Nov 16, 2018 Last Updated 9:46 AM, Nov 16, 2018
Nasional

Nasional (517)

Diduga depresi, Hitler Saragih, 45, warga Perumahan Tanjungpermai Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Selasa (24/4/2018).

 

Kejadian tersebut pertamakali dikatahui anak gadis korban, yang berusia 14 tahun, di kamar mandi rumahnya sekitar pukul 06.30 WIB.

Anak korban kemudian mendatangi rumah Ketua RT 003 Usman dan segera dilaporkan ke petugas Babinkamtibmas.

Setelah mendapat informasi tersebut, anggota Polsek Bintan Utara dipimpin Panit I Reskrim Iptu N Sembiring langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Sudah dilakukan olah TKP dan diperiksa tim medis dari puskesmas. Sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” kata Kapolsek Bintan Utara, Kompol Jaswir yang ditemui, kemarin.

Karyawan AMC Lobam ini diduga depresi karena penyakitnya yang tak kunjung sembuh.

“Mungkin arahnya ke sana, karena penyakit membuatnya tertekan, tetapi kami menunggu hasil visum,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, selain hasil visum, pihaknya juga akan meminta keterangan dari anak korban.”Keterangan anaknya diperlukan, sekarang (kemarin) anaknya lagi UN,” jelasnya.
Ditanya soal keberadaan istri korban yang kabarnya tidak di rumah ? Ia membenarkan. Hanya kabar kepergian korban telah dilaporkan ke istrinya.

“Istrinya sudah diberitahukan kejadian ini melalui kumpulannya,” pungkasnya.

Jenazah kemudian korban dibawa ke Batam untuk diterbangkan ke kampungnya di Medan, Sumatera Utara.

(http://batampos.co.id/2018/04/25/anak-temukan-ayah-tewas-gantung-diri/)

Tabrakan antara sebuah bus yang membawa rombongan jamaah umrah dari Makkah dengan sebuah truk tangki di Arab Saudi menewaskan empat orang dan melukai 12 lainnya. Seluruh korban dalam kecelakaan yang terjadi sekira 30 kilometer di utara Makkah itu dilaporkan merupakan warga negara Inggris.

Salah satu korban jiwa diidentifikasi sebagai Raj Begum Hussain dari Blackburn. Perempuan berusia 70 tahun itu tewas bersama seorang perempuan tua dan anaknya dari Preston, Lancashire dan seorang pria tua yang juga berasal dari Preston.

Delapan belas orang berada di dalam bus ketika kecelakaan terjadi. Mereka semua dilarikan ke rumah sakit, enam di antaranya masih dirawat. Seorang anak kecil diketahui berada di antara korban luka-luka.

 

Rombongan itu pergi ke Tanah Suci untuk melakukan perjalanan umrah dan telah berada di Arab Saudi selama sepekan. Demikian dilaporkan BBC, Senin (23/4/2018).

Kecelakaan terjadi di dekat Kota Al Khalas, di awal perjalanan rombongan dari Makkah menuju ke Madinah. Bus tersebut sedang melaju dari Makkah ketika dihantam oleh truk tangki dan terbakar.

Penyelenggara perjalanan, Hashim Travel mengatakan bahwa insiden itu merupakan sebuah kecelakaan mengerikan. Bus nahas tersebut hangus dengan hanya menyisakan kerangkanya .

"Jika Anda melihat sisa-sisa bus, hanya ada kerangka logam yang tersisa," kata Direktur Hashim Travel, Gulfaraz Zaman kepada BBC.

"Ini sangat menyedihkan - terutama karena beberapa orang-orang telah meninggal," tambahnya, "belasungkawa kami bersama keluarga mereka."

Zaman mengatakan, saat ini visa bagi keluarga korban yang meninggal tengah diatur agar mereka bisa bertolak ke Arab Saudi.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/04/23/18/1890372/tabrakan-bus-jamaah-umrah-dengan-truk-tangki-di-dekat-makkah-tewaskan-empat-orang)

Warga Surabaya dikejutkan dengan kabar tewasnya 3 warga Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya usai pesta minuman keras (miras) oplosan. Dalam kasus ini polisi telah menetapkan 3 orang tersangka.

