Jul 23, 2018 Last Updated 7:53 AM, Jul 23, 2018

Pesawat Trigana Air yang mengangkut personel Brimob pengaman Pilkada Papua ditembak kelompok bersenjata saat mendarat di Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua. Aparat kepolisian bersama TNI masih mengejar pelaku.

"(Pelaku) masih dikejar oleh TNI-Polri," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes A.M. Kamal, Senin (25/6/2018).

Pesawat Twin Otter Trigana yang disewa oleh Brimob tersebut ditembak di Bandara Keneyam sekiraa pukul 10.00 WIT tadi. Awalnya, pesawat dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, mendarat dengan mulus di Bandara Keneyam pada pukul 09.40 WIT.

Kemudian pesawat menuju taxi out untuk parkir, namun tiba-tiba ditembak orang tak dikenal pada sekitar pukul 10.00 WIT. Atas peristiwa tersebut, pilot pesawat, Kapten Ahmad Abdillah Kamil tertembak dibagian punggung.

 

"Korbannya pilot pesawat, sudah mendapat penanganan medis," ujar Kamal.

 

Pilot terkena tembakan dirawat tim medis (Andrew/Okezone)

"Diperkirakan pesawat dihujani tembakan dari arah kiri pesawat karena korban luka tembak merupakan pilot yang duduk di sebelah kiri pesawat," lanjut dia.

Dari data manifes, pesawat tersebut ditumpangi oleh 15 orang dan diawaki seorang pilot dan seorang kopilot.

Sebelumnya, pada Jumat 22 Juni lalu, Pesawat Twin Otter milik Demonim ditembak sesaat hendak mendarat di Bandara Kenyam hingga menyebabkan co pilot Irene Nur Farida mengalami luka di pergelangan kaki kanan akibat terkena serpihan peluru.

Kepala Trigana Jayapura, Toro mengakui, kru pesawat Trigana dengan kode penerbangan PK-YRU membawa 18 penumpang yang akan bertugas mengamankan pilkada di kawasan itu. Manajemen juga belum dapat memastikan kondisi pilot yang terkena serpihan peluru karena tidak bisa berkomunikasi.

"Apalagi kami mendapat laporan saat ini masih terjadi baku tembak sehingga pilot dan pesawat belum bisa keluar dari Kenyam," kata Toro.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/06/25/340/1913608/polri-tni-buru-kelompok-bersenjata-penembak-pesawat-berisi-brimob-di-papua)

Tagged under

KM Berkat Anugrah tenggelam setelah dihempas gelombang tinggi disertai angin kencang saat melintas di perairan Pulau Pulun, Kecamatan Daik, Kabupaten Lingga, Minggu (24/6) pagi. Satu orang ditemukan tewas, sementara 12 lainnya selamat.

 

“Satu penumpang wanita atas nama Eri, umur 40 tahun, ditemukan meninggal dunia,” ujar Kasat Polair Polres Lingga, AKP Patin Tarigan, Minggu (24/6) sore.

Patin menjelaskan, kapal naas itu membawa 13 orang yang terdiri dari satu nakhoda, tiga kru kapal, dan delapan penumpang. Selain itu, kapal juga memuat 10 ton kelapa dan 5 ton pisang.

Kapal yang dinakhodai Arif, 58, tersebut berlayar dari Nipah Panjang, Jambi, Sabtu (23/6) dengan tujuan Pelabuhan Bagan Piayu, Kecamatan Seibeduk, Batam. Namun kapal tersebut tenggelam saat melintas di perairan Lingga.

Insiden tersebut pertama kali diketahui kru kapal Oceanna 10 yang pagi itu juga tengah melintas di perairan Pulau Pulun, Lingga. Namun saat itu kondisi kapal sudah terbalik dan tenggelam. Kru kapal Oceanna 10 yang melihat para penumpang KM Berkat Anugrah mengapung di laut langsung melakukan pertolongan.

“Sebanyak 12 penumpang berhasil diselamatkan. Satu yang meninggal dunia,” ujar Patin.

Adapun 12 penumpang selamat itu antara lain Arif (nakhoda) dan tiga kru kapal masing-masing Adi, Saril, dan Syaiful Rahman. Keempatnya merupakan warga Nipah Panjang, Jambi.

