Jul 23, 2018 Last Updated 7:53 AM, Jul 23, 2018

Selama libur  lebaran hingga tepat hari H lebaran, layanan kepabeanan ekspor-impor di Batam tetap berjalan seperti biasa.

 

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bea Cukai (BC) Batam, Susila Brata, Rabu (6/6) sore.

“Selama libur lebaran, kami sudah membuat pengumuman, dan itu sudah kami upload di website kami juga. Mana-mana saja layanan yang kami buka selama liburn lebaran. Layanan ekspor-impor kami tegaskan tetap masuk dan berjalan seperti biasa. Selama lebaran pun layanan ekspor tetap buka 24 jam,” ujar mantan Kabid BKLI BC Batam tiga tahun lalu ini.

Sedangkan untuk layanan kepabeanan impor barang, lanjutnya, selama cuti lebaran tetap masuk. Hanya tepat di hari H lebaran selama dua hari, layanan impor diliburkan.

“Kami punya aturan personel yang ada tak boleh melebihi sepertiga dari kekuatan yang cuti nantinya. Menurt data dari kami, bahkan pegawai BC yang cuti kali ini sedikit sekali jumlahnya, tak sampai seperempat dari jumlah pegawai BC yang ada,” terangnya.

Sedangkan untuk pengawasan di pintu-pintu masuk di pelabuhan maupun maupun bandara, lanjut Susila, masih tetap berjalan normal.

“Kami ada pejabat di bidang P2 tak boleh satu haripun lowong pejabatnya. Jadi setiap hari selalu ada pergantian untuk piket sebagai pejabat di pengawasan. Demikian juga patroli laut akan tetap dijalankan seperti biasa. Kekuatan kami tak akan berkurang walaupun ada yang cuti,” kata Susila.

Mendekati lebaran nantinya, pintu-pintu masuk dan keluar seperti misalnya di pelabuhan penumpang Sekupang dan Harbour Bay tetap akan diberikan pelayanan yang maksimal. Begitu juga dengan di Bandara Hang Nadim.

“Kalau selama yang kami tambahkan jelang lebaran, kami tambahkan personel di titik seperti bandara dan elabuhan yang padat. Penambahan personel untuk mengantisipasi arus mudik maupun balik seperti juga di Pelabuhan Batuampar,” terang Susila.

Penambahan akan diberikan ke pelabuhan maupun bandara yang biasanya akan membludak jumlah penumpang yang mudik dan arus balk nantinya.

“Rata-rata penambahan personel sebanyak 50 persen dari kuota biasanya. Ada juga yang ditambahkan hingga 100 persen dari jumlah personel biasanya,” ujar Susila mengakhiri.\

(http://batampos.co.id/2018/06/08/bea-cukai-tetap-siagakan-petugas-selama-libur-lebaran/)

Tagged under

Tiket mudik dari Batam menuju ke berbagai daerah sudah tak tersedia lagi. Sementara itu, hanya dua maskapai saja yang mengajukan penambahan jadwal penerbangan yakni Lion Air dan Sriwijaya Air.

 

Kedua maskapai ini menambahkan jadwal penerbangan hanya ke beberapa daerah di Sumatera saja. Namun untuk daerah Pulau Jawa atau pulau lainnya tak ada penambahan jadwal penerbangan.

Hal ini membuat beberapa orang mencoba mencari alternatif mudik. Salah satu alaternatif yang cukup unik dilakukan masyarakat Batam dalam beberapa tahun belakangan, yakni mudik melalui Singapura.

Dewi, salah seorang masyarakat Batam yang memilih mudik melalui Singapura, ia mengaku memilih mudik melalui negara tetangga karena biayanya lebih murah dibandingkan melalui Hang Nadim.

“Saya memilih karena alasan waktu juga,” katanya, Kamis (7/6).

Ia mengatakan tiket dari Bandara Changi, Singapura ke Pekanbaru berada pada kisaran Rp 500 ribu. Sementara itu, rute Batam ke Pekanbaru berada dikisaran harga Rp 800 ribu.

“Tahun lalu saya juga menjalani mudik melalui Singapura,” ungkapnya.

