Jan 24, 2019 Last Updated 11:33 AM, Jan 24, 2019

Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut 18 tahun penjara terhadap terdakwa Edward Seky Soeryadjaya terkait dengan kasus korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin 3 Desember tadi malam.

JPU menilai terdakwa Edward terbukti bersalah dalam mengatur transaksi jual-beli saham pada pengelola dana pensiun melalui investasi saham PT Sugih Energy (Sugi).

JPU menyebut terdakwa ESS melanggar Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3, Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP yang ancaman hukumannya 18 tahun penjara.

Jaksa juga menyatakan terdakwa tidak mengkaji yang mendalam terlebih dahulu saat memutuskan transaksi jual-beli saham dana pensiun Pertamina Sehingga transaksi tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp599,4 miliar.

Pada sidang agenda tuntutan itu sempat terjadi debat saat kuasa hukum terdakwa Bambang Hartono meninggalkan ruang persidangan dan pengacara senior Yusril Izha Mahendra masuk tim pembela Edward.

 

Keduanya sempat meninggalkan persidangan. Namun, akhirnya mereka masuk kembali ke ruang sidang guna mengikuti jalannya sidang tuntutan.

Pengusaha Edward Seky Soeryadjaya terjerat kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) pada tahun anggaran 2014 s.d. 2015 pada penempatan investasi saham PT Sugih Energy.

Pada tahun 2014, Edward yang merupakan pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy Tbk. (SUGI) berkenalan dengan Muhammad Helmi Kamal Lubis.

Perkenalan tersebut dimaksudkan untuk meminta agar Dana Pensiun Pertamina membeli saham SUGI.

Selanjutnya, pada bulan Desember 2014 hingga September 2015, Helmi diduga melawan hukum menginisiasi dan membeli saham SUGI dengan total Rp2 miliar lembar saham senilai Rp601 miliar melalui PT Millennium Danatama Sekuritas.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/12/04/337/1986625/korupsi-dana-pensiun-pertamina-edward-soeryadjaya-dituntut-18-tahun-penjara)

Tagged under

Saat tanggul pelindung reaktor nuklir di Fukushima Daiichi itu mau ditinggikan, seorang pakar tsunami Jepang melarangnya. “Tidak usah, sejarah tsunami di Jepang tak pernah tinggi melebihi 10 meter,” katanya. Percaya atas saran pakar tsunami itu dan yakin akan aman, maka tanggul laut tak jadi ditinggikan. Di negeri matahari terbit itu, penetapan ketinggian tsunami diukur secara ilmiah berdasarkan data geologi dan sejarah panjang tsunami.

Lantas apa yang terjadi kemudian? Pada 11 Maret 2011 terjadilah gempa berkekuatan 9 skala richter. Enam unit instalasi reaktor nuklir Fukushima aman dari serangan gempa. Tapi yang tak terbayangkan sebelumnya, adalah kejadian tsunami pasca gempa 30 menit kemudian.

Terjangan gelombang yang mencapai 14 meter itu melampaui prediksi para ahli tsunami. Akibatnya tak terbayangkan: tanggul laut reaktor nuklir Fukushima Daiichi itu jebol.

Akibat berikutnya gelombang itu menerjang unit-unit instalasi nuklir Fukushima Dai-ichi sehingga sistem pendingin reaktor nuklir rusak (loss of heat sink accident- Lohsa).

 

Air pendingin tak bisa mengalir, sehingga reaktor menjadi panas mencapai 1.000 derajat celcius, melelehkan mesin pendinginnya (loss coolent accident-Loca). Maka, tiga reaktor pun akhirnya meledak.

Sekelumit kisah di atas diceritakan kembali oleh menejer penanggung jawab reaktor nuklir Fukushima Dai-ichi, saat menerima delegasi dari Indonesia, Selasa 27 November 2018. Delegasi yang diundang JICC (Jaif International Cooperation Center— di bawah naungan Kementerian ekonomi dan perdagangan Jepang) ini terdiri dari unsur pemerintah Indonesia, pimpinan para rektor perguruan tinggi serta sejumlah perwakilan dari tokoh masyarakat.

