membawa sabu itu ke Jakarta. Kepada Dewi dan ketiga rekannya, Adi memberikan empat pasang sepatu yang di dalamnya telah berisikan sepatu.

“Saya dibayar sepuluh juta, kemudian dikasih sepatu untuk bawa ke Jakarta. (Di dalam sepatu itu) tau kalau itu narkoba,” ujar Dewi, Kamis (4/1) pagi.

Kepada polisi, wanita asal Semarang itu terpaksa untuk menerima tawaran oleh Adi lantaran butuh biaya untuk membiayai kebutuhan anak dan keluarganya di Semarang.

“Saya belum tahu sama siapa dikasih di Jakarta. Kata dia (Adi, red), nanti akan dihubungi kalau sudah sampai di Jakarta,” ujarnya tertunduk malu.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan bahwa penangkapan keempat tersangka bermula dari kecurigaan petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam sekitar pukul 17.35 WIB. Pada saat itu, petugas merasa curiga dengan gerak gerik tersangka Lukmanul Hakim.

“Pada saat itu, tersangka hendak masuk keberangkatan. Kemdian, setelah itu tersangka dibawa ke ruang pemeriksaan dan ditemukan dua bungkus sabu yang disimpan di dalam sepatu yang digunakannya,” katanya.

Usai mendapati barang haram itu, petugas melakukan introgasi terhadap Lukmanul Hakim. Dari pengakuannya masih ada tiga orang rekannya yang akan membawa sabu ke Jakarta. Sehingga, petugas berhasil mengamankan tersangka Dewi Saidah Ariyani, Muhammad Putra Ananda dan Muammar.

“Dari hasil pemeriksaan, petugas kembali menemukan barang bukti di dalam sepatu mereka masing-masing. Sehingga, total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 2.047 gram,” tuturnya.

Hengki menambahkan, hingga saat ini jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang masih melakukan pengejaran terhadap pemilik barang haram tersebut. Sementara, keempat kurir yang saat ini telah ditahan masih menjalani pemeriksaan untuk diproses lebih lanjut.

Atas perbuatannya itu, keempat tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) junto pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Mereka diancam hukuman paling singkat lima tahun penjara dan paling lama hukuman penjara seumur hidup atau mati,” imbuhnya.

(http://batampos.co.id/2018/01/05/empat-kurir-sabu-diupah-15-juta/)

 Akhir-akhir ini makin marak penyelundupan narkoba dengan modus memasukannya ke dalam sepatu. Tidak ingin kecolongan, petugas Bandara Internantional Hang Nadim Batam akan menerapkan pemeriksaan terhadap sepatu milik penumpang.

 

Pemeriksaan ini berdasarkan instruksi langsung Kementrian Perhubungan. “Semua ini dilakukan agar dapat mencegah peredaran narkoba,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Kamis (4/1).

Terkait dengan pemeriksaan sepatu ini. Suwarso mengatakan kebijakan ini bukan sesesuatu yang baru. Sudah cukup lama diterapkan di Hang Nadim. Dan hasilnya cukup efektif, berkali-kali satuan pengamanan (Avsec) di Hang Nadim menangkap kurir sabu.

Tidak semua sepatu milik penumpang yang kami periksa,” ucap Suwarso.

Ia menuturkan ada beberapa kriteria yang telah diterapkan oleh pihak bandara. Kriteria ini dikembangkan berdasarkan, dari hasil pengungkapan dan penangkapan yang dilakukan petugas bandara selama ini.

Dicontohkan oleh Suwarso, bila penumpang menggunakan sepatu boot.

“Petugas akan meminta penumpang membuka sepatunya. Tentunya juga melakukan pemeriksaan melalui X Ray untuk barang milik penumpang tersebut,” ujarnya.

Modus-modus seperti ini, kata Suwarso tidak hanya digunakan di Hang Nadim saja. Tapi juga dibeberapa bandara di Indonesia. Dan narkoba yang dibawa oleh penumpang, dimasukan dalam bagian dalam sepatu.

Saat ini modus para kurir sabu, untuk meloloskan nakroba melalui bandara sangat banyak. Oleh sebab itu, Suwarso mengatakan akan meningkatkan kemampuan jajarannya. Sehingga dapat mengangagalkan berbagai modus itu.

