Mar 19, 2019 Last Updated 10:33 AM, Mar 19, 2019

FESTIVAL musik sekarang ini bukan sekadar ajang menonton penyanyi menunjukan kebolehan suaranya. Event seperti ini juga dijadikan tempat eksis bagi mereka yang punya taste of fashion.

Tak bisa dipungkiri, festival looks menjadi landasan utama bagi Anda yang datang ke acara musik. Pakaian yang nyaman dengan sentuhan khas festival akan membuat tampilan Anda menarik di depan banyak orang. Lagipula, tidak ada salahnya juga untuk tampil stunning di antara pengunjung festival musik kan?

Nah, di event Java Jazz Festival (JJF) 2019, secara umum acara musik ini tidak seperti acara musik lainnya. Di sini, kebanyakan penikmat musik yang hadir memang ingin mendengarkan lantunan musik dari idolanya. Tapi, tak sedikit juga yang datang ke JJF dengan tampilan sangat stylish.

Seperti 3 pengunjung ini yang berhasil Okezone temui di lokasi JJF di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Seperti apa gaya mereka? Berikut ulasannya

 

1. Rock and roll

Puteri sulung Tora Sudiro, Azzahra Nabila Sudiro datang ke Java Jazz Festival 2019 memilih bergaya rock and roll. Dia mengenakan printed- skirt motif macam berwarna cokelat terang dipadukan dengan rok leather dengan aksen ikat pinggang circle di bagian tengah.

Untuk memaksimalkan tampilannya, Nabila memilih sneakers hitam yang santai dan aksesori waist bag hitam dari Opening Ceremony. Kalau rambut, Nabila membiarka. Rambut aslinya yang ikal tergerai bebas. Untuk riasan wajah, make-up bergaya nude jadi pilihannya yang membuat tampilannya semakin terkesan rock and roll.

2. White shoes style

Gaya white shoes memang paling pas dikenakan saat menonton konser musik. Kesan casual tapi tetap edgy akan membuat Anda percaya diri dan nyaman berjoget diiringi lagu favorit. Seperti yang dikenakan Natashya Halim dan Daphne Yang. Dua sahabat ini memadukan sepatu putihnya dengan pakaian monochrome dan sling bag simple. Hasil akhirnya? On point!

 

 

3. Tartan style

Kakak beradik Ayu Arya Larasati Maranda dan Ayu Arya Nusandari Maranda kompak datang ke Java Jazz Festival 2019 dengan mengenakan outfit tartan merah dan kuning. Mereka memilih outfit ini karena ingin menunjukan identitas mereka dan tentunya ingin tampil spesial di event musik ini.

So, outfit mana yang jadi pilihan Anda?

Tagged under

Anggota DPRD Lampung Tengah dari Fraksi Partai Gerindra, Achmad Rosyidi alias Tedi diagendakan diperiksa oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini.

Sedianya, Rosyidi akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa (Mus)

"‎Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Mus," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (5/3/2019).

Selain Rosyidi, KPK juga memanggil satu saksi lainnya yakni, Sekretaris Dinas Perkim Lampung Tengah, Irham. Dia juga akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan Mustafa.

 

Sebelumnya, KPK kembali menetapkan Bupati Lampung Tengah, Mustafa (Mus) sebagai tersangka. Kali ini, Mustafa dijerat kasus ‎dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungannya tahun anggaran 2018.

Dalam kasus ini, Mustafa diduga menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan kisaran fee sebesar 10 persen hingga 20 persen dari nilai proyek. Total, Mustafa diduga telah menerima suap dan gratifikasi sekira Rp95 miliar dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Februari 2018.

Sebagian uang Rp95 miliar tersebut diduga berasal dari Budi Winarto dan Simon Susilo. Kedua pengusaha itu disinyalir menyuap Mustafa untuk mendapatkan proyek di lingkungan Lampung Tengah. Adapun, proyek yang akan digarap berasal dari dana pinjaman daerah tahun anggaran 2018.

ilustrasi Gedung KPK

KPK pun telah menetapkan Budi Winarto dan Simon Susilo sebagai tersangka pemberi suap kepada Mustafa. ‎Selain Mustafa, KPK juga telah menetapkan empat anggota DPRD Lampung Tengah dalam perkara ini. KPK telah menetapkan Ketua DPRD Lampung Tengah, Achmad Junaidi S (AJ) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan pinjaman daerah Lampung Tengah tahun anggaran 2018.

Selain Achmad Junaidi, KPK juga menetapkan tiga anggota DPRD Lampung Tengah sebagai tersangka dalam perkara yang sama. Ketiga legislator Lampung Tengah tersebut yakni, Bunyana (BUN), Raden Zugiri, dan Zainudin.

Keempatnya diduga telah menerima suap terkait persetujuan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp300 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Lampung Tengah.

Kemudian, keempatnya diduga menerima suap terkait pengesahanan APBD-P Kabupaten Lampung Tengah tahun 2017 dan APB‎D tahun 2018.

 

(www.okezone.com)

Tagged under

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) milik Badan Geologi Kementerian ESDM membeberkan faktor penyebab longsor atau gerakan tanah yang terjadi di area tambang milik PT Freeport Indonesia di Mile Post 74, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Penyebab longsor yang terjadi pada Sabtu 2 Maret 2019 siang itu adalah adanya kemiringan lereng yang sangat terjal.