Hal yang senada diungkapkan oleh Sunanto, pria lajang asli Surabaya ini juga memilih mudik melalui Singapura.

“Murah, lumayan tiketnya selisih Rp 700 ribu,” tuturnya.

Ia mengatakan berangkat 11 Juni, tiket dari Singapura ke Surabaya dibelinya dengan harga Rp 1,3 juta. Sedangkan tiket dari Batam menuju ke Surabaya, sudah berada dikisaran Rp 2 juta. Tiket yang tersediapun, hanya untuk penerbangan transit.

Terkait mudik melalui Singapura ini, telah lama didengar oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso.

“Memang ada,” ujarnya.

Dari pantauannya selama beberapa tahun ini, masyarakat yang memanfaatkan mudik melalui Singapura itu berkisar diangka 10 persen dari jumlah keseluruhan pemudik Idul Fitri.

“Kalau soal harga bedanya dikisaran Rp 400-600 ribu lah untuk ke beberapa daerah tujuan,” tututnya.

Suwarso mengungkapkan di Singapura tidak menetapkan tarif ambang batas atas atau bawah. Sehingga saat hari besar atau libur, tarif tiket di Singapura tidak ada lonjakan yang berarti.

“Sama saja (tarif tiket Singapura,red), reguler,” ucapnya.

Alternatif mudik tidak hanya melalui Singapura saja. Masyarakat Batam dapat mudik melalui jalur laut. Beberapa pelabuhan di Batam menyediakan rute pelayaran ke beberapa daerah di Sumatera serta Jawa.

Kasatker Pelabuhan Domestik Sekupang, Suherman mengatakan pihaknya melayani rute ke Tanjungbuton, Dumai, Bengkalis, Selatpanjang, Tembilahan, Sungai Guntung, Kuala Galung, Kuala Tungkal dan Kuala Enok.

“Tiketnya masih menerapkan harga reguler,” ucapnya.

Harga tiket Pelabuhan Sekupang, Batam menuju ke Tanjung Buton hanya Rp 290 ribu,

  • Sekupang ke Dumai Rp 400 ribu,
  • Sekupang ke Bengkalis Rp 300 ribu,
  • Sekupang ke Selat Panjang Rp 110ribu,
  • Sekupang ke Tembilahan Rp 450 ribu,
  • Sekupang Sungai Guntung Rp 450 ribu,
  • Sekupang ke Kuala Galung Rp 420ribu,
  • Sekupang ke Kuala Tungkal Rp 445ribu dan
  • Sekupang ke Kuala Enok Rp 505ribu.

Selain melalui Pelabuhan Sekupang, masyarakat juga bisa mudik melalui Pelabuhan Roro di Telagapunggur, Nongsa. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Punggur Anis Adinizam mengatakan pihaknya melayani rute pelayaran dari Batam menuju ke Mengkapan, Riau, lalu juga ke Karimun, Dabo, Lingga serta juga ke Jambi.

“Jadwal rutenya dapat dilihat melalui website www.indonesiaferry.co.id,” ungkapnya.

Kelebihan mudik melalui Kapal Roro, masyarakat bisa membawa kendaraanya ke daerah tujuan. Sebagian kecil masyarakat memilih mudik melalui jalur ini. Salah satunya, Sherly Comala Sari. Perempuan asal Padang ini, menuturkan sudah beberapa tahun mudik menggunakan Kapal Roro.

“Sekalian jalan-jalan dan menikmati libur. Lalu kadang saat sampai di Padang, sudah cari mobil rental. Yahh terpaksa bawa mobil dari sini saja,” ucapnya singkat.

(http://batampos.co.id/2018/06/08/mudik-melalui-singapura/)

Tagged under

Dua maskapai berbiaya murah, Citilink dan Lion Air memastikan tiket mudik dari 9 hingga 14 Juni habis terjual. Dari data kedua maskapai ini, ada tujuh daerah tujuan mudik yang tiketnya ludes.

 

Citilink memastikan tiket mudik untuk ke Padang, Pekanbaru dan Surabaya tidak ada lagi yang tersisa.