Sampai akhir sesi sang menejer tak menjelaskan: siapa pakar tsunami itu. Sebab yang ia maksud dengan kisah tersebut adalah: sehebat apapun prediksi ilmu manusia, akhirnya meleset juga adanya. “Kami harus lebih banyak belajar dari peristiwa-peristiwa alam yang besar seperti ini,” ujar menejer penanggung jawab operasi Fukushima Dai-ichi itu menjelaskan.

Kebijakan Ketat

Setelah tragedi Fukushima, debat mengenai lanjut atau tidaknya PLTN menghangat di tingkat nasional. Debat semakin seru setelah ada pemberitaan bahwa udara di seluruh negeri sakura itu, termasuk Tokyo, terpapar radiasi nuklir. Apalagi setelah badan atom internasional di bawah naungan PBB meninjau ke lapangan kemudian menyatakan bahwa, akibat bocornya reaktor nuklir itu, maka Daerah Fukushima dan sekitarnya dalam bahaya tertinggi (major accident) untuk kemungkinan terkena radiasi nuklir.

Jalan tegas pun diambil. Pemerintah memutuskan: seluruh PLTN di Jepang, yang berjumlah 57, untuk sementara ditutup. Akibatnya, listrik Jepang byar-pet seperti di Indonesia: pemadaman listrik bergilir tak terhindarkan karena kekurangan pasokan. Optimalisasi listrik berbasis non-nuklir digalakkan yang mengakibatkan lonjakan impor gas dan minyak.

Pemerintah juga mengembangkan kendaraan generasi masa depan berbasis tenaga listrik serta mengurangi bahan bakar fosil, di samping merancang kebijakan net-zero energy houses. Yaitu, membangun rumah atau kantor dengan listrik mandiri.

Masyarakat pun terus didorong mempraktikkan net-zero energy houses ini. Isu ketidakamanan produk-produk Jepang karena terpapar radiasi nuklir sempat merebak dan mengancam ekonomi Jepang, sehingga pemerintah perlu meyakinkan publik bahwa produk industrinya aman dari radiasi nuklir.

Setelah semua isu teratasi dan seluruh PLTN dievaluasi, debat pro-kontra nuklir pun mereda. Pemerintah akhirnya mengoperasikan kembali satu persatu terhadap reaktor nuklir yang dianggap aman. Itu pun setelah melewati proses yang ketat: loby ke parlemen, persetujuan pemerintah lokal dan masyarakat sekitar reaktor dengan radius 5 km2.

Reaktor pertama yang dibuka kembali sempat dikunjungi delegasi Indonesia. Yaitu, Ohi Power Station di bawah kendali menejemen Kansai Electric Power Company yang berada di Miyazu-shi, termasuk wilayah Kyoto. Sampai saat ini baru 9 reaktor yang beroperasi kembali dari 57 reaktor yang tersebar di Jepang. Sisanya, ada 5 yang siap beroperasi dan 20 reaktor mesti ditutup selamanya — termasuk reaktor Fukushima Dai-ichi dan Dai-ini.

Sebagian masyarakat Jepang sebenarnya sangat khawatir terhadap reaktor lama yang dioperasikan kembali. Tragedi Fukushima masih membayang dalam benak masyarakat. Apalagi secara geografis, letak negeri sakura ini berada di daerah merah: cincin api Pacifik dengan kejadian gempa terpadat di dunia berada di sini. Negeri ini juga menjadi bagian dari sirkum pegunungan api Pasifik yang aktif.

United States Geological Survey (USGS) bahkan mencatat, tiap tahun tak kurang dari 1500 gempa menghantam Jepang. Itu tak lain karena negara ini menjadi titik-temu gesekan sangat dinamis dari 4 lempeng dunia sekaligus: lempeng Pacifik, Philipina, Eurasia dan lempeng Amerika Utara. Maka wajar, jika hampir setiap hari terjadi tremor kecil di negeri pegunungan yang menyatu dengan laut ini.

