Mar 19, 2019 Last Updated 10:33 AM, Mar 19, 2019

Marsih (55), warga Dusun Klumpit, Desa Nampirejo, Temanggung, Jawa Tengah (Jaetng) tewas dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temanggung, akibat luka serius yang diterimanya dari seseorang yang kini dalam pencarian kepolisian.

Adik kandung korban, Sodikin (52) mengatakan, Selasa pagi, korban keluar rumah untuk mencari kayu bakar, hingga sekira pukul 06.00 WIB, ada warga yang memberitahu jika bahwa kakaknya ditemukan terkapar dengan luka parah di kebun belakang rumah warga bernama Arif di Dusun Mantenan, Desa Greges Kecamatan Tembarak Temanggung. 

"Luka yang diderita, diantaranya muka lebam dan bocor pada kepala bagian kanan. Kakak dibawa ke RSUD menggunakan mobil patroli Polsek Tembarak," katanya, seperti dikutip dari KRjogja, Rabu (30/11/2016).

Sodikin mnembahkan, tidak terima atas pembunuhan tersebut dan telah melaporkan pada kepolisian tentang seseorang yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. Semuanya kini diserahkan pada kepolisian untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku untuk diproses hukum demi keadilan. 

"Setahun lalu kakak pernah hendak diperkosa lalu berteriak minta tolong. Pelakunya berhasil ditangkap dan mendapat sanksi sosial warga. Selama ini kakaknya juga tidak ada masalah dengan warga lain," ujar dia.

Tagged under

Kedutaan Besar Republik Indonesia Riyadh kembali berhasil dalam memberikan perlindungan kepada WNI kurang beruntung yang dihadapkan pada kasus hukum. Sepasang suami istri, Tohirin bin Mustofa dan Nurnengsih binti Tasdik dituduh majikannya melakukan sihir dan terancam hukuman mati pada Desember 2015.

“Sejak Januari 2016, setelah menerima laporan kasus pasutri tersebut, KBRI Riyadh langsung mengambil langkah-langkah perlindungan diantaranya menemui mereka di tahanan dan menunjuk seorang pengacara bernama Ali Al-Ghamdi untuk membantu penyelesaian kasus hukum keduanya,” kata Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, lewat rilis yang diterima Tempo, Minggu, 27 November 2016.

Bulan Mei 2016, sang suami bebas dan disusul oleh istrinya pada bulan November 2016.

Saat ini keduanya telah bebas dari tahanan penjara Riyadh dan sekarang berkumpul kembali di rumah sewaan mereka bersama ketiga anaknya termasuk si bungsu yang masih bayi.

 

Keduanya juga melanjutkan pekerjaan mereka di Dar Al-Bayan, sekolah khusus untuk menghafal Al-Quran, dimana Tohirin menjadi sopir bus antar jemput sekolah dan istrinya sebagai cleaning service.
Kasus Tohirin dan Nurnengsih bermula sejak akhir Desember 2015, dimana mantan majikan keduanya yang bernama Sanad Al-Zouman telah menuduh mereka melakukan sihir terhadap istri sang majikan, padahal Tohirin telah bekerja dengan mereka selama 12 tahun hingga tahun 2013.

Atas tuduhan tersebut, Kepolisian Riyadh telah melakukan penahanan dan memproses kasus keduanya hingga berlanjut ke Pengadilan.

Setelah melalui proses persidangan pertama di bulan Apri 2016, kedua, ketiga dan keempat serta pengadilan banding, akhirnya Tohirin dan istri  berhasil diselamatkan dan telah bebas dari tuduhan sihir pada 25 November 2016.

Tohirin juga telah meminta pengacara Ali Al-Ghamdi untuk melakukan tuntutan balik kepada majikannya dan meminta kompensasi atas kerugian yang dialaminya akibat dituduh melakukan sihir.

Menurut Dubes Agus Maftuh, kasus sihir sering menimpa para WNI di Arab Saudi karena beberapa alasan baik yang berasal dari akal-akalan majikan maupun karena kekurangtahuan sebagian WNI.

