Nov 19, 2018 Last Updated 9:46 AM, Nov 16, 2018

 Restu Sinaga sempat mengenang ketika dirinya terciduk pihak berwajib atas penyalahgunaan narkoba berjenis ganja hingga psikotropika berjenis happy five. Kendati begitu, setelah dinyatakan bersalah, Restu Sinaga akhirnya divonis menjalani rehabilitasi selama 6 bulan pada Januari 2017 lalu.

Sebagai informasi, Restu Sinaga diciduk pihak kepolisian pada 2 Juni 2016 lalu.

 

Dalam tangan Restu kala itu, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa‎ narkoba berjenis ganja seberat 10,75 gram, 17 butir psikotropika jenis Dumolid dengan berat keseluruhan 7,47 gram, 26 butir psikotropika jenis happy five dengan berat keseluruhan 7,21 gram.

Lebih lanjut, Restu kembali menegaskan bahwa dirinya bukanlah pecandu. Dan mengakui memakai barang haram itu lantaran adanya masalah.

“Kalau orang yang ngikutin gue banget, tahu gue bukan orang yang adiksi. Memang (pakai narkoba) karena ada masalah, bukan karena gue ketergantungan. Namanya apes, lah ya," ungkap Restu Sinaga saat dijumpai di Kuningan, Jakarta Selatan belum lama ini.

Sementara itu, Restu kembali menambahkan bila dirinya tak merasa bersalah dengan masa lalunya itu.

 

Ia pun tak ada maksud untuk mengecewakan para penggemarnya. Dan lagi-lagi bila berbicara soal narkoba, Restu bukanlah sebagai pecandu.

"Bersalah? Enggak sih, kenapa harus merasa bersalah? Kalau gue ketergantungan, ya mungkin bikin orang kecewa. Di sini kan enggak gue memang aktif orangnya (jadi tak butuh narkoba)," sambungnya.

Meski sempat merasakan keterpurukan atas ulahnya sendiri, tetapi orang-orang terdekatnya masih tetap mendukungnya. Oleh karenanya membuat Restu tetap berkarya dalam bidang hiburan Tanah Air.

“Banyak yang suportif, paling ada satu, dua, yang men-judge," tandasnya.

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/11/16/33/1978747/mengaku-pernah-tertangkap-narkoba-restu-sinaga-tepis-jadi-pencandu)

Tagged under

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus mengingatkan semua pihak untuk terus menjaga, merawat dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Pesan itu disampaikan di mana saja dia berpidato. Tak kecuali saat bertandang ke Kabupaten Merauke, Papua.

Di sela kunjungan kerja ke kabupaten paling timur Indonesia itu, Jokowi Salat Jumat di Masjid Raya Al-Aqsha, Meurauke. Di hadapan para jamaah, dia berpesan untuk menjaga aset bangsa Indonesia paling berharga yakni persatuan dan kesatuan.

Indonesia, kata Jokowi, adalah bangsa yang besar dengan jumlah penduduk yang diperkirakan mencapai 263 juta jiwa. Indonesia juga negara yang beragam mulai suku, agama, bahasa, dan tradisi.

 

Presiden Jokowi berceramah usai Salat Jumat di Masjid Al-Aqsha, Merauke (Biro Pers Setpres)

"Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak, marilah kita menjaga supaya kita merawat, supaya kita memelihara persaudaraan kita, ukhuwah islamiyah kita, ukhuwah wathaniyah kita, karena aset terbesar bangsa kita adalah persatuan dan kerukunan, tidak ada yang lain," ujar Jokowi, Jumat (16/11/2018).

Ia pun berharap pesta demokrasi yang rutin digelar seperti pemilihan bupati, walikota, gubernur, ataupun pemilihan presiden tidak lantas membuat persatuan bangsa terkoyak. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi adalah hal yang biasa.

 

"Jangan sampai antarkampung berantam gara-gara pilihan bupati, jangan sampai di majelis taklim (karena) beda pilihan presiden tidak saling menyapa. Ini adalah sebuah kesalahan besar," tuturnya.

 

Turut bersama Presiden pada saat salat Jumat ini antara lain, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/16/337/1978731/salat-jumat-di-merauke-jokowi-mari-kita-jaga-ukhuwah-islamiyah)

Tagged under

 Disney Indonesia mendapuk band Payung Teduh untuk mengisi original soundtrack film animasi Ralph Breaks The Internet: Wreck-it-Ralph 2. Kepercayaan itu dijawab Payung Teduh dengan menyodorkan lagu teranyar mereka, Sebuah Lagu.

Namun yang menarik dari lagu itu tak hanya karena proses pembuatannya yang sangat singkat (hanya 3 hari), namun juga karena vokal dalam lagu itu diisi oleh sang manajer, Marsya Ditia.

 

 

 

Alejandro Saksakame (Cito), sang pencipta lagu Sebuah Lagu itu mengungkapkan, tak ada orang yang akan keberatan jika Marsya menyanyikan lagu itu. “Ya, karena dia manajer kita. Enggak ada yang lebih berhak menyanyikan lagu itu dibandingkan dia. Kan yang ‘ngegaji’ kita itu dia,” ungkap Cito saat dijumpai di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (15/11/2018).

