Jan 17, 2018 Last Updated 7:15 AM, Jan 17, 2018

Belum Ada Laporan Kasus Difteri di Batam

Published in Nasional
Read 36 times
Rate this item
(0 votes)

Pelaksana Tugas (Plt) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Didi Kusmajardi mengatakan belum ada laporan terkait mewabahnya penyakit difteri.

 

“Batam dan Kepri belum ada laporan,” ujar Didi saat dikonfirmasi, Minggu (10/12).

Dia mengatakan saat ini pihaknya baru sebatas bertemu dengan seluruh Kepala Puskesmas Kota Batam, guna mensosialisasikan ataupun penyuluhan terkait penyakit tersebut kepada masyarakat.

“Sudah saya arahkan untuk buat banner tentang difteri di setiap lobbi puskesmas,” katanya.

Terkait gejala penyakit Difteri, Didi menyebutkan penderita akan mengalami gejala suara serak, tenggorokan terasa sakit, nyeri saat bernapas, kesulitas bernapas, kelenjar getah bening di leher membesar atau bengkak, tenggorokan dan amandel tertutup oleh membran atau selapur berwarna abu-abu serta demam dan menggigil.

“Penyakit ini menular. Misalnya menemukan gejala tersebut segera hubungi petugas puskesmas,” jelasnya.

Dia mengatakan penyakit ini dapat dicegah. Salah satunya yakni dengan pemberian vaksin. “Ada kejadian luar biasa (KLB) baru diimunisasi seperti di Jawa Barat dan Jawa Timur,” tuturnya.

Sementara itu, terkait merebaknya wabah difteri di sejumlah provinsi di Indonesia, Kemenkes akan mulai memberikan imunisasi ORI, atau Outbreak Response Immunization.

(http://batampos.co.id/2017/12/11/belum-ada-laporan-kasus-difteri-di-batam/)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

Asyik di Facebook