Tapi, Jepang adalah bangsa yang terus mau belajar dan menyerap ilmu lewat bencana-bencana alam yang terjadi. Mereka tak mau takluk terhadap rasa takut. Itulah sebabnya, PLTN tetap dijalankan. Bedanya, jika sebelumnya PLTN berkontribusi sampai 30% terhadap energi listrik nasionalnya, ke depan akan dikurangi secara bertahap hingga mencapai 20% saja.

Saat ini konsumsi perkapita listrik Jepang mencapai di atas 10.000 kwh, setara dengan negara-negara maju lainnya seperti di negara-negara Eropa dan AS. Inilah negara-negara yang secara industri sudah mencapai puncak tertingginya dengan efisiensi penuh, sehingga pengembangannya tidak banyak membutuhkan penambahan listrik lagi. Maka wajar jika pemerintah Jepang berencana menurunkan penggunaan listrik nuklir dari 30% menjadi 20%.

Indonesia Mesti Belajar

Bandingkan dengan kondisi pemakaian listrik perkapita di Asia Tenggara yang menempatkan Indonesia masih di posisi nomor 6 di bawah Malaysia dan vietnam: penggunaan listrik Indonesia hanya 1025 kwh. Sementara Singapura sudah mencapai 10.000 kwh, Malaysia 4000 kwh perkapita.

Jadi, jika Singapura melaksanakan balap mobil formula one di tengah malam, itu ingin menunjukkan bahwa, penggunaan listrik di negeri berlambang singa itu sudah sangat tinggi.

Kebijakan energi nasional berdasarkan PP No. 79 Tahun 2014, mengharapkan penduduk secara bertahap sudah mengonsumsi listrik 2500 kwh perkapita pada Tahun 2025, meningkat menjadi 7500 kwh Tahun 2050.

Pelaksanaan secara konsisten terhadap PP ini bertemali-erat dengan tahapan implementasi dari strategi industri nasional yang terintegrasi dari hulu sampai ke hilir. listrik adalah sumbu bagi bergeraknya industri agar kita menang bersaing dengan negara lain.

Status Indonesia sebagai middle income country tak akan pernah naik kelas menjadi hi-country seperti negara-negara industri maju lainnya, jika tahapan perencanaan energi listrik nasional tadi tak dilaksanakan dengan baik. Artinya, penyiapan secara maksimal di sektor lain seperti terlaksananya pendidikan sumberdaya manusia yang baik dalam menghadapi peluang bonus demografi harus terintegrasi dan padu dengan penyiapan energi listrik nasional.

Jika tidak, maka prediksi Indonesia akan menjadi middle income country trap (jebakan sebagai negeri kelas menengah, tak pernah naik kelas menjadi negeri maju) seperti dialami Argentina, Brazil dan negara-negara lain, menjadi kenyataan.

Nah, kondisi listrik kita saat ini masih bertumpu pada bahan bakar fosil yang cadangannya kian terbatas. Memang masih ada alternatif lain seperti penggunaan geo-termal, surya cel, bayu dan hedro-power. Tapi itu semua, sangat terbatas dayanya dan tak cukup untuk pengembangan industri yang bisa bersaing dengan negara-negara lain.

Jalan alternatif, selain menggenjot listrik batubara, kita mesti menyiapkan listrik nuklir atau PLTN. Untuk yang terakhir ini mesti melewati syarat-syarat yang ketat. Pertama, komitmen politik dan perencanaan yang kuat dari pemerintah dan terus konsisten dengan berbagai regulasi yang dibutuhkan ke depan.

Kedua, ada edukasi dan sosialisasi yang masif seperti di negara-negara maju lainnya bahwa PLTN itu sangat aman. Termasuk jaminan persaingan yang sehat bahwa PLTN tak akan mengganggu pada bisnis power plan yang lain.

Ketiga, negara mesti melakukan pemilihan lokasi yg mempertimbangkan dampak resiko, mitigasi bencana dan lain sebabagainya secara ketat, sehingga keamanan masyarakat untuk jangka panjang dengan adanya PLTN itu terjamin.