Mereka adalah Kusman (59) warga Oro-oro Gang 1 No 26 Pacar Keling, dan Gatot Subandridjo (47) warga Pacar Kembang. Keduanya merupakan penjual miras. Disusul Soedi (54) warga Bulak Setro Utara, Bulak, Kenjeran. Tersangka Soedi sendiri sebagai produsen miras oplosan.

Miras Oplosan

Kronologis pesta miras yang merenggut 3 nyawa tersebut berawal ketika ada 6 warga menggelar pesta miras oplosan di depan sebuah rumah, Jalan Pacar Keling, Surabaya pada Sabtu (21/4/2018) sekira pukul 20 00 WIB.

Keenam orang itu masing-masing bernama Hartono (38), Sulaiman (50), Goenadi (53), Pramuji Arianto (49), Samsul Hidayat (38) dan Wahyudi (53). Mereka mencampur miras dengan bir. Pesta miras berakhir hingga Minggu dini hari sekira pukul 01 00 WIB.

Rupanya pesta miras oplosan yang mereka gelar membawa petaka. Satu persatu korban berjatuhan. Pertama korban atas nama Pramuji yang tewas di rumah sakit pada Minggu dini hari sekira pukul 03 00 WIB. Setelah sebelumnya korban mengeluh sakit pada lambung.

Kemudian Wahyudi yang tewas di rumahnya pada Minggu sekira pukul 12 00 WIB. Sebelum meninggal, korban juga mengeluhkan sakit pada lambung. Tak lama berselang Samsul tewas di rumah kakaknya, kawasan Kedung Tarukan Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, menjelaskan pihaknya berhasil mengungkap kasus tersebut berdasarkan keterangan dari teman korban saat pesta miras yang masih hidup. Pihaknya sangat prihatian dengan adanya kejadian ini.

Miras Oplosan 

"Kami sangat prihatin dengan adanya kejadian ini, di tengah kita sedang gencar memberantas peredaran miras oplosan, masih ada yang menjual miras. Alhamdulillah tim kita berhasil mengungkap penjual dan produsen," terang Rudi, Senin (23/4/2018).

Rudi menambahkan, saat pesta miras tersebut mereka mencampur miras oplosan dengan bir. Namun pihaknya belum tahu pasti berapa motol miras yang telah mereka minum. Dalam kasus ini, penyidik sudah menetapkan 2 penjual dan 1 produsen miras sebagai tersangka.

"Kami juga telah menyita ratusan botol miras oplosan siap edar, dan tiga drum berisi alkohol yang diduga akan dijadikan bahan campuran untuk ngoplos miras," tandas Kapolres.

 

 
 
(https://news.okezone.com/read/2018/04/23/519/1890347/ini-kronologi-pesta-miras-yang-merenggut-nyawa-3-warga-surabaya)

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) menggebek rumah A, di Bengkong Permai RT I RW 2 Blok A Nomor 5. Menurut salah seorang tetangga Adi, rumah itu dulunya ditempati oleh orang tua A. Namun, sejak menikah, orang tua A menghibahkan rumah itu kepada A.

 

“Orang tuanya tinggal di belakang rumah ini. Dia selama ini memang tinggal sendiri sejak pisah sama istrinya,’ katanya.

Namun, perjalanan rumah tangga A kandas, ia berpisah dengan istri dan anaknya. Sejak pisah, rumah yang didepannya ada bengkel dan terdiri dari tiga kamar itu kemudian dijadikan kosan.

“Dulu yang tinggal disini bapak-bapak. Kemudian dia pindah. Baru masuk anak-anak muda disana,” tuturnya.

Menurut Adi, beberapa orang remaja yang tinggal di kosan A itu baru pindah dua hari sebelum digerebek BNNP, Senin (16/4) sekitar pukul 02.00 WIB.

“Ada sembilan orang yang kemarin dibawa. Orang BNN tu datang pakai baju biasa aja, tapi bawa senjata laras panjang,” bebernya.

Adi mengaku sempat melihat penggerebekan itu. Sebab, pada malam penggerebekan itu, ia baru pulang dari rumah kawannya. Menurut dia, ada sembilan orang yang dibawa oleh pihak BNN.