Cito mengungkapkan, meski Ivan Penwyn si pemetik gitar lele dalam band itu kini menjadi lead singer, namun Marsya sempat bernyanyi dalam beberapa acara yang diisi Payung Teduh. Namun hal itu, diakui Marsya, bukan hal yang mudah baginya.

Marsya mengungkapkan, sempat menghadapi komentar pedas para penggemar setia Payung Teduh. “Keberadaan saya hanya sebagai pendukung. Kami hanya berkarya, tidak ada maksud apa-apa,” ujar Marsya.

 

Di lain pihak, Comi sang bassist, menegaskan bahwa siapapun yang menjadi vokalis Payung Teduh, mereka akan terus berkarya. “Kami akan jalan terus, siapapun vokalisnya. Album berikutnya bisa saja Payung Teduh hanya mengeluarkan proyek instrumental,” ujarnya.

“Atau, akan ada vokalis baru lagi ya itu terserah kami. Asal stay busysaja. Alhamdulillah, sejauh ini komentar orang-orang di media sosial cukup baik ya.”

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/11/15/205/1978365/gandeng-sang-manajer-payung-teduh-rilis-sebuah-lagu-untuk-disney)

Tagged under

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri kembali menidentifikasi terhadap tiga korban Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Hasil tersebut didapatkan setelah melakukan pencocokan data postmortem, antemortem. Setelah itu, tim DVI langsung melakukan sidang rekonsiliasi hari ini, Kamis (15/11/2018).

"Sidang rekonsiliasi hari ini DVI berhasil mengidentifikasi 3 korban penumpang Lion Air," kata Kepala Bidang DVI Mabes Polri Kombes Lisda Cancer di RS Polri, Jakarta Timur, Kamis (15/11/2018).

Dengan adanya hasil identifikasi jenazah korban Lion Air hari ini, tim DVI Polri telah mengidentifikasi sebanyak 92 korban. Terdiri dari, 67 berjenis kelamin laki-laki dan 25 perempuan.

 

Lion Air

Adapun identitas ketiga korban yang telah diidentifikasi adalah:

1. Muhammad Syafi'i, laki-laki, 45 tahun, melalui pemeriksaan DNA.

2. Naqiya Azmi, perempuan, 19 tahun, melalui pemeriksaan DNA.

3. Maria Ulfah, perempuan, 36 tahun, melalui pemeriksaan DNA.

Sementara itu, untuk jumlah antemortem, tim DVI Polri telah menerima laporan sebanyak 256. Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat di RS Polri dan RS Bangka Belitung (Babel).

Selain mengidentifikasi korban kecelakaan, RS Polri juga melakukan terapi terhadap 58 penyelam yang tergabung dalam proses evakuasi. Terdiri atas, penyelam dari Polairud 32 orang, Basarnas 20 orang dan relawan enam orang.

Tak hanya itu, tim DVI juga melakukan pendampimgan trauma healing kepada keluarga korban sebanyak 253. Sementara, sampai saat ini, sudah ada 195 kantong jenazah mendarat di RS Polri.

Lion Air

 

(https://news.okezone.com/read/2018/11/15/337/1978368/dvi-polri-kembali-identifikasi-3-korban-lion-air-total-jadi-92)

Tagged under

Vicky Prasetyo meminta Angel Lelga untuk hadir dalam sidang cerai mereka. Dia merasa butuh kehadiran Angel untuk segera menentukan arah rumah tangga mereka dengan berbicara empat mata lewat mediasi.

"Ya kan ada persidangan. Kalau mau ketemu ya di persidangan. Apa yang mau disampaikan, atau sepakat untuk keduanya berpisah, atau di mediasi mau disatukan kembali," ujar Vicky Prasetyo, Kamis (15/11/2018).

 

Dalam lanjutan keterangannya, mantan kekasih Zaskia Gotik itu mengaku sudah tidak berkomunikasi lagi dengan Angel Lelga. Sebab sejak keduanya memutuskan cerai, Angel memilih memblokir seluruh akses komunikasi dengan Vicky Prasetyo.

"Saya enggak pernah komunikasi lagi sama Angel kalau untuk melakukan apapun," ungkapnya.

Dari situ, Vicky Prasetyo menilai satu-satunya cara untuk segera menentukan kelanjutan rumah tangga dengan Angel Lelga adalah lewat pengadilan. Oleh karenanya, Vicky memastikan bahwa dia akan berupaya untuk selalu memenuhi panggilan sidang.

"Datang saya," tegas dia.

Sidang cerai Vicky Prasetyo dan Angel Lelga akan kembali digelar pada 22 November 2018 di Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan agenda pembuktian.

 

Sempat beredar kabar sidang dimajukan pekan ini, Vicky saat dikonfirmasi mengatakan bahwa tidak ada perubahan jadwal sidang dari pengadilan.

"Tanggal 22 (November) sidangnya," pungkas pria kelahiran Bekasi, Jawa Barat.

 

(https://celebrity.okezone.com/read/2018/11/15/33/1978367/butuh-kejelasan-vicky-prasetyo-minta-angel-lelga-hadir-sidang-cerai)

Tagged under

Asyik di Facebook