Keempat, negara menyiapkan tenaga terampil dengan budaya yang baru seperti negara-negara maju yang telah memiliki PLTN. Terakhir, lima: siapkan SDM untuk penguasaan teknologi PLTN agar Indonesia tak tergantung pada negara lain. Catatannya tentu saja, reaktor nuklir sebagai jalan alternatif terakhir.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/12/04/337/1986792/nuklir-sebagai-jalan-alternatif)

Tagged under

 Pelaku pencabulan dan pembunuhan terhadap Fatir (15), bocah penggembala sapi, Aso alias Pe'lo ditangkap polisi. Fakta pun terungkap, pelaku dan korban ternyata sesama penggembala sapi di Kecamatan Mangara Bombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Aksi Aso pun terendus oleh tim gabungan Resmob Polres Takalar yang dibackup Resmob Polda Sulsel yang diturunkan menyelidiki penyebab kematian seorang bocah bernama Fatir yang ditemukan oleh keluarganya di sebuah sungai dalam kondisi wajahnya terdapat luka serius.

Dari proses penyelidikan dilakukan tim gabungan tak sampai 1x24 jam. Pelaku pembunuh Fatir pun teridentifikasi. Dia adalah Aso alias Pe'lo. Setelah tim gabungan mengantomngi identitas pelaku.

Selanjutnya tim gabungan melacak keberadaan posisi pelaku. Begitu terdeteksi bahwa pelaku tengah bersembunyi di sebuah perkampungan di Dusun Juggae Desa Bontoparang, Kecamtan Mangarabpmbang, Kabupaten Takalar.

 

Tim gabungan bergerak disebuah perkampuangan itu, sebelum menangkap pelaku, salah seorang anggota kepolisian mengintai sebuah rumah tempatnya bersembunyi.

Terkuak, jika seorang lelaki yang dikantongi ciri-cirinya berambut gondrong, berada di sebuah rumah tersebut. Lokasi di blokade agar pelaku tak bisa meloloskan diri. Penyergapan dilakukan sebuah rumah langsung dikepung, Aso Pe'lo yang berada di dalam tak bisa berkutik alasan hendak mengenakan pakaian.

Petugas langsung membekuknya. Di balik pintu keluarlah lelaki Aso Pe'lo dengan tangan terborgol. Dari tangannya pun tim gabungan mengamankan barang bukti berupa dua bilah badik, satu baju, satu buah sepatu yang dipakainya usai membunuh korban.

Selanjutnya, pelaku bersama barang buktinya digiring ke Mapolres Takalar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kepada polisi yang memeriksanya, Pe'lo awalnya berkelit jika bukan dirinya yang membunuh korban Fatir. Meski begitu petugas kepolisian tak begitu mudah teperdayai.Pe'lo didesak untuk jujur.

Namun lagi-lagi masih berkelit. Tak termakan dengan bujukan hingga petugas kepolisian mendesaknya hingga akhirnya Pe'lo pun mengakui jika dirinya membunuh Fatir dengan menggunakan pisau hingga sekujur tubuh Fatir terluka.

Akibatnya Fatir mengalami pendarahan hebat hingga meregang nyawa. Selanjutnya pelaku membuang mayat Fatir di sungai. Sebelum korban Tewas pelaku mengaku menyodominya.

Tidak hanya itu, menurut pelaku hingga dirinya tersulut emosi lantaran tak terima kerap di olok-olok oleh korban.

Kapolres TaKalar AKBP Gany Alamsyah mengatakan berawal hingga terungkap kasus pembunuhan dilakukan Pe'lo terhadap korban Fatir saat korban ditemukan oleh keluarganya dalam posisi mengapung dan sudah dalam keadaan meninggal.

"Kami setelah mendapat informasi selanjutnya turun ke lokasi bersama tim inafis melakukan olah tempat kejadian perkara di samping itu mengambil keterangan saksi-saksi," kata Gany.

Setibanya kemudian mengevakuasi jasad korban yang posisinya mengapung disebuah sungai. Selanjutnya jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Padjonga Dg Ngalle lalu kemudian dilakukan visum di RS Bhayangkara Makassar.

"Di samping itu petugas kepolisian juga mengumpulkan keterangan saksi-saksi," kata dia.