“Saat ini di penjagaan X-Ray kami tempatkan petugas-petugas yang memiliki kecakapan dalam membaca orang,” tuturnya.

Ia menjelaskan petugas-petugas itu bisa membaca seseorang dari mimik muka.

“Jika petugas merasa penumpang itu mencurigan, akan diperiksa,” ujarnya.

Dalam pengamanan dan pengawasan. Suwarso mengatakan pihaknya juga dibantu oleh kepolisian, TNI, Bea Cukai dan instansi lainnya. 

(http://batampos.co.id/2018/01/05/avsec-bandara-hang-nadim-akan-periksa-sepatu-penumpang/)

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, anak buahnya sedang menyelidiki video porno yang melibatkan bocah laki-laki dengan perempuan dewasa. Video tidak senonoh itu telah tersebar dan viral melalui pesan berantai di beberapa aplikasi pesan singkat.

"Penyidik Cyber Crime sudah menyelidiki video tersebut, penyidik masih bekerja," ungkap Argo saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (4/1/2018).

Setidaknya, ada dua video mesum yang sedang meresahkan masyarakat belakangan ini, karena diperankan oleh seorang bocah dengan perempuan dewasa. Salah satu video mesum terlihat dibuat di sebuah tempat penginapan di kawasan perbukitan, meski belum diketahui lokasi pastinya.

Dalam video itu, tampak bocah dan wanita tersebut bermesraan di balkon sebuah tempat penginapan, adegan kemudian berlanjut ke atas ranjang. Keduanya kemudian melakukan persetubuhan di ranjang dan di bak mandi. Adegan itu direkam secara profesional dengan resolusi gambar yang cukup baik.

Sementara video kedua, adegan mesum diperankan oleh perempuan dewasa dengan dua bocah sekaligus. Diduga kuat, adegan threesometersebut dilakukan di di Indonesia, karena tampak kantong plastik khas minimarket di Indonesia terekam dalam video tersebut. Tidak hanya itu, pemeran wanita dewasa dan perekam juga terdengar berbicara dengan logat salah satu daerah di Indonesia.

Argo mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan situs-situs yang menawarkan konten pornografi. Sebab, rata-rata situs porno mengandung spam dan berbahaya bagi yang mengaksesnya.

"Hati-hati, situs begitu biasanya phising, berisi spam, berbahaya," kata mantan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur itu.

Sekadar informasi, phising adalah salah satu modus pencurian data dengan mengelabui target menggunakan konten-konten tertentu. Phising masih marak di Indonesia, pelaku menyasar nasabah bank dengan mengincar data pribadinya, yang dimanfaatkan pelaku untuk membobol rekening atau kartu kredit.

 

 

Polda Kepri akan meningkatkan pengamanan dan pengawasan di Bandara International Hang Nadim Batam. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir tindak pidana penyelundupan sabu melalui bandara.

 

“Selain sudah adanya Polisi bandara, ada satuan lainnya memantau (di Hang Nadim,red),” kata Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Rabu (3/1).

Tidak hanya membantu dalam pengawasan saja. Yan mengatakan telah melakukan komunikasi intens dengan berbagai instansi terkait di bandara. Sehingga saat ada penangkapan kurir sabu, pihak bandara segera menyerahkan ke Polisi atau BNN.

“Kami segera datang bila terjadi tindak pidana,” ungkapnya.

Ia mengatakan kebanyakan kurir yang membawa narkoba tersebut didatangkan dari luar Batam. Disebutkan Yan, ada yang datang dari Aceh, Jawa dan daerah lainnya. Kurir-kurir ini, kata Yan direkrut langsung di daerah asalnya.

Dari data pihak kepolisian, kurir yang membawa sabu kebanyakan memiliki latar belakang ekonomi menengah ke bawah.

“Dengan iming-iming imbalan yang besar, mereka mau membawa narkoba itu. Dan mereka juga pasti sudah tau resikonya,” ucapnya.

Setiap pengiriman narkoba. Bandar tidak hanya mengirimkan sebanyak satu atau dua kurir saja.