“Mereka dibawa pakai satu mobil. Setelah digerebek, motor ada tinggal dua disini. Malam digerebek, siang senin baru diambil sama bapak-bapak,” katanya.

Dia menambahkan, selama ini dirinya tidak menyangka jika rumah yang ditempati oleh A itu dijadikan sebagai tempat mengkonsumsi narkoba kalangan remaja.

“Kami biasa panggil abang gondrong. Dia selama ini biasa aja. Sering juga keluar ngobrol sama kami. Kalau anak remaja itu, dia ngumpul di depan rumah aja sambil main gitar. Kami tak ada curiga sama sekali,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos, rumah yang dijadikan sebagai tempat konsumsi narkoba itu berwarna ungu. Didepannya, terdapat sebuah bengkel sepeda motor berukuran sekitar 2×3 meter. Di depannya, terdapat pagar setinggi 1,5 meter. Pagar itu kini sudah dirantai dan digembok.

“Sejak digerebek sama BNN kemarin sudah tak ada lagi aktivitas di rumah itu,” imbuhnya.

(http://batampos.co.id/2018/04/19/kisah-kedai-sabu-di-bengkong-batam/)

 Seorang bocah berusia tujuh tahun diperkosa dan dibunuh dalam sebuah upacara pernikahan di India.

Polisi di Kotwali Nagar Negara Bagian Uttar Pradesh mengatakan mereka telah menahan seorang pemuda berusia 23 tahun dari Desa Etah terkait kasus tersebut. Tersangka ditemukan terbaring mabuk di sebelah jasad korbannya.

Pelaku dilaporkan sebagai orang yang disewa untuk mendirikan tenda untuk pernikahan tersebut. Namun, di saat perhatian orang-orang tertuju pada pernikahan, pemuda itu diduga menyeret seorang gadis kecil ke sebuah lokasi konstruksi.

Di sana, dia diduga memerkosa gadis kecil tersebut sebelum mencekiknya hingga tewas. Demikian diwartakan Independent, Rabu (18/4/2018).

Kepada Times of India, polisi mengatakan bahwa korban ditemukan pada Selasa pagi dalam keadaan setengah telanjang dengan luka cekikan di leher dan noda darah di perutnya.

Insiden ini terjadi di tengah kemarahan publik India atas kasus pemerkosaan seorang gadis Muslim berusia delapan tahun di Negara Bagian Jammu dan Kashmir. Delapan orang tersangka telah diseret ke pengadilan dan menjalani persidangan untuk pertama kalinya pekan ini.

Gadis yang berasal dari komunitas nomadik itu berkeliaran di hutan Kashmir sebelum diculik dan dibius di sebuah kuil Hindu. Di sana dia diperkosa dan dilecehkan selama sepekan sebelum dicekik dan dipukuli sampai tewas pada Januari.

Kemarahan publik terhadap kejahatan itu menyebabkan protes di kota-kota di seluruh India selama beberapa hari terakhir. Kemarahan itu juga didorong oleh dukungan untuk yang awalnya diberikan pada terdakwa oleh menteri pemerintah negara bagian dari partai Perdana Menteri Narendra Modi, Partai Bharatiya Janata (BJP).

India telah lama diliputi masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. Kasus perkosaan yang dilaporkan meningkat 60 persen dari 2012 menjadi 40.000 pada 2016. Banyak kasus yang tidak dilaporkan, terutama di daerah pedesaan.

Rangkaian kasus perkosaan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak itu menimbulkan kritik keras terhadap Perdana Menteri (PM) Narendra Modi yang dinilai lamban memberikan respons. Sebelum pergi untuk kunjungan resmi ke Eropa pekan ini, PM Modi menerima surat dari 50 mantan kepala polisi, duta besar dan pegawai negeri senior yang mencelanya kepemimpinan politiknya atas tanggapannya yang lemah terhadap kasus-kasus tersebut.

"Perilaku binatang dan kebiadaban yang terlibat dalam perkosaan dan pembunuhan seorang anak berusia delapan tahun menunjukkan seberapa dalam kita telah jatuh pada kebobrokan," kata para mantan pejabat itu.

"Di India pasca-kemerdekaan, ini adalah masa-masa paling kelam kita dan kita melihat respons dari pemerintah kita, para pemimpin partai politik kita tidak memadai dan lemah."