Dari hasil identifikasi, sambung dia, diketahui jika mayat lelaki yang ditemukan tersebut bernama Fatir(15) ditemukan oleh warga bernama Sangkala dan Dg Tunru (50) yang merupakan keluarga korban dan juga saksi.

Dari keterangan saksi yang dimintai keterangannnya, kedua saksi menyebutkan jika sebelum korban ditemukan pada hari Sabtu (1/12/2018), sekitar pukul 08.00 Wita.

Korban bernama Fatir meninggalkan rumahnya. Ia seperti biasanya melakukan aktivitasnya megembala sapi, korban tak seorang diri mengembala sapi ternak. Namun ia bersama lelaki bernama Pe’lo dan Mantang.

Ketika malam harinya korban yakni Fatir (korban) tak kunjung pulang, pihak keluarganya pun cemas, sehingga berinisiatif melakukan pencarian di tempat biasa mengembala sapi.

 

Keluarganya bernama Sangkala Dg Tawang dan Dg Tunru, dan warga menyisir area sungai.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/12/04/609/1986797/ini-motif-pembunuhan-dan-pencabulan-bocah-pengembala-sapi)

Tagged under

APAKAH  Anda berambut keriting atau ikal? Merasa bosan memiliki model rambut yang begitu – begitu saja sehingga ingin mengubah gaya rambut menjadi lurus.

Seiring dengan kemajuan teknologi, untuk meluruskan rambut bisa saja menggunakan catok rambut. Cara kerja catok rambut ini yakni dengan menggunakan suhu yang panas kemudian diaplikasikan ke rambut Anda.

Namun, perlu diketahui bahwa menggunakan suhu panas dari catok rambut secara terus-menerus menyebabkan kerusakan permanen pada rambut. Sekaligus akan membuat rambut Anda terlihat kering, kusam, dan lemah.

Sebenarnya masih ada banyak cara untuk menjaga rambut tetap halus, lurus dan sehat tanpa menggunakan catok rambut. Dilansir dari Step To Health, Rabu (28/11/2018), Okezone telah merangkum beberapa tips untuk meluruskan rambut secara alami tanpa menggunakan catok rambut.

 

1. Oatmeal dan lidah buaya

Pertama-tama, oatmeal adalah bahan yang sangat baik untuk menyuburkan, menguatkan, dan melembabkan rambut. Ia memiliki banyak protein, mineral , elemen, dan vitamin yang persis seperti yang dibutuhkan rambut Anda. Sementara itu, lidah buaya mengandung lebih dari 75 nutrisi yang merangsang pertumbuhan rambut dan juga membuatnya menjadi kondisioner yang sangat baik.

Kombinasi oatmeal dan lidah buaya akan membantu menghaluskan dan meluruskan rambut tanpa catok rambut. Beginilah cara menggunakannya: 

 

Bahan

1 daun lidah buaya

2 sendok makan bubuk gandum (oarmeal)

Persiapan

Pertama, pisahkan daging buah lidah buaya dan tambahkan dua sendok makan oatmeal untuk membuat pasta.

Kemudian, aplikasikan ke rambut dan pijat kulit kepala Anda dengannya.

Biarkan selama 20 menit. Lalu, cuci rambut Anda dengan air dingin.

 

2. Bunga melati dan minyak zaitun

Minyak zaitun adalah bahan yang bagus untuk digunakan pada rambut Anda. Hal ini karena minyak zaitun dapat melembabkan dan membuat rambut berkilau. Ini juga membantu mencegah rambut rontok dan merevitalisasi ujung bercabang .

Sementara itu, bunga melati juga merupakan bahan yang bagus untuk rambut karena memiliki sifatnya yang dapat meluruskan rambut . Kombinasi kedua bahan ini akan membuat rambut Anda lebih sehat dan halus.

Bahan

2 sendok makan kondisioner alami

2 sendok makan minyak zaitun

5 atau 6 tetes minyak bunga melati

Persiapan

Campur kondisioner, minyak zaitun, dan minyak bunga melati.

