Nov 16, 2018 Last Updated 9:46 AM, Nov 16, 2018

Petugas imigrasi Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Andi Sofyar mengembalikan uang senilai Rp30 juta ke Komisi Pemberantasan ‎Korupsi (KPK). Uang Rp30 juta itu diduga imbalan untuk Andi Sofyar karena telah membantu melarikan tersangka KPK, Eddy Sindoro ke luar negeri.

"Yang bersangkutan telah diperiksa dalam proses penyidikan di KPK dan mengembalikan uang Rp30 juta yang diduga diterima sebelumnya terkait dengan perkara ini," kata Juru Bicara KPK,‎ Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Kamis (8/11/2018).

Hal itu diungkapkan Febri sekaligus menekankan kepada pihak Imigrasi terkait keterlibatan pegawainya dalam perkara dugaan merintangi penyidikan Eddy Sindoro dengan terdakwa Lucas. KPK menduga, Andi Sofyar mempunyai peran dalam melarikan Eddy Sindoro.

"Perlu kami sampaikan bahwa KPK telah menguraikan pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini, termasuk salah satu‎ pegawai Imigrasi yang diduga memiliki peran dan menerima sejumlah uang," terangnya.

Eddy Sindoro

Febri menambahkan, pengembalian uang tersebut nantinya akan menjadi bukti tambahan untuk menguatkan dakwaan Lucas di persidangan. Secara rinci, Jaksa KPK akan membeberkan bukti-bukti lain di sidang lanjutan Lucas.

"Kami harap hal ini bisa memperjelas informasi terkait dengan perkara ini. Dan karena proses ini sedang di persidangan, ada baiknya kita hormati dan simak persidangan yang terbuka untuk umum ini," pungkasnya.

Nama Andi Sofyar sendiri sebelumnya sempat disebut di sidang dakwaan Lucas. Andi disebut menerima Rp30 juta dari Dwi Hendro Wibowo al‎ias Bowo untuk membantu melarikan Eddy Sindoro dari Indonesia ke Singapura.

Awalnya, Hendro Wibowo menerima uang sebesar SGD33 ribu dari orang suruhan Lucas, Dina Soraya karena telah membantu melancarkan rencananya melarikan Eddy Sindoro.‎ Hendro kemudian membagikan uang tersebut ke sejumlah pihak yang membantunya.

Pih‎ak yang diduga turut menerima uang dari Hendro selain Andi Sofyar yakni, Duty Executive PT Indonesia Air Asia, Yulia Shintawati. Yulia disebut mendapat jatah Rp20 juta.‎ Kemudian, dua orang lainnya yakni, M Ridwan dan David Yoosua Rudingan yang masing-masing disebut menerima uang sebesar Rp500 ribu.

 Ilustrasi

Uang tersebut diberikan Hendri kepada empat orang itu karena diduga telah turut andil membantu melarikan Eddy Sindoro ke luar negeri. Padahal, Eddy Sindoro saat itu telah berstatus tersangka dan sudah dicekal oleh KPK untuk berpergian ke luar negeri.

‎Dalam perkara ini, Advokat Lucas didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.

Jaksa KPK juga mendakwa Lucas membantu mengupayakan agar Eddy Sindoro masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi. Hal itu dilakukan Lucas untuk menghindari tindakan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Eddy Sindoro.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/08/337/1975078/bantu-pelarian-eddy-sindoro-petugas-imigrasi-kembalikan-imbalan-rp30-juta-ke-kpk)

Tagged under

Tim DVI RS Polri kembali berhasil mengidentifikasi penumpang pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan laut utara Karawang, Jawa Barat (Jabar). Kali ini, ada 7 penumpang yang teridentifkkasi.

Kabid Operasi Tim DVI Pusdokkes Polri, Kombes Lisda Cancer mengatakan Tim DVI Polri kembali menggelar sidang rekonsiliasi di RS Polri guna mengidentifikasi penumpang Lion Air.

"Proses identifikasi berlangsung sejak pukul 16.00 - 18.00 WIB. Adapun hasil rekonsiliasi pada Rabu (7/11/2018), korban penumpang yang sudah teridentifikasi ada 7 (tujuh) orang dan 4 (empat) di antaranya warga Babel," ujarnya Rabu (8/11/2018) malam.