Kemudian delapan penumpang lainnya masing-masing Andi Hasbih, Jumadi, Andi Rosmawati, Amat, Sarbini, Selamat Santosa, Nude, dan Andre. Mereka merupakan warga Jambi dan Batam.

Setelah berhasil dievakuasi, penumpang selamat dan meninggal dunia dibawa ke Tanjung Kelit, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga.

“Namun hingga saat ini seluruh barang angkutan serta kapal KM Berkat Anugrah belum dapat di evakuasi,” kata Patin.

Cuaca Ekstrem sampai Akhir Juni

Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat harus waspada terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir Juni ini.

“Cuaca ekstrim harus diwaspadai setidaknya sampai 30 Juni 2018,” kata Kepala Humas BMKG, Hary Tirto Djatmiko, Minggu(24/6).

Dalam laporan BMKG disebutkan potensi hujan lebat akan tersebar merata di seluruh Indonesia bagian barat dan timur. Meliputi Sumatera, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi dan sebagian wilayah Papua. Potensi hujan lebat ini diperkirakan akan terjadi pada 24 hingga 26 Juni 2018.

Hary mengatakan, penyebabnya masih sama, yakni terbentuknya aliran massa udara basah yang dibawa oleh sirkulasi siklonik di pantai barat Pulau Sumatera. Masa udara basah tersebut dibawa dari Samudera Hindia.

Akibat massa udara basah ini, pembentukan awan hujan menjadi lebih mudah. Perubahan cuaca ini membawa potensi angin kencang, badai petir, dan gelombang tinggi bervariasi di masing-masing provinsi.

Hary menjelaskan, siklonik yang terbentuk di pantai barat Sumatera tersebut membentuk area belokan angin yang luas. Lantas membentuk siklus udara tertutup. Di langit lokasi tersebut, kecepatan angin melambat dan terkonsentrasi.

“Sehingga penguapan lebih cepat dan bisa membentuk awan hujan secara optimal,” jelas Hary.

Selain itu, kondisi perarairan juga mesti diwaspadai. Hary mengatakan, angin kencang dan hujan lebat berpotensi menimbulkan gelombang tinggi 0 hingga 2 meter. Hary menekankan kegiatan pelayaran baik di laut maupun di selat harus waspada.

“Selain itu, masyarakat perlu waspada jika beraktivitas di dekat pantai atau perairan, meskipun tentunya kami tidak bisa melarang,” jelas Hary.

(http://batampos.co.id/2018/06/25/dihantam-gelombang-km-berkat-anugrah-tenggelam-di-lingga-1-tewas-12-selamat/)

Tagged under

LIBUR Idul Fitri seringkali dimanfaatkan oleh sejumlah orang untuk bepergian. Entah itu berkunjung ke rumah kerabat atau ke objek wisata. Pantai adalah contoh objek wisata yang sering dikunjungi di waktu liburan.

Walaupun ada perasaan senang karena bisa bermain ombak dan pasir serta melihat matahari tenggelam, tetapi ada masalah yang menghantui seperti kulit terbakar dan rambut kering. Kondisi ini tentu tidak diinginkan oleh siapapun yang sangat mementingkan penampilannya.

Bagi banyak perempuan, rambut adalah mahkota yang harus dijaga. Namun ketika bermain di pantai, perpaduan antara matahari, laut, dan pasir bukanlah sesuatu yang bagus. Maka dari itu, diperlukan perawatan tertentu untuk mencegah rambut menjadi rusak karena mengunjungi pantai.

Melansir Elle, inilah sejumlah cara yang bisa dilakukan :

 

1. Menggunakan masker rambut

Sebagian besar ahli setuju bahwa masker rambut bernutrisi yang diterapkan seminggu sekali sudah cukup untuk membuat kondisi rambut menjadi baik. Penata rambut kenamaan, Jason Collier, menyatakan untuk mendapatkan rambut sehat pasca-liburan, kuncinya ada di perawatan sebelumnya. Selain itu, perlu juga dilakukan pemulihan.

Selain menggunakan masker, kaum Hawa bisa mengganti sampo dan kondisioner yang biasa digunakan dengan produk lain yang mengandung formula pelembap lebih bagus. Sampo SPF dan kondisioner berbahan dasar minyak dapat menjadi pilihan. Kemudian, gunakan minyak khusus rambut atau serum untuk menghindari rambut kering. Selain itu, keringkan rambut dengan handuk microfibre usai keramas.