“Tapi bisa sampai 10 kurir,” ungkapnya.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bila terjadi penangkapan. Dan dari 10 kurir itu, selalu ada satu yang dikorbankan. Yan mengatakan satu orang kurir terlihat mencolok, agar menarik perhatian petugas.

“Misalnya bila tiga ditangkap, 7 lagi lolos. Mereka masih tetap untung. Hal inilah yang perlu diwaspadai,” ungkapnya.

Ia mengatakan pihak kepolisian dan BNN tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan kasus narkoba ini, kata Yan perlu bantuan dari seluruh lapisan masyarakat.

“Bila ada informasi tentang narkoba atau hal-hal yang menjurus ke sana. Bisa segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” tuturnya.

(http://batampos.co.id/2018/01/04/polda-kepri-tingkatkan-pengamanan-di-bandara-hang-nadim/)

Pemerintah Kota (Pemko) Batam melarang keras perbuatan asusila lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT).

 

Hal ini ditegaskan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi pada saat acara Perayaan Kementrian Agama (Kemenag) ke-72 di lapangan dataran engku puteri, Rabu (3/1).

LGBT, kata Rudi, selain dilarang oleh agama, LGBT merupakan perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Perilaku ini juga tidak sesuai dengan nilai dan norma yang ada di Indonesia dimana sebagian besar norma dari agama, suku dan budaya.

Dalam mengantisipasi perilaku menyimpang ini, Wali Kota Batam turut serta mengajak seluruh masyarakat Batam untuk bersama-sama membantu pemerintah menindaklanjuti LGBT tersebut.

“Ini merupakan persoalan baru. Masyarakat semakin lama semakin banyak. Jangan sampai persoalan yang timbul juga semakin bertambah. Makanya harus sama-sama kita tindaklanjuti,” ujarnya.

Selain itu, Rudi menghimbau agar seluruh masyarakat dituntut untuk tidak membeda-bedakan SARA. Apalagi Kota Batam memiliki masyarakat heterogen yang sangat rawan dengan isu SARA tersebut.

“Itu kesepakatan kita bersama forum orasi pimpinan daerah, forum pimpinan umat beragama bahwa kita ingin deklarasi bersama. Kita adalah satu sesuai dengan yang bacakan tadi. Maka tidak boleh ada perilaku menyimpang terorisme, radikalisme, narkoba, dan semuanya,” ujarnya tegas.

Ia berharap dengan momen HUT Kemenag ini bisa menangkal apa saja yang membahayakan kota Batam.

“Mari kita bersatu dan sama-sama menjaga Batam, sehingga tetap aman dan kondusif,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Batam, Nuryanto mengaku sampai saat ini belum ada usulan mengenai rancangan peraturan daerah (Ranperda) LGBT. Hanya saja ia menilai masyarakat bisa mengusulkan perda tersebut, yang kemudian masuk di dalam ranperda insiatif di tahun 2019 mendatang.

“Masyarakat bisa juga mengusulkan, silakan lakukan kajian, dan sama-sama kita usulkan Ranperda inisiatifnya,” sebut Nuryanto.

(http://batampos.co.id/2018/01/04/pemko-batam-larang-keras-lgbt/)

Sepanjang 2017 Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berhasil mengungkap sembilan jaringan pengedar narkoba yang sudah lama menjadi target buruannya.

"Dari sembilan jaringan tersebut kami menangkap 14 tersangka dengan barang bukti ganja dan sabu-sabu," kata Kepala BNN Kabupaten Sukabumi, AKBP Yus Danial di Sukabumi, Jumat (29/12/2017).

Barang bukti yang berhasil disita dari tangan para pengedar dan kurir barang haram tersebut, untuk sabu-sabu seberat 7,7 gram dan ganja seberat 660,09 gram. Adapun rinciannya, yakni enam jaringan pengedar ganja dan tiga jaringan pengedar sabu-sabu.

Seluruh tersangka dijerat dengan Undang-Undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.

 

Menurutnya, wilayah hukum BNN Kabupaten Sukabumi yang mencakup wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi merupakan daerah rawan peredaran narkoba. Bahkan Sukabumi tidak lagi menjadi tempat singgah, tetapi kerap dijadikan tempat penyelundupan sabu-sabu jaringan internasional melalui jalur laut.