Jenazah dipulangkan ke Pangkalpinang dua kali penerbangan dengan Lion Air dan Garuda Indonesia. Dalam penyambutan jenazah hadir keluarga korban, Tim Gabungan, Forkompinda, Wakil Ketua DPRD Babel Hendra Apollo, mantan Gubernur Babel Rustam Effendi, dan instansi lainnya.

Korban Lion Air

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Danang Priandoko mengatakan penyambutan jenazah kali ini seperti halnya dilakukan ada keluarga korban dan instansi pemerintah provinsi Babel.

"Untuk kesiapan seperti biasa, tim gabungan sudah siap membawa jenazah ke Posko Crisis Center Bandara Depati Amir untuk segera diserahkan kepada pihak keluarga korban," ucapnya di Posko Crisis Center Depati Amir Pangkalpinang, Kamis (8/11/2018).

Untuk saudara Rio Ananda Pratama merupakan dokter di RSBT, diterbangkan Garuda dengan penerbangan GA136 pada pukul 10.05 WIB. Sesuai arahan protokoler Pemprov Babel setibanya di Pangkalpinang jenazah langsung dibawa ke RSBT, tanpa ada ceremony penyerahan jenazah di Posko Crisis Center. Kemudian dibawa ke rumah duka di Gerunggang, Pangkalpinang.

Sementara, tiga jenazah lain dijadwalkan diterbangkan berikutnya. Pasca ceremony penyerahan secara protokoler Pemrov Babel di Posko Crisis Center jenazah langsung dipulangkan ke rumah duka masing-masing dengan pengawalan petugas gabungan.

Dalam hal ini mantan Gubernur Babel, Rustam Effendi turut hadir dalam prosesi penerimaan jenazah Eling Sutikno di Posko Crisis Center. Eling merupakan anggota DPRD Provinsi Babel.

Diketahui Eling teridentifikasi melalui sdik jadi dengan nomor antemortem 035, warga Pangkalpinang dan akan dimakamkan di TPU setempat.

Dua jenazah lainnya yakni Radika Wijaya dan Rafezza Wijaya adalah kakak beradik bersama kedua orang tuanya. Keduanya teridentifikasi melalui DNA dan sidik jari. Mereka akan langsung dibawa ke rumah duka di Bangka Barat.

Korban Lion Air

Berikut keempat jenazah asal Babel tersebut di antaranya:

1. dr. Rio Ananda Pratama (L) 26 thn, (Sidik Jari)

No. AM (176) - Alamat: Jalan. Dokter Yudono, Taman Bunga, Gerunggang, Pangkalpinang.

2. Eling Sutikno (L) 59 thn, (Sidik Jari)

No. AM (035) - Alamat: Jalan Nyato, Bukit Lama, Taman Sari, Pangkalpinang.

3. Radika Wijaya (L) 4 thn, (DNA+Medis)

No. AM (201) - Alamat: Desa Air Putih, Muntok, Bangka Barat, Babel.

4. Rafezza Wijaya (L) 1.9 thn, (DNA+Medis)

No. AM (202) - Alamat: Desa Air Putih, Muntok, Bangka Barat, Babel.

Sebagai informasi hingga hari ke-11 pasca tragedi Lion Air JT-610 sudah 51 jenazah teridentifikasi, dari jumlah 189 penumpang. Adapun 51 yang teridentifikasi 16 orang merupakan warga asal Babel. Total penumpang yang sudah teridentifikasi hingga saat ini berjumlah 51 penumpang, dengan rincian 40 penumpang lelaki dan 11 penumpang perempuan.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/08/337/1975073/terindentifikasi-4-jenazah-korban-lion-air-jt-610-kembali-tiba-di-pangkalpinang)

Tagged under

Drama 100 Days My Prince menutup penayangannya dengan sukses besar! Berdasarkan data Nielsen Korea, episode pamungkas drama itu sukses mendulang rating rata-rata sebesar 14,1 persen dan rating tertinggi mencapai 16,7 persen.

Dengan capaian itu, 100 Days My Prince menjadi drama dengan rating tertinggi keempat yang pernah ditayangkan tvN, setelah Reply 1988(18,8 persen), Guardian: The Lonely and Great God (18,68 persen), dan Mr. Sunshine (18,12 persen). Capaian itu sekaligus menjadikan 100 Days My Prince sebagai penguasa rating di slot tayang Senin-Selasa untuk terakhir kalinya.

Performa positif drama arahan Lee Jong Jae itu juga terlihat dari rating mumpuni di kalangan penonton berusia 20-49 tahun. Nielsen mencatat, 100 Days My Prince meraih rating 7,1 persen dengan titik tertinggi sebesar 8,8 persen pada demografi tersebut.