“Adanya batuan dasar yang bersifat lempungan yang mudah mengembang bila terkena air. Hujan dengan intensitas tinggi sebagai pemicu terjadinya gerakan tanah,” tulis PVMBG dalam website resminya, Senin (5/3/2019).

Berdasarkan Peta Geologi Timika, lokasi bencana tersebut masuk dalam Kelompok Kembelangan yang tersusun oleh batu pasir tak terpisahkan ekmai, batu lumpur piniya, batupasir woniwogi dan formasi kopai.

Di sekitarnya juga terdapat batuan terobosan yaitu Intrusi Ilaga (Tpi) yang terdiri atas diorit, diorit kuarsa, monzonit, stok, retas, sill.

Longsor memungkinkan terjadi di wilayah tersebut jika curah hujan di atas normal.

Longsor di Mile Post 74 yang terjadi akhir pekan lalu menyebabkan jalan menuju pabrik pengolahan tertimbun material longsor dan pekerja PT Freeport dievakuasi.

PVMBG merekomendasikan agar pekerja di sekitar lokasi bencana untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. Operasional di sekitar lokasi longsor sementara dihentikan.

“Menghindari aktivitas di bawah lereng terjal terutama pada saat hujan turun dalam waktu lama. Memasang rambu peringatan daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan bagi pekerja dan pengguna jalan. Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.”

 

(www.okezone.com)

Tagged under

Perwakilan keluarga membesuk Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief di Rumah Tahanan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Rencananya dalam kunjungan ini keluarga melalui pengacara juga akan mengajukan surat permohonan rehabilitasi kepada polisi.

"Akan jenguk sekaligus ajukan rehab ke penyidik karena penyidik masih punya waktu sampai nanti malam 3x24 jam," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (5/3/2019).

 

 

Andi Arief terjerat narkoba. (Foto: Ist)

Dalam kasus tersebut, polisi menyatakan Andi Arief adalah kategori korban dari penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, kemungkinan besar ia akan menjalani proses rehabilitasi.

Dedi menambahkan, untuk pengguna narkoba disebut dengan istilah domestic crime. Maka itu, peran keluarga menjadi sangat penting untuk membantu korban menyembuhkan ketergantungan narkoba.

"Pengguna ini sebagai domestic crime, bahwa ini korban. Peran utama bisa sembuhkan ketergantungan seseorang ada keluarga dekat. Ini harus mendorong pada pecandu-pecandu itu untuk sembuh. Ini kalau tak sembuh bisa bahayakan," ucap Dedi.

Barang bukti kasus narkoba Andi Arief. (Foto: Ist)

Atas pertimbangan pentingnya peran keluarga itulah polisi akan melihat surat permohonan dari keluarga terkait tempat korban menjalani rehabilitasi. Diketahui, lokasi pusat rehabilitasi pemakai narkoba berada di kawasan Lido, Jawa Barat.

"Untuk pusat rehabilitasi narkotika di Lido, namun demikian itu bergantung pihak keluarga mau direhab di mana yang ada di sekitar Jakarta," ucap Dedi.

 

(www.okezone.com)

Tagged under

 Film Dilan 1991 baru saja mencetak sejarah baru dalam dunia perfilman Indonesia. Film yang dibintangi oleh Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan dan Vanesha Prescilla ini menjadi film Indonesia dengan pendapatan Opening Day terbesar sepanjang masa, bahkan mengalahkan film luar yang tayang di Indonesia.

Tak hanya itu saja, Film Dilan 1991 juga menorehkan prestasi sebagai film tercepat yang meraih angka satu dan dua juta penonton. Dalam hal ini Dilan berhasil mengalahkan prestasi yang sebelumnya diraih oleh Warkop DKI Reborn.

Kesuksesan manis Film Dilan 1991 nyatanya tak membuat semua pihak senang. Berdasarkan cuitan Robert Ronny, ada beberapa pihak yang justru mencibir Dilan 1991 karena kesuksesan itu.

Meet & Greet with Cast Film Dilan 1991 pada XPANDER Tons of Real Happiness Tangerang

Twit Robert pun mendapat perhatian dari salah satu aktor Indonesia, Joe Taslim. Pemain film The Night Comes for Us ini mengaku kesal dengan iklim buruk persaingan di industri film nasional.

"Ups!! ???????? Yah Masih suka perang di kolam sendiri susah maju, siapa aja yg berenang lebih bagus tepuk tangan dong dan berlatih lebih baik, gitu baru bisa maju. Jangan liat ada yg berenang lebih depan mau ditenggelamkan. Ayolah stop hating your self, love your self ❤️," balas Joe kepada twit Robert.

Meet & Greet with Cast Film Dilan 1991 pada XPANDER Tons of Real Happiness Tangerang

Sebagai aktor yang sudah berkelana di industri film luar, Joe Taslim memang sangat menyayangkan pola pikir mereka yang masih iri dengan kesuksesan orang lain. Pemikiran-pemikiran seperti itu sudah seharusnya dihilangkan demi memajukan industri filmnya sendiri.

"Kita ini kebanyakan masih mengibaratkan sukses itu seperti layang layang, kita kejar dengan tertawa gembira bersama tapi pada saat salah satu dari kita mendapatkan layang layang itu, supaya adil semua akan setuju untuk dirobek saja jadi sama rasa untuk gagal bersama," tutup Joe Taslim.

 

(www.okezone.com)

Tagged under

Asyik di Facebook