 

(https://news.okezone.com/read/2018/04/18/18/1888149/gadis-7-tahun-diperkosa-dan-dibunuh-di-sebuah-pernikahan-di-india)

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengimbau agar pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh memaksimalkan forum bipartit. Hal ini bertujuan agar jika terjadi perselesihan hubungan industrial dapat terselesaikan dengan cepat dan baik karena kedua belah pihak sudah terbiasa berdiskusi dalam menyikapi perselisihan antar keduanya.

"Kalau ada masalah harus didiskusikan, terbuka dan saling percaya antara serikat pekerja dan pengusaha," ujar Menaker Hanif saat membuka acara dialog sosial hubungan industrial tentang pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) bertajuk "Mewujudkan Kelangsungan Usaha dan Kesejahteraan Pekerja Melalui Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama" di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/4/2018).

Hal tersebut, lanjut Menaker, harus diupayakan bersama untuk meminimalisir kesalahpahaman. Baik pekerja maupun perusahaan harus mengoptimalkan dan mengefektifkan forum bipartit agar ketika pembahasan PKB misalnya, akan berjalan lebih baik.

Menaker menambahkan, dengan adanya PKB hak dan kewajiban masing-masing baik perusahaan maupun pekerja akan jelas. Lebih dari 96 persen perundingan PKB mencapai kesepakatan antara manajemen dan pekerja. "96 persen pelaku ketenagakerjaan puas dengan hasil PKB," katanya.

Selain itu, Menaker juga menyinggung pentingnya kedudukan serikat pekerja di perusahaan. Sebab inovasi di perusahaan kerap datang dari kalangan pekerja atau serikat pekerja.

"Pengusaha harus memberi ruang bagi serikat pekerja untuk tumbuh dan serikat pekerja juga harus produktif," papar Menaker.

Menaker mengingatkan pengusaha dan pekerja untuk tidak menggunakan kekuatan dalam dialog sosial. Jika keduanya mengedepankan kekuatan maka akan berelasi pada kekuasaan. "Kalau kekuatan relasinya kekuasaan, akhirnya kita tidak pergi ke mana mana," pungkas Menaker.

Untuk diketahui, berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bekasi jumlah perusahaan di Kawasan Industri Kabupaten Bekasi sebanyak 4.345 perusahaan. Sedangkan jumlah tenaga kerjanya mencapai angka 1.214.052 orang pekerja (Kawasan Industri Jababeka, MM2100, Lipo Cikarang, EJIP Industrial Park, dan Delta Mas).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 377 perusahaan telah memiliki peraturan perusahaan. Sedangkan yang sudah memiliki PKB sebanyak 150 perusahaan.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/04/18/1/1888167/menaker-imbau-pengusaha-dan-serikat-pekerja-intensifkan-forum-bipartit)

Kecelakaan karambol terjadi di wilayah Ngemplak Karangpandan, Karanganyar yang melibatkan 3 bus, satu mobil dan satu sepeda motor. Meski kondisi satu bus rusak parah, namun tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi Rabu (18/4/2018) sekira pukul 06.45 WIB.

Informasi yang diperoleh Okezone, kejadian berawal saat 3 bus terlihat jalan beriringan dari arah timur (Tawangmangu).

Ketiga bus, yakni Bus Gaya Putra dengan nomor polisi AD 1408 EF; Bus Langsung Jaya nomor polisi AD 1517 B; dan Bus Rukun Sayur nomor polisi AD 1403 A. Sedangkan, dari arah barat sebuah mobil Xenia dengan nomor polisi AD 8732 IP melaju ke arah timur.

 

Saat kejadian, Bus Gaya Putra yang berada di barisan depan berhenti dan akan menaikkan penumpang. Sayangnya dari arah belakang langsung ditabrak oleh Bus Rukun Sayur.

Untuk menghindari tabrakan di depan, bus Langsung Jaya yang juga berada di belakangnya memilih banting stir ke kanan. Sayangnya dari arah depan, melaju mobil Xenia yang langsung tertabrak bus Langsung Jaya di bagian depannya.

Kapolsek Karangpandan, AKP Ibariyadi, membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut. Menurut dia, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan beruntun tersebut.