Serial yang memasang Nam Ji Hyun dan Do Kyung Soo sebagai pemeran utama tersebut ditutup dengan akhir bahagia untuk Lee Yul dan Yeon Hong Shim. Perdana Menteri Kim yang membelot dan memicu pecahnya perang, akhirnya tewas akibat panahan prajurit setelah terlibat duel dengan Lee Yul.

Dengan capaian dua digit, The Beauty Inside tak mampu mengejar ketertinggalannya dari 100 Days My Prince. Drama yang diperankan Lee Min Ki dan Seo Hyun Jin tersebut hanya mampu mendulang rating sebesar 3,55 persen, turut 0,26 persen dibandingkan episode sebelumnya.

Setelah 100 Days My Prince merampungkan masa tayangnya, tvN akan menayangkan Mama Fairy and the Woodcutter (Gyeryong Fairy Tale), pada 5 November 2018. Drama arahan Kim Yun Cheol itu berkisah tentang Sun Ock Nam (Moon Chae Won), peri legendaris Korea berusia 699 tahun.

Kisahnya dimulai pada masa Goryeo, ketika peri yang memiliki kemampuan berbicara dengan tanaman itu tengah mandi di sungai dan kehilangan pakaiannya. Saat itu, dia bertemu seorang penebang pohon yang menolong dan menjadikannya seorang istri. Namun kemudian sang suami tewas saat terjatuh dari tebing.

Sejak kematian sang suami, Ock Nam setia menantinya untuk bereinkarnasi selama lebih dari 600 tahun. Di era modern, sang peri bekerja sebagai seorang barista di sebuah kafe. Menariknya, kebanyakan orang melihat Ock Nam sebagai nenek tua. Hanya sedikit orang yang mampu melihat penampilannya sebagai seorang peri dengan tampilan fisik menawan.

Dalam drama ini, Moon Chae Won akan beradu akting dengan Yoon Hyun Min, Seo Ji Hoon, dan Kang Mina. Ada juga lakon menawan dari aktris veteran Go Doo Shim yang akan berperan sebagai Sun Ock Nam versi tua.

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/10/31/206/1971342/100-days-my-prince-tamat-rating-tembus-14-persen)

Tagged under

Stand up comedian Tretan Muslim dan Coki Pardede memutuskan untuk menanggalkan profesinya sebagai seorang komedian serta mundur dari keluarga besar Majelis Lucu Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh keduanya melalui channel YouTube Majelis Lucu Indonesia pada Selasa, (30/10/2018). Mengawali pembicaraan, keduanya mengungkapkan permohonan minta maaf soal aksi memasak dengan mencampurkan daging babi dan kurma.

 

 

Dikatakan oleh Muslim, bahwa apa yang dilakukannya pada video tersebut murni adalah idenya sendiri tanpa mengaitkan diri dengan MLI, walaupun nama MLI telah melekat dengan sosok Tretan dan Coki.

“Karena kemarin kita bikin ribut – ribut, kami minta maaf atas kegaduhan yang telah kami buat. Hal itu karena berdampak buruk dengan teman baik kami yang dicekal di beberapa kota saat tur. Juga nama baik Majelis Lucu Indonesia (MLI) yang sebenarnya tidak ada sama sekali hubungannya dengan video itu.” Papar Tretan Muslim.

Tretan menyampaikan bahwa apa yang ia lakukan murni karena ketidaktahuan akan batasan – batasan mengenai penistaan agama. Karena menurutnya apa yang dilakukannya tidak melanggar norma agama.

“Saya Islam, dan saya juga merupakan stand up comedian. tujuan saya membuat konten adalah untuk menyebarkan toleransi. Sebagai manusia, saya juga bisa kebablasan dan mempunyai rasa khilaf. Namun tidak bermaksud untuk menyinggung agama maupun golongan apapun,” jelas Muslim.

Untuk menebus rasa bersalah mereka serta meminta maaf kepada pihak yang telah merasa dirugikan atas perbuatan Muslim dan Coki, keduanya memutuskan untuk bertanggung jawab, dengan mundur dari panggung hiburan tanah air.

“Permasalahan biasanya selalu berakhir dengan minta maaf, maka selain meminta maaf inilah bentuk tanggung jawab kami,” kata Coki.