Ini dibuktikan dengan beberapa kali BNN berhasil mengungkap jaringan pengedar sabu-sabu internasional yang mencoba menyelundupkan barang haram tersebut melalui jalur laut.

"Pencegahan dan pemberantasan bukan hanya tugas kami dan aparat penegak hukum saja, tetapi seluruh elemen masyarakat harus turut serta," tukasnya.

Di sisi lain, Danial mengatakan peredaran narkoba merupakan perang moderen yang berupaya menguasai atau mengotori Indonesia dengan barang haram tersebut. Dalam mengatasi permasalahan ini diperlukan strategi khusus yaitu keseimbangan penanganan antara supply dan demand reduction yang tujuannya untuk memutus mata rantai peredaran dan pengguna narkoba.

 

(https://news.okezone.com/read/2017/12/29/525/1837471/9-jaringan-narkoba-di-sukabumi-berhasil-dibongkar-selama-2017)

Pasca libur panjang perayaan Natal sejumlah kantor pelayanan di Batuaji dan Sagulung mulai normal, Rabu (27/12). Salah satunya di Kantor Kecamatan Batuaji yang terlihat diserbu warga yang hendak mengurus berbagai keperluan. Seperti pengajuan pembuatan kartu pengenal elektronik (KTP-el), kartu keluarga (KK), kartu kuning dan keperluan lainnya.

 

Camat Batuaji, Fridkalter mengatakan antrian untuk pengurus atau pemohon KTP sudah terlihat sejak pukul 07.00 WIB. Pegawai pun terlihat sibuk melayani masyarakat.

“Mulai pagi hingga siang ada sekitar 150 orang yang mengurus keperluannya di kantor Kecamatan Batuaji,” ujar Fridkalter kepada Batam Pos.

Meski demikian, menurut Fridkalter jumlah warga yang mengurus masih sedikit dibandingkan dengan hari pertama masuk kerja setelah cuti liburan Natal tahun lalu. “Masih banyak yang libur, jumlah ini masih sedikit bersamaan dengan libur sekolah,” katanya.

Hal serupa juga terlihat di kantor pelayanan SKCK Polsek Batuaji. Permintaan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polsek Batuaji meningkat di hari pertama masuk kerja setelah menjalani cuti bersama hari raya Natal. Kiki, Petugas Pelayanan SKCK Polsek Batuaji menyebutkan hari pertama masuk kerja, melayani hingga 80 SKCK.

Jumlah tersebut jauh lebih banyak dari hari-hari sebelumnya yang hanya melayani sekitar 30 SKCK perhari.

“Pengurus rata-rata baru tamat sekolah,” kata Kiki.

(http://batampos.co.id/2017/12/28/pasca-libur-kantor-kecamatan-diserbu-warga/)

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sangat mendukung penuh misi mengembangkan pariwisata yang diusung oleh BP Batam.

 

Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar dan Pemerintah Kemenpar, Tazbir mengatakan event karnaval yang digelar belum lama ini akan menjadi prioritas pengembangan dan peningkatan kunjungan wisman di Batam.

“Apalagi Batam merupakan daerah perbatasan yang cukup strategis. Hal ini sangat menjual bila Batam dijadikan pusat pariwisata tahunan,” katanya belum lama ini.

Ia bahkan mengatakan bisa saja suatu saat nanti Kemenpar mengusulkan agar event Pemilihan Putri Indonesia 2018 digelar di Batam.

“Mengingat sejumlah fasilitas yang diperlukan sudah ada di Batam,” tuturnya.

Untuk saat ini, Batam kata Tazbir telah menyumbang 35 persen wisman selain Jakarta dan Bali yang juga merupakan pusat pariwisata di tanah air.

“Tinggal strateginya saja yakni memperbanyak event baik lokal, nasional maupun internasional,” paparnya.

Dengan maraknya event, maka diharapkan dapat menggenjot jumlah kunjungan wisman ke Batam. Kegiatan seperti ini kata Tazbir sangat dibutuhkan wisman yang haus hiburan.

“Bisa kita lihat dengan adanya event seperti ini. Hotel, restoran dan jasa lainnya seperti taksi dapat manfaatnya,” jelasnya.