Dia menjelaskan, hanya ada korban luka ringan dan luka berat. Namun, semua korbanya sudah dibawa ke Rumah Sakit Karanganyar untuk mendapatkan perawatan.

“Tidak ada korban jiwa. Hanya ada 6 korban luka yang saat ini sudah di rujuk ke rumah sakit,” terang Kapolsek.

Sementara salah seorang warga bernama Joko yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan, peristiwa kecelakaan beruntun tersebut sangat cepat. Dia melihat hanya ada bus berhenti ambil penumpang langsung ditabrak dari belakang

Menurut penghlihatanya, bahkan ada salah satu bus yang juga menyerempet sebuah sepeda motor. Sedangkan bus ketiga sepertinya mau menghindar malah dari arah depan ada sebuah mobil melaju dari arah berlawanan.

"Kejadian cepat. Bus saling sundul, ada Gaya Putra ambil penumpang ditabrak dari belakang. Bus belakang menghindar malah menabrak mobil. Sempat macet juga, karena ramai waktunya berangkat kerja dan sekolah," tutur Joko.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/04/18/512/1888171/3-bus-terlibat-tabrakan-karambol-dengan-mobil-dan-motor-di-karanganyar-nihil-korban-jiwa)

Penerbangan di Bandara Haji Asan, Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Selasa (10/4/2018) pagi tadi sempat terkendala cuaca, meski tidak berlangsung lama.

"Tadi saya dapat informasi dari maskapai Nam Air tetap berangkat, namun pesawatnya dialihkan ke Banjarmasin sambil menunggu cuaca Sampit membaik. Setelah itu mereka kembali ke Sampit," kata Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur, Fadlian Noor

Selasa pagi, Sampit memang sempat diselimuti kabut embun cukup tebal. Jarak pandang di darat memang tidak terlalu terganggu, namun diduga cukup berpengaruh terhadap jarak pandang di udara.

Untuk menghindari tabrakan di jalan, warga tetap menyalakan lampu kendaraan mereka. Kabut embun mulai berkurang dan berangsur hilang sekitar pukul 06.30 WIB.

 

Namun kondisi ini ternyata cukup berpengaruh terhadap jarak pandang di udara. Akhirnya, pesawat rute Surabaya-Sampit yang seharusnya mendarat di Bandara Haji Asan Sampit sekitar pukul 07.30 WIB, dialihkan sementara ke Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, sambil menunggu cuaca di Sampit membaik.

"Tadi awannya rendah sekali makanya tidak mereka paksakan. Tapi semua aman. Intinya, hanya ada kendala cuaca sedikit. Mudah-mudahan tidak ada gangguan lagi," kata Fadlian.

Fadlian mengapresiasi koordinasi yang baik antara seluruh insan perhubungan. Sinergitas yang bagus ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pelayanan transportasi kepada masyarakat.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Haji Asan Sampit, Nur Setiawan membenarkan kejadian itu. Pagi tadi awan di sekitar Bandara Haji Asan Sampit memang cukup rendah.

"Benar, pagi tadi Nam Air tidak dapat mendarat di Bandara Haji Asan dan dialihkan ke Banjarmasin. Tinggi dasar awan saat akan mendarat hanya berkisar 400 sampai 600 feet atau 125 sampai 200 meter dari permukaan," ucap Nur.

Saat ini kondisi cuaca Sampit sudah kembali cerah. Aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit diharapkan tidak lagi terganggu.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/04/10/340/1884554/aktivitas-penerbangan-di-sampit-sempat-terganggu-akibat-kabut)

Tiada uang yang dicuri, maling mencuri beras.

 

Adalah toko milik Abneer Bistok, yang kecurian. Toko Ruko Central Raya, Kelurahan Tanjunguncang, disatroni pencuri, Minggu (8/4/2018).

Puluhan karung beras yang masing-masing 25 kilogram dan beberapa slop rokok raib dibawa kabur. Total kerugian mencapai Rp 70 juta.

Abneer Bistok mengatakan peristiwa nahas itu ia ketahui saat hendak pulang ke tokonya sekitar pukul 05.30 WIB. Pria 42 tahun itu sebelumnya mengunjungi sebuah kios bandrek yang tak jauh dari tokonya. “Saya pergi minun bandrek. Waktu saya balik toko sudah berantakan,” ujarya, Senin (9/4).