Sementara itu Maskapai Lion Air mendata tidak ada lagi kursi penumpang yang tersedia ke daerah Solo, Semarang, Yogyakarta, Pekanbaru, Padang, Lampung dan Surabaya.

“Sebelum tanggal 9 itu ada. Tapi tak banyak lagi, paling satu dua. Itupun kalau mau cek tiketnya saat tengah malam atau subuh,” kata Manager Lion Air Area Batam M Zaini Bire, Selasa (5/6).

Ia mengatakan masyarakat juga sudah mulai memesan tiket di luar tanggal 9 hingga 14 Juni. Sehingga ketersedian tiket di luar tanggal itu hanya beberapa persen saja. “Kalau pas hari H lebaran itu, masih cukuplah,” ungkapnya.

Terkait dengan extraflight Lion Air, Bire mengatakan yang baru dibuka tersebut untuk penerbangan Batam ke Pekanbaru. Namun untuk tujuan Padang masih belum. “Untuk PKU (Pekanbaru,red), kami mendapatkan slottime pukul 06.00. Tapi tetap menggunakan harga ambang batas atas,” ujarnya.

Sementara itu Manager Area Citilink Sumatera dan Kalimantan, Hendra JS membenarkan ludesnya tiket ke Padang, Pekanbaru, Surabaya dari 9 hingga 14 Juni. “Luar itu ada, tapi gak banyak,” ucapnya.

Sampai saat ini, Hendra mengatakan Citilink belum membuka adanya penambahan jadwal penerbangan. Bagi masyarakat yang tidak mendapatkan tiket, Hendra menuturkan ada kesempatan untuk pulang kampung di 15 Juni. Saat hari H lebaran.
“Statusnya saat itu open booking. Tak terisi, mungkin bisa memanfaatkan momen tersebut,” ujarnya,

Hendra menyampaikan masyarakat dapat membeli tiket sedikit lebih murah. Dengan memanfaatkan program beli tiket pulang pergi (PP), mendapatkan diskon 10 persen. Promo ini berlaku ke seluruh daerah tujuan.

“Program ini sudah lama. Diskon ini didapat baik beli tiket melalui situs online maupun agen travel atau langsung di konter-konter Citilink,” tuturnya.

(http://batampos.co.id/2018/06/06/tiket-mudik-ke-7-daerah-ludes/)

Tagged under

 Persidangan perkara narkotika terhadap Ahmad Syahman Shaharuddin, yang merupakan Pilot dari maskapai Malindo Air divonis ringan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (6/6).

 

Hakim ketua Tumpal Sagala mengatakan, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagai penyalahguna narkotika golongan I bagi diri sendiri, yang sebagaimana diatur dalam dakwaan lebih subsider jaksa penuntut umum (JPU) Hendarsyah.

“Bahwa unsur penyalahgunaan narkotika bagi diri sendiri telah terpenuhi, sebagaimana diatur dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara delapan bulan, dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani,” ujar Tumpal, yang didampingi anggota Chandra dan Rozza.

Sementara, terhadap dakwaan primair yakni Pasal 115 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, pemimpin majelis hakim yang juga Ketua PN Batam itu menyebutkan, tidak terpenuhinya unsur pidana yang dilakukan terdakwa terhadap kedua pasal tersebut.

Padahal, saat terdakwa yang diamankan langsung oleh Direktur BUBU Hang Nadim Suwarso, 30 Desember 2017 lalu di depan toilet Bandara Hang Nadim, ditemukan barang bukti berupa sabu seberat 1,9 gram yang juga dihadapkan ke persidangan.

“Terhadap barang bukti, bahwa terdakwa tidak bermaksud mengedarkan atau memperjual belikan narkotika jenis sabu tersebut melainkan untuk dipergunakan secara pribadi,” jelas Tumpal Sagala.

Menanggapi putusan majelis hakim yang lebih ringan satu bulan dari tuntutan jaksa sebelumnya, terdakwa yang didampingi penasehat hukum Zuhrin Pasaribu menyatakan pikir-pikir, juga JPU.