Beberapa WNI memiliki kebiasaan menyimpan jimat, isim atau coretan-coretan rajah yang ditulis dalam selembar kertas. Hal ini kerap dijadikan alasan majikan Arab Saudi untuk menuduh telah melakukan sihir dikaitkan dengan peristiwa yang menimpa anggota keluarga mereka seperti sakit atau meminta perceraian.

“Penting diketahui para WNI bahwa ancaman hukum bagi tindakan sihir apabila terbukti di Arab Saudi adalah hukuman mati. Karenanya para WNI diharapkan untuk waspada dan meningkatkan pengetahuan tentang kebiasan hukum yang berlaku di suatu negara,” kata Dubes Agus Maftuh.

Dia menegaskan KBRI Riyadh terus berkomitmen untuk siap membantu semua ekspatriat Indonesia yang menghadapi kasus hukum di Arab Saudi, dalam rangka melindungi hak-hak mereka di hadapan hukum agar diperlakukan secara adil dan tidak dizalimi.

KBRI Riyadh selama tahun 2016 telah menangani ribuan kasus hukum, baik kasus pelanggaran hukum berat, keimigrasian maupun ketenagakerjaan.

Tagged under

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan meminta Polri terus bekerja dan menindak pelaku provokasi dengan mengeluarkan ujaran kebencian yang marak terjadi di media sosial terutama menjelang demonstrasi Bela Islam Jilid III pada 2 Desember 2016.

Mantan Komisioner Kompolnas itu mengapresiasi langkah Polri yang bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan menutup sejumlah website yang kerap melakukan provokasi di balik kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Saya kira polisi terus bergerak dan Polda Metro juga terus bekerjasama Kominfo dan itu bagus dan saya berharap polisi tidak boleh membiarkan banyak ujaran kebencian di medsos, apalagi menyampaikan pesan yang provokasi jangan biarkan itu terjadi karena menghasut," kata Edi saat berbincang dengan Okezone, Senin (28/11/2016).

Edi menambahkan, Tim Cyber Bareskrim Polri juga harus bekerja ekstra maksimal agar medsos tak membuat gaduh terkait rencana Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) yang akan menggelar ibadah Salat Jumat di sepanjang Jalan MH Thamrin-Sudirman, Jakarta, pada demo 2 Desember yang salah satunya menuntut agar Ahok ditangkap dan ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka.

"Saya kira Tim Cyber sudah ada yang diproses seperti yang kemarin dan harus lebih maksimal untuk proses siapa saja yang melakukan ujaran kebencian. Apalagi melakukan fitnah karena itu membuat situasi tidak kondusif," tegasnya.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) berulang kali mengingatkan agar masyarakat menggunakan media sosial dengan cerdas dan menghindari aksi saling menghujat. Ia prihatin dengan penyalahgunaan medsos yang marak sekarang ini.

"Dalam tiga minggu belakangan yang ada di medsos adalah saling menghujat, ejek, memaki, fitnah, adu domba. Banyak berita bohong, itu bukan nilai Islami kita, bukan tata nilai keindonesiaan kita," kata Jokowi saat membuka Kongres XVII Muslimat NU di Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis 24 November 2016.

Bukan hanya ujaran kebencian, menurut Jokowi, media sosial juga menjadi sarang pornografi jika tak digunakan dengan bijak. Hal inilah yang berpotensi merusak budi pekerti anak-anak Indonesia.

"Anak-anak kita baik mulai dari PAUD, TPA, Madrasah kita ingatkan, menggunakan medsos utk kepentingan yang positif," ujar dia. 

Tagged under

KITA semua pasti menyukai parfum kan? Wewangian yang bisa dijadikan aroma signature dari setiap orang. Akan tetapi banyak sebagian orang yang masih melakukan kesalahan dasar saat menyemprotkan parfum. Apa sajakah kesalahan dasar yang dilakoni banyak orang saat mengenakan parfum? Yuk simak 6 kesalahan dasar tersebut, sebagaimana disitat Boldsky, Rabu (23/11/2016).