Salah satu pengusaha di Batam sekaligus Wakil Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), Wirya Silalahi mendukung upaya untuk mempercepat pertumbuhan industri pariwisata di Batam.

Menurut Wirya, wisman dari negara tetangga Singapore atau Johor mencari tempat untuk melepaskan kejenuhan sehingga Batam bisa memanfaatkannya.

“Biasanya datang untuk makan dan minum, santai di café atau resto, memanjakan diri dengan perawatan tubuh di salon, spa atau pijat refleksi.Apalagi kalau harganya jauh lebih murah dari tempat asal mereka,” papar Wirya.

Namun sebelum mencoba promosi gencar kesana, ada hal-hal yang harus dipersiapkan pemerintah daerah yakni kemudahan mendapat informasi, transportasi nyaman, kemudahan dan kenyamanan di pelabuhan ferry internasional, kenyamanan di hotel dan penginapan dan tersedianya destinasi wisata baru.

“Kapasitas pelabuhan ferry harus ditingkatkan atau buat yang baru untuk mengakomodir pertambahan jumlah wisman nanti,” jelasnya.

Untuk fasilitas hotel dan penginapan, BP Batam dan Pemko Batam cukup mempermudah izin pembangunan hotel dan resort baru.

“Jangan lagi membuat bingung dan berbelit-belit urusan ini. Kalau juga masih kurang, mungkin BP Batam, Pemko, Pemprov dan Kementerian Pariwisata bisa menggalakkan pengadaan homestay di Batam, yang melibatkan masyarakat setempat,” paparnya.

(http://batampos.co.id/2017/12/29/kemenpar-dukung-pariwisata-di-batam/)

Enam pekerja proyek menjadi korban robohnya tembok bangunan di Apartemen Pakubuwono Spring, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Nahasnya, tiga orang diantaranya harus meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan untuk tiga orang yang mengalami luka cukup serius, saat ini sudah dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Dari tiga orang yang terluka, dua diantaranya sudah menjalani rawat inap.

"Untuk saat ini korban yang meninggal sudah dievakuasi, kemudian yang luka dibawa RS Medika, dua orang sudah rawat jalan," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (27/12/2017).

Dalam kejadian itu, korban yang mengalami luka-luka adalah, Aris Suryanto bin Sumadi, yang menderita luka patah pada pergelangan tangan kiri dan kaki kanan, Muklas, yang menderita luka sobek di kepala sebelah kiri dengan tujuh 7 jahitan dan Idris bin Sohari mengalami luka lecet diketiak kiri dan kanan, serta luka sobek dikaki sebelah kiri dengan lima jahitan.

Argo juga menyatakan, saat ini pihak Polres Metro Jakarta Selatan juga sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan telah mengerahkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk menyelidiki peristiwa nahas tersebut.

"Masih menunggu dari Labfor, jadi nanti dari labfor kami mengecek di sana, berkaitan dengan robohnya bangunan itu," ucap Argo.

Peristiwa itu sendiri terjadi pada hari Selasa, 26 Desember 2017 kemarin, sekira jam 20.15. Berdasarkan keterangan saksi sekaligus mandor proyek tersebut, Kurmen, kejadian itu terjadi saat para pekerja proyek sedang mengerjakan pembangunan gedung tersebut.

Ketika itu, para pekerja ada yang sedang mengerjakan fabrikasi kayu atau Plafon diarea podium, dan pekerja lainnya mengerjakan pengecetan dibagian belakang proyek tersebut. Namun, sekira pukul 20.15 WIB, secara tiba-tiba bangunan area podium mengalami patah atau roboh pada bagian tepi podium.

Korban yang merupakan pekerja dari PT. Tunas Jaya Sanur itu harus meregang nyawa lantaran tertimpa dan tertimbun bangunan. Setelah kejadian itu, beberapa korban berhasil dilarikan ke Rumah Sakit (RS) namun adapula yang langsung tewas di lokasi kejadian.

 

(https://news.okezone.com/read/2017/12/27/338/1836324/begini-kondisi-korban-yang-selamat-dari-robohnya-tembok-apartemen-pakubuwono-spring)

Asyik di Facebook