Gunakan pada rambut setelah sudah berkeramas dan sebelum menggunakan kondisioner .

Biarkan selama 20 menit dan kemudian bilas dengan banyak air.

 

3. Cuka apel dan air

Anda bisa menggunakan cuka apel untuk meluruskan rambut Anda tanpa menggunakan catok rambut. Cuka apel ini menyeimbangkan tingkat pH rambut Anda, melawan ketombe, dan membuat rambut tumbuh sehat, kuat, dan halus.

Bahan

2 sendok makan cuka apel

1 gelas air (250 ml)

Persiapan

Pertama, encerkan cuka sari apel ke dalam segelas air.

Kemudian, aplikasikan ke seluruh kulit kepala setelah itu cuci rambut dengan sampo.

Setelah itu, biarkan kering.

 

4. Tepung beras dan telur

Berkat manfaatnya yang banyak, telur bisa menjadi masker rambut karena telur membuat rambut sehat, kuat, dan halus. Bahan ini, jika dikombinasikan dengan tepung beras , sangat efektif untuk merawat rambut, menghilangkan sebum berlebih, menghilangkan keriting, dan mencegah kerusakan.

Bahan

1 putih telur

3 sendok makan tepung beras

 

Persiapan

Pertama, tambahkan sendok makan tepung beras ke dalam putih telur dan aduk.

Kemudian, gunakan campuran itu ke rambut.

Setelah itu, sisir rambut Anda dan biarkan selama satu jam.

Setelah selesai coba bilas rambut dengan air dingin.

Itu dia cara alami untuk meluruskan rambut. Sekarang Anda siap untuk memamerkan rambut lurus, bercahaya, dan sehat tanpa perlu menggunakan catok rambut lagi. Dan yang terpenting adalah Anda tidak akan merusak rambut dengan cara – cara ini.

 

 

(https://lifestyle.okezone.com/read/2018/11/29/611/1984545/4-cara-alami-luruskan-rambut-tanpa-alat-catok-siapkan-lidah-buaya-atau-bunga-melati)

Tagged under

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mengagendakan sidang perkara dugaan merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro‎ dengan terdakwa Lucas, pada hari ini. Agenda persidangan yakni, pembacaan putusan sela.

Lucas meyakini bahwa hakim yang menyidangkan perkaranya akan mengabulkan eksepsi atau nota keberatan yang telah disampaikan pada persidangan sebelumnya. Lucas mengklaim bahwa dirinya bukan pelaku korupsi.

"Saya sangat yakin karena saya bukan orang yang melakukan korupsi, bukan orang yang melakukan penyuapan, bukan orang yang disebut sebagai penyelenggara negara, saya kok diadili di Tipikor," kata Lucas di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).

Lucas mengaku heran dengan dakwaan yang disusun oleh tim jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, sambungnya, banyak tuduhan-tuduhan yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

 

"Kami mengajukan eksepsi mengajukan nota keberatan itu sifatnya kamu mengajukan dengan keyakinan yang tinggi. Kami ajukan fakta-fakta yang sebenarnya. Tujuannya untuk mencapai keadilan. Keadilan apa, bahwa menurut kami bukan kewenangan pengadilan Tipikor," terangnya.

Lucas

Lucas juga mempermasalahkan Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang didakwakan KPK terhadap dirinya. Menurut Lucas, Pasal 21 UU Tipikor bukan kewenangan penyidik KPK.

"Pasal 21 yang kami maksud itu seharusnya bukan kewenangan penyidik KPK, bukan kewenangan pengadilan Tipikor, karena itu merupakan tindak pidana lain bukan Tipikor. Sesuai dengan rumusan dalam panduan UU Tipikor sudah jelas," jelasnya.

Dalam perkara ini, Advokat Lucas didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.

Jaksa KPK juga mendakwa Lucas membantu mengupayakan agar Eddy Sindoro masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi. Hal itu dilakukan Lucas untuk menghindari tindakan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Eddy Sindoro.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/29/337/1984488/hadapi-putusan-sela-lucas-yakin-hakim-kabulkan-eksepsinya)

Tagged under

Asyik di Facebook