Di luar persidangan, PH terdakwa mengaku, sikap pikir-pikir yang diambil mengingat terdakwa cukup untuk menjalani rehabilitasi saja karena terbukti hanya sebagai pengguna narkotika dan bukan pengedar. “Dalam pembelaan kami juga disampaikan keberatan itu yang membawa terdakwa ke ranah pidana,” singkatnya.

Diketahui, pilot maskapai Malindo Air dengan rute Malaysia-Batam ini, kedapatan mengkonsumsi sabu saat dilakukannya penertiban narkotika di lingkunag bandara melalui pemeriksaan tes urine di Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (30/12) 2017 lalu.

Saat itu ia baru mendarat di Batam. Sebelum melewati pemeriksaan imigrasi yang juga terdapat petugas BNNP Kepri, terdakwa bergegas menuju toilet untuk menghilangkan barang bukti berupa sabu. Namun, aksinya itu menaruh curiga Direktur BUBU Hang Nadim Suwarso yang langsung menunggu terdakwa di luar ruang toilet.

Terdakwa yang panik, diminta untuk melakukan tes urine. Seketika itu ia mengaku mengkonsumsi sabu dan membuang sisa sabu yang dimilikinya di tong sampah toilet tersebut. 

 

(http://batampos.co.id/2018/06/07/pilot-malindo-air-divonis-8-bulan/)

Tagged under

Seorang guru Bahasa Inggris berinisial WAR (35) diduga melecehkan puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 10 Tugu, Pondok Duta, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Parahnya aksi pelehan tersebut dilakukan di lingkungan sekolah saat kegiatan jam belajar mengajar berlangsung.

Menurut pengakuan AK (34) salah satu orangtua korban berinisial MF (12), pelaku mengancam korban dengan memberikan nilai rendah. Selain itu, pelaku juga mengimingi korban dengan berwisata.

"Anak ini di modusin jalan-jalan, dijajanin, berenang, atau berwisata ke Kota Tua. Kejadiannya di kelas, katanya anak disuruh buka celana kalau enggak mau nanti katanya nilai dikurangin tapi kalau mau nanti bisa naik tingkat pramuka dan nilainya naik," ucapnya.

AK menyebutkan, perbuatan tidak senonoh sudah terjadi berkali-kali selama 2 tahun. Melihat kondisi itu, AK tidak terima dan melaporkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) ke Polresta Depok.

 

"Ini sudah berlangsung, menurut alumni ada 2 tahun lalu juga pernah kejadian. Hari ini saya melaporkan agar bisa diusut tuntas korbannya sapa saja, karena menurut anak anak katanya korbannya hampir seluruh siswa kelas 6 putra," tuturnya.

Pelecehan Seksual (Shutterstock)

Ilustrasi Pelecehan Seksual (foto: Shutterstock)

AK menjelaskan, sejauh ini baru ada 15 korban yang mengaku anak mereka mengalami hal yang sama dengan anaknyan. Sebagai lagi karena merasa malu, lebih memilih tidak mengekspose kasus ini.

"Sebenarnya ada 15 korban yang kami tahu saat ini. Tapi cuman 4 orangtua yang berani melapor. Korbannya rata-rata anak murid laki-laki, ada angkatan sebelumnya juga melapor, angkatan sebelumnya lagi juga ada ikut melapor. Harus menunggu fisum dan pemeriksaan polisi dulu ini," tegasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro membenarkan peristiwa pelaporan kasus pelecehan seksual yang dilakukan di SD Negeri 10 Tugu, Pondok Duta, Cimanggis, Depok. Namun, dirinya belum bisa memeberikan keterangan lebih jauh lagi terkait peristiwa ini.

"Iya benar tadi ada korban yang melapor tapi saya belum bisa memberikan keteranngan lanjutan. Nanti nunggu perintah pimpinan (Kapolres)," jelas Bintoro di Polresta Depok.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/06/06/338/1907313/siswa-sd-korban-pelecehan-guru-di-depok-diancam-nilai-rendah-hingga-diajak-jalan-jalan)

Tagged under

Asyik di Facebook