 

2. Lakukan perawatan salon

Sekarang ini semakin banyak salon yang menawarkan perawatan kondisi rambut berteknologi tinggi. Dengan begitu, perawatan adalah cara termudah untuk membuat kondisi rambut tetap aman. Usahakan untuk melakukan perawatan sebelum bepergian.

3. Bilas rambut dengan air dingin sebelum bermain di pantai

Ketika sedang berlibur, kerusakan rambut dapat terjadi di semua sudut. Maka dari itu, sebelum rambut bersentuhan dengan pantai, mulailah dengan mencuci rambut menggunakan air dingin. Langkah ini dapat membuat rambut membatasi jumlah klorin yang dapat diserap rambut. Sebagaimana diketahui, klorin dapat merusak rambut. Setelahnya gunakan masker pelembap untuk melindungi rambut dari air yang mengandung garam.

4. Hindari penggunaan catokan

Sinar matahari dapat membuat rambut menjadi rusak dan kering. Penggunaan alat seperti catokan dapat memperparah kerusakan. Bila Anda ingin menata atau mengeriting rambut, gunakanlah teknik alami.

 

(https://lifestyle.okezone.com/read/2018/06/12/194/1909671/4-cara-hindari-rambut-rusak-saat-liburan)

Tagged under

Destinasi wisata di Nongsa ramai dikunjungi masyarakat Batam, seperti Kebun Raya Batam, Nongsa Pantai, Pulau Putri, Pantai Mak Dare, Pantai Bale-Bale. Tempat-tempat itu menyediakan wisata yang murah meriah. Masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk masuk ke tempat-tempat ini. Namun pemandangan yang disuguhkan tak kalah bagus dibandingkan destinasi wisata lainnya yang cukup menguras dompet.

 

Maka tidak heran saat musim liburan seperti saat ini, kendaraan lalu lalang menuju ke Nongsa. Salah seorang yang ditemui Batam Pos di Nongsa Pantai, Agus mengatakan sudah menjelajahi setiap destinasi wisata di Nongsa.

“Saya bersama keluarga sudah masuk ke semua tempat di sini. Begitu dapat info ada tempat wisata baru di sini, saya datangin,” katanya sembari tertawa, Rabu (20/6).

Ia mengatakan destinasi wisata di Nongsa terdapat banyak pilihan. Ada wisata edukasi, sekaligus mengajak keluarga merasakan suasana perbukitan di Kebun Raya Batam.

“Di sana bisa mengajarkan anak-anak tentang berbagai macam tumbuhan. Wisata sekaligus belajar juga. Kalau untuk pantai, jangan tanya lagi. Nongsa ini jagonya wisata pantai, banyak pilihan,” kata pria yang tinggal di daerah Tiban itu.

Hal senada diucapkan oleh Nesya. Gadis usia 20tahunan mengatakan memilih berlibur bersama teman-temannya, karena tidak pulang kampung di lebaran kali ini.

“Enggak ada duit, ini aja cari tempat wisata murah. Tapi spot foto banyak yang bagus-bagus di sini, lumayan dipamerin lalu masukin ke instagram,” ujarnya sembari tersenyum.

Nesya tidak sendirian, ia bersama teman-teman satu tempat kerjanya menikmati sejuknya udara Kebun Raya Batam.

“Kalau sendiri tidak asyik mas, macam orang galau. Kan saya ingin bersenang-senang,” tuturnya.

Ramainya pengunjung ke Nongsa ini, dibenarkan oleh salah seorang pengelola destinasi wisata di Nongsa Pantai.

“Kalau libur lebaran ini, sepinya saat hujan aja. Kalau tak hujan, tumpah ruah,” ungkap salah satu pengelola di Nongsa Pantai, Yuliandi.

Ia mengatakan saat ini di daerah Nongsa sudah banyak pilihan tempat wisata. Tentunya mau tak mau, pihaknya harus lebih kreatif, agar dapat menarik pengunjung lebih banyak. Yuliandi mengatakan ditempatnya menyediakan banana boat. Wahana satu ini cukup banyak digemari masyarakat.

Tidak jauh dari Nongsa Pantai, terdapat destinasi lain yang sedang dibangun oleh Pemko Batam yakni Pulau Putri. Untuk mengunjungi pulau itu, masyarakat harus menggunakan boat dan berlayar sekitar 15 menit.