 

Menggosok pergelangan tangan

 

Seringkali sesaat parfum disemprotkan ke pergelangan tangan, kita pasti otomatis langsung menggosok-gosokkan kedua pergelangan tangan ini. Padahal kebiasaan ini akan membuat aroma pertama atau top notes dari molekul-molekul parfum menjadi rusak dan tidak tahan lama.

 

Tidak menggunakan lotion

 

Agar parfum lebih tahan lama lagi, sebelum menggunakan parfum sebaiknya oleskan dahulu lotion pada titik-titik semprot parfum di tubuh. Parfum jauh akan lebih tahan lama menempel pada kulit yang lembap, lebih baik lagi jika lotion yang digunakan memiliki aroma wewangian yang sama dengan parfum yang digunakan.

 

Semprot hanya di pergelangan tangan

 

Banyak orang yang sudah cukup yakin untuk hanya menyemprotkan parfum di bagian titik pergelangan tangan. Biasakan juga untuk menyemprotkan parfum di bagian leher, dan di area di sekitar belakang leher.

 

Salah penyimpanan

 

Simpan baik-baik parfum mahal Anda di tempat yang kering dan memiliki suhu temperatur ruangan yang sejuk. Jauhkan dari paparan sinar matahari langsung untuk menghindari parfum menjadi terkikis. Menyimpan parfum di lemari pendingin adalah salah satu cara penyimpanan parfum yang terbaik.

 

Meniru

 

Meniru di sini maksudnya ialah mengikuti aroma parfum dari milik seseorang, lalu menggunakan parfum yang sama dengan harapan akan punya aroma yang sama enaknya. Ini adalah salah satu kesalahan dasar yang harus dihindari, mengapa? Karena suatu aroma yang enak dan wangi tercium pada seseorang belum tentu sama enaknya jika dikenakan sendiri. Malah bisa terjadi sebaliknya, karena wangi parfum bekerja dengan chemistry masing-masing tubuh pada akhirnya.

 

Menyemprotkan pada baju

 

Siapa sih yang tidak hobi menyemprotkan parfum di baju? Tapi kebiasaan yang dianggap wajar ini bisa memunculkan efek noda pada busana yang dikenakan. Selalu semprot parfum pada tubuh yang segar sehabis mandi sebelum berpakaian, bukan disemprotkan pada baju yang akan dikenakan.

Tagged under

Bayi perempuan yang dibungkus kain ditemukan di tumpukan karpet di samping lemari di musala Dusun Bangunrejo, Desa Rejosari, Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim), Kamis 24 November 2016.

Bayi perempuan tersebut pertama kali diketahui oleh Imam Khudori (60), yang saat itu sedang adzan Subuh di musala setempat. Saat itu, Imam dikagetkan dengan suara tangisan bayi di dalam musala.

Imam pun mencari sumber suara itu dan ternyata suara tersebut merupakan tangisan bayi yang ditaruh di tumpukan karpet musala. Imam langsung melaporkan penemuan bayi itu ke petugas Polsek Kebonsari.

Kapolsek Kebonsari, AKP Edy Riyanto mengatakan, bayi perempuan itu dalam kondisi sehat dan terbungkus kain selimut. Edy menambahkan, di samping bayi perempuan itu juga terdapat sebotol susu yang masih hangat, beberapa baju, dan secarik kertas berisi pesan.

Dalam kertas itu, tertulis nama bayi tersebut yaitu Zairah Mistaqul Ima dan lahir pada 3 Agustus 2016 di Madiun.

“Saya bukannya membuang bayi ini, tapi keadaan,” kata Edy, membacakan isi pesan di kertas yang ada di samping bayi perempuan itu, seperti dikutip dari Madiunpos.com, Jumat (25/11/2016).

Saat ini, bayi perempuan itu dirawat di Poliklinik Rawat Inap Ponet Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari. Polisi masih melakukan penyelidikan mengenai orang tua yang tega membuang bayi tersebut.

Tagged under

Asyik di Facebook