“Mulai saat ini kami memutuskan untuk mundur dari Majelis Lucu Indonesia dan dunia hiburan khususnya panggung stand up comedy,” lanjutnya.

Keputusan ini dibuat oleh keduanya dengan tujuan untuk mempelajari hal – hal baik, dan menghindarkan masalah yang sama terulang kembali.

Sebagai tambahan informasi, murkanya netizen yang menyebut dua komedian ini menistakan agama karena ada pengucapan yang mengatakan jika makanan halal dan haram dicampur, kadar keharamannya akan berkurang.

“Makanan halal tercampur dengan makanan haram, hukumnya tetap haram dodol! Bisanya mempermainkan agama di media sosial. bisanya bicara di dunia, pas waktu di akhirat enggak bisa lagi bicara apa- apa. Taubat woyy sebelum ajjal menanti!...(maaf hanya memberitahu saja.)” tulis Anissa di kolom komentar.

Memang pada saat memasak daging babi, dua sahabat ini mempertanyakan mengenai haram dan halalnya daging tersebut saat dicampur kurma.

“Kira – kira apa yang terjadi jika makanan haram si babi ini dicampur dengan yang halal seperti sari kurma dan madu? Saat dimasak mungkin kadar keharaman dari daging babi akan berkurang karena meresap sari kurma ke dalam daging ini,” celoteh Muslim dan Coki pada video yang diunggah di channel milik Tretan Muslim, Sabtu (20/10/2018).

“Apakah cacing pita di dalam daging babi akan jadi mualaf? Kita enggak tahu jawabannya. Biar lebih afdol, gua aja yang cobain, si Muslim enggak usah,” lanjut Coki.

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/10/31/33/1971496/menyesal-bikin-kegaduhan-tretan-muslim-coki-pardede-pamit-dari-dunia-komedi)

Tagged under

Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan pidana lima tahun enam bulan penjara terhadap ayah-anak Wali Kota Kendari, Asrun dan Adriatma Dwi Putra. Selain itu, keduanya juga didenda Rp250 juta subsidair ‎tiga bulan kurungan.

Adriatma merupakan Wali Kota Kendari periode 2017-2022. Sementara, Asrun yang merupakan ayah Adriatma, adalah Wali Kota Kendari periode 2012-2017. Keduanya divonis bersalah karena sama-sama menerima suap dari pengusaha.

"Menyatakan terdakwa Adriatma dan Asrun telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Haryono saat membacakan amar putusan di Pengadilan ‎Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2018).

Dalam putusannya, hakim juga mengamini tuntutan Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencabut hak politik Asrun dan Adriatma selama dua tahun setelah selesai menjalani proses hukum.

Adapun, hal-hal yang memberatkan putusan terhadap ayah dan anak tersebut yakni karena perbuatannya tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Sedangkan hal-hal yang meringankan yakni, karena keduanya masih memiliki tanggungan terhadap keluarga.

Atas perbuatannya, Adriatma dan Asrun terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Diketahui, putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan yang diajukan Jaksa KPK.‎ Dimana, Jaksa telah menuntut Asrun dan Adriatma D Putra dengan pidana delapan tahun penjara serta denda Rp500 juta subsidair enam bulan kurungan.

Ilustrasi

Adriatma D Putra dan Asrun divonis terbukti menerima suap dari ‎Direktur PT Sarana Bangun Nusantara, Hasmun Hamzah. Uang tersebut rencananya digunakan untuk membiayai kampanye Asrun yang akan maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tenggara.

Uang itu diberikan Hasmun agar Adriatma selaku Wali Kota perusahaan Hasmun mendapatkan jatah proyek untuk pekerjaan multi years pembangunan jalan Bungkutoko-Kendari New Port tahun 2018-2020.

Sementara ayahnya, Asrun, terbukti menerima Rp4 miliar dari Hasmun Hamzah. Uang itu diberikan karena Asrun, saat menjabat Wali Kota, menyetujui Hasmun mendapatkan jatah proyek di Pemkot Kendari.

Proyek yang dimaksud ialah proyek multiyears pembangunan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari. Proyek tersebut menggunakan anggaran tahun 2014-2017.

Tak hanya proyek pembangunan kantor DPRD, Asrun juga membantu Hasmun untuk memenangkan proyek pembangunan Tambat Labuh Zona III Taman Wisata Teluk (TWT) - Ujung Kendari Beach. Proyek itu menggunakan anggaran tahun 2014-2017.

Tagged under

Asyik di Facebook