Yuliandi mengatakan pihaknya menyediakan boat menuju ke Pulau Putri.

“Harganya tak mahal, terjangkaulah bagi masyarakat Batam. Ada hiburan khas melayu juga, dan tentunya itu bisa dinikmati masyarakat ketika berkunjung ke sini,” ujarnya.

Sejumlah wisatawan lokal maupun mancanegara pun memadati kawasan Barelang.

Arus lalu lintas di jalan menuju tempat tersebut juga dipadati oleh kendaraan roda dua, roda empat maupun mobil wisatawan.

Sejumlah masyarakat yang ditemui Batam Pos mengaku sengaja menghabiskan waktu liburnya untuk berkunjung ke tempat tersebut.

“Hari ini terakhir libur panjang, jadi sekeluarga kumpul-kumpul di sini saja,” ujar Iranti, Rabu (20/6).

Lokasi lain yang dikunjungi warga Batam adalah pantai Melayu, Rempang Galang. Pengujung terlihat memadati pantai ini mulai pukul 10.00 WIB. Kebanyakan dari wisatawan ini datang bersama keluarga mereka. Pengelola, Arman, mengaku sejak liburan panjang Minggu (17/6) lalu ramai dikunjungi wisatawan.

“Kalau liburan begini memang banyak yang datang,” katanya.

Ia mengatakan, berbeda dengan hari biasa, wisatawan yang datang ketika libur panjang bisa lebih dari 1.000 pengunjung. Untuk menghadapi banyaknya pengunjung, pihak pengelola menyiagakan beberapa petugas untuk mengawasi pergerakan pengunjung.

“Pengawasan serta petugas keselamatan tetap ada disini,” katanya.

Salah satu pengunjung Pantai Melayu, Masayu menuturkan, hari terakhir libur panjang tersebut sengaja ia manfaatkan untuk berkunjung ke pantai.

“Beberapa hari ini berkunjung ke sanak saudara, sekarang waktunya untuk ke pantai, mandi dan makan-makan bersama keluarga besar,” pungkasnya. 

(http://batampos.co.id/2018/06/21/destinasi-wisata-nongsa-ramai-di-kunjungi-masyarakat/)

Tagged under

Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijirah telah berakhir Rabu (20/6) kemarin. Namun ribuan warga Batam yang mudik beberapa waktu lalu tercatat belum kembali lagi ke kota industri ini.

 

Data tersebut diperoleh dari perbandingan penumpang arus mudik dan arus balik melalui pelabuhan maupun Bandara Hang Nadim Batam, setidaknya hingga Rabu (20/6) kemarin. Jumlah pemudik lebih besar jika dibandingkan dengan arus balik. Selisihnya mencapai ribuan orang.

Di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) Batam, misalnya. Jumlah pemudik mulai H-3 hingga H-1 Lebaran tercatat mencapai 17.585 orang. Namun jumlah penumpang datang mulai H+1 hingga H+3 melalui pelabuhan tersebut hanya 13.592 orang.

Dengan kata lain, jumlah arus balik berkurang 3.992 orang dari pemudik di periode yang sama.

Sayangnya, pihak pelabuhan belum memiliki angka kedatangan arus balik untuk H+4 dan H+5, kemarin. Namun, Ketua Bidang Penumpang DPC INSA Batam, Asmadi, memperkirakan ada sekitar 7 ribu orang yang akan masuk melalui PDS, kemarin.

“Mungkin ada tujuh ribu pemudik yang akan kembali hingga last ferry nanti,” kata Asmadi, Rabu (20/6).

Asmadi mengatakan, puncak arus balik melalui PDS terjadi pada Rabu (20/6) kemarin menyusul berakhirnya masa libur dan cuti Lebaran. Selain kedatangan, arus penumpang yang berangkat juga tinggi. Mereka merupakan warga yang akan kembali ke daerah asalnya setelah libur Lebaran di Batam.

“Masih ada tiga ribu yang berangkat. Kalau hari biasa yang berangkat hanya seribu penumpang,” ujarnya.

Humas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Batam, Erik Mario, mengungkapkan puncak arus balik yang diterima hingga siang kemarin baru dari KM Kelud, yakni sekitar 3.000 penumpang.

“Puncaknya sekarang. Untuk jumlah menunggu sore nanti. Perkiraan yang datang bisa sampai enam hingga tujuh ribu orang,” ujarnya, kemarin.