Saat pulang itulah, Abneer terkejut mendapati isi tokonya sudah berantakan. Saat dicek 52 karung beras slop rokok sudah digondol kawanan maling. Menurutnya, pelaku masuk dengan cara merusak pintu toko sebab saat dia datang ada bekas congkelan menganga di pintu toko dan lubang kunci sudah rusak.

“Mereka masuk melalui pintu depan karena selain pintu depan tidak ada akses masuk lagi,” katanya.

Ia juga menduga pencurian tersebut dilakukan lebih dari dua orang pelaku. Hal itu dilihat dari barang-barang yang di bawa oleh pencuri.

“Sepertinya mereka pakai mobil. Soalnya tak mungkin ngangkut beras pakai motor,” jelasnya.

Sementara aksi pembobolan tersebut sudah dilaporkan ke Mapolsek Batuaji. Sampai saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

“Laporanya sudah kami terima dan korban sudah kami periksa. Kami berusaha mencari siapa pelakunya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Yanto. 

(http://batampos.co.id/2018/04/10/tiada-uang-52-karung-beras-pun-digondol-maling/)

Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan supervisi kasus-kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Kamis (5/4). Salah satu perkara yang disorot adalah kasus korupsi pengadaan fasilitas listrik di Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam.

 

“Tiga terdakwa sudah divonis bersalah. Tetapi satu di antaranya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kepri, Wiwin Iskandar, Kamis (5/4).

DPO tersebut atas nama Agus Mulyana, terpidana kasus korupsi pengadaan genset dan lampu penerangan landasan pacu di Bandara Hang Nadim Batam. Supervisi KPK dalam kasus ini adalah membantu Kejati Kepri memburu DPO tersebut.

Agus telah divonis empat tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Tanjungpinang pada 17 Januari 2016. Saat itu, sidang vonis digelar tanpa kehadiran terdakwa (in absentia).

Selain vonis empat tahun penjara, pengadilan juga menjatuhkan denda Rp 150 juta subsider tiga bulan penjara. Namun hingga kini Kejaksaan Tinggi belum berhasil mengeksekusi Agus.

Terkait dukungan KPK itu, Wiwin mengaku mengapresiasinya. Selain itu, pihaknya juga masih terus berupaya menemukan dan menangkap Agus Mulyana.

“Penyidik Kejati Kepri terus bekerja untuk mengungkap keberadaan terdakwa Agus sampai saat ini,” tegas Wiwin.

Sementara Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah mengatakan supervisi hukum yang dilakukan KPK ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Unit Koordinasi dan Supervisi Penindakan (Korsupdak) KPK di Kepri. Selain kasus Hang Nadim, Febri menyebut saat ini terdapat 31 perkara tipikor di Kepri yang disupervisi.

“Secara umum penanganannya berjalan lancar,” ujar Febri di Jakarta.

Menurut Febri, salah satu kasus yang telah inkracht namun belum dapat dilakukan eksekusi karena terpidana masuk DPO termasuk yang akan didukung. Korsupdak KPK akan membantu pencarian DPO dalam korupsi pengadaan fasilitas listrik di Bandara Internasional Hang Nadim.

Selain itu, jelas Febri, supervisi ini juga merupakan upaya untuk optimalisasi penanganan perkara dalam rangka menjalankan fungsi trigger mechanism. Menurut dia, KPK akan mendukung pencarian keterangan ahli, asset tracing, hingga bantuan pencarian buron (DPO).

“Tadi tim KPK diterima oleh kepala dan wakil kepala Kejaksaan Tinggi Kepri, aspidsus, dan jajaran,” papar Febri.

Ia melanjutkan, kerjasama yang kuat antara KPK, Polri, dan Kejaksaan akan semakin memperkuat upaya untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Apalagi, kasus korupsi di daerah saat ini mengalami peningkatan.

“Keterbukaan dan sinergi seperti yang dilakukan di Kepri ini diharapkan dapat menekan perilaku korup di sana. Hal yang sama juga dilakukan di sejumlah daerah lain,” tutup Febri.

(http://batampos.co.id/2018/04/06/kpk-buru-koruptor-di-batam/)

Asyik di Facebook