Erik mengatakan, arus balik ke Batam diperkirakan masih akan berlanjut hingga H+7 Lebaran atau Jumat (22/6) besok. “Semoga hingga arus balik selesai semua aman,” katanya.

Selisih penumpang arus mudik dan balik juga terlihat di Bandara Hang Nadim, Batam. Otoritas bandara mencatat ada 41.105 pemudik yang meninggalkan Batam sepanjang H-4 hingga H-1 Lebaran lalu.

Sementara jumlah penumpang yang datang sepanjang H-1 hingga H+4 Lebaran hanya 32.491 orang. Meski begitu, pihak bandara mengklaim arus balik melalui Hang Nadim masih akan berlanjut hingga Minggu (24/6) nanti.

“Jumlah yang berangkat lebih banyak dibandingkan yang datang,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, Rabu (20/6).

Namun Suwarso memperkirakan, rendahnya penumpang yang datang hingga H+5 Lebaran kemarin bukan berarti banyak pemudik yang tak kembali ke Batam. Melainkan karena para pemudik masih menghabiskan masa liburannya di kampung halaman.

Suwarso merinci, jumlah pemudik pada H-4 Lebaran atau Senin (11/6) lalu sebanyak 10.105 orang, H-3 10.174 orang, H-2 10.448 orang, dan H-1 10.378 orang. Selama empat hari itu, total pemudik melalui Bandara Hang Nadim sebanyak 41.105 orang.

Sedangkan penumpang yang datang ke Batam di H+1 Lebaran atau Sabtu (16/6) sebanyak 7.493 orang, H+2 7.834 orang, H+3 8.192, dan H+4 sebanyak 8.972 orang. Jumlah keseluruhan penumpang yang datang selama empat hari itu sebanyak 32.491 orang.

Seorang penumpang yang ditemui Batam Pos di terminal kedatangan Bandara Hang Nadim, Erizal, mengaku kembali ke Batam sendirian saja. Padahal saat pulang ke kampung halamannya, ia bersama istri serta ketiga anaknya.

“Saya besok (hari ini, red) sudah masuk (kerja). Namun istri dan anak masih tinggal di kampung,” tuturnya.

Ia mengatakan, istrinya tidak bekerja, hanya ibu rumah tangga biasa. Sementara dua orang anaknya yang sudah sekolah masih libur panjang.

“Kalau nggak salah masuknya Juli, yah mereka berlama-lama di tempat neneknya,” ujarnya sembari berlalu.

Sementara itu, petugas ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam mencatat masyarakat keluar Batam menuju ke Mengkapan, Riau dari H-7 hingga H+1 sebanyak 1.917 orang, serta 307 kendaraan.

“Rute ini dilayani Kapal Lome dan Satria Pratama,” kata General Manager PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Batam, Anis Adinizam, kemarin.

Ia mengatakan, dari data dimilikinya, penumpang paling banyak berangkat itu di H-5 Idul Fitri sebanyak 336 orang, lalu di H+1 sebanyak 257 orang. Walaupun Lebaran telah berlalu satu hari, minat masyarakat keluar Batam menuju Mengkapan masih tetap tinggi.

Untuk rute Batam ke Dabo, penumpang yang berangkat dari H-7 hingga H+3 sebanyak 1.746 orang serta 57 kendaraan. Lonjakan paling tinggi di H-7 Lebaran, tercatat penumpang yang menyeberang ke Dabo sebanyak 431 orang dan 17 kendaraan.

Anis menuturkan rute Batam ke Tanjunguban, atau sebaliknya dilayani sebanyak lima kapal. “Kemarin saja hingga 17 trip seharinya, biasanya cuma 10 trip saja,” ucapnya.

Ia merinci penumpang yang berangkat dari Batam menuju ke Tanjunguban dari H-7 hingga H+2 Idul Fitri sebanyak 12.843 orang serta 4.852 kendaraan. Sedangkan penumpang dari Tanjunguban menuju ke Batam menggunakan Kapal Roro dari H-7 hingga H+2 Idul Fitri sebanyak 15.551 orang dan 5.545 kendaraan.

“Puncak arus balik itu kemarin. Namun jumlah ini akan terus turun hingga H+7 Lebaran,” ungkap Anis.

Arus Balik Lancar

Memasuki H+5 Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah, Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Didid Widjanardi memantau arus balik di Bandara Internasional Hang Nadim dan Pelabuhan Batuampar, Rabu (20/6) siang. Kapolda mengklaim, arus balik Lebaran ke Batam berjalan aman dan lancar.

Menurut Kapolda, yang menjadi perhatian pihaknya adalah masalah transportasi laut. Sebab, wilayah Kepulauan Riau sebagian besar merupakan wilayah laut. Tentunya masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri ini mayoritas menggunakan angkutan laut. Sehingga, masalah transportasi laut menjadi perhatian serius pihaknya.

“Ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah dalam hal ini Pelni, untuk memberikan sarana angkut gratis baik itu mudik maupun balik, sekarang saya katakan kondisinya masih aman dan lancar,” tuturnya.

Demi kelancaran masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri, pihaknya telah menggelar Operasi Ketupat Seligi 2018 yang dimulai sebelum Lebaran. Adapun Operasi ini akan berakhir pada Senin (25/6) mendatang.

“Secara global, saya sampaikan situasi saat ini masih sangat kondusif,” imbuhnya.

Sementara Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam AKP Reza Morandi Tarigan memastikan pengamanan penumpang yang berangkat dari beberapa pelabuhan di Batam berjalan dengan baik. Pengamanan itu melibatkan personel dari Polda Kepulauan Riau, Polresta Barelang, hingga personel Polsek KPPP.

“Pengamanan ini kita melibatkan hingga 100 pesonel di Pelabuhan Batuampar. Kepada penumpang kita lakukan pemeriksaan barang dalam mengantisipasi masuknya barang-barang illegal ke Batam,” tuturnya.

Pelni Tambah Armada

Sementara arus balik ke Batam melalui Pelabuhan Batuampar mulai terlihat pada H+5 Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah, Rabu (20/6) kemarin. Pantauan Batam Pos, tampak ribuan penumpang kapal KM Kelud turun maupun naik di pelabuhan tersebut, kemarin.

“Penumpang yang turun hari ini dari Belawan ke Batam berjumlah 2.179 sedangkan penumpang yang naik 1.516 dengan tujuan Tanjung Priok, Jakarta. Penumpang lanjutan 901 orang,” ujar Kepala Pelni cabang Batam, Sugiyanto.

Menurut Sugiyanto, puncak arus balik dengan tujuan Batam terjadi pada tanggal 27 Juni mendatang. Meski akan memasuki puncak arus balik, ia memastikan bahwa tidak ada penambahan armada. Hanya saja, kapal dari Belawan menuju ke Batam akan ditambah jadwal keberangkatannya.

Untuk penambahan keberangkatan dilakukan untuk tujuan Tanjung Priok. Dimana, kapal KM Umsini yang sebelumnya langsung masuk ke Kijang, akan masuk ke Batam terlebih dahulu dan kemudian dilanjutkan ke Kijang pada tanggal 30 Juni mendatang.

“Jadi selama Lebaran ini, yang mudik dengan menggunakan Pelni ini sekitar 20 ribuan yang sudah berangkat ke Belawan maupun ke Jakarta. Sementara untuk yang balik masih berlangsung sampai saat ini,” katanya.

Pelabuhan Internasional Padat

Lonjakan arus balik juga terlihat di sejumlah pelabuhan feri internasional di Batam, Rabu (20/6). Sejumlah warga Batam yang sebelumnya menghabiskan masa liburan di luar negeri ramai-ramai kembali ke Batam, kemarin.

Seperti yang terlihat di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center. Kasi Operasional Pelabuhan Internasional Batam Center, Sobri, mengatakan jumlah penumpang yang datang memang lebih banyak dibandingkan yang berangkat.

“Jumlah yang datang memang ramai, namun kami tak punya data untuk yang datang,” kata Sobri.

Untuk arus keberangkatan, menurut Sobri bisa dikatakan normal. Rata-rata yang berangkatpun merupakan warga negara Singapura dan Malaysia yang akan pulang setelah liburan di Batam.

“Kalau yang berangkat normal, sampai sore ini tercatat 5.279 penumpang. Hingga last ferry diperkirakan jumlah penumpang 6.000 an,” terang Sobri.

 

(http://batampos.co.id/2018/06/21/ribuan-pemudik-belum-kembali-ke-batam/)

Tagged under

